MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Character Development (page 50 of 55)

Pengembangan Karakter

MEMAHAMI SIAPA AKU

BAGAIMANA CARANYA AGAR AKU BISA MEMAHAMI SIAPA AKU?

PERTANYAAN?

Bagaimana caranya agar aku bisa memahami siapa aku? Apa sebenarnya tujuan hidupku? Apa keinginanku? Aku seperti berjalan dalam dua kehidupan. Aku tahu apa yang aku lakukan salah. Dan sebenarnya, aku tahu dimana letak kebenaran itu,tapi mengapa kakiku sulit untuk melangkah ke arah kebaikan? Kenapa aku tak bisa mengendalikan diriku? Apakah ini yang dinamakan nafsu? Menumbuhkan keberanian untuk menuju dan melakukan kebaikan itu sangat sulit? Mohon pencerahannya!

“Dalam Dirimu Terhimpun Nilai-Nilai Kehidupan Yang Tersimpan Rapi Di Pikiran Bawah Sadarmu. Bila Kau Menginginkan Nilai-Nilai Baru Untuk Mewujudkan Perubahan, Seperti Yang Kau Inginkan; Kau Harus Mulai Menanam Nilai-Nilai Baru Itu Dengan Sabar, Dan Merawatnya Dengan Cinta.” – Djajendra

DJAJENDRA MENJAWAB

Ketika Anda sudah tahu apa yang Anda lakukan salah, dan mengetahui letak kebenaran yang Anda cari. Anda sesungguhnya telah mulai memasuki kesadaran diri Anda.

Sekarang, persoalan Anda adalah sulit melangkahkan diri Anda ke arah kebaikan yang Anda inginkan.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Padahal, Anda telah memiliki kesadaran dan mengerti letak kebenaran yang Anda cari itu.

Persoalan Anda ada pada pikiran bawah sadar Anda. Dalam diri Anda ada nilai-nilai kehidupan yang membuat Anda hari ini menjadi sulit mengendalikan diri; sulit memahami diri sendiri; sulit memiliki tujuan hidup; serta membuat Anda harus berjalan dalam dua arah yang membingungkan diri Anda.

Kenapa semua ini bisa terjadi?

Anda harus ingat bahwa sejak Anda masih balita, Anda telah menerima sistem keyakinan hidup melalui nilai-nilai kehidupan dari orang tua, keluarga, lingkungan sosial, agama, budaya, etika, hukum, adat, teman, sekolah, dan lain sebagainya.

Sistem keyakinan hidup Anda telah terekam di dalam pikiran bawah sadar Anda, dan akan menjadi abadi di sepanjang kehidupan Anda. Dan, tidak mungkin bisa dihapus.

Kenapa sekarang ini Anda seperti menjadi bingung dan mencoba mencari jati diri Anda yang baru?

Jawabannya, Anda sekarang ini mungkin sedang memasuki kesadaran untuk mempelajari nilai-nilai kehidupan yang baru melalui berbagai sumber ilmu pengetahuan, yang mungkin di masa lalu tidak terekam di dalam pikiran bawah sadar Anda.

Oleh karena itu, saat Anda mencoba melakukan perubahan terhadap jati diri Anda; Anda mendapatkan perlawanan dari nilai-nilai kehidupan lama yang sudah sangat kuat menguasai fondasi pikiran bawah sadar Anda.

Lantas, apa yang harus Anda lakukan, agar Anda bisa menumbuhkan keberanian di dalam diri Anda untuk menuju dan melakukan kebaikan seperti yang Anda inginkan.

Satu-satunya cara adalah dengan merubah pikiran bawah sadar Anda melalui penginternalisasian nilai-nilai kehidupan baru yang Anda inginkan.

Untuk itu, Anda harus secara sadar melalui manajemen diri sendiri yang tangguh, memilih nilai-nilai kehidupan yang Anda inginkan. Lalu, setiap hari berkomitmen untuk melayani hari-hari Anda melalui nilai-nilai yang Anda inginkan tersebut.

Anda harus ingat, bahwa hal ini tidak mudah, dan memerlukan disiplin dan pengorbanan yang sangat luar biasa, agar Anda bisa hidup sesuai keinginan Anda.

Selamat mencoba.

DJAJENDRA

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TERJEBAK DALAM SIKLUS KEHIDUPAN

Tindakan Mental Untuk Melepaskan Ketakutan Terhadap Masalah Hidup Yang Berulang, Harus Dibantu Dengan Nilai-Nilai Kehidupan Baru, Sebagai Navigator Diri Untuk Menghambat Masalah.” – Djajendra

“Terbentur lagi aku dalam masalah yang sama, padahal masalah itu sudah berkali-kali datang, dan sudah aku antisipasi, tapi masih juga terbentur.” Kata Ali sambil memukul jidatnya.

Banyak sekali orang-orang seperti Ali, sudah mencoba mengantisipasi, tapi gagal belajar dari masalah masa lalunya. Sehingga, masalah masa lalu kembali lagi ke masa kini, dan mungkin juga akan kembali ke masa depan.

Keinginan untuk membebaskan diri dari masalah yang tidak diinginkan, tidak hanya cukup dengan memiliki niat dan antisipasi. Tapi, diperlukan kesadaran  diri yang tinggi untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan baru yang mampu menghambat nilai-nilai pembawa masalah.

Diri kita itu seperti lautan yang sangat luas, apa saja bila tidak dirancang dengan mempertimbangkan berat jenis, akan tenggelam di dalamnya. Nilai-nilai kehidupan positif yang diinginkan, bila tidak dirancang sesuai kemampuan diri, untuk menyerap nilai-nilai tersebut, maka nilai-nilai tersebut akan tenggelam ke dalam diri. Oleh karena itu, diperlukan visi untuk meningkatkan kualitas kehidupan melalui rancangan nilai-nilai kehidupan yang bisa berlayar dengan sempurna di dalam diri. Artinya, nilai-nilai itu tidak tenggelam ke dalam diri, tapi mampu berlayar seperti kapal yang berlayar dengan tangguh, sambil menaklukkan ombak-ombak besar dan badai.

Dengan kata lain, bila Anda mampu mengantisipasi masalah masa lalu Anda melalui perubahan, dengan mempertimbangkan jenis nilai-nilai yang mampu Anda serap, maka Anda pasti tidak akan terjebak dalam siklus kehidupan yang tak pernah berakhir. Anda dapat belajar dari masalah Anda, dan dengan sepenuhnya dapat menerima realitas. Lalu, menyiapkan diri Anda untuk perubahan melalui panduan nilai-nilai kehidupan yang mampu menjauhkan Anda dari masalah yang tidak Anda inginkan.

Proses kehidupan selalu akan membawa penumpang gelap yang bernama risiko. Dan, masalah sering sekali  timbul oleh karena kegagalan diri untuk memahami potensi risiko yang tidak terlihat. Risiko yang tidak dipahami akan berulang kali muncul, untuk membuat diri terjebak di dalam siklus kehidupan yang berulang-ulang dengan masalah yang sama. Lihatlah nilai-nilai kehidupan Anda saat ini. Kemudian, lihatlah visi Anda. Jujurlah kepada diri sendiri, agar diri Anda tersadarkan terhadap arah perjalan Anda, serta mampu memproteksi diri sendiri dari ancama risiko pembawa masalah.

Untuk menghindari terulangnya masalah yang sama di setiap waktu kehidupan Anda; Anda harus memulainya melalui sebuah keputusan hidup yang tegas dan jelas, serta siap menangani semua masalah sejak dini, melalui nilai-nilai kehidupan, yang Anda yakini dapat menyelesaikan masalah Anda dengan tuntas. Jadikan nilai-nilai kehidupan Anda sebagai navigator Anda dalam menaklukkan benih-benih masalah.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

METAMORFOSIS

“Peluang – Peluang Besar Membutuhkan Pribadi-Pribadi Yang Mampu Memiliki Tindakan Brilian Untuk Merubah Hal Yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin.” – Djajendra

“Jangan Biarkan Diri Anda Berpikir Instan Untuk Menciptakan Keajaiban Dalam Kehidupan, Ikuti Proses Hidup Agar Anda Dapat Memiliki Beragam Pengalaman Tentang Kehidupan.” – Djajendra

Mungkin ulat bulu tahu bahwa orang-orang jijik dan  takut melihat wujud dirinya. Untuk itu, dia memiliki caranya sendiri agar orang-orang mengagumi dirinya. Bila tiba waktunya, ulat bulu akan menjadi kepompong dan hidup tersembunyi di dalam kepompongnya. Lalu, setelah beberapa saat dia akan keluar dari kepompongnya sebagai kupu-kupu yang dikagumi keindahannya. Semua proses ini disebut metamorfosis atau transformasi diri.

Cara ulat bulu merubah dirinya menjadi maha karya yang dikagumi, adalah sebuah proses metamorfosis yang harus ditiru oleh manusia. Perubahan, metamorfosis, atau transformasi diri adalah sebuah proses tindakan berkelanjutan yang mampu membuat diri menjadi seperti yang diinginkan. Apakah Anda siap bermetamorfosis untuk menjadikan diri Anda seperti yang Anda inginkan?  Bila Anda ingin bermetamorfosis, maka belajarlah dari si ulat bulu, yang biasanya harus berjuang cukup berat sebelum menjadi kupu-kupu yang indah.

Metamorfosis bukanlah proses instan yang mudah untuk dilalui, tapi merupakan perjuangan untuk perubahan yang sifatnya hidup atau mati. Mungkin kalau ada waktu Anda dapat menonton video klip tentang metamorfosis , dan kita akan tahu bahwa betapa tidak mudahnya seekor ulat bulu harus berjuang hidup atau mati untuk menjadi kupu-kupu.

Proses perubahan membutuhkan kesabaran yang luar biasa, agar diri mampu bermetamorfosis sesuai harapan dan keinginan. Tidak boleh berpikir instan untuk menciptakan keajaiban di dalam kehidupan. Kemauan diri untuk mengikuti proses metamorfosis melalui setiap proses kehidupan dengan sabar dan tegar, akan menjadi perjalanan hidup yang paling indah dengan pelajaran tentang kehidupan diri sendiri yang terbaik.

Pahami panggilan hatiku nurani untuk melakukan sesuatu yang Anda nikmati di dalam hidup Anda, dan pastikan Anda selalu setia pada panggilan hati nurani Anda. Setelah Anda mengikuti panggilan hati nurani Anda, maka proses  metamorfosis akan terjadi secara otomatis di dalam kehidupan Anda. Di sini, Anda harus tetap kuat untuk melalui perjuangan apa pun agar Anda dapat muncul menjadi pribadi seperti yang Anda inginkan. Anda harus melengkapi perjalanan metamorfosis Anda bersama prinsip-prinsip dan nilai-nilai kehidupan baru yang Anda inginkan.

Berikan perhatikan khusus terhadap kekuatan kreativitas, bakat, minat, dan keterampilan hidup Anda. Jadikan setiap pengalaman di sepanjang proses metamorfosis Anda sebagai pengalaman yang sangat penting dan luar biasa. Jangan berkeluh-kesah atau menganggap diri Anda sedang berjalan di lorong kehidupan terburuk. Miliki kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati untuk mengatasi semua tantangan di sepanjang proses metamorfosis Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTEGRITAS ADALAH ASET TIDAK BERWUJUD

“Orang-Orang Tanpa Integritas Akan Menggunakan Segala Ketidakjujuran Untuk Mendapatkan Apa Yang Mereka Inginkan.” – Djajendra

DJAJENDRA 0003Pernahkah Anda melihat orang-orang yang bersaing atau berkompetisi dengan menggunakan cara-cara yang tidak etis untuk mendapatkan sesuatu? Bila pernah, mereka semua adalah orang-orang yang tidak punya integritas. Pribadi tanpa integritas adalah pribadi yang memiliki potensi untuk membuat etika dan hukum menjadi sesuatu yang tak berguna.

Integritas adalah aset tak berwujud bagi perusahaan. Bila pimpinan dan karyawan memiliki integritas yang tinggi, maka mereka akan menjadi aset yang membuat perusahaan menjadi kuat untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Sebaliknya, bila orang-orangnya tanpa integritas, maka yang ada hanya konflik yang saling mencurigai untuk mempercepat laju kemunduran perusahaan. Biasanya, integritas tidak terlihat secara kasat mata, tapi dia ada dalam kepatuhan setiap orang kepada logika etika bisnis dan etika kerja.

Integritas akan menghasilkan perilaku dan karakter unggul yang dapat dipercaya, kooperatif, tidak oportunistik, dan yang akan memberikan perusahaan daya saing yang kuat melalui keunggulan kompetitif. Untuk itu, kepemimpinan di perusahaan harus memiliki integritas yang tinggi terhadap semua komitmennya, termasuk untuk mendidik dan melatih setiap karyawan agar memiliki integritas terhadap kepemimpinan dan perusahaan. Keunggulan perusahaan melalui integritas karyawan dan pimpinan akan membuat perusahaan mampu meningkatkan reputasi dan kredibilitas.

Integritas adalah aset tak berwujud yang akan meningkatkan modal perusahaan melalui peningkatan reputasi dan kredibilitas di pasar dan di persepsi stakeholder. Hal ini akan meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan harga saham perusahaan di pasar. Dengan demikian, kekayaan perusahaan akan meningkat untuk memperkuat struktur fondasi modal dan aset.

Integritas akan mendorong pengembangan hubungan yang efektif antara perusahaan dengan semua stakeholder. Bila semua stakeholder mempercayai keunggulan integritas perusahaan, maka perusahaan selalu akan berada di puncak keunggulan dengan segala kemudahan yang bisa didapatkan dari kepercayaan stakeholder kepada perusahaan.

Integritas secara pasti akan menghasilkan daya saing perusahaan yang kuat dan solid. Sebab, pimpinan dan karyawan dengan integritas yang tinggi pasti akan memperkuat tata kelola perusahaan untuk bisa melayani para stakeholder melalui produk-produk  atau jasa yang berkualitas dengan cara yang jujur dan dapat dipercaya.

Integritas akan meningkatkan kehidupan kerja dengan membuat tempat kerja menjadi lebih menyenangkan dan menantang. Di mana, setiap orang akan memiliki keyakinan dan kepercayaan yang tinggi, satu sama lain, dalam sebuah budaya kerja kolaboratif  yang menciptakan harapan untuk semua orang. Hal ini dapat meningkatkan hubungan dengan stakeholder dan bisa menanamkan pola pikir yang lebih positif yang mendorong kreativitas dan inovasi di antara para stakeholder di internal perusahaan. Tujuan dari integritas adalah untuk meningkatkan kehidupan dan hubungan kerja yang saling jujur dalam kepercayaan bersama, baik di dalam dan di luar perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIKIR STRATEGIS

“Akal Sehat Dengan Kekuatan Pengetahuan Yang Terang Akan Memudahkan Diri Untuk Menjadi Pemikir Strategis.” – Djajendra

Apakah Anda seorang pemikir strategis yang selalu patuh pada prinsip-prinsip kerja strategis?  Saya selalu percaya bahwa setiap orang pasti memiliki keinginan untuk mendapatkan impiannya, tapi tidak semua orang mengerti caranya. Tapi, buat pemikir strategis, dia akan menjadi sangat cerdas dalam menyusun masa depannya menuju tujuan hidupnya.

Keinginan dan harapan tidak hanya cukup sebatas mimpi, tapi harus dikelola melalui prinsip-prinsip kerja yang memahami tujuan dan sasaran bersama nilai-nilai perjuangan. Oleh karena itu, bila Anda sudah memutuskan untuk meraih sebuah tujuan, maka segeralah siapkan diri untuk mendapatkan kejelasan tujuan dan sasaran yang ingin Anda capai. Lalu,  miliki strategi yang jelas dan terarah, miliki sikap sabar dalam perjuangan total untuk mendapatkan tujuan Anda.

Pemikir strategis selalu berjalan searah dengan visi yang dia gambarkan di dalam rencana dan imajinasinya. Dia selalu bekerja sesuai dengan urutan prioritas, dan dia tidak  akan pernah bekerja dengan cara lompat sana lompat sini untuk mencapai tujuan akhir. Dia selalu memahami komitmen dan mematuhi semua rencana dengan prinsip kerja berdasarkan nilai dan perjuangan.

Pemikir strategis selalu bekerja atas dasar prinsip, asumsi, logika, dan nilai; dalam keberanian untuk memenangkan strategi dirinya untuk menuju visi. Dia akan selalu melakukan evaluasi atas realitas yang dia hadapi, dan juga sangat berani untuk mengubah pikirannya dalam upaya mencapai tujuan dengan lebih sempurna. Dia adalah seorang pribadi yang tidak takut kepada kegagalan, tapi selalu mencoba menganalisis dan mendiskusikan semua tantangan dan risiko dengan tim kepercayaannya.

Pemikir strategis selalu mampu melihat dirinya di masa depan dan di hari ini. Dia memiliki keterampilan imajinasi untuk singgah dan merasakan setiap keadaan dan kondisi melalui pikiran dan perasaannya. Dia sangat cerdas untuk menyusun fondasi strategi melalui kombinasi logika dan imajinasi. Melalui logika dan imajinasi, dia akan mengidentifikasikan kekuatan dari sumber daya yang dia miliki, untuk tujuan menyusun strategi yang tepat agar dapat mencapai visi dengan lebih sempurna.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN KARAKTER KARYAWAN MELALUI NILAI-NILAI BUDAYA ORGANISASI

“Karakter Kerja Terbentuk Dari Kemampuan Individu Untuk Mengartikulasikan Setiap Nilai-Nilai Budaya Kerja  Dengan Sempurna.” – Djajendra

Organisasi terbaik selalu memberikan perhatian yang lebih terhadap pengembangan karakter karyawannya. Biasanya, nilai-nilai budaya kerja diinternalisasikan ke dalam kepribadian individu, dengan tujuan untuk membentuk karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi. Karyawan dengan karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi akan berperilaku penuh tanggung jawab bersama etos kerja yang kuat untuk menjadi lebih produktif dan efektif.

Karyawan dengan karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya kerja organisasi akan menjadi harta yang luar biasa berharga bagi organisasi. Namun, karyawan tidak dilahirkan dengan karakter yang sesuai nilai-nilai budaya organisasi. Oleh karena itu, organisasi harus memiliki komitmen yang kuat untuk melatih dan membiasakan setiap individu untuk bekerja bersama nilai-nilai kerja, agar mereka dapat memperoleh karakter kerjanya melalui pengalaman dan kebiasaan dari lingkungan tempat kerja.

Pengembangan karakter harus dimulai dari pengembangan kesadaran dan pemahaman terhadap kualitas diri sendiri dan tanggung jawab untuk menjalankan nilai-nilai budaya kerja. Untuk itu, diperlukan niat dan sikap untuk menjalankan pekerjaan melalui mindset positif, serta kecerdasan untuk mengatasi emosi negatif, seperti: bosan, frustasi, keras kepala, sombong, dan malas; agar karakter diri yang negatif tidak merambat dan merusak nilai-nilai budaya kerja.

Pengembangan karakter bukanlah proses sesaat atau instan, tapi merupakan sebuah komitmen yang harus terus-menerus diingatkan melalui pelatihan dan pembiasaan untuk hidup dan bekerja sesuai nilai-nilai yang diinginkan di dalam karakter. Tim manajemen harus selalu melakukan pengawasan untuk mendapatkan karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi. Untuk itu, manajemen harus memiliki mekanisme yang terukur secara sempurna untuk memfokuskan perhatian pada pengembangan karakter yang sesuai budaya organisasi. Termasuk, menetapkan panduan prinsip kebijakan berbasis standar karakter yang mampu mengkomunikasikan nilai-nilai organisasi kepada karyawan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KARAKTER DAN ETIKA

“Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi.” – Djajendra

Nilai adalah instrumen paling dasar dalam membangun karakter seseorang. Nilai biasanya sudah mulai tertanam atau terekam dipikiran bawah sadar seseorang sejak dia masih anak-anak. Oleh karena itu, pengembangan karakter yang efektif haruslah dimulai sejak kecil dari rumah, lingkungan, sekolah, masyarakat, dan negara. Bila seseorang sudah dewasa dan ingin merubah karakter, maka satu-satunya cara adalah dengan mencerdaskan emosional diri melalui pengetahuan keseimbangan hidup, kesadaran diri, manajemen diri, dan kehidupan integritas diri di luar dan di dalam diri. Dan, hal ini memerlukan kerja keras yang luar biasa melalui komitmen dan disiplin diri yang penuh kesabaran untuk menjadi karakter baik.

Karakter baik akan menghasilkan karakter etika. Artinya, sebuah karakter yang taat kepada kebenaran moralitas, kejujuran, aturan, hukum, etika, tanggung jawab, kepedulian, kehormatan, keadilan, harga diri untuk kejujuran, kemanusiaan, anti korupsi, anti mengambil yang bukan haknya, serta cerdas memperlakukan diri sendiri dalam sebuah hubungan atau interaksi sosial yang penuh tanggung jawab dalam kejujuran moral tertinggi.

Karakter etika adalah fondasi kehidupan untuk memfasilitasi hubungan interpersonal yang penuh kejujuran dalam keterbukaan.Termasuk, untuk memperkuat integritas diri agar dapat mengenali konflik kepentingan sejak dini, dan menghindari penyalahgunaan jabatan dan kekuasaan untuk kepentingan dirinya ataupun kelompoknya. Di sini, peran karakter etika akan terlihat sangat cerdas dan sadar sosial untuk membangun kehidupan sosial kemasyarakatan dalam integritas menuju kesejahteraan untuk semua orang. Karakter etika adalah karakter yang akan menjadi fasilitator untuk membantu semua orang, baik kawan maupun lawan, untuk hidup dalam rumah damai dan sejahtera.

Karakter etika adalah kekayaan sosial yang terbentuk dari akumulasi pikiran positif dan nilai-nilai atas dasar moralitas tertinggi dari setiap individu. Di mana, karakter etika akan mendorong kejujuran dan keadilan untuk menjadi panglima kehidupan bersama. Karakter Etika akan menjadi karakter yang memperlakukan setiap orang untuk memihak terhadap kejujuran, keadilan, kebenaran, dan kesejahteraan untuk semua orang dalam kompetisi kehidupan yang sehat dan seimbang.

Karakter etika adalah karakter yang cerdas membedahkan mana yang benar dan mana yang salah. Sebuah karakter yang terbentuk melalui prinsip-prinsip kehidupan yang punya niat baik untuk kemakmuran dan kebahagiaan semua pihak. Sebuah karakter yang memiliki visi dan mampu mengendalikan diri demi kebahagiaan, kesejahteraan, kemajuan, dan kedamaian hidup dari banyak orang, bukan sekedar untuk diri sendiri.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIKIR STRATEGIS

“Akal Sehat Dengan Kekuatan Pengetahuan Yang Terang Akan Memudahkan Diri Untuk Menjadi Pemikir Strategis.” – Djajendra

Apakah Anda seorang pemikir strategis yang selalu patuh pada prinsip-prinsip kerja strategis?  Saya selalu percaya bahwa setiap orang pasti memiliki keinginan untuk mendapatkan impiannya, tapi tidak semua orang mengerti caranya. Tapi, buat pemikir strategis, dia akan menjadi sangat cerdas dalam menyusun masa depannya menuju tujuan hidupnya.

Keinginan dan harapan tidak hanya cukup sebatas mimpi, tapi harus dikelola melalui prinsip-prinsip kerja yang memahami tujuan dan sasaran bersama nilai-nilai perjuangan. Oleh karena itu, bila Anda sudah memutuskan untuk meraih sebuah tujuan, maka segeralah siapkan diri untuk mendapatkan kejelasan tujuan dan sasaran yang ingin Anda capai. Lalu,  miliki strategi yang jelas dan terarah, miliki sikap sabar dalam perjuangan total untuk mendapatkan tujuan Anda.

Pemikir strategis selalu berjalan searah dengan visi yang dia gambarkan di dalam rencana dan imajinasinya. Dia selalu bekerja sesuai dengan urutan prioritas, dan dia tidak  akan pernah bekerja dengan cara lompat sana lompat sini untuk mencapai tujuan akhir. Dia selalu memahami komitmen dan mematuhi semua rencana dengan prinsip kerja berdasarkan nilai dan perjuangan.

Pemikir strategis selalu bekerja atas dasar prinsip, asumsi, logika, dan nilai; dalam keberanian untuk memenangkan strategi dirinya untuk menuju visi. Dia akan selalu melakukan evaluasi atas realitas yang dia hadapi, dan juga sangat berani untuk mengubah pikirannya dalam upaya mencapai tujuan dengan lebih sempurna. Dia adalah seorang pribadi yang tidak takut kepada kegagalan, tapi selalu mencoba menganalisis dan mendiskusikan semua tantangan dan risiko dengan tim kepercayaannya.

Pemikir strategis selalu mampu melihat dirinya di masa depan dan di hari ini. Dia memiliki keterampilan imajinasi untuk singgah dan merasakan setiap keadaan dan kondisi melalui pikiran dan perasaannya. Dia sangat cerdas untuk menyusun fondasi strategi melalui kombinasi logika dan imajinasi. Melalui logika dan imajinasi, dia akan mengidentifikasikan kekuatan dari sumber daya yang dia miliki, untuk tujuan menyusun strategi yang tepat agar dapat mencapai visi dengan lebih sempurna.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEYAKINAN DAN KEHORMATAN DIRI

“Kehormatan Diri Hanya Dapat Dihasilkan Melalui Nilai-Nilai Keyakinan Untuk Kemanusiaan Dan Keadilan Dalam Tanggung Jawab Sosial Kehidupan.” – Djajendra

Tindakan selalu dipandu oleh pertimbangan dari keyakinan diri terhadap sebuah hal atau nilai. Keyakinan itu sendiri berasal dari berbagai sumber, misalnya: keyakinan yang bersumber dari ego atau perilaku ngotot diri sendiri; keyakinan yang bersumber dari sifat normatif, yaitu dari sumber etika, moral, dan hukum; keyakinan yang bersumber dari pengalaman hidup, yang pada akhirnya diri akan mengontrol diri sendiri untuk hal-hal yang tidak dikehendaki atas dasar pengalaman masa lalu; keyakinan yang bersumber dari kesadaran diri sendiri, yaitu saat diri memiliki integritas terhadap kehidupan dan dirinya sendiri; keyakinan yang bersumber dari pengaruh lingkungan, yaitu nilai-nilai dan kepercayaan lingkungan terhadap sebuah hal atau nilai kehidupan yang berpotensi merubah pandangan individu.

Beberapa waktu yang lalu ada seseorang yang bertanya kepada saya tentang cara membangun keyakinan untuk menjaga dan merawat kehormatan diri. Pertanyaan ini muncul karena orang yang bertanya tersebut sedang sangat bingung melihat orang-orang disekitarnya menjadi tidak konsisten dengan nilai-nilai keyakinan hidup mereka. “Secara formal orang-orang di sekitar saya terlihat sangat luar biasa holistik dalam menjalankan nilai-nilai keyakinan untuk menjadi jujur dan baik. Tapi, realitas memperlihatkan sebagian besar dari mereka menjadi tidak jujur saat menggunakan kekuasaan, jabatan, uang, dan kekuatan untuk keuntungan pribadi atau kelompok mereka sendiri. Kenapa bisa begitu?” Tanya orang tersebut kepada saya.

“Hidup adalah pilihan, dan hanya Anda sendiri yang mampu memilih diri Anda untuk menjadi jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Keyakinan untuk kehormatan diri bisa didapatkan melalui latihan dalam ketekunan dan disiplin tinggi. Oleh karena itu, latihlah pikiran, dan setiap detik ucapkan kata-kata melalui hati nurani terdalam atas nilai-nilai keyakinan Anda untuk membuat diri Anda selalu berada dalam kehormatan seperti yang Anda inginkan. Bila seseorang menjadi tidak jujur terhadap diri sendiri dan orang lain, maka dia berpotensi menciptakan hal-hal negatif untuk kehidupan sosial. Misal, dengan menjadi orang yang tidak jujur; maka secara tidak langsung dia berpotensi menyakiti kehidupan orang lain, menyinggung perasaan orang lain, menciptakan kemiskinan dalam kehidupan, menciptakan kemunduran peradaban, menciptakan kebodohan, dan menambah satu musuh baru setiap hari.” Kata saya kepada orang tersebut.

Kehormatan diri membutuhkan kekuatan positif untuk menghasilkan pribadi jujur yang dapat diandalkan untuk kebaikan. Termasuk,  diperlukan komitmen, dedikasi, disiplin, tanggung jawab, integritas, tindakan nyata, cinta, dan perilaku untuk memperkuat pengaruh positif diri sendiri.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENJADI PRIBADI YANG HOLISTIK

“Pribadi Holistik Lahir Dari Perilaku Yang Memanusiakan Diri Sendiri Dengan Mengelola Raga, Jiwa, Dan Pikiran Untuk Mendapatkan Bahagia Dan Damai.” – Djajendra

Di atas segala nafsu, ambisi, kompetisi, kepentingan, keyakinan, dan ego diri; setiap orang sesungguhnya selalu berharap untuk bisa hidup dalam bahagia dan damai. Mendapatkan damai dan bahagia bukanlah persoalan instan; tapi memerlukan upaya untuk menyadarkan diri sendiri secara terus-menerus untuk bisa bersahabat dengan keragaman, perbedaan, pergumulan, dan kompetisi kehidupan.

Salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup adalah dengan menyeimbangkan pola kehidupan melalui jalan holistik. Hidup dalam jalan holistik berarti hidup secara autentik dalam suatu himpunan nilai-nilai kemanusiaan untuk diri sendiri dan orang lain. Hidup secara autentik berarti bertindak, berpikir, melibatkan diri, mewujudkan diri, dan mempartisipasikan diri melalui kemurnian, ketulusan, dan keikhlasan diri sendiri tanpa pengaruh oleh hal-hal perbedaan untuk mencintai kemanusiaan dan kehidupan.

Di butuhkan pengisian nilai-nilai kemanusiaan dalam tiga pilar diri sejati, yaitu: pilar raga, pilar jiwa, dan pilar pikiran. Pilar raga membutuhkan nilai, olah raga, aktivitas kehidupan, dan nutrisi yang secara alamiah dan sederhana mampu melakukan pengobatan kepada diri sendiri agar diri selalu terkendali dalam pengaruh hidup sehat. Pilar jiwa membutuhkan nilai-nilai syukur, ikhlas, mencintai, melayani, tulus, peduli, hati nurani, dan aktivitas kehidupan dalam jalan Tuhan untuk kebahagiaan dan kedamaian di dalam keragaman dan perbedaan. Pilar pikiran membutuhkan pengetahuan, pemecahan masalah, keterampilan, akal sehat, logika, wawasan, dan kemauan untuk terus menjadi pembelajar seumur hidup.

Menjadi pribadi yang holistik berarti cerdas mengelola tiga pilar diri sejati dengan nilai-nilai kehidupan yang memanusiakan diri sendiri dan orang lain. Saat Anda mampu memanusiakan diri Anda untuk mendapatkan energi bahagia dan damai dalam semua aspek kehidupan Anda, maka saat itu Anda akan memiliki kehidupan yang holistik. Kehidupan yang holistik diperlukan agar diri sejati bisa bersahabat dengan fisik yang sehat, emosi yang terkendali, dan pikiran positif dengan berbagai kecerdasan kreatif untuk kebaikan semua orang.

Kepribadian yang holistik pasti mampu menghindarkan perilaku dari sifat dendam yang muncul oleh nilai-nilai negatif yang tersimpan lama di dalam pikiran bawah sadar, serta yang menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan emosi. Menyeimbangkan fisik, emosi, dan pikiran dalam satu integritas diri sejati yang autentik  akan menghindarkan diri dari segala jenis penyakit fisik, emosi, dan pikiran.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Older posts Newer posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑