PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: ARTIKEL MANAGEMENT AND ORGANIZATION (page 79 of 79)

9 Perilaku Yang Harus Dihindari Pemimpin Publik

“Kelemahan Adalah Keterbatasan Yang Mungkin Akan Membuat Seseorang Tersingkir.” – Peter F. Drucker

Seorang pemimpin publik adalah pribadi yang selalu akan menjadi pusat perhatian banyak orang, dan sangat sulit untuk menghindar dari sorotan publik.

Pemimpin yang cerdas pastinya memiliki perilaku dan cara-cara berkomunikasi yang efektif, dan mampu menghindarkan dirinya dari sorotan negatif publik.

Berikut ini kami sajikan Sembilan perilaku yang harus dihindari pemimpin publik, agar dirinya tidak terjebak dalam sorotan negatif publik.

1. Bersikap Tidak Jelas Dalam Berbagai Hal Yang Terkait Kepentingan Publik.

Pemimpin yang baik harus memiliki integritas diri yang kuat untuk semua hal yang menyangkut kepentingan publik. Tidak boleh ada hal-hal yang disembunyikan dari publik, harus bersikap terbuka dan jujur.

2. Bekerja Tanpa Arah Yang Jelas, Dan Selalu Berputar-Putar Disekitar Visi Yang Tidak Jelas.

Pemimpin yang baik adalah dia yang memimpin dengan visi yang jelas dan terang, serta menjadi penunjuk arah yang penuh integritas.

3. Selalu Membuat Keputusan Yang Kontroversial.

Pemimpin yang cerdas adalah dia yang menghindari kontroversial dan rumor. Dia akan Bekerja untuk mencegah kecemasan publik, dan menciptakan kepastian atas semua keputusan yang dia buat. Dia tidak akan pernah membuat keputusan yang membuat publik khawatir terhadap kehidupan mereka.

4. Pintar Berbohong Kepada Publik.

Mungkin ada pemimpin yang berpikir bahwa dirinya masih bisa berkelit dan berbohong sambil menjaga reputasi dirinya. Tetapi, publik adalah sebuah kecerdasan tanpa batas. Artinya, publik tidak mungkin pernah bisa dibohongi oleh siapa pun.

Jika pemimpin sudah sering membohongi publik, maka publik akan meragukan ketulusan pemimpin, dan mereka akan kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya untuk selamanya.

5. Mengabaikan Ketidakabadian Kekuasaan.

Pemimpin yang cerdas selalu tahu diri bahwa kekuasaan yang dia miliki di hari ini adalah sesuatu yang tidak pernah abadi. Oleh karena itu, semakin banyak kekuatan yang dia miliki, semakin membumi dirinya untuk melayani kepentingan publik. Dia yang cerdas akan meninggalkan warisan dan kenangan terbaik buat publik.

6. Meremehkan Kecerdasan Publik.

Publik pasti tidak memiliki kekuasaan untuk mengatur pemimpin, tetapi publik sangatlah cerdas untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Pemimpin yang cerdas pastinya tidak memiliki alasan apa pun untuk meremehkan kecerdasan publik.

7. Proses Yang Membingungkan Publik.

Pemimpin yang cerdas selalu akan menjaga sensitifitas publik terhadap proses kerja. Setiap janji kepada publik harus diwujudkan melalui proses  kerja yang dipahami publik. Untuk itu, pemimpin harus menghargai hak publik untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi sebuah proses kerja menuju hasil yang dijanjikan.

8. Menanggapi Emosi Negatif Publik Dengan Emosi Negatif.

Pemimpin yang cerdas akan menggunakan bentuk komunikasi yang persuasif untuk melayani emosi negatif publik. Dia tidak akan terlalu mudah untuk  menanggapi emosi negatif publik dengan cara-cara reaktif dan pasif. Dia akan bersikap positif untuk menyebarkan informasi yang meredahkan emosi negatif publik, lalu mempengaruhi cara berpikir publik dengan membahas isu-isu bernuansa mendukung emosi positif publik.

9. Mengabaikan Tanggung Jawab .

Apa pun yang dikerjakan pemimpin, tanggung jawab adalah hal yang tidak boleh terlupakan. Semakin bertanggung jawab pemimpin terhadap setiap ucapan, pikiran, dan tindakannya, maka dirinya akan semakin dipercayai oleh publik.

Artikel ini karya djajendra

Memimpin Diri Sendiri

“Kepemimpinan Yang Sesungguhnya Bukanlah Gengsi, Kekuatan, Atau Status. Melainkan Tanggung Jawab.” – Robin Sharma

Setiap orang di sebuah organisasi haruslah menjadi pemimpin yang memimpin dirinya dan pekerjaannya dengan etika, moralitas, sikap baik, kualitas diri, dan profesional.

Kepemimpinan adalah tanggung jawab kepada orang lain. Kalau di dunia bisnis, kepemimpinan berarti tanggung jawab kepada pelanggan, perusahaan, kolega, atasan, bawahan, dan pekerjaan. Kepemimpinan sepatutnya tidak diukur dengan sebuah jabatan, tapi diukur dari seberapa besar kualitas diri, integritas, dan tanggung jawab untuk melayani orang lain.

Kepemimpinan adalah nilai-nilai kehidupan yang sangat terkait kepada pelayanan diri sendiri dan orang-orang lain. Tingkah laku karakter diri, kestabilan emosi positif diri, dan kondisi pikiran positif akan sangat menentukan kepemimpinan seseorang terhadap pekerjaannya.

Saat Anda berani berkata bahwa Anda adalah karyawan atau pegawai yang professional. Artinya, Anda siap memimpin diri sendiri untuk mengambil tanggung jawab penuh atas kesehatan dan pertumbuhan perusahaan, dan mengubahnya untuk sesuatu yang lebih baik.

Kepemimpinan yang sesungguhnya bukanlah kekuasaan, kekuatan, atau status; melainkan tanggung jawab!

Berikut ini sebuah kisah dari Robin Sharma. Kisah yang bisa menjadi salah satu contoh untuk memimpin tugas dan tanggung jawab dengan sikap baik. (Kisah ini bersumber dari buku Robin Sharma, The Greatness Guide)

”Saya membeli sebuah tas di Evex dan telah beberapa kali pegangannya rusak, lalu saya perbaiki di Evax. Tanpa dipungut biaya. Kemudian berulang lagi saat saya berada di New York beberapa tahun kemudian, pegangan tas itu patah lagi. Ketika kembali ke Evex, saya kira saya harus membayar lagi untuk reparasi kali ini. Kebanyakan bisnis membuat klien menghadapi begitu banyak rintangan: jika Anda tidak menyimpan kuitansinya, Anda tidak beruntung. Jika Anda tidak mengetahui siapa yang mereparasi pertama kali, kami tidak dapat membantu. Jika Anda tidak membelinya di tempat ini, nama Anda tidak tercatat. Namun, Evax berbeda. Mereka tetap menerimanya. Mereka memahami bahwa jika tidak memperlakukan customer dengan baik, maka tidak akan ada bisnis. Mereka tidak lupa siapa yang menaruh makanan di meja mereka setiap malam. Perlakukan customer Anda seperti raja dan kemenangan pun akan Anda raih.

Ketika saya menjelaskan bahwa pegangan tas itu patah lagi, wanita muda di belakang meja, tanpa ragu sedikitpun meminta maaf atas masalah yang saya hadapi. Ia lalu berkata, ” kami berjanji Anda akan dapat membawa tas Anda dalam keadaan sempurna dalam waktu tiga hari. Dan tentu saja, pak, tidak dipungut biaya.” Tidak ada birokrasi yang memerlukan kuitansi reparasi sebelumnya. Tidak ada pertengkaran. Tidak ada masalah. Hanya servis yang bagus, dengan senyum lebar. Wanita ini menunjukkan kepemimpinan yang sesungguhnya. Ia dengan cepat mengenali masalah, mengambil tanggung jawab pribadi, dan membuat keputusan yang tepat. Bagian dari solusi melawan bagian dari masalah. Dan ia membuat kagum customernya ketika proses itu berlangsung. Ia bukan pemilik perusahaan ini. Juga bukan seorang supervisor. Bukan pula manajer. Hanya seorang pemimpin tanpa jabatan.” – Robin Sharma, The Greatness Guide .


artikel ini karya djajendra

Etika Bisnis Menyelamatkan Para Karyawan Dan Pimpinan Dari Perangkap Masalah

“Hitung Hari Yang Hilang Di Mana Matahari Yang Tenggelam Mendapati Anda Tanpa Perbuatan Baik.” – Napoleon Hill

Aktifitas bisnis dilaksanakan dan ditujukan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia, dan agar aktifitas bisnis mampu berjalan secara baik diperlukan etika bisnis. Di mana, etika bisnis mampu memagari perilaku pekerjaan sehari-hari di kantor untuk membuat para pemimpin dan karyawan agar tidak terperangkap dalam masalah.
Bila etika bisnis mampu dijalankan secara tegas dan konsisten, maka nilai-nilai yang ada di dalam etika bisnis tersebut dapat menciptakan sebuah aktifitas bisnis yang sehat dan berkualitas tinggi.

Menjadikan panduan etika bisnis dan code of conduct perusahaan sebagai pedoman kerja, akan menciptakan  praktik bisnis yang bebas dari konspirasi buruk, yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, sehingga mampu mengoptimalkan shareholders value perusahaan.

Secara prinsip etika bisnis itu mengatur agar para pemimpin dan karyawan di perusahaan tidak menjadi korban dari kegiatan bisnis tersebut. Oleh karena itu, pemahaman etika bisnis harus diikuti dengan kekuatan sifat baik yang didukung oleh nilai-nilai moral kehidupan yang tinggi.
Etika bisnis wajib diimplementasikan secara baik oleh setiap orang di perusahaan, agar mampu memainkan peran dan fungsi manajemennya secara profesional, tanpa keluar dari aturan main yang ada di perusahaan, serta mampu memahami apa yang baik dan apa yang tidak baik secara bijaksana.
Etika bisnis itu seperti cahaya yang menerangi semua fungsi dan peran kerja karyawan dan pimpinan. Semakin terang pikiran si karyawan dan pimpinan untuk memahami dan mematuhi etika bisnis, akan semakin tinggi kualitas integritas dan kinerja mereka.
Bila para karyawan dan pimpinan mampu mematuhi etika bisnis secara sempurna, maka secara otomatis mereka akan menjadi energi positif perusahaan; mereka akan menjadi pribadi yang membangun kebaikan di organisasi; mereka akan menjadi pribadi istimewa yang berpotensi meraih sukses tertinggi; mereka akan menjadi pribadi yang dicari-cari oleh perusahaan lain untuk direkrut.
Etika bisnis tidak sekedar aturan yang mengikat para karyawan dan pimpinan di perusahaan, tapi etika bisnis menjadi sebuah energi yang mampu menciptakan nilai tambah buat organisasi.
Etika bisnis adalah perilaku moral dan sikap baik yang menjadi inti dari kekuatan sebuah manajemen, dan inti dari sebuah kekuatan bisnis.

Artikel ini karya djajendra

Karyawan Adalah Harta KarunYang Harus Dirawat

“Karyawan Adalah Harta Karun Yang Harus Dirawat Dan Dikelola Secara Sistematik Dan Profesional. Perusahaan Tanpa Karyawan-Karyawan Yang Hebat Dan Andal, Pastilah Akan Mengalami Kesulitan Dalam Mencapai Kinerja Yang Diinginkan.” – Djajendra

Dalam sebuah penelitian kecil yang kami lakukan, kami menemukan bahwa hampir sebagai besar karyawan tidak memahami visi, misi, dan slogan perusahaannya; dan sepertinya para karyawan masa bodoh soal visi misi perusahaannya, yang mereka pikirkan hanya setiap bulan dapat bayaran yang utuh dari perusahaan. Dipertegas lagi oleh sikap para manajernya yang tidak terlalu peduli pada sikap dan pola pikir karyawannya, dan akhirnya perusahaan hanya berjalan sesuai mood dari para manajer dalam pola rutinitas kerja yang tidak konsisten.

Kesadaran para manajer untuk mengeksplorasi bakat, potensi, dan gairah kerja dari para karyawan sama sekali tidak ditemuhkan. Semua ini disebabkan oleh lemahnya sikap kepemimpinan, yang mana para manajer masih dalam batas kemampuan maksimalnya sebagai seorang mandor, yang belum mampu menunjukkan kualitas kompetensinya sebagai seorang pemimpin.

Secara formil semua kebijakan, prosedur, dan peraturan perusahaan menunjukkan kualitas yang sangat mengagumkan, tapi secara kultur semua kebijakan, prosedur, dan peraturan itu tidak dipedulikan, baik oleh para manajer maupun oleh para karyawan. Semua ini mengakibatkan kinerja perusahaan hanya tergantung pada faktor eksternal, yaitu bila sektor usaha tersebut sedang boming, maka kinerja akan naik pesat. Tetapi bila bisnis perusahaan sedang tidak boming, maka kinerja perusahaan turun pesat juga. Kesannya perusahaan seperti sedang menjalankan bisnis musiman, dan tidak ada upaya serius dari para manajer dan karyawan untuk memperkuat etos kerja di internal perusahaan, termasuk tidak ada upaya untuk menata sistem dan kultur perusahaannya dengan praktik-praktik perusahaan yang sehat dan baik, agar perusahaan bisa tumbuh secara sehat dan kuat.

Sikap karyawan yang masa bodoh pada visi misi perusahaan adalah sebuah beban berat buat masa depan perusahaan. Akibatnya, perusahaan tidak mungkin bisa membangun sistem dan kultur kerja yang andal untuk bisa memacu kinerja maksimal perusahaan secara konsisten. Bila sikap masa bodoh manajer dan karyawan ini terus berlangsung dalam jangka panjang, maka perusahaan sangat berpotensi kehilangan kredibilitasnya di mata para stakeholders.

Manajer dan karyawan seharusnyalah bersatupadu untuk membangun sebuah etos kerja yang penuh disiplin dan penuh perhatian pada makna yang diinginkan oleh visi dan misi perusahaannya, dan tidak bersikap masa bodoh sambil melalaikan visi dan misi yang seharusnya diperjuangkan dengan tekun dan serius dalam sebuah kolaborasi kerja yang harmonis.

Artikel ini karya djajendra

15 Kemampuan yang Wajib Dimiliki Manajer

”Manajer Hari Ini Tidak Sekedar Cukup Memiliki Keterampilan Kuantitatif Dan Analitik Yang Luar Biasa Hebat, Tapi Wajib Memiliki Perspektif Fungsional Dan Teknis Kepemimpinan Yang Luas, Yang Mampu Melewati Sekat-Sekat Emosi Dan Pikiran.” – Djajendra

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin bijak yang dapat dengan mudah memimpin melewati sekat-sekat emosi dan pikiran dalam membangun sebuah keharmonisan. Manajer harus mampu mengajak semua staf-staf nya untuk bekerja bersama nilai-nilai sejati perusahaan; manajer harus mampu menyemangati, mendorong, memberdayakan, dan memberi kekuatan kepada setiap staf-staf nya untuk bekerja sesuai rencana dan target perusahaan.

Untuk itu semua, seorang manajer hari ini haruslah memiliki kompetensi atau keahlian di berbagai bidang, agar dirinya dapat memimpin secara maksimal untuk memenuhi semua kebutuhan perusahaan.

Berikut ini ada lima belas keahlian atau kompetensi yang wajib di miliki manajer hari ini.

1. Kepemimpinan

Manajer hari ini wajib memiliki kompetensi kepemimpinan yang andal dan dipercaya oleh setiap bawahan.

2. Keterampilan Kerja

Manajer hari ini wajib memiliki keterampilan kerja yang optimal. Manajer harus selalu mengupdate pengetahuan dan cara kerjanya setiap saat, untuk diselaraskan dengan realitas kerja hari ini.

3. Kemampuan Memberdayakan

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang cerdas memberdayakan semua fungsi dan peran organisasinya, dengan tujuan menghasilkan kualitas kerja dan kinerja yang maksimal.

4. Kemampuan Memotivasi Dan Memberi Inspirasi

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang berkemampuan untuk memotivasi dan memberi inspirasi kepada staf-staf nya. Di mana, setiap motivasi dan inspirasi ini harus bisa menyentuh lubuk hati terdalam dari para staf untuk bekerja lebih maksimal.

5. Kemampuan Meningkatkan Produktifitas Kerja

Manajer hari ini harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan dan menjaga tingkat produktifitas kerja yang tinggi. Setiap staf harus di beri petunjuk dan pedoman kerja dalam upaya meningkatkan produktifitas kerja secara maksimal.

6. Kemampuan Meningkatkan Kinerja

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang ahli dalam hal memacu potensi para staf dan memacu semua potensi organisasi untuk menghasilkan kinerja yang maksimal.

7. Kemampuan Kerja Sama

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin yang mampu mendorong setiap stafnya untuk bekerja dalam kelompok, saling membantu, berjuang bersama, selalu menjaga kebersamaan, mau berbagi informasi kerja dengan sesama kolega, dan selalu berkomunikasi secara terbuka dalam hal pekerjaan.

8. Kemampuan Mengelola Waktu

Manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin yang bijak, yang mampu memanfaatkan waktu kerja secara optimal untuk menghasilkan out put yang maksimal.

9. Kemampuan Mengelola Konflik Kerja

Manajer hari ini haruslah menjadi seorang pemimpin yang sabar dan tegar dalam hal mengelola semua konflik di pekerjaan. Di mana, setiap konflik kerja harus dikelola dengan sikap tenang, hati penuh kasih sayang dan kepedulian, serta pikiran positif yang di ikuti dengan niat baik untuk menyelesaikan setiap konflik melalui bahasa cinta.

10. Kemampuan Membangun Hubungan Positif

Manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin positif, yang cerdas menggunakan sikap baik untuk membangun hubungan positif terhadap setiap orang. Hubungan positif yang saling melengkapi di antara para staf, untuk kemudian memberikan yang terbaik buat kemajuan perusahaan.

11. Kemampuan Mengurangi Tingkat Stress Dan Depresi

manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin yang mampu bekerja untuk mengurangi ketegangan di tempat kerja. Khususnya, memiliki kemampuan untuk menghapus atau pun mengurangi tingkat stres dan depresi di organisasi.

12. Kemampuan Mengarahkan Staf Untuk Mencapai Sasaran Kerja Tertinggi

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin yang mampu memberikan pedoman dan arahan yang jelas kepada setiap staf, agar para staf mampu bekerja dan bergerak ke arah pencapaian sasaran kerja yang optimal.

13. Kemampuan Membangun Nilai-Nilai Sukses

Manajer hari ini wajib memiliki kemampuan untuk menanam nilai-nilai sukses di dalam organisasi, dan mampu meyakinkan setiap orang untuk bekerja keras sesuai nilai-nilai sukses terbaik.

14. Kemampuan Bekerja Berdasarkan Core Value Perusahaan

Manajer hari ini harus secara tegas dan tanpa kompromi, mengarahkan setiap staf untuk patuh pada setiap nilai-nilai kerja perusahaan. Nilai-nilai kerja perusahaan ini harus diperlihatkan melalui etos kerja yang baik.

15. Kemampuan Bekerja Sesuai Visi Dan Misi Perusahaan

Manajer hari ini harus memiliki kemampuan untuk bekerja sesuai visi dan misi perusahaan. Tidak boleh ada pertentangan antara tugas-tugas harian dengan misi atau pun visi perusahaan.

Artikel ini adalah karya Djajendra

Loyalitas Harus Didukung Dengan Kualitas Diri Yang Unggul

“Loyalitas Membutuhkan Kecintaan Tanpa Alasan, Keyakinan Tanpa Batasan, Dan Keteguhan Hati Pada Visi Yang Diperjuangkan.” – Djajendra

Pagi ini, saya baru saja menyelesaikan sebuah diskusi dengan teman saya, yang merupakan seorang top manajer dari sebuah usaha retail yang cukup besar. Saya mendengarkan dengan penuh antusias tentang kisah loyalitasnya kepada tempat dia bekerja.  Dia dengan sangat percaya diri mengatakan bahwa dia adalah orang penting bagi perusahaan.

“Saya sangat bahagia diperhatikan perusahaan saya. Itu berarti saya menjadi pribadi yang berharga buat perusahaan,” kata dia.

Teman saya ini adalah tipe pribadi yang selalu berpikir positif, dan menjalani pekerjaannya dengan perasaan syukur yang luar biasa. Saya pribadi sangat kagum kepada sikap baiknya itu. Dan saya tidak heran bila bosnya selalu berkata bahwa dia adalah orang terpenting di perusahaan.

Teman saya ini berbicara seperti itu, karena saya minta tolong kepadanya, untuk membantu riset saya tentang loyalitas. Jadi, teman saya itu tidak lagi berbicara menyombongkan diri, tapi sedang membantu saya untuk mengumpulkan informasi tentang loyalitas.

Begitulah cara saya melakukan riset kecil-kecil an. Buat beberapa pertanyaan, lalu mencari nara sumber yang kompeten untuk hal itu.

Loyalitas adalah sebuah dedikasi yang sangat mulia. Tidak semua orang dilahirkan untuk hidup dalam sebuah loyalitas yang tinggi. Loyalitas membutuhkan kecintaan tanpa alasan, keyakinan tanpa batasan, dan keteguhan hati pada visi yang diperjuangkan. Loyalitas tidak pernah berkeliling ke sana-kemari, sambil mencari peluang untuk lari dari tanggung jawab. Loyalitas berarti terikat kepada cinta dan keyakinan di sepanjang kehidupan. Loyalitas selalu melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, dan tidak hanya berkata-kata soal tanggung jawab.

Saya mendapatkan beberapa sikap hebat dari teman saya itu. Menurut dia, untuk menjadi pribadi yang loyal, harus memiliki tanggung jawab, disiplin, kemampuan untuk bekerja sesuai standar kerja perusahaan, dan mampu menepati semua target kepada perusahaan sesuai waktu.

Loyalitas menurut dia, tidak sekedar menjadi setia, dan membebani perusahaan dengan ketidakmampuan diri. Loyalitas berarti juga bekerja dengan hati nurani tertulus untuk menjaga semua kehormatan perusahaan. Artinya, loyalitas harus didukung dengan kualitas diri yang unggul.

Tulisan ini karya djajendra

Newer posts