CORE COMPETENCE UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN BISNIS ANDA

motivasi-30092016

“Kompetensi inti adalah keunikan dan keunggulan yang sulit ditiru oleh pihak lain. Ini adalah tentang energi yang terpancar melalui pengetahuan, cara, gaya, dan kemampuan yang meninggikan kualitas seseorang.”~Djajendra

Kompetensi inti (Core Competence) adalah kemampuan menguasai sebuah pekerjaan secara total berdasarkan nilai-nilai pribadi ataupun nilai-nilai perusahaan, baik secara spiritual maupun ritual. Artinya, Anda dengan kompetensi inti mampu menentukan proses kerja terbaik, menentukan arah yang benar, membuat keputusan yang tepat, dan bertindak mewujudkan pekerjaan tersebut dengan kemampuan total berdasarkan nilai-nilai yang sudah menyatu secara holistik ke dalam diri Anda. Dalam hal ini; hati, pikiran, jiwa, dan tubuh menyatu dalam integritas dan akuntabilitas, untuk mewujudkan hasil akhir terbaik dari pekerjaan yang Anda kuasai dengan sepenuh hati.

Dalam perusahaan, selalu ada core values yang dimaksudkan untuk membentuk core competence. Core competence karyawan yang bersumber dari core values terlihat melalui etos kerja dan keterampilan kerja karyawan. Internalisasi core values perusahaan menjadi core competence karyawan bukanlah pekerjaan mudah. Diperlukan latihan, pencerahan, dan sistem yang membiasakan karyawan untuk memiliki core competence dari core values perusahaan. Biasanya, untuk membuat karyawan memiliki core competence dari core values perusahaan membutuhkan waktu, kesabaran, disiplin, ketekunan, dan moralitas yang tinggi.

Core competence atau kompetensi inti dihasilkan dari pembelajaran dan pengalaman yang lama, dan kompetensi inti ini sudah berwujud di dalam intuisi. Jadi, core competence seolah menjadi gaya atau cara Anda dalam menjalankan usaha atau pekerjaan, yang unik dan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh siapapun.

Core competence membedakan antara satu usaha dengan usaha yang lain. Misalnya, Anda mengunjungi beberapa bank, lalu Anda merasakan perbedaan pelayanan dari satu bank dengan bank yang lainnya. Padahal, semua bank tersebut sudah memiliki standar operasional yang sama, dan rasa beda yang Anda rasakan itulah bersumber dari core competence. Jadi, core competence ini adalah nilai-nilai yang membentuk rahasia dari kesuksesan sebuah usaha. Nilai-nilai dalam core competence tidak lagi berdiri sendiri, tetapi melebur dan menyatu dalam satu energi yang sifatnya holistik, sehingga tidak semua orang bisa mengkloning atau mengcopynya untuk diterapkan pada usaha lain.

Contoh lain: di sebuah lokasi ada lima rumah makan yang sama menu makanannya, Anda dan banyak orang paling suka dan merasa paling cocok dengan salah satunya. Rasa paling cocok yang Anda dan orang-orang rasakan tersebut bersumber dari core competence rumah makan tersebut. Intinya, core competence menghasilkan rahasia dapur, sehingga tidak mudah dikloning oleh orang lain. Hal ini menciptakan keunggulan dalam kompetisi bisnis. Jadi, para pesaing tidak mudah mengalahkan usaha yang terbentuk dari core competence. Usaha yang dijalankan dengan core competence selalu unggul untuk meningkatkan keberhasilan bisnisnya.

Core competence tidak bisa dimiliki secara instan, dia hanya dapat dimiliki setelah Anda melewati berbagai jenis proses dan pengalaman, lalu menemukan makna suci dari pekerjaan yang Anda lakukan. Termasuk, Anda memiliki semangat yang tinggi dan cinta yang mendalam terhadap pekerjaan atau bisnis yang Anda kerjakan.

Mengembangkan core competence memerlukan kerja sangat keras, kemampuan untuk menggunakan nilai-nilai secara konsisten dalam menemukan solusi terbaik, dan terus-menerus menekuni dan mengembangkan pekerjaan atau bisnis secara berkelanjutan.

Sebuah bisnis atau pekerjaan yang dilandasi oleh core competence selalu menawarkan sesuatu yang unik dan unggul. Pelanggan selalu bersedia membelih dan membayar lebih untuk sesuatu yang unik dan unggul. Jadi, perusahaan yang mengembangkan sumber daya manusianya dengan core competence sesuai strategi perusahaan akan melakukan hal-hal yang kreatif, unik, dan mampu mempengaruhi pelanggan untuk membeli lebih banyak.

Core competence sangat dibutuhkan untuk membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan. Karyawan-karyawan dengan core competence selalu memiliki keahlian untuk memenangkan kompetisi bisnis. Ini seperti memiliki tim bermental pemenang yang selalu kreatif untuk memenangkan target bisnis. Di samping itu, mampu mengembangkan keterampilan yang dimiliki menjadi lebih berkualitas dan lebih siap memenangkan kompetisi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HIDUP PENUH SEMANGAT

motivasi-djajendra-29092016

“Mental, jiwa, dan tubuh yang penuh semangat mampu mewujudkan impian dan cita-cita.”~Djajendra

Hidup penuh semangat tergantung pada kehebatan mental Anda. Bila Anda sudah memiliki mental pemenang, maka mental pemenang Anda itu akan menjadi mitra yang hebat untuk mewujudkan impian Anda. Tanpa mental pemenang, Anda sulit memiliki kehidupan yang penuh semangat secara konsisten.

Semangat yang tinggi diperlukan untuk melayani hidup dengan produktif. Tingkatkan kemampuan suara hati untuk berkomunikasi dengan pikiran, karena pikiran memiliki energi yang selalu mencoba bergerak sendiri tanpa peduli dengan jiwa dan tubuh. Pikiran yang dikendalikan oleh suara hati mampu menciptakan mental sesuai keinginan Anda. Jadi, jangan biarkan pikiran mengendalikan hidup Anda, latihlah hati nurani atau suara hati untuk memimpin jalan hidup Anda. Bila hati nurani sudah memimpin jalan hidup Anda, maka dengan mudah Anda dapat membangun mental pemenang di dalam jiwa Anda.

Panduan semangat bisa didapatkan ketika Anda memiliki keyakinan untuk berhasil; memiliki ketenangan dan kesabaran; memiliki pikiran positif dan mampu membersihkan pikiran negatif; memiliki disiplin dan rasa percaya diri; memiliki kemampuan untuk mengatasi gangguan; memiliki kemampuan untuk mengendalikan pikiran; serta memiliki kemampuan untuk fokus dan totalitas pada tujuan.

Mental pemenang adalah kekuatan yang selalu membangkitkan semangat, serta memberikan panduan untuk tetap semangat di setiap situasi kehidupan yang sangat dinamis. Mental pemenang tidak akan membuat hidup Anda terburu-buru untuk mendapatkan yang Anda inginkan. Tetapi, Anda disadarkan untuk berjuang dan bekerja lebih keras di jalan proses hidup. Dalam hal ini, Anda akan terlatih untuk lebih sabar menunggu, terlatih untuk tidak berharap hasilnya segera terjadi, terlatih untuk menikmati proses dengan rendah hati dan positif, terlatih untuk lebih jujur kepada diri sendiri dan lebih bertanggung jawab atas hidup Anda, serta terlatih untuk tetap semangat walau harus menjalani proses hidup yang tidak mudah.

Kehidupan Anda yang penuh semangat akan menjadi energi positif, yang mempengaruhi jalan hidup Anda menuju pencapaian tertinggi. Hidup Anda dipandu oleh energi semangat yang luar biasa, sehingga keyakinan dan kepercayaan diri Anda menjadi lebih kuat.

Miliki imajinasi atau khayalan yang positif dan optimis atas masa depan Anda. Semakin positif dan optimis imajinasi atau khayalan Anda tentang masa depan yang lebih indah, akan semakin tinggi semangat hidup Anda untuk bekerja dengan lebih disiplin pada saat sekarang. Jadi, Anda tidak akan menunda atau menyia-nyiakan hari-hari Anda dengan khayalan negatif dan pesimis. Anda mampu tumbuh dengan penuh semangat dan menyiapkan kualitas diri untuk melewati proses hidup dengan produktif.

Kehidupan yang penuh semangat haruslah dirawat di sepanjang waktu sampai kapanpun. Jangan pernah menjalani hidup sedetikpun tanpa semangat. Bila kecemasan, rasa khawatir, stres, dan depresi mencoba melemahkan semangat dan rasa percaya diri Anda. Maka, Anda harus membangkitkan mental pemenang Anda, lalu meningkatkan kesadaran untuk segera melenyapkan energi negatif dari jiwa Anda. Anda bisa segera mengatur pernapasan dengan cara menghirup udara segar dan mengeluarkannya perlahan-lahan, sambil bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan, tentang kehidupan indah yang Anda miliki. Lakukan hal ini berulang-ulang di ruang terbuka hijau sampai keyakinan dan kepercayaan diri Anda pulih kembali. Latih suara hati Anda agar dalam situasi dan kondisi apapun mampu memberi semangat kepada mental dan pikiran Anda.

Setiap hari mental pemenang wajib diberikan makanan untuk membuatnya semakin kuat dan unggul. Makanan terbaik bagi mental pemenang adalah nilai-nilai positif. Pastikan setiap hari Anda melakukan afirmasi nilai-nilai positif sebanyak mungkin. Di samping itu, mental pemenang membutuhkan tubuh yang bugar dan kuat; membutuhkan emosional yang cerdas dan holistik; membutuhkan pikiran positif dan optimis; membutuhkan gaya hidup yang rendah hati dan sederhana. Jadi, jangan mengabaikan semua kebutuhan dari mental pemenang. Bila Anda mengabaikan, maka semangat hidup Anda akan pudar dan melemah.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DJAJENDRA

motivasi-29092016

“Mimpi dan cita-cita membutuhkan waktu dan kesabaran. Bekerjalah dengan penuh semangat, tanpa gangguan, penuh kinerja, membersihkan pikiran negatif dan fokus pada tujuan. Jalani proses hidup bersama mental pemenang. Jangan mengeluh, apalagi menyerah. Sabar, tenang, tekun, santai, dan setiap hari produktif. Menunggu hasil akhir dengan percaya diri dan tidak khawatir. Biarkan Tuhan memberi jawaban atas kerja keras Anda. Jangan berharap kerja keras Anda memberikan hasil segera.”~ Djajendra 

PENYIMPANGAN DALAM ETIKA KERJA MELEMAHKAN BUDAYA ORGANISASI

“Budaya organisasi yang kuat tercipta dari perilaku etis karyawan dan pimpinan yang konsisten.”~Djajendra

Untuk menjaga konsistensi perilaku etis di tempat kerja memerlukan implementasi dan internalisasi kode etik, etika bisnis, nilai-nilai organisasi, dan berbagai kebijakan untuk peningkatan kualitas integritas, serta kemampuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang holistik dan membahagiakan setiap orang.

Penyimpangan dalam etika kerja akan membuat suasana kerja terganggu. Perusahaan tanpa etika merusak perilaku kerja dan menciptakan suasana kerja yang buruk.

Etika kerja diperlukan untuk menjaga rutinitas dan aktivitas sehari-hari di tempat kerja berjalan dengan perilaku positif. Karyawan dengan perilaku etis memiliki kepribadian dengan standar moral yang tinggi, sehingga mereka dapat menjaga diri untuk tidak melakukan penyimpangan di tempat kerja.

Penyimpangan dalam etika kerja menguatkan konflik kepentingan dan penyalahgunaan aset perusahaan.Dan, perlu disadari bahwa moralitas pekerja yang rendah menyulitkan perusahaan untuk menjaga tidak terjadinya penyimpangan. Jadi, bila di tempat kerja masih terjadi penyimpangan dalam etika kerja dan etika bisnis, maka ini artinya internalisasi nilai-nilai moral yang baik dan penegakkan aturan haruslah ditingkatkan.

Etika tidak hanya untuk diucapkan dan ditulis dalam bentuk kode etik. Lebih dari itu, etika merupakan perilaku wajib untuk dapat memiliki budaya perusahaan yang kuat dan unggul. Bila karyawan tidak memiliki perilaku etis, maka mereka tanpa merasa bersalah atau berdosa akan melanggar semua aturan, dan penyimpangan dianggap benar oleh mereka.

Perilaku tanpa etika: mudah berbohong, sering absen dengan berbagai alasan, selalu mencari keuntungan dari hubungan kerja, membuat keputusan tanpa memetakan resiko, tidak menganggap kode etik dan etika bisnis, serta berperilaku sesuka hati tanpa memikirkan aturan dan kebijakan.

Bekerja tanpa etika menjadikan mental buruk dan etos kerja tidak produktif. Hal ini merugikan perusahaan. Selain itu, lingkungan kerja menjadi tidak bahagia karena perilaku yang tidak adil, tingginya diskriminasi, saling bermusuhan, bergosip, perilaku menghakimi, menilai, dan menyudutkan rekan kerja. Semua kondisi ini menciptakan lingkungan kerja sehari-hari yang tidak produktif dan tidak mendatangkan rasa memiliki perusahaan oleh karyawan.

Sekecil apapun penyimpangan dalam etika kerja dan etika bisnis pasti melemahkan budaya organisasi. Dalam budaya yang lemah karyawan tidak mampu bekerja optimal, sebagian energi terkuras untuk melayani hal-hal negatif yang diakibatkan oleh penyimpangan etika.

Penyimpangan etika di tempat kerja mengurangi kualitas kerja untuk semua karyawan. Jelas, hal ini mengakibatkan turunnya kualitas pelayanan, dan memburuknya hubungan pelanggan dengan perusahaan. Kondisi ini pasti menurunkan kinerja bisnis dan berdampak serius pada penurunan citra perusahaan.

Menguasai etika tidaklah bisa secara otomatis. Sering sekali, atau pada umumnya, perusahaan membuat kode etik dan panduan etika bisnis, lalu disosialisasikan dalam waktu singkat, dan memaksa karyawan untuk mematuhinya. Dalam realitas, cara ini selalu gagal. Perlu diingat bahwa implementasi etika bertujuan untuk mengubah perilaku karyawan. Mengubah perilaku membutuhkan disiplin yang tinggi untuk berlatih perilaku etis, yang sesuai dengan kode etik dan panduan etika bisnis. Dalam hal ini, perusahaan harus sadar untuk melatih semua karyawan secara rutin, dan melatihnya berulang-ulang agar perilaku etis terbiasa bagi karyawan.

Tidak ada cara instan dalam menciptakan perilaku etis, dan tidak bisa menyerahkan perilaku etis kepada kesadaran karyawan. Perusahaan wajib membuat kebijakan dan aturan untuk menyadarkan karyawan agar berperilaku etis di tempat kerja. Lalu, menegakkan aturan dan menghukum yang tidak etis.

Budaya organisasi yang kuat dikembangkan melalui perilaku etis karyawan. Semua ini bisa dimulai dari lingkungan kerja. Misalnya, karyawan bertanggung jawab menjaga kebersihan ruang kerja, menjaga kebersihan toilet dan tersedianya kertas toilet, menjaga dapur dan kantin kantor yang bersih dan piring-piringnya tersusun dengan baik. Walaupun mungkin sudah ada petugas khusus yang mengerjakan pekerjaan kebersihan lingkungan kantor, tetapi perilaku etis karyawan haruslah peduli, serta memiliki tanggung jawab untuk berbudaya bersih dan sehat di tempat kerja.

Perilaku tidak etis, seperti: mengaku sakit, tapi sebenarnya pergi jalan-jalan;  jatuh cinta dengan rekan kerja, padahal sudah punya isteri atau suami; berperilaku buruk di acara atau kegiatan kekeluargaan dengan rekan kerja dan atasan; ikut campur dalam urusan pekerjaan orang lain; meminta komisi atau keuntungan kepada pihak ketiga dari pelayanan yang diberikan; tidak bertanggung jawab untuk menjaga dan merawat perlengkapan kantor; menghabiskan sebagian jam kerja untuk berselancar di sosial media; berperilaku boros dan tidak bertanggung jawab saat menggunakan fasilitas kantor; meja kerja tidak bersih dan banyak makanan ringan; senang mendengarkan gosip dan mengulanginya untuk rekan kerja yang lain; tidak peduli dengan komplain pelanggan; tidak memiliki empati terhadap rekan kerja, bawahan, atasan, dan pelanggan; tidak peduli dengan standar kerja; mengabaikan kualitas di setiap proses kerja; tidak disiplin; dan malas berkontribusi untuk kemajuan perusahaan. Semua perilaku tidak etis ini pasti melemahkan budaya organisasi. Jadi, kalau mau memiliki budaya organisasi yang kuat, maka tingkatkan kualitas perilaku etis di tempat kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETIKA BERGAUL DI TEMPAT KERJA

motivasi-26092016

“Tempat kerja adalah tempat bergaul bagi perilaku produktif untuk menghasilkan kinerja terbaik.”~Djajendra

Ketika karyawan sudah terbiasa menjalankan etika bergaul di tempat kerja secara profesional; maka, hubungan kerja yang sehat, kuat, etis, produktif, dan menyenangkan, akan tercipta untuk membahagiakan semua stakeholders.

Hubungan kerja tidaklah selalu mudah. Pikiran dan kepentingan yang berbeda bisa menjadi rintangan dalam merawat hubungan kerja yang positif dan profesional. Oleh karena itu, setiap orang di tempat kerja harus memiliki tanggung jawab moral yang tinggi untuk menegakkan etika di semua aspek kerja. Dalam hal ini, sangat diperlukan hubungan kerja yang etis untuk mendorong pergaulan yang etis di tempat kerja. Ketika etika bergaul terimplementasi dengan baik di tempat kerja, maka setiap karyawan akan sadar untuk memiliki tanggung jawab dalam membentuk tempat kerja yang etis bagi semua pemangku kepentingan.

Etika bergaul di tempat kerja bersumber dari kemampuan karyawan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dalam hal ini, karyawan memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk berperilaku sesuai kode etik dan etika bisnis perusahaan. Walaupun kode etik dan etika bisnis sifatnya normatif dan teori, tetapi bila karyawan sadar untuk menjadikannya sebagai perilaku, maka mereka akan terus-menerus berlatih dan membiasakan semua yang normatif tersebut menjadi perilaku nyata di tempat kerja.

Pergaulan etis membutuhkan dasar komunikasi yang bersumber dari pikiran dan emosi positif. Intinya, walaupun karyawan sudah menguasai cara berkomunikasi yang baik, tetapi tanpa kekuatan etika dan moralitas di dalam kepribadian dan karakter kerjanya, maka komunikasi yang baik tersebut tidak akan mampu menyentuh hati dan logika orang lain.

Berkomunikasi di tempat kerja berarti karyawan memahami kebutuhan proses kerja, serta mampu mengekspresikan etos kerja untuk melayani kebutuhan proses kerja dengan profesional. Komunikasi kerja yang etis dengan perilaku etis dapat melancarkan proses kerja di dalam integritas dan akuntabilitas yang tinggi.

Etika bergaul di tempat kerja dapat terimplementasi dan terinternalisasi dengan baik, bila pimpinan dan manajemen perusahaan mampu mengembangkan sistem dan budaya organisasi, untuk mengelola hubungan antar karyawan dengan perilaku yang etis. Jelas, dalam hal ini, perusahaan harus mengeksplorasi nilai-nilai terbaik yang diinginkan di dalam budaya organisasi. Nilai-nilai terbaik inilah yang nantinya akan menjadi perilaku, sikap, etos, dan karakter kerja karyawan. Di awali dari nilai-nilai pilihan, lalu nilai-nilai tersebut dijadikan sebagai standar perilaku kerja yang secara otomatis membangun perilaku organisasi dalam wujud budaya.

Etika pergaulan di tempat kerja haruslah menjadi budaya pergaulan di tempat kerja. Jadi, setiap karyawan harus sadar bahwa keberadaan mereka di tempat kerja adalah untuk memberikan kontribusi dan pelayanan yang etis dan produktif. Mereka berada di tempat kerja untuk bekerja dengan segala kemampuan bagi terciptanya kinerja terbaik. Oleh karena itu, tidak boleh ada perilaku yang merintangi atau menghalangi terciptanya kinerja yang produktif di tempat kerja.

Etika bergaul yang etis dengan integritas dan akuntabilitas dapat menciptakan energi positif di lingkungan perusahaan. Hal ini, menjadi kekuatan untuk memperbaiki masalah hubungan tidak harmonis antara karyawan. Bila perilaku etis sudah benar-benar terinternalisasi di dalam perilaku kerja karyawan, maka sangat mudah bagi manajemen untuk memperbaiki perilaku yang tidak pantas, serta mempromosikan tempat kerja yang terstruktur dalam budaya kuat dan produktif.

Pergaulan yang etis di tempat kerja menawarkan kenyamanan, kesenangan, kebahagiaan, kesehatan mental, dan kondisi kerja yang positif bagi setiap karyawan.

Etika pergaulan mendorong terciptanya perilaku berdasarkan nilai-nilai moralitas positif. Kondisi ini menjadikan tempat kerja berbudaya adil, terbuka, bertanggung jawab, tidak ada permusuhan, tidak ada diskriminasi, tidak ada pilih kasih, tidak ada pelecehan, tidak ada konflik kepentingan, tidak ada kebohongan, tidak ada perilaku dan tindakan yang merugikan stakeholders. Jadi, semua karyawan selalu merasa bahagia di tempat kerja sehingga benar-benar bisa fokus bekerja untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DJAJENDRA

motivasi-25-september-2016

Pujian adalah musik yang membuat Anda tertidur dan tak sadarkan diri. Rasa kagum dan tepuk tangan adalah lagu yang membuat Anda lupa diri dan tak paham jati diri. Jangan membiarkan diri Anda terbuai dan tak sadarkan diri dalam pujian, tepuk tangan, rasa kagum, dan kebanggaan. Bila Anda terbuai dan terjebak dalam pujian, tepuk tangan, rasa kagum, dan kebanggaan; Anda akan dikalahkan oleh kehidupan.”~Djajendra