MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Tag: KATA-KATA MOTIVATOR (page 70 of 77)

HIDUP TERMOTIVASI OLEH PIKIRAN YANG BAIK

DJAJENDRAHIDUP TERMOTIVASI OLEH PIKIRAN YANG BAIK

“Pikiran positif adalah juruselamat. Orang-orang yang berpikir baik, berpikir positif, berpikir optimis, memiliki takdir yang baik.”~Djajendra

Pikiran positif berfungsi untuk menangkal kegagalan. Berpikir optimis dengan keyakinan untuk meraih sukses, akan mengantar Anda menuju sukses. Pikiran positif memudahkan Anda membiasakan pola hidup yang terfokus untuk sukses. Pikiran positif adalah kekuatan untuk menaklukkan semua kebiasaan negatif. Pikiran positif dapat mengatasi potensi gagal, dan mengarahkan potensi sukses untuk mengoptimalkan suksesnya. Pikiran positif dapat mengembalikan sukses yang hilang.

Pikiran positif adalah sumber kebahagiaan. Siapa yang menabur pikiran positif, akan menuai kehidupan yang bahagia. Sebaliknya, siapa yang menabur pikiran buruk, akan menuai kehidupan yang buruk.

Masa depan yang Anda cari ditentukan oleh pikiran Anda. Bila Anda termotivasi untuk menjalani rutinitas kehidupan dengan pikiran positif, maka dapat dipastikan bahwa masa depan Anda cemerlang. Orang-orang yang berpikir baik, berpikir positif, berpikir optimis, memiliki takdir yang baik. Pikiran positif adalah juruselamat, yang menjaga  kehidupan untuk berkelanjutan di dalam sukses.

Pikiran positif menghasilkan kebiasaan hidup yang baik, kebiasaan hidup yang baik menghasilkan karakter yang baik, karakter yang baik menghasilkan takdir yang membahagiakan hidup.

Setiap orang bisa sukses, setiap orang bisa memiliki karir yang diimpikan, dan semua itu ditentukan oleh kebiasaan hidup di dalam kekuatan pikiran baik. Kebiasaan pikiran baik membentuk kepribadian dan karakter unggul.

Manusia dipisahkan atau disatukan oleh kebiasaan hidupnya, dan semua kebiasaan itu tercipta oleh pikiran. Pikiran baik menyatukan hidup, pikiran buruk memisahkan hubungan baik.

Pikiran positif menjadikan Anda kuat, dan menjadikan Anda tidak menyerah pada kesulitan hidup. Pikiran positif membuat Anda melakukan hal-hal kreatif untuk menemukan solusi terbaik di setiap titik kesulitan atau tantangan hidup. Pikiran positif menciptakan kebiasaan hidup yang baik. Dalam hal ini, pikiran positif mampu membentuk kepribadian, perilaku, karakter, sifat, dan sikap, yang andal dan mulia. Pikiran positif meninggikan kualitas hidup dan menjadikan Anda lebih jujur, lebih berintegritas, lebih bertanggung jawab.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MUNGKINKAH MENJUJURKAN DAN MEMPRODUKTIFKAN ORANG DENGAN GAJI BESAR ?

 “Sebesar apapun gaji yang di terima oleh karakter tidak jujur, dia tetap akan mencari cara untuk berlaku tidak jujur.”~Djajendra

Apakah seseorang menjadi jujur dan produktif setelah menerima gaji dan fasilitas yang besar? Jawabannya: sebagian orang percaya bahwa gaji yang besar dapat meningkatkan kejujuran, kinerja, produktivitas, dan semangat kerja. Mereka percaya bahwa gaji yang besar dapat meningkatkan kemampuan untuk mencapai kinerja terbaik. Tetapi, banyak juga yang percaya bahwa gaji yang besar tidak meningkatkan kejujuran dan semangat kerja. Dalam hal ini, mereka percaya bahwa kebutuhan manusia selalu menyesuaikan dengan penghasilan. Apalagi, kebanyakan orang cendrung suka dengan gaya hidup di atas penghasilannya. Sehingga, berapa pun gaji dinaikkan, bila mental orang tersebut tidak bersyukur, maka dia tetap akan merasa kurang dengan gaji besar yang diterima. Intinya, gaji yang besar tidak menjadi jaminan bahwa seseorang akan menjadi jujur dan berkinerja hebat.

Gaji merupakan salah satu komponen untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manusia selalu memiliki keinginan dan kebutuhan yang lebih. Manusia selalu ingin terlihat lebih sukses dan lebih kaya dari yang lain. Manusia ingin lebih berkuasa dan lebih dihormati di dalam kehidupan sosial dan kehidupan keluarga mereka. Uang memiliki kekuatan untuk memenuhi semua kebutuhan duniawi manusia. Intinya, uang adalah sebuah kekuatan yang maha dahsyat. Oleh karena itu, bila karakter jujur dan budaya jujur tidak dikuatkan di dalam organisasi, maka mereka akan melihat peluang untuk memperbanyak penghasilan di luar gaji mereka. Mereka dengan bahagia akan memanfaatkan peluang yang ada, untuk lebih memperkaya dirinya dari potensi di luar gaji.  

Usia kenaikan gaji paling lama sekitar tiga bulan, setelahnya kenaikan gaji tersebut akan menyesuaikan dengan kebutuhan hidup yang baru. Bila kenaikan gaji tesebut sudah menemukan kebutuhan dan keinginan hidup yang baru, maka kembali karyawan akan merasa kurang besar dengan gaji besar yang sudah diterima. Orang jujur adalah produk budaya dan karakter. Tidak ada hubungannya jujur dan gaji besar. Seberapa besar pun gaji yang diterima oleh karakter tidak jujur, dia tetap akan mencari cara untuk berlaku tidak jujur, dan tidak mungkin menjadikan dia jujur. Jangan pernah berharap jujur dari budaya dan karakter yang tidak jujur. Kejujuran bukanlah sesuatu yang bisa dibeli dengan gaji yang besar. Kejujuran adalah produk budaya dan karakter moral yang kaya integritas dan akuntabilitas.  

Manajemen yang profesional selalu sadar bahwa budaya organisasi yang kuat, akan menciptakan karakter kerja yang andal dan berkualitas. Peningkatan gaji karyawan harus diikuti dengan peningkatan kemampuan integritas, akuntabilitas, karakter moral yang jujur, dan rasa percaya diri untuk mencapai kinerja terbaik. Dan semua itu hanya dapat dikembangkan dan dikuatkan melalui budaya organisasi yang andal dan kuat.

Gaji merupakan salah satu komponen penting dalam pemberdayaan manusia. Perlu diingat kembali bahwa gaji merupakan komponen untuk pemberdayaan, untuk peningkatan semangat kerja, tetapi bukan untuk menjujurkan ataupun untuk menjadikan seseorang itu andal dan hebat dalam berkinerja. Hal yang lebih penting adalah kemampuan untuk mengeluarkan karyawan dari zona lama, dari zona nyaman mereka. Peningkatan prestasi dan kinerja membutuhkan karakter kerja yang siap mengambil risiko dan bergerak lincah di luar zona kenyamanan mereka. Selama karyawan masih di zona lama, dan masih hidup dalam budaya lama yang tidak efektif. Maka, selama itu, berapapun besaran kenaikan gaji, tidak akan memberikan dampak positif untuk peningkatan kinerja perusahaan.

Kinerja dan prestasi besar dapat diraih bila karyawan berpengalaman dan sangat berkomitmen di dalam sistem, proses, dan budaya kerja yang kaya integritas dan akuntabilitas. Di samping itu, karakter kerja karyawan harus mampu menjalankan target perusahaan dengan berkualitas, berempati, berintegritas, ikhlas, jujur, penuh hormat, saling percaya, bekerja sama, dan saling peduli. Dalam hal ini, pemimpin harus menunjukkan keteladanan, serta mampu menciptakan budaya kerja yang dipercaya dan diyakini bersama oleh seluruh tingkatan sumber daya manusia di dalam kekuatan integritas dan akuntabilitas.

Berharap kejujuran dari kenaikan gaji adalah kesalahan besar. Untuk mendapatkan orang-orang jujur diperlukan pengembangan karakter moral yang kaya integritas. Diperlukan sistem, budaya, dan proses kerja yang terawasi dan terkendali secara profesional.  Untuk mendapatkan kejujuran diperlukan pembinaan mental dan karakter secara terus-menerus dan berkelanjutan. Kejujuran, akuntabilitas, dan integritas tidak dapat dihasilkan dengan sekedar mempercayai. Diperlukan sistem pengawasan internal dan eksternal yang jelas dan terang. Diperlukan budaya organisasi yang menciptakan rumah kaca, untuk dapat mengawasi setiap orang dengan sangat detail dan teliti.

Menyediakan lingkungan kerja yang jujur dan saling percaya. Hubungan bisnis itu dinamis dan membutuhkan solusi yang tepat. Semakin meninggi tingkat kepercayaan, semakin meningkat pencapaian kinerja. Rasa percaya akan menciptakan ruang bisnis yang saling menghormati, dan membuat semua orang dapat menciptakan kebiasaan-kebiasaan positif. Kebiasaan-kebiasaan positif yang konsisten dapat meningkatkan fungsi dan peran kerja untuk mencapai target dan kinerja.

Mungkinkah menjujurkan dan memproduktifkan orang dengan gaji besar ? Kejujuran bukanlah sesuatu yang sifatnya pragmatis. Kejujuran adalah sesuatu yang idealis. Sesuatu yang idealis hanya dapat dikembangkan dengan budaya dan karakter yang menguatkan idealisme tersebut. Oleh karena itu, harus ada upaya penguatan sistem, proses, budaya organisasi, dan karakter kerja karyawan. Kehidupan kolektif di tempat kerja harus berbudaya jujur dan kaya kinerja. Dan, setiap individu mampu menjadi energi positif yang mendukung kejujuran dan integritas. Sebagai individu, mereka harus mampu mengendalikan diri untuk tidak memanfaatkan semua peluang penghasilan di luar gaji. Mereka harus terlatih menahan diri dan bertanggung jawab, untuk tidak memanfaatkan peluang penghasilan oleh hubungan mereka dengan stakeholders.

Gaji yang besar mampu menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi tidak menjamin untuk menutupi keinginan dan ambisi pribadi. Kenaikan gaji adalah sesuatu yang mulia, dan sifatnya membangun kekuatan kehidupan ekonomi karyawan. Tetapi, alasan kenaikan gaji untuk menjadikan karyawan lebih jujur dan lebih berkinerja, adalah alasan yang akan mengecewakan organisasi. Manusia bersih dilahirkan oleh budaya dan karakter yang bersih, etis, jujur, serta yang tidak menyembunyikan sesuatu di luar sistem, proses, dan budaya organisasi. Kejujuran dan kehormatan bukanlah produk uang, tetapi merupakan produk hati nurani yang memiliki pemahaman dan panduan yang jelas.

Budaya kuat dan karakter kerja berintegritas akan menavigasi proses kerja menuju kejujuran. Orang-orang jujur adalah mereka yang mematuhi etika bisnis dan memiliki hati nurani, untuk bersikap adil dan profesional. Mereka bekerja dengan potensi penuh, dan mampu berfungsi sesuai harapan organisasi. Mereka selalu melayani stakeholders dengan percaya diri dan tanpa pamrih. Bagi mereka, gaji besar yang diterima merupakan satu-satunya sumber penghasilan. Mereka tidak akan memanfaatkan jabatan, fungsi, peran, dan kekuasaan yang dimiliki untuk menemukan potensi penghasilan di luar gaji.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGELOLA TIM: MENYATUKAN SIFAT, KEBIASAAN, DAN PERSEPSI ANGGOTA TIM

LEADERSHIP 2014“Bersatu semakin kuat dan tangguh, bercerai-berai semakin kehilangan kekuatan untuk meraih sukses.”~Djajendra

Setiap individu hadir dengan sifat dan kebiasaan hidup yang beragam. Ketika para individu ini disatukan ke dalam sebuah tim, maka perlu diperhatikan tentang sifat dan kebiasaan dari masing-masing orang. Sifat dan kebiasaan hidup beragam yang dibiarkan berpotensi merusak kebersamaan dalam tim. Penyatuan persepsi di dalam tim sifatnya mutlak. Selama persepsi belum menyatu, selama itu, dari waktu ke waktu, berpotensi menciptakan kebingungan dan konflik di dalam tim. Tim yang profesional dan kuat selalu cair di dalam proses kerja, selalu solid dan fokus pada tujuan tim.

Pengelolaan tim harus fokus untuk menumbuhkan semangat kerja, meningkatkan potensi sukses, memelihara kebersamaan dan soliditas, dan melibatkan semua individu untuk menguatkan tim dalam menghadapi berbagai kemungkinan di depan.

Pengelolaan tim tidak hanya bertugas mengawasi sifat, kebiasaan, dan menyatukan persepsi, tetapi juga perlu mengelola realitas dengan cerdas. Realitas adalah kebenaran yang sedang dihadapi. Anggota tim tidak boleh membiarkan pikirannya dan realitas tumpang tindih. Mereka harus mampu memisahkan mana realitas, mana impian, mana harapan, mana imajinasi. Kemampuan memetakan realitas akan memudahkan tim, untuk menemukan solusi dan membuat keputusan yang tepat.

Strategi yang tepat dan rinci dapat mengarahkan tim. Fungsi dan peran masing-masing individu harus dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan tim. Tim dikelola agar para individu tidak terjebak dalam niat yang sangat berbeda. Semuanya harus disadarkan bahwa kerja tim adalah kerja di dalam kebersamaan. Ego individu harus dihilangkan, soliditas dan kebersamaan persepsi harus dikuatkan.  

Bersama-sama dalam satu arah, dalam satu fokus, dalam satu kekuatan sikap, dan dalam satu eksekusi untuk sukses. Soliditas dan jiwa korsa tim menentukan kualitas eksekusi tim. Mengelola merupakan tugas pemimpin tim. Pemimpin tim yang baik pasti mampu menyatukan semua perbedaan individu untuk penguatan soliditas kerja.

Manajemen tim harus selalu fokus pada kekuatan intinya, yaitu: hubungan, soliditas, kolaborasi, komunikasi, sinergi, jiwa korsa, toleransi, empati, dan menjadi satu jiwa. Pengelolaan tim tidak hanya bertujuan untuk mencapai target dan tujuan organisasi. Ini adalah proses menciptakan satu jiwa dari banyak jiwa. Ini adalah mengubah individu menjadi tim yang kuat dan unggul. Ini adalah proses pembentukan kekuatan besar dari akumulasi kekuatan-kekuatan kecil. Ini adalah tentang menarik energi dan potensi sukses individu ke dalam energi dan potensi sukses kelompok besar. Ini adalah tentang penyatuan kekuatan agar organisasi bisa menjangkau ke wilayah kerja, yang tak mungkin bisa diselesaikan oleh seorang diri.

Anggota tim harus mampu mengkonversi sifat dan kebiasaan kerja sesuai budaya organisasi. Hal ini akan menyempurnakan hubungan kerja berbasis budaya kerja yang kuat. Budaya yang kuat dan profesional akan membiasakan individu untuk memiliki sifat, sikap, perilaku, dan karakter kerja sesuai dengan nilai-nilai inti budaya kerja.

Tim yang kuat selalu memiliki motif kerja yang jelas dan terang. Tidak ada seorang pun yang memiliki motif atau sifat-sifat tersembunyi. Semuanya bekerja secara terbuka, penuh tanggung jawab, jujur, dan saling memberikan atau mendapatkan umpan balik dari proses kerja bersama.

Nilai-nilai inti budaya kerja berfungsi untuk mengikat semua individu di dalam jiwa korsa dan soliditas kerja. Ketika nilai-nilai kerja menjadi pengawal dan pengawas sifat dan kebiasaan individu, maka nilai-nilai tersebut mampu menjadi alat untuk mengukur hasil akhir dari karakter kerja individu.

Nilai-nilai budaya yang dipatuhi dengan integritas dan tanggung jawab, akan menjadi penunjuk arah kerja terbaik. Membuat anggota tim tidak ragu, mampu mengelola kebersamaan, dan secara bersama-sama mampu mengambil tindakan yang tegas dan terarah menuju tujuan.

Mengelola tim untuk meningkatkan kualitas kebersamaan di dalam soliditas kerja.  Bersatu semakin kuat dan tangguh, bercerai-berai semakin kehilangan kekuatan untuk meraih sukses. Interaksi tim yang penuh tanggung jawab, serta kemampuan kepemimpinan tim untuk mengelola sebuah komunitas kerja yang solid dan kompak sebagai tim, adalah keunggulan yang menjadikan organisasi mencapai tujuan dengan sukses.

Pengelolaan tim yang baik dapat memotivasi dan meningkatkan integritas individu untuk lebih produktif. Semakin produktif dan berkinerja para anggota tim, semakin mampu mereka bekerja untuk meningkatkan reputasi organisasi. Pengelolaan tim tidak hanya fokus untuk hasil akhir terbaik, tetapi juga untuk membangun reputasi dan kredibilitas organisasi yang andal di persepsi stakeholders. Tim yang hebat adalah harta terbaik yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi bisnis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 15 02 2015

PT DMU TRAININGEmpati menyatukan sebuah keluarga. Empati membuat anggota keluarga memiliki hati, dan tidak sekedar hidup dalam logika dan emosi. Empati tidak dapat diukur dengan logika, apalagi emosi. Empati hanya dapat diukur dengan hati nurani. Suatu ketika, saat sedang makan di sebuah tempat umum. Hadir dua orang pria yang badannya penuh tato, rambutnya acak-acakan, wajah terlihat sangat frustasi. Mereka berdua berkata, “bapak ibu semoga punya hati nurani, kami butuh makan.” Kalau pakai logika dan emosi pasti kita menilai mereka malas, ataupun berbagai penilaian negatif dan menghakimi mereka sesuai logika atau emosi kita. Tetapi, kalau kita gunakan hati nurani, sesuai permintaan mereka, maka empati kita akan langsung memberikan bantuan agar mereka bisa makan.~Djajendra

Disiplin dalam mewujudkan tujuan. Disiplin tidak hanya untuk patuh atau taat pada jadwal dan waktu. Tetapi, mampu menyiapkan jiwa dan raga, untuk bergerak penuh semangat dalam mencapai tujuan.~Djajendra

Kita semua berkembang bersama peristiwa-peristiwa kehidupan. Emosi, pikiran, dan hati nurani selalu bergerak oleh berbagai peristiwa kehidupan. Bila kesadaran diri sangat tinggi dan tercerahkan, maka semua peristiwa hidup dapat dihadapi dengan tenang dan bahagia. Kesadaran diri mampu memahami kesulitan, kemudahan, keuntungan, kerugian secara positif.~Djajendra

Kata-kata memiliki kekuatan supernatural. Kata-kata yang sering diucapkan dan diyakini 100% akan menjadi nyata. Pilih kata-kata sesuai impian, keinginan, harapan, cita-cita, dan tujuan hidup. Jangan pernah memikirkan ataupun mengucapkan kata-kata yang tidak selaras dengan impian hidup Anda. Kata-kata bukan sekedar huruf dan ucapan, dia memiliki energi dan kekuatan ajaib.~Djajendra

Masalah hidup. Semua orang pasti harus menghadapi masalah hidupnya masing-masing. Masalah hidup bukan untuk dipikirkan dan dipikirkan terus-menerus, sehingga mengundang stres yang membuat diri tidak berdaya. Masalah hidup harus difokuskan untuk menghasilkan solusi, dan membutuhkan keikhlasan hati untuk menjalankan solusi apapun. Masalah hidup tak berdaya menghadapi orang yang ikhlas dan rendah hati.~Djajendra

Penderitaan dan kebahagiaan adalah guru kehidupan. Dua-duanya pasti hadir dan pergi dalam kehidupan manusia. Tetapi, kesadaran dan keikhlasan akan menjadikan dua-duanya sebagai guru yang mengajarkan kebaikan hidup.~Djajendra

Tarikan nafas, hembuskan nafas. Tarikan nafas, hembuskan nafas. Itulah kehidupan. Bila tarikan dan hembusan nafas berhenti, berakhirlah kehidupan.~Djajendra

Satu orang bukan siapa-siapa, tetapi bersama tim yang hebat, dia akan menjadi pemimpin yang luar biasa.~Djajendra

Memasukan lebih dan mengambil sedikit adalah jalan menuju kekayaan. Kaya itu disiplin dan kendali diri. Semakin disiplin memasukan uang ke dalam tabungan, dan semakin terbiasa untuk menjaga pola hidup dibawah penghasilan, semakin terkumpul kekayaan. Hidup sederhana dan banyak nabung, adalah cara mudah untuk mendapatkan kekayaan.~Djajendra

Menabur satu biji jagung, memanen satu pohon jagung. Menabur satu biji cabai, memanen berkilo-kilo cabai segar. Menabur satu, memanen seribu. Menabur dan menuai adalah hukum alam. Apapun yang Anda tabur pasti menuainya berjuta kali.~Djajendra

Hidup itu belajar. Apapun bisa terjadi. Bila hati ikhlas dan rendah hati menerima berbagai situasi dan sifat orang-orang, maka banyak pelajaran yang membesarkan jiwa dapat dikuasai. Jadi, tidak perlu takut apalagi khawatir yang penuh stres dalam menghadapi dilema hidup. Biarkan saja semuanya mengalir dan terselesaikan sebagaimana seperti yang dikehendaki oleh kehidupan. Tugas kita adalah mengisi pikiran dengan niat baik dan pikiran positif, berusaha bertindak untuk kebaikan, dan menyerahkan hasil akhir sesuai kehendak kehidupan. ~Djajendra

Bila pikiran, emosi, hati nurani bersatu dan kompak mengalir dan berenang bersama-sama visi dan ide-ide sukses. Maka, setiap hari pengalaman-pengalaman sukses kecil akan mengantar Anda menuju sukses yang lebih besar. ~Djajendra

Mau sukses? Berikan lebih dari yang dibayarkan. Jangan hitung-hitungan dalam kontribusi. Jadilah pelayan yang melayani dengan bahagia dan sepenuh hati. Uang tidak boleh menjadi alat ukur dari kontribusi dan pelayanan. Rasa senang dan bahagia adalah alat ukur terbaik untuk kontribusi dan pelayanan.~Djajendra

Kalau ngotot akan berhenti di satu titik, berpotensi terjebak dalam waktu yang panjang. Kalau ikhlas akan mengalir dan berpotensi menemukan sesuatu yang lebih baik. Hidup itu mengalir menuju masa depan. Lepaskan dengan ikhlas dan sesuatu yang baru pasti datang.~Djajendra

Orang baik dan tidak baik hanyalah sebuah persepsi. Seseorang mungkin sangat buruk untuk kita, tetapi dia mungkin seperti malaikat untuk orang lain. Kita hanya perlu menghindari nilai-nilai kehidupan yang negatif. Sikap, perilaku, kebiasaan, kepentingan, dorongan, dan karakter orang lain, adalah seperti sebuah buku pelajaran. Kita cukup memperlajari buku tersebut, ambil yang bermanfaat, dan tinggalkan yang tidak bermanfaat. ~Djajendra

Manusia jalan ke depan menuju masa depan. Hati nurani harus bergerak ke dapan. Mungkin pikiran dan emosi masih mencoba membawa kita ke masa lalu, tetapi hati harus bergerak ke depan. Hidup itu singkat, semua orang punya batas waktu untuk hidup. Saat nafas berhenti total, maka selesai cerita hidup. Orang-orang yang cerdas emosional sangat sadar bahwa mereka tidak hidup selamanya. Mereka sangat sadar bahwa waktu hidup dari hari ke hari terus-menerus berkurang, sehingga setiap detik menjadi sangat berharga untuk bisa menikmati keindahan dan kebahagiaan.~Djajendra

Orang-orang cerdas emosional percaya bahwa jalan hidup terbentuk dari impian, cita-cita, rencana, harapan, keinginan, kebutuhan, dan takdir. Oleh karena itu, mereka tidak akan ngotot dengan kesempurnaan sebuah pencapaian. Mereka sadar bahwa ada jalan takdir yang berada di luar kemampuan diri sendiri, juga sadar bahwa ada kekuatan orang-orang lain dan alam semesta, yang berpotensi merubah arah pencapaian. ~ Djajendra

Orang-orang yang cerdas emosi menjadikan pengalaman hidup sebagai guru terbaik. Mereka pasti memaafkan semua peristiwa buruk, tetapi mereka tidak akan melupakannya. Mereka sadar untuk memaafkan karena ingin menghindarkan dirinya dari stres oleh dendam dan marah. Mereka tahu bahwa pengampunan membebaskan mereka dari stres. Mereka sadar bahwa keikhlasan membebaskan mereka dari penderitaan. Oleh karena itu, mereka pasti memaafkan dan mengampuni kesalahan dan perbuatan buruk orang lain, tetapi tidak untuk dilupakan. Memaafkan dan mengampuni akan melindungi diri sendiri dari penderitaan.~Djajendra

Manusia diciptakan untuk terhubung dari hati ke hati; untuk berkomunikasi dari hati ke hati; untuk membangun kebersamaan dari hati ke hati. Pikiran dan emosi harus tunduk pada kekuatan hati. Itulah inti keharmonisan; inti kebahagiaan. Mampukah?~Djajendra

Diri yang asli yang sejati berasal dari hati nurani. Diri yang asli mampu mengendalikan emosi dan pikiran. Diri yang asli sangat cerdas emosi: selalu tenang, terkendali, berhati-hati emosinya, perilaku yang beretika, kebiasaan-kebiasaan hidup yang mengalir dalam kesadaran tertinggi. Orang-orang yang cerdas emosional tidak mudah digoyang oleh hal-hal negatif. Mereka tetap tenang dan selalu menguatkan intelektualitasnya, emosionalnya, dan fisik tubuhnya. Keseimbangan antara intelektual, emosi, fisik, jiwa,dan alam semesta, adalah kebiasaan yang terjaga sejak bangun pagi.~Djajendra

Manusia membawa hadiah terindah dari Tuhan di dalam potensi hebatnya, yaitu: empati. Empati membuat manusia bersatu, tidak tercerai-berai, tidak saling merusak, tetapi saling peduli dan saling menolong. Sayangnya, sangat sedikit orang-orang yang mampu memanfaatkan empati untuk kebaikan hidupnya.~Djajendra

Kita semua hanya sedang melewati hal-hal yang sudah pernah dilewati oleh orang-orang sebelum kita. Tidak ada yang baru dalam kemanusiaan. Manusia lahir, tumbuh, dan berakhir. Tidak ada yang baru di bawah matahari bumi. Semua kehidupan hanya mengulang dan sedang melewati yang sebelumnya.~Djajendra

Kadang-kadang; konflik, kemarahan, kebencian, permusuhan, dan salah paham dapat berlangsung puluhan tahun, seumur hidup, bahkan turun-temurun. Hubungan tanpa niat baik untuk saling menghormati dan menyelesaikan akar masalah, akan menjadi permusuhan abadi. Diperlukan jiwa-jiwa baik untuk menyadari kenapa miskomunikasi itu terjadi. Diperlukan jiwa yang baik untuk menghentikan argumentasi dan menyadari kesalahan. Adil akan mendamaikan. Keseimbangan akan menghentikan konflik. Melepaskan keserakahan dan rasa paling benar akan mendamaikan. Jiwa yang jujur pasti mampu tumbuh dalam jiwa jujur yang lainnya. Jiwa yang jujur dan ikhlas akan menyatukan kebaikan dalam damai. Hidup ini tempat untuk saling berdampingan secara damai, dan tempat saling menghormati satu sama lain dengan peduli.~Djajendra

Hubungan baik hanya dapat dipertahankan dan ditingkatkan diantara jiwa-jiwa yang ikhlas dan penuh cinta. Hubungan baik tidak mungkin hidup diantara jiwa-jiwa yang serakah, palsu, frustasi, salah tapi merasa benar, merendahkan yang lain, menyakitkan yang lain, melelahkan yang lain, dan membuat perjuangan orang lain sia-sia.~Djajendra

Hidup itu sesungguhnya sebuah tempat di mana setiap orang hidup saling berdampingan secara damai, saling menghormati, saling peduli dan mencintai satu-sama lain. Tidak ada yang perlu diperebutkan sampai memunculkan konflik. Tidak ada yang perlu ditakutkan, dikhawatirkan, sebab, pada akhirnya tidak ada yang dimiliki, semuanya pasti ditinggal pada akhir hari kehidupan. Jiwa yang sadar dan bersyukur selalu bahagia dan menikmati hidupnya, apapun kondisi hidupnya. Walau begitu menjauh dari para pemangsa adalah bijak.~Djajendra

Hubungan baik dan hidup dalam kedamaian pastilah sesuatu yang sangat indah. Tetapi, jiwa tidak baik, pikiran tidak baik, selalu menjadi akar konflik, sehingga hubungan baik itupun menjadi tidak baik.~Djajendra

Selalu menjaga semangat yang selaras dengan realitas, serta kuatkan keberaniaan dan ketekunan untuk mewujudkan keinginan.~Djajendra

Tubuh dan jiwa adalah wadah karakter. Berolahragalah, makanlah secukupnya, dan buat tubuh selalu berenergi dan bertenaga untuk menjalankan peran hidupnya. Tubuh yang sehat dan kuat membantu karakter untuk menjalankan perannya dengan berkualitas. Jiwa yang positif dan jernih membantu kepribadian Anda, untuk menjalankan karakter dengan sepenuh hati.~Djajendra

Sering orang terjebak dalam ruang kehidupan yang sempit dan hanya berkemampuan melihat satu dimensi kehidupan. Orang yang eksklusif sama seperti memakai kaca mata kuda. Tidak mampu melihat kiri-kanan kehidupan. Karakter yang eksklusif selalu mengkhususkan dan membatasi ruang perannya. Karakter eksklusif tidak mampu melayani semua dimensi kehidupan, dia sangat terbatas pada satu wilayah kehidupan, sehingga sulit berhubungan dengan beragam pribadi dan budaya kehidupan. Karakter yang terlalu khusus atau terlalu elit sulit tumbuh menjadi besar, sulit hidup di tengah perbedaan yang dinamis.~Djajendra

Manusia tidak sempurna. Manusia bukan malaikat. Tidak pernah ada karakter hidup yang mampu diperankan dengan sempurna. Kekurangan dan kesalahan adalah sesuatu yang pasti di dalam setiap karakter kehidupan. Sehebat apapun Anda menyiapkan karakter diri yang andal dan profesional, tetaplah rendah hati, dan ikhlas untuk memperbaiki kekurangan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Selalu ada sesuatu yang kurang dalam karakter, ataupun cacat karakter, karena manusia bukan malaikat.~Djajendra

Siapkan kompetensi dan kualitas untuk mengedit ulang karakter Anda. Petakan diri dan pahami asal mula kebiasaan-kebiasaan hidup Anda. Miliki kesadaran untuk mengevaluasi karakter Anda. Mungkin saja sebagian besar dari kebiasaan-kebiasaan hidup Anda berasal dari ruang ketidaksadaran, berasal dari sesuatu di luar kemampuan Anda. Pengalaman, peristiwa, logika, dan emosi dari masa lalu dapat menjadi akar pembentukan karakter. Kembalilah ke masa kecil dan remaja, pahami siapa Anda saat itu. Bagaimana hubungan kehidupan sosial, keluarga, sekolah, dan yang lainnya? Karakter selalu berasal dari dunia ketidaksadaran. Jadilah sadar dan berniat untuk memperbaiki semua karakter buruk, sehingga Anda dapat memiliki karakter positif yang kuat, untuk mengantar Anda meraih sukses.~Djajendra

Pemimpin harus siap untuk tidak populer, harus siap untuk kesepian, harus siap untuk diabaikan, harus siap untuk ditertawakan, harus siap untuk dimusuhi, harus siap menghadapi penolakan. Pemimpin yang paling siap terhadap semua hal di atas pasti mendapatkan kemenangan.~Djajendra

Jangan menawarkan kebiasaan buruk kepada kehidupan, karena kehidupan akan menjauhkan Anda untuk mendapatkan yang terbaik.~Djajendra

Didiklah dan latihlah orang-orang untuk patuh dan nurut di jalan yang jujur. Awasi mereka dengan penuh perhatian agar mereka tidak menyimpang. Tidak semua orang bisa dipercaya untuk menjalankan kejujuran. Kejujuran memerlukan pengawasan yang penuh integritas dan akuntabilitas.~Djajendra

Tuhan menciptakan semua orang sama, tetapi kebiasaan masing-masing orang menjadikan mereka tidak sama.~Djajendra

Menjadi jujurkah seseorang setelah mendapat gaji yang besar? Umur kecukupan gaji itu paling lama hanya 3 bulan. Setelahnya, gaji sebesar apapun akan menjadi gaji kecil. Jadi, sulit untuk menjujurkan seseorang dengan cara menaikan gaji. Jujur adalah persoalan integritas, persoalan tanggung jawab. Integritas dan tanggung jawab tidak tergantung pada besar kecilnya gaji, ini adalah masalah mental, masalah hati nurani. Gaji atau pendapatan yang lebih besar hanya akan merubah gaya hidup seseorang, gaya hidup keluarga seseorang, sehingga berapapun besarnya gaji tidak akan mampu menutupi peningkatan keinginan, kebutuhan, dan harapan-harapan baru yang bisa dibeli dengan uang.~Djajendra

Untuk Training Hubungi www.djajendra-motivator.com

KECERDASAN EMOSIONAL MEMBUAT DIRI BERASAL DARI DIRI SEJATINYA

DJAJENDRA“Manusia diciptakan untuk terhubung dari hati ke hati; untuk berkomunikasi dari hati ke hati; untuk membangun kebersamaan dari hati ke hati. Pikiran dan emosi harus tunduk pada kekuatan hati. Itulah inti keharmonisan; inti kebahagiaan. Mampukah?”~Djajendra  

Diri yang asli yang sejati berasal dari hati nurani. Diri yang asli mampu mengendalikan emosi dan pikiran. Diri yang asli sangat cerdas emosi: selalu tenang, terkendali, berhati-hati emosinya, perilaku yang beretika, kebiasaan-kebiasaan hidup yang mengalir dalam kesadaran tertinggi. Orang-orang yang cerdas emosional tidak mudah digoyang oleh hal-hal negatif. Mereka tetap tenang dan selalu menguatkan intelektualitasnya, emosionalnya, dan fisik tubuhnya. Keseimbangan antara intelektual, emosi, fisik, jiwa, dan alam semesta, adalah kebiasaan yang terjaga sejak bangun pagi.

Orang-orang yang cerdas emosional sangat mengerti untuk hidup bahagia. Sangat mengerti untuk menikmati indahnya kehidupan dengan rasa senang dan syukur. Tidak akan membiarkan atau mengijinkan seorang pun untuk membatasi kebahagiaan dan kehidupan senang mereka. Mereka berasal dari dalam dirinya, dan bukan berasal dari luar dirinya. Mereka tidak pernah tergoda untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Mereka sangat merdeka untuk menikmati hidupnya dengan sikap rendah hati. Mereka sangat merdeka untuk mengeluarkan pendapat yang tak menyakitkan siapapun. Mereka menghormati hak dan kehidupan orang lain, sehingga tidak akan tergoda untuk menghakimi atau menilai orang lain.

Orang-orang cerdas emosional tidak akan bernafsu untuk mematikan reaksi negatif orang lain. Tidak akan bernafsu membandingkan kebaikan dirinya, lalu menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut untuk ditiru. Orang-orang yang cerdas emosional berasal dari kesadaran tertinggi. Mereka ikhlas untuk mengambil reaksi dan perilaku orang lain dengan rendah hati. Mereka fokus untuk memperkuat diri sendiri, dan tidak fokus untuk merubah atau menjadikan orang lain cerdas emosi.

Pengalaman dari berbagai peristiwa hidup tidak akan pernah dilupakan. Orang-orang yang cerdas emosi menjadikan pengalaman hidup sebagai guru terbaik. Mereka pasti memaafkan semua peristiwa buruk, tetapi mereka tidak akan melupakannya. Mereka sadar untuk memaafkan karena ingin menghindarkan dirinya dari stres oleh dendam dan marah. Mereka tahu bahwa pengampunan membebaskan mereka dari stres. Mereka sadar bahwa keikhlasan membebaskan mereka dari penderitaan. Oleh karena itu, mereka pasti memaafkan dan mengampuni kesalahan dan perbuatan buruk orang lain, tetapi tidak untuk dilupakan. Memaafkan dan mengampuni akan melindungi diri sendiri dari penderitaan.

Tidak akan ngotot, lebih suka mengalir. Orang-orang cerdas emosional pasti cerdas spiritual. Setiap situasi, kondisi, realitas, dan beragam kepribadian, pasti dilayani dan dihadapi dengan cerdas. Mereka tidak akan bertempur atau berkonflik oleh perbedaan. Mereka tidak akan mati-matian untuk membela keyakinan. Mereka tetap tenang dan emosinya terkendali di dalam intelektualitas dan wawasan kehidupan yang cerdas. Mereka selalu dapat menjadi diri sendiri yang hebat di setiap situasi, ataupun saat berhadapan dengan orang-orang yang berbeda.

Hidup itu milik banyak orang dan semua orang memiliki persepsinya sendiri. Tidak ada kesempurnaan yang bersumber dari satu orang. Kesempurnaan hanyalah bersumber dari kolaborasi kehidupan dengan alam semesta. Siapapun yang mengejar kesempurnaan pastilah menghasilkan rasa kecewa. Orang-orang cerdas emosional percaya bahwa jalan hidup terbentuk dari impian, cita-cita, rencana, harapan, keinginan, kebutuhan, dan takdir. Oleh karena itu, mereka tidak akan ngotot dengan kesempurnaan sebuah pencapaian. Mereka sadar bahwa ada jalan takdir yang berada di luar kemampuan diri sendiri, juga sadar bahwa ada kekuatan orang-orang lain dan alam semesta, yang berpotensi merubah arah pencapaian.

Manusia jalan ke depan menuju masa depan. Hati nurani harus bergerak ke dapan. Mungkin pikiran dan emosi masih mencoba membawa kita ke masa lalu, tetapi hati harus bergerak ke depan. Hidup itu singkat, semua orang punya batas waktu untuk hidup. Saat nafas berhenti total, maka selesai cerita hidup. Orang-orang yang cerdas emosional sangat sadar bahwa mereka tidak hidup selamanya. Mereka sangat sadar bahwa waktu hidup dari hari ke hari terus-menerus berkurang, sehingga setiap detik menjadi sangat berharga untuk bisa menikmati keindahan dan kebahagiaan.

Orang baik dan tidak baik hanyalah sebuah persepsi. Seseorang mungkin sangat buruk untuk kita, tetapi dia mungkin seperti malaikat untuk orang lain. Kita hanya perlu menghindari nilai-nilai kehidupan yang negatif. Sikap, perilaku, kebiasaan, kepentingan, dorongan, dan karakter orang lain, adalah seperti sebuah buku pelajaran. Kita cukup memperlajari buku tersebut, ambil yang bermanfaat, dan tinggalkan yang tidak bermanfaat. Orang-orang yang cerdas emosional tidak akan mengeluh atau membiarkan dirinya melihat keburukan dari orang lain. Orang-orang cerdas emosional sangat menguasai empati, sehingga mampu memanfaatkan setiap orang untuk kebaikan dirinya.

Orang-orang yang cerdas emosional terlatih untuk menjaga keseimbangan dan keselarasan hidupnya. Mereka mudah beradaptasi dengan semua situasi dan orang-orang. Mereka mampu menjadi pengamat yang optimis dan positif terhadap dirinya sendiri. Mereka mampu tersenyum dan bahagia di saat  stres, kelelahan, tantangan, cobaan, dan ketakutan hadir di dalam hidupnya. Mereka cerdas menjaga diri sendiri, mampu memenuhi harapan dan komitmen hidupnya, serta mampu menjalankan keikhlasan hatinya dengan cerdas emosi.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

EMPATI MENYATUKAN HATI DAN MEMBUAT HIDUP LEBIH DAMAI

DJAJENDRAEMPATI MENYATUKAN HATI DAN MEMBUAT HIDUP LEBIH DAMAI

“Kita semua hanya sedang melewati hal-hal yang sudah pernah dilewati oleh orang-orang sebelum kita. Tidak ada yang baru dalam kemanusiaan. Manusia lahir, tumbuh, dan berakhir. Tidak ada yang baru di bawah matahari bumi. Semua kehidupan hanya mengulang dan sedang melewati yang sebelumnya.”~Djajendra

Tidak seorang pun hidup sendirian dengan pikiran dan perasaannya, di luar dirinya masih banyak orang yang berpikir dan merasakan hidup seperti dirinya. Intinya, apapun yang dirasakan oleh seseorang pasti pernah dirasakan yang lain. Merasakan dan memikirkan merupakan bagian inti dari kemanusiaan. Apapun yang sedang dialami seseorang mungkin pernah dialami yang lain. Hidup tidak membuat seseorang berdiri sendiri. Semua orang memiliki hati, pikiran, dan emosi yang sama.

Bila manusia hidup dalam keterpisahan, maka disitulah kesepian dan kesengsaraan akan lahir. Kasih sayang menyatukan manusia. Kepedulian menyatukan manusia. Dan yang paling penting, manusia membawa hadiah terindah dari Tuhan di dalam potensi hebatnya, yaitu: empati. Empati membuat manusia bersatu, tidak tercerai-berai, tidak saling merusak, tetapi saling peduli dan saling menolong. Sayangnya, sangat sedikit orang-orang yang mampu memanfaatkan empati untuk kebaikan hidupnya. Ya, empati menyatukan hidup di dalam kemanusiaan dan kedamaian.

Rasa sakit, takut, malu, khawatir, berani, percaya diri, dan semua rasa-rasa yang lainnya bersifat universal. Artinya, pasti dirasakan oleh semua orang, tidak peduli apa sistem keyakinan dan nilai-nilai kehidupan. Semua perasaan itu pasti dialami atau akan dialami oleh siapapun, tanpa terkecuali. Apapun bisa terjadi pada siapapun. Setiap orang tidak mungkin bisa menghindari hadirnya realitas yang menguji daya tahan dirinya, menguji kehebatan dirinya, menguji kesabaran dan keikhlasannya.

Empati adalah sebuah kekuatan yang bisa memetakan dan memahami diri orang lain dengan sangat detail dan rinci. Tuhan memberikan anugerah khusus untuk orang-orang tertentu yang memiliki empati luar biasa, yang tidak mungkin bisa dimiliki oleh orang kebanyakan. Semua orang pasti memiliki potensi empati di dalam dirinya, tetapi ada orang-orang khusus yang sejak lahir kemampuan empatinya sudah sangat tinggi. Mempelajari kemampuan empati dari orang-orang khusus tersebut merupakan sebuah anugerah. Logika tidak mungkin dapat memahaminya. Sebagai orang kebanyakan, bukan orang khusus, kita masih bisa memanfaatkan potensi empati untuk membangun hubungan baik dengan orang lain. Minimal empati kita bisa sekelas TK, mungkin empati orang-orang khusus tersebut sudah sekelas S3. Jadi, benih empati tetap ada di dalam potensi setiap orang, dan tinggal dilatih menjadi lebih tajam.

Empati menyatukan sebuah keluarga. Empati membuat anggota keluarga memiliki hati, dan tidak sekedar hidup dalam logika dan emosi. Empati tidak dapat diukur dengan logika, apalagi emosi. Empati hanya dapat diukur dengan hati nurani. Suatu ketika, saat sedang makan di sebuah tempat umum. Hadir dua orang pria yang badannya penuh tato, rambutnya acak-acakan, wajah terlihat sangat frustasi. Mereka berdua berkata, “bapak ibu semoga punya hati nurani, kami butuh makan.”  Kalau pakai logika dan emosi pasti kita menilai mereka malas, ataupun berbagai penilaian negatif dan menghakimi mereka sesuai logika atau emosi kita. Tetapi, kalau kita gunakan hati nurani, sesuai permintaan mereka, maka empati kita akan langsung memberikan bantuan agar mereka bisa makan. Empati menyatukan manusia dalam damai dan aman.

Empati membuat semua interaksi terhubung di dalam kebaikan. Empati memahami kebutuhan orang lain. Empati peduli pada keadaan orang lain. Empati selalu ramah dan baik hati, tidak akan melecehkan ataupun menghakimi. Empati mau mengurangi penderitaan orang lain. Empati mampu bekerja di ruang perasaan orang lain, dan tidak akan menggunakan logika untuk menilai atau menghakimi perasaan orang lain.

Dunia tanpa empati adalah dunia yang kacau dan tidak aman. Tuhan sudah memberikan hadiah sebuah empati untuk setiap orang. Tetapi, manusia suka mentuankan logika, dan merasa bahwa logikanya yang paling benar, serta tidak peduli pada perasaan orang lain, ataupun menganggap perasaan orang lain bukan urusannya. Empati menyatukan dan meningkatkan keamanan hidup di dalam damai dan keindahan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENDAMAIKAN HUBUNGAN

DJAJENDRA“Hubungan baik gagal karena hati nurani mati, lalu logika dan emosi mengatur segalanya.”~Djajendra

Hidup bukan untuk menang ataupun kalah. Hidup untuk damai. Hidup untuk bahagia. Hidup untuk sejahtera. Hidup untuk keindahan. Sering sekali keindahan hidup lenyap oleh hubungan yang tidak baik. Hubungan baik dan hidup dalam kedamaian pastilah sesuatu yang sangat indah. Tetapi, jiwa tidak baik, pikiran tidak baik, selalu menjadi akar konflik, sehingga hubungan baik itupun menjadi tidak baik. Damai dan baik tidak muncul secara spontan, dia muncul dari kesadaran empati dan toleransi.  Empati dan toleransi mampu menangani konflik dan menciptakan kehidupan yang damai.

Setiap orang bisa menjadi pemicu marah, benci, konflik, permusuhan, dan semua hal lain yang memisahkan hubungan baik. Hubungan baik gagal karena hati nurani mati. Hati yang mati mudah dikendalikan oleh pikiran negatif dan emosi yang penuh angkara murka. Hal ini menjadi kekuatan yang memisahkan, kekuatan yang menguatkan konflik dan kebencian. Hubungan baik hanya dapat dipertahankan dan ditingkatkan diantara jiwa-jiwa yang ikhlas dan penuh cinta. Hubungan baik tidak mungkin hidup diantara jiwa-jiwa yang serakah, palsu, frustasi, salah tapi merasa benar, merendahkan yang lain, menyakitkan yang lain, melelahkan yang lain, dan membuat perjuangan orang lain sia-sia.

Selama dendam dan benci menjadi keyakinan di dalam sebuah hubungan, maka selama itu kabut tebal menutupi hubungan sehingga tidak ada jarak pandang yang jelas untuk memulihkan hubungan tersebut. Hubungan baik butuh perjuangan, butuh keikhlasan, butuh niat baik, butuh berjalan di trek yang menyatukan. Nilai-nilai negatif membutakan hati sehingga hati tidak mampu melihat indahnya sebuah kebaikan. Komitmen untuk hidup dalam nilai-nilai positif, dan keikhlasan hati untuk menerima segala realitas, adalah jalan untuk menghidupkan hati.

Jiwa yang ikhlas mendamaikan hubungan. Jiwa besar mampu berekonsiliasi. Selama nafas belum berhenti damai pasti dapat diwujudkan asalkan memiliki niat baik. Membangun hubungan baik bukan berarti harus menerima perasaan orang lain, atau harus mengikuti maunya orang lain. Hubungan baik tercipta dari kesadaran semua pihak, bukan salah satu pihak saja. Kesadaran untuk menciptakan damai dan mengakui kesalahan, lalu memperbaiki kekurangan.

Kadang-kadang; konflik, kemarahan, kebencian, permusuhan, dan salah paham dapat berlangsung puluhan tahun, seumur hidup, bahkan turun-temurun. Hubungan tanpa niat baik untuk saling menghormati dan menyelesaikan akar masalah, akan menjadi permusuhan abadi. Diperlukan jiwa-jiwa baik untuk menyadari kenapa miskomunikasi itu terjadi. Diperlukan jiwa yang baik untuk menghentikan argumentasi dan menyadari kesalahan. Adil akan mendamaikan. Keseimbangan akan menghentikan konflik. Melepaskan keserakahan dan rasa paling benar akan mendamaikan. Jiwa yang jujur pasti mampu tumbuh dalam jiwa jujur yang lainnya. Jiwa yang jujur dan ikhlas akan menyatukan kebaikan dalam damai. Hidup ini tempat untuk saling berdampingan secara damai, dan tempat saling menghormati satu sama lain dengan peduli.

Mendamaikan hubungan dimulai dari hati yang bersih, hati yang hidup, hati yang mulia, hati yang berhenti berbohong kepada diri sendiri, hati yang ikhlas menerima apapun hasil akhirnya. Hubungan baik tidak mungkin bisa dibangun oleh hati yang penuh dusta, hati yang bersandiwara, hati yang selalu tidak jujur kepada dirinya sendiri, hati yang senang menampilkan kepribadian semu tanpa menguatkan karakter baiknya.

Hati yang jujur dan ikhlas adalah sumber kedamaian. Dia mampu membangun kepercayaan untuk hidup damai. Dia mampu mendengarkan dan merespon kehidupan dengan damai. Hati yang jujur dan ikhlas selalu memegang tanggung jawab untuk menjaga hubungan tumbuh dalam damai. Hati yang jujur dan ikhlas merupakan sumber kehidupan yang menciptakan rasa damai dan aman, yang menciptakan kehidupan bersama dalam keharmonisan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHIDUPKAN KARAKTER ANDA

DJAJENDRA“Selalu ada sesuatu yang kurang dalam karakter, ataupun cacat karakter, karena manusia bukan malaikat.”~Djajendra

Karakter terbentuk dari kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan buruk berakumulasi dan membentuk karakter buruk. Kebiasaan baik berakumulasi membentuk karakter baik. Tanpa karakter yang positif seseorang sulit mewujudkan impian dan harapan. Karakter positif yang kuat mampu menjalankan misi dan mewujudkan visi. Karakter positif yang kuat mampu memperbaiki kekurangan karakternya. Karakter positif yang kuat mampu menjalankan ide-ide baru yang hebat dan mencapai target tepat waktu.

Karakter menciptakan gaya untuk bertindak. Karakter adalah alat untuk bertindak. Karakter adalah alat komunikasi yang paling efektif. Biasakan atau berlatihlah secara terus-menerus untuk memiliki karakter komunikasi yang tepat dan profesional. Miliki karakter positif yang kuat saat Anda berbicara, saat Anda mendengarkan, saat Anda merespon dan tidak sekedar bereaksi, serta saat Anda berinteraksi secara verbal dan non verbal. Pilih kata-kata atau gaya berbicara yang membuat Anda berbeda dengan orang lain. Miliki nada suara yang tegas, jelas, dan berkarakter unik. Jadilah diri sendiri saat berkomunikasi. Miliki kepribadian yang terkelola secara baik di dalam nilai-nilai positif kehidupan. Miliki pola pikir, pola emosi, dan gaya komunikasi yang menjadikan Anda berbeda dan unik.

Siapkan kompetensi dan kualitas untuk mengedit ulang karakter Anda. Petakan diri dan pahami asal mula kebiasaan-kebiasaan hidup Anda. Miliki kesadaran untuk mengevaluasi karakter Anda. Mungkin saja sebagian besar dari kebiasaan-kebiasaan hidup Anda berasal dari ruang ketidaksadaran, berasal dari sesuatu di luar kemampuan Anda. Pengalaman, peristiwa, logika, dan emosi dari masa lalu dapat menjadi akar pembentukan karakter. Kembalilah ke masa kecil dan remaja, pahami siapa Anda saat itu. Bagaimana hubungan kehidupan sosial, keluarga, sekolah, dan yang lainnya?  Karakter selalu berasal dari dunia ketidaksadaran. Jadilah sadar dan berniat untuk memperbaiki semua karakter buruk, sehingga Anda dapat memiliki karakter positif yang kuat, untuk mengantar Anda meraih sukses.

Karakter itu tampil dan dilihat semua orang. Siapkan penampilan Anda sehari-hari. Miliki konsep diri yang jelas dan terkelola secara profesional. Penampilan fisik dan jiwa harus harmonis dan memancarkan sesuatu yang menarik orang lain. Jadilah seperti yang ingin Anda dilihat, dirasakan, dan dipahami oleh orang lain. Satukan pikiran, emosi, jiwa, dan penampilan fisik dalam satu kekuatan yang utuh dan solid.

Cara Anda terhubung dan memelihara hubungan baik. Karakter dalam hubungan menjadi sangat penting. Tidak semua orang memiliki persepsi, keyakinan, pemikiran, dan pandangan hidup seperti Anda. Manusia bukan malaikat dan manusia juga bukan sesuatu yang sangat buruk. Orang-orang selalu hadir dengan ambisi untuk memenangkan kepentingannya. Mereka bisa memoles penampilan dan gaya hanya untuk mendapatkan kepercayaan dari siapapun, termasuk Anda. Pastikan Anda mampu menyiapkan karakter yang berhitung risiko, tetapi mampu menyambut semua yang berbeda dengan sikap baik dan profesional.

Karakter adalah sesuatu yang hidup. Karakter harus memperlihatkan ambisi, keinginan, gairah, motivasi, keberanian, dan berbagai nilai-nilai kehidupan lainnya. Karakter harus mengalir, menerima, memperbaiki, dan meningkatkan segala sesuatu di sepanjang jalan menuju kemenangan. Karakter harus cerdas mengalir di dalam proses, di dalam sistem, di dalam budaya, di dalam strategi, di dalam taktik, di dalam semua dimensi lainnya yang dibutuhkan untuk kemajuan Anda. Karakter harus mampu memainkan peran yang andal untuk mencapai atau memenuhi kebutuhan akhir.

Manusia tidak sempurna. Manusia bukan malaikat. Tidak pernah ada karakter hidup yang mampu diperankan dengan sempurna. Kekurangan dan kesalahan adalah sesuatu yang pasti di dalam setiap karakter kehidupan. Sehebat apapun Anda menyiapkan karakter diri yang andal dan profesional, tetaplah rendah hati, dan ikhlas untuk memperbaiki kekurangan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Selalu ada sesuatu yang kurang dalam karakter, ataupun cacat karakter, karena manusia bukan malaikat.

Berbicaralah dengan diri sendiri. Amati pikiran dan emosi. Pahami dialog internal antara pikiran dengan hati nurani. Pikiran pasti menggunakan logika, hati nurani yang hidup pasti menggunakan kebijaksanaan. Pastikan karakter Anda tampil di luar setelah hati nurani dan pikiran berada dalam satu persepsi, berada dalam satu semangat untuk melayani kehidupan dengan profesional dan berkualitas.

Karakter diri yang diterima oleh semua orang, semua budaya dan pola kehidupan. Hati-hati dalam membentuk karakter. Jangan sampai menciptakan karakter diri yang eksklusif. Sering orang terjebak dalam ruang kehidupan yang sempit dan hanya berkemampuan melihat satu dimensi kehidupan. Orang yang eksklusif sama seperti memakai kaca mata kuda. Tidak mampu melihat kiri-kanan kehidupan. Karakter yang eksklusif selalu mengkhususkan dan membatasi ruang perannya. Karakter eksklusif tidak mampu melayani semua dimensi kehidupan, dia sangat terbatas pada satu wilayah kehidupan, sehingga sulit berhubungan dengan beragam pribadi dan budaya kehidupan. Karakter yang terlalu khusus atau terlalu elit sulit tumbuh menjadi besar, sulit hidup di tengah perbedaan yang dinamis.

Tubuh dan jiwa adalah wadah karakter. Berolahragalah, makanlah secukupnya, dan buat tubuh selalu berenergi dan bertenaga untuk menjalankan peran hidupnya. Tubuh yang sehat dan kuat membantu karakter untuk menjalankan perannya dengan berkualitas. Jiwa yang positif dan jernih membantu kepribadian Anda, untuk menjalankan karakter dengan sepenuh hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA KERJA YANG INOVATIF

DJAJENDRA 0988“Tidak boleh ada kefanatikan terhadap struktur, sistem, budaya, keyakinan, dan nilai-nilai. Bila semua itu harus berubah, maka segeralah menjadi energi inovatif untuk melakukan pembaruan.”~Djajendra

Dunia bisnis selalu dinamis. Diperlukan budaya kerja yang siap berubah dan beradaptasi dengan segala kemungkinan. Sumber daya manusia yang berbudaya kerja inovatif mampu bergerak mengikuti kedinamisan bisnis dan organisasi. Budaya kerja yang inovatif mendorong karyawan untuk memiliki solusi, memperkenalkan sesuatu yang baru dan unggul, berkreasi dan melakukan pembaruan, serta memecahkan masalah dengan solusi yang tepat.

Perubahan itu pasti dan nyata. Dunia bisnis tidak boleh ragu menghadapi perubahan. Dunia bisnis tidak boleh diam menghadapi kedinamisan. Sikap diam menghadapi perubahan berarti menyerah dan menggiring perusahaan menuju keusangan. Budaya kerja inovatif tidak akan membuat karyawan diam dan bingung saat kehidupan bisnis memanggil untuk pembaruan.  Budaya kerja inovatif di perusahaan membuat karyawan dan pimpinan mampu proaktif terhadap kedinamisan.

Budaya inovatif mengharuskan karyawan dan pimpinan menjadi pembelajar yang rendah hati. Tanpa ilmu, pengalaman, pemahaman, wawasan, dan keterampilan baru, sulit untuk benar-benar menjalankan budaya inovatif. Budaya inovatif membutuhkan kecerdasan kreatif yang luar biasa. Ide-ide baru yang hebat harus dapat dilahirkan, harus dapat diwujudkan menjadi karya dan produk sesuai harapan pasar.

Budaya kerja inovatif tidak boleh dibiarkan dalam ruang skeptisisme, tetapi harus selalu di ruang optimisme. Sikap optimis dan keyakinan untuk menang, adalah kekuatan dari budaya inovatif. Semangat inovatif harus selalu dimotivasi agar karyawan bahagia menghabiskan jam kerjanya untuk inovatif.

Budaya inovatif hanya tumbuh di ruang yang penuh perbedaan, beragam persepsi, dan kaya dengan skenario. Setiap orang harus berani berbeda dan tidak harus satu pemikiran. Tetapi, ketika keputusan akhir sudah diambil dan ditentukan, maka semua orang harus bersatupadu dalam soliditas dan kolaborasi untuk mewujudkan keputusan tersebut.

Tidak ada ruang nyaman dan jangan biasakan bersembunyi di dalam zona nyaman. Budaya kerja inovatif tidak menyiapkan ruang nyaman untuk siapapun. Semua orang harus terlatih dan terbiasa hidup dalam kreativitas dan bergerak dinamis menuju ke depan. Gerak dan langkah yang tak terhenti merupakan kekuatan, yang membantu terciptanya budaya kerja yang inovatif.

Semua orang harus terbiasa untuk melakukan sesuatu yang baru. Berani mencoba hal-hal baru. Tidak membiasakan diri untuk mencari kenyamanan, tetapi menjadikan diri kreatif dalam menghadapi perubahan dan kedinamisan.

Dalam budaya kerja inovatif, tidak ada yang permanen dan bersifat tetap. Semuanya bisa berubah, semuanya bisa melakukan pembaruan, semuanya bisa beradaptasi terhadap dunia nyata. Tidak boleh ada kefanatikan terhadap struktur, sistem, budaya, keyakinan, dan nilai-nilai. Bila semua itu harus berubah, maka segeralah menjadi energi inovatif untuk melakukan pembaruan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEBAHAGIAAN KARYAWAN MENINGKATKAN KINERJA DAN PRODUKTIVITAS KERJA

DJAJENDRA 17 07 2014“Dalam hati yang bahagia; loyalitas, integritas, dan rasa tanggung jawab merupakan realitas yang mengalir bersama proses kerja.”~Djajendra

Kebahagiaan di tempat kerja bukanlah sebatas masalah pribadi, tetapi merupakan sesuatu yang strategis dalam proses mencapai keuntungan dan kinerja. Karyawan yang bahagia mampu bekerja dengan sepenuh hati, untuk melayani dan berkontribusi bagi kemajuan perusahaan. Kekuatan bahagia di tempat kerja meningkatkan penjualan, pemasaran, keuangan, operasional, dan budaya kerja perusahaan. Karyawan bahagia mampu menciptakan budaya perusahaan yang positif dan kuat.

Perusahaan-perusahaan yang hebat selalu berinvestasi dalam proses untuk menghasilkan karyawan bahagia. Mereka tidak sekedar menuntut karyawan untuk bahagia dan disiplin terhadap budaya perusahaan, tetapi terlibat secara langsung dalam proses pembentukan karakter dan kepribadian bahagia. Sekarang ini, perusahaan sadar untuk fokus pada cara untuk mewujudkan karyawan bahagia. Sebab, mereka tahu bahwa karyawan yang tidak bahagia tidak bisa diharapkan untuk membawa kemajuan bagi perusahaan. Karyawan yang tidak bahagia mudah stres, sulit fokus, membawa banyak masalah ke tempat kerja, tidak mampu membedakan persoalan kerja dan persoalan pribadi, selalu negatif, dan tidak produktif.

Bisnis yang kuat dihasilkan dari budaya kerja, yang membuat para pelakunya bahagia dan menikmati proses dengan senang hati. Budaya menggambarkan sikap, perilaku, karakter, kebiasaan, dan etika kerja. Bisnis yang hebat membutuhkan kekuatan dari orang-orang bahagia, yang selalu bekerja dengan optimis dan penuh percaya diri. Kebahagiaan menguatkan lingkungan perusahaan, untuk mendukung produktivitas dan pencapaian kinerja. Karyawan yang bahagia selalu berenergi positif dan merasa mendapatkan kesejahteraan dan kepedulian dari perusahaan. Dalam hati yang bahagia; loyalitas, integritas, dan rasa tanggung jawab merupakan realitas yang mengalir bersama proses kerja.

Karyawan bahagia memiliki komitmen dan keikhlasan dalam bekerja. Komitmen menjadi kekuatan yang menjauhkan karyawan dari perilaku tidak pasti, atau perilaku kerja yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan keikhlasan menjadi kekuatan, untuk tetap berdaya tahan tinggi dan bermental hebat, dalam menghadapi realitas yang tidak menguntungkan karyawan. Intinya, kombinasi dari komitmen dan keikhlasan menjadikan karyawan mampu memberikan keunggulan kompetitif kepada perusahaan, sehingga perusahaan mampu tampil kuat dan unggul dalam memenangkan pasarnya.

Karyawan bahagia selalu fokus untuk melihat sisi terang dalam setiap persoalan. Mereka tidak akan terjebak dalam perasaan mengasihani diri sendiri, stres, marah, kewalahan, sedih, putus asa, keluh-kesah, protes, menghakimi, melempar tanggung jawab, ataupun energi negatif lainnya. Mereka mampu menjaga suasana hati yang tenang dan damai. Mereka mampu mendapatkan kekuatan yang luar biasa, untuk tetap tenang, berpikir optimis, dan kreatif dalam menemukan solusi.

Orang-orang bahagia memiliki keyakinan bahwa mereka sangat merdeka, dan tidak pernah tertawan atau terjebak dalam keadaan tak berdaya. Mereka selalu optimis dan kreatif dalam menemukan cara baru. Semua realitas dijadikan sebagai pengalaman, untuk membangun karakter diri yang lebih andal menuju masa depan. Orang-orang bahagia selalu memiliki ketenangan dan rasa damai ketika menghadapi sesuatu yang buruk, dan tetap optimis untuk melakukan sesuatu yang baik, sebagai jalan keluar dari sesuatu yang buruk tersebut.  

Kebahagiaan meningkatkan kemampuan untuk cepat bangkit dari keterpurukan. Orang-orang bahagia memiliki berjuta-juta kali kekuatan untuk cepat pulih dari realitas terburuk. Mereka tidak akan lama-lama bersedih. Mereka sangat cepat sadar dan memahami realitas, lalu bangkit dengan motivasi diri yang kuat, untuk menemukan gairah diri dalam solusi yang hebat.

Karyawan bahagia merupakan kekuatan yang menyempurnakan sistem kerja, dan meningkatkan kualitas di dalam proses kerja. Suasana hati mereka selalu positif dan bergerak dengan penuh percaya diri yang optimis. Mereka berpikir dan bertindak dengan yakin dan tenang. Mereka tidak pernah menjadi kritikus terhadap satu sama lain, tetapi memiliki soliditas untuk mengalir bersama kolaborasi kerja yang hebat. Mereka tampil sebagai prajurit korporasi yang andal, yang siap menang di segala medan kompetisi bisnis. Mereka berkonsentrasi pada apa yang seharusnya dilakukan, dan segera bertindak dengan sepenuh hati dan totalitas. Karyawan bahagia sangat produktif, kreatif, berkinerja, konstruktif, positif, murah hati, mengalir, dan menerima semua realitas di dalam suasana hati yang positif dan optimis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Older posts Newer posts

© 2018 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑