MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: ARTIKEL MANAGEMENT AND ORGANIZATION (page 79 of 82)

Saat Pemimpin Memotivasi Jiwa-Jiwa Lelah

“Saat Jiwa-Jiwa Bawahan Anda Lelah; Saat Jiwa-Jiwa Pengikut Anda Jenuh; Saat Semua Kehidupan Melihat Hari Esok Dengan Rasa Takut; Maka Saatnya Pemimpin Bangkit Untuk Memotivasi Semua Aspek Kehidupan Dengan Cinta Dan Kepedulian Yang Tulus.”-Djajendra

Saat bawahan dan pengikut terus-menerus didera rasa lelah dan rasa jenuh pada rutinitas yang ada, maka saatnya pemimpin bangkit untuk menjadi pribadi yang bijaksana. Pribadi bijaksana yang tidak dungu, tidak tuli, dan tidak buta terhadap semua kondisi yang dialami oleh para bawahan dan pengikut. Pemimpin haruslah pribadi yang penuh empati, untuk memulai memasuki jiwa-jiwa lelah para bawahan dan pengikut dengan inspirasi, motivasi, dan segala niat baik, agar para bawahan mampu mengatasi semua rasa lelah dan jenuh yang ada.

Di zaman krisis kehidupan seperti saat ini, pekerjaan terpenting pemimpin adalah membangun rasa percaya diri dari setiap bawahan dan pengikut.

Pemimpin harus sadar bahwa saat ini berbagai jenis krisis, mulai dari krisis ekonomi, krisis jati diri, krisis kehidupan, serta berbagai jenis krisis lainnya, telah membuat kehidupan menjadi sangat kompleks dan rumit. Oleh sebab itu, pemimpin harus mau menjadi motivator, inspirator, dan sahabat yang baik, buat membantu mengatasi semua rasa lelah dan rasa jenuh dari para bawahan dan pengikut.

Pemimpin yang cerdik pasti tahu cara-cara hebat untuk memotivasi jiwa-jiwa lelah dari para bawahan dan pengikutnya. Ia adalah seorang pemimpin yang bijak dan sekaligus seorang sahabat buat semua bawahan dan pengikut. Ia tidak akan pernah membiarkan jiwa-jiwa bawahan dan pengikutnya merana dan tidak bahagia. Ia tahu dan selalu mengajarkan kepada para bawahan dan pengikutnya untuk memahami bahwa kebahagiaan dan kedamaian adalah milik abadi mereka. Dan untuk itu, mereka harus rajin dan tekun memperjuangkan diri mereka secara terus-menerus tanpa henti, agar mampu menjadi pribadi-pribadi yang bahagia, dengan jiwa-jiwa yang penuh semangat dan optimis dalam melihat hari esok cerah.

Pemimpin yang bijak pasti mengarahkan semua pengikutnya untuk menjadi pribadi-pribadi yang membangun peradaban perdamaian dan peradaban kebahagiaan, agar semua jiwa-jiwa pengikutnya ada dalam rasa damai dan rasa bahagia yang abadi.

Pemimpin haruslah pribadi yang memiliki kekuatan spiritual untuk kebahagiaan dan kedamaian semua orang, agar ia bisa menjadi cahaya penerang buat jiwa-jiwa yang lelah.

Pemimpin yang bijak adalah pribadi pembangun kultur; pribadi pencipta keadilan; pribadi pemberi cinta dan kepedulian; pribadi yang menjadikan orang lain berharga; pribadi yang memiliki suara hati kebenaran; pribadi yang memiliki keberanian untuk berjuang membawa kemakmuran; pribadi yang cerdas membangun rasa percaya diri pengikutnya; pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual tanpa batas untuk kebahagiaan dan kedamaian alam semesta.

Dalam hal memotivasi jiwa-jiwa lelah para bawahan dan pengikut, pemimpin tidak boleh merasa ragu, tapi harus yakin dan percaya diri, bahwa sesungguhnya kekuatan motivasi dan inspirasi mampu menaklukkan semua jiwa-jiwa lelah dan jiwa-jiwa lemah yang ada disekitar pemimpin.

Keteguhan hati dan pikiran pemimpin untuk menghadirkan sejuta kebaikan kepada bawahan dan pengikut, akan menjadi motivasi tersendiri buat jiwa-jiwa lelah, untuk bangkit dan menyegarkan diri dari rasa lelah dan jenuh.

Pemimpin bijak pasti menjadi motivator penuh empati, yang mampu menyegarkan dan mencerahkan jiwa-jiwa lelah. Ia seorang pemimpin dengan sikap hidup sederhana, yang penuh dengan semangat, gairah, cinta, kepedulian, dan perhatiaan.

Ia adalah sang pemimpin sejati, si guru kebenaran, yang mengajarkan kebahagian sejati buat setiap bawahan dan pengikutnya. Ia tidak pernah lelah untuk memotivasi jiwa-jiwa lelah dari pengikutnya.

Pemimpin Tidak Hanya Sekedar Mengelola Harta Berwujud dan Harta Tak Berwujud Perusahaan

“Yang Sepele Menghasilkan Kesempurnaan, Dan Kesempurnaan Bukan Hal Yang Sepele.” – Michelangelo

“Saya Harus Menciptakan Suatu Sistem, Atau Saya Akan Diperbudak Oleh Sistem Yang Diciptakan Orang Lain.”- William Blake

“Pemimpin Yang Terlahir Dari Jalan Proses Yang Panjang Akan Memiliki Kekuatan Dalam Bentuk Kedewasaan Pikiran Dan Perasaan Yang Hebat. Anda Hanya Perlu Menjadi Pribadi Pembelajar Yang Setia Dengan Pikiran, Perasaan, Dan Tindakan Positif.” – Djajendra

“Membuat Yang Sederhana Menjadi Rumit Adalah Hal Yang Lumrah; Membuat Yang Rumit Menjadi Sederhana; Sangat Sederhana, Itulah Kreativitas.” – Charles Mingus

EWSI 7Pemimpin hari ini harus bertindak cerdas dengan  cara mempersiapkan diri menjadi pribadi yang andal untuk memenangkan kompetisi di hari ini.

Pemimpin hari ini harus mampu mengelola harta berwujud dan tidak berwujud perusahaan menjadi kekuatan yang membuat perusahaan menjadi semakin unggul.

Pemimpin hari ini harus memiliki integritas dan kompetensi yang mampu untuk menerangi pikiran dan imajinasi kreatif diri sendiri.

Pemimpin hari ini harus memiliki kualitas yang hebat, karakter yang hebat, etos kerja yang hebat, mind set yang hebat, nilai- nilai kehidupan yang hebat, prinsip-prinsip cara kerja yang hebat, keberanian untuk bertindak yang hebat, dan kecerdikan diri yang hebat agar bisa menjadi pribadi terefektif dalam memenangkan kompetisi bisnis di hari ini dan di masa depan.

Pemimpin yang andal tidak akan tergoda kepada cara-cara instan untuk mendapatkan posisi atau jabatan. Dia akan berjuang keras mengikuti jalan proses menuju kepemimpinan sejati yang andal, sebab dia tahu bahwa pemimpin yang terlahir dari jalan proses yang panjang akan memiliki kekuatan dalam bentuk kedewasaan pikiran dan perasaan yang hebat. Dia selalu menjadi pribadi pembelajar yang setia dengan pikiran, perasaan, dan tindakan positif.

Pemimpin yang hebat tidak akan duduk tenang sambil memerintah melalui kekuatan hierarki jabatan, tapi dia memimpin dengan sikap yang tegas, lugas, dan jelas. Lalu, melalui kekuatan pikiran positif  menggerakkan kekuatan orang lain melalui sistem dan kultur yang memberi ruang kebebasan, untuk bertindak dalam batas – batas tanggung jawab yang telah disepakati bersama.

Pemimpin terbaik akan selalu berkonsentrasi untuk menyelaraskan antara visi dengan realitas, ia tidak akan membiarkan kekuatan sumber daya manusianya bekerja dalam kebingungan arah dan kultur. Ia adalah seorang pencerah yang mampu membangkitkan semangat dan motivasi dari semua orang -orangnya untuk berpikir dan berimajinasi searah visi perusahaan. Ia selalu menerangi pikiran dan imajinasi dari orang – orangnya untuk selalu fokus pada misi, strategi, dan memberi kesadaran akan arah perjuangan perusahaan secara jelas untuk mendapatkan hasil terbaik.

LARANGAN UNTUK SEORANG PEMIMPIN

“Temukan Harapan Dan Impian Bawahan Anda, Dan Bantulah Mereka Untuk Menemukan Potensi Sukses Mereka Bersama Perusahaan.” – Djajendra

“Setiap Sikap Baik, Setiap Ucapan Baik, Setiap Pikiran Baik, Setiap Senyum Tulus, Akan Mengantar Anda Untuk Menjadi Pribadi Yang Dihormati Dan Disenangi Oleh Orang Lain.”-Djajendra

Pemimpin adalah panutan yang harus memiliki keterampilan untuk merangkul setiap bawahan dengan sikap baik.

Pemimpin tidak sekedar menjadi seorang bos, tapi harus tahu tentang bagaimana cara terefektif untuk berhasil menjadi teman dan sahabat buat para bawahan. Untuk itu, seorang pemimpin wajib menjadi pendengar yang bijak dan penuh empati.

Berikut ini delapan hal yang harus dipahami seorang pemimpin:

1. Pemimpin tidak boleh mengganggu ide dan pemikiran bawahan, biarkan berkembang dan arahkan ke jalur yang benar.

2. Pemimpin tidak boleh mengabaikan antusias bawahan yang bermaksud menyampaikan pesan tertentu, biarkan bawahan menyampaikan pesan dan menyelesaikan semua kalimat secara utuh dan jelas.

3. Pemimpin tidak boleh memotong dan menghentikan pembicaraan bawahan dengan berkata ”Saya sudah tahu”, atau kalimat sejenis. Dengarkan saja dalam sikap sabar sampai bawahan selesai berbicara.

4. Pemimpin tidak boleh secara terang-terangan menyatakan tidak setuju dengan bawahan, tapi memberi pujian atas ide dan konsep bawahan, sambil berkata ”Terima kasih”.

5. Pemimpin sebaiknya jangan menggunakan kata-kata “Tidak”, “Tetapi”, dan “Namun”. Pastikan semua kata-kata bermakna tegas, lugas, jelas, dan tidak ragu.

6. Pemimpin tidak boleh bimbang saat mendengar penjelasan bawahan. Fokuskan diri untuk mendengarkan semua kalimat bawahan secara baik. Untuk itu, jangan biarkan mata dan perhatian berkeliaran di tempat lain saat bawahan sedang berbicara.

7. Pemimpin harus menyimak semua kata dan kalimat bawahan, kemudian pada akhir dialog menanyakan pertanyaan yang cerdas kepada bawahan, untuk menunjukkan perhatian dan kepedulian yang besar pada ide bawahan tersebut.

8. Pemimpin harus memberi kesan positif dan dan profesional, saat mendengar semua kata dan kalimat dari bawahan.

Pemimpin Adalah Pelaksana Strategi

“ Orang Yang Berani Menyia-Nyiakan Satu Jam Dalam Hidupnya Berarti Belum Mengetahui Nilai Kehidupan.” – Charles Darwin

Pemimpin terbaik adalah pelaksana strategi yang hebat, dan mampu mengeksekusi setiap rencana dengan cara-cara yang hebat.

Dia selalu disiplin untuk mempersiapkan diri buat kreativitas yang hebat. Dia Selalu fokus pada visi, misi, strategi, dan nilai-nilai perusahaan. Dia Mampu bekerja untuk menciptakan struktur yang berfungsi dengan efektif.  Dan dia selalu melakukan tindakan positif untuk mengawali perjalanan menuju puncak sukses.

Dia juga memiliki mental super-optimis untuk bekerja buat kuantitas kerja yang sesuai target dan harapan perusahaan; buat kualitas kerja yang mampu menghasilkan hasil kerja yang baik, ditinjau dari ketelitian, kerapian, kebersihan, biaya, serta berdaya guna.  Dia selalu Bekerja melalui proses pencapaian hasil yang sesuai dengan standar kerja perusahaan. Dia selalu Berdisiplin dalam memanfaatkan waktu yang ada untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan efektif, serta cerdas memanfaatkan alat-alat bantu kerja untuk pelayanan yang hebat.

Dia tahu bahwa pemimpin harus pintar memahami perencanaan kerja jangka pendek maupun jangka panjang; pintar melakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak secara efektif, tegas, lugas, yang dilandasi dengan sikap baik; pintar melakukan delegasi dengan cara mendelegasikan tugas dan tanggung jawab sesuai perencanaan kerja.

Dia adalah seorang pemimpin yang mampu melakukan pembinaan, pengawasan, kerja sama, serta memiliki sikap disiplin, dedikasi, loyalitas, kemandirian, dan tanggung jawab yang konsisten.

Dia selalu sadar bahwa pemimpin yang baik pasti mampu membangkitkan semangat dan motivasi dirinya sendiri untuk mendapatkan sukses tanpa batas.

Kutu Loncat

” Karyawan Kutu Loncat Sifatnya Tidak Mampu Melakukan Pengabdian Total Tanpa Ada Bayaran Yang Wajar.” – Djajendra

Ada dua tipe karyawan yang selalu berjuang untuk meraih karier yang lebih baik dipekerjaan. Pertama, tipe karyawan yang secara setia fokus kepada sebuah perusahaan untuk mencapai jenjang karier tertinggi. Dan yang kedua, tipe karyawan yang suka mencari peluang melalui pindah-pindah kerja, yang biasanya disebut juga sebagai karyawan kutu loncat.

Tipe karyawan kutu loncat selalu memiliki pemikiran bahwa hanya melalui pindah kerja dia mampu mencapai jabatan, gaji, dan kekuasaan yang lebih tinggi. Untuk itu, tipe karyawan kutu loncat ini selalu secara sempurna mempersiapkan diri dengan berbagai kualitas yang unggul, agar dalam persaingan dia mampu mendapatkan pekerjaan baru dengan gaji yang lebih besar. Masalah loyalitas sangat jauh dari mind set para karyawan kutu loncat. Buat mereka pekerjaan itu sifatnya profesional yang harus saling menguntungkan. Mereka bukan pribadi yang mampu melakukan pengabdian total tanpa ada bayaran yang wajar.

Mereka juga tidak mudah diperdaya dan dimanfaatkan oleh perusahaan. Sifat dan karakter  karyawan kutu loncat ini biasanya sangat percaya diri dan sangat yakin bahwa ada jutaan perusahaan yang siap memberikan hal-hal lebih baik kepada mereka dari pada perusahaan mereka yang sekarang. Dan mereka juga sangat terdidik, pintar, cerdik, serta memiliki hubungan pergaulan yang luas.

Sebenarnya karyawan kutu loncat ini adalah aset yang sangat berharga buat perusahaan, tapi karena tidak semua perusahaan pintar untuk memanfaatkan potensi dan kecerdasan mereka, maka para kutu loncat ini selalu berpetualang dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk mendapatkan semua impian dan harapan mereka. Jarang sekali seorang karyawan kutu loncat bisa bertahan lebih dari tiga tahun di sebuah perusahaan. Dengan kemampuan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki, mereka tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik.

Dalam banyak peristiwa yang saya amati, para karyawan kutu loncat ini selalu mencapai prestasi tinggi lebih cepat dibandingkan para karyawan yang fokus pada sebuah perusahaan. Apakah Anda tertarik menjadi karyawan kutu loncat?

Saat Pemimpin Menjadi Supertrainer

“Walaupun Mungkin Seorang Pemimpin Tidak Terlibat Dalam Proses Perekrutan Dan Pemberhentian Para Stafnya, Tapi Ia Masih Bisa Melatih Mereka Untuk Menjadi Pribadi-Pribadi Yang Andal Dan Profesional.”-Djajendra

Organisasi masa depan menuntut pemimpin tidak hanya sekedar menjadi bos yang perintah sana perintah sini, tapi menjadi pemimpin yang mampu membimbing, mengarahkan, dan memberi rasa nyaman kepada semua bawahan.

Pemimpin harus bertindak dengan efektif untuk menemukan keberhasilan dengan dukungan dari para staf yang terlatih secara profesional. Dan untuk itu, pemimpin wajib memposisikan dirinya sebagai supertrainer yang membantu para stafnya menemukan kualitas kerja terbaik dalam diri mereka masing-masing.

Walaupun mungkin seorang pemimpin tidak terlibat dalam proses perekrutan dan pemberhentian para stafnya, tapi ia masih bisa melatih mereka untuk menjadi pribadi-pribadi yang andal dan profesional dalam upaya menyelesaikan pekerjaan mereka di kantor secara bijak.

Peran pemimpin sebagai supertrainer berbeda dengan peran bos dalam proses penyelesaian pekerjaan. Pemimpin sebagai supertrainer wajib menjalankan peran sebagai seorang pengamat, pembimbing, pengarah, pengkritik, pendidik, dan pemberi solusi.

Pemimpin harus mampu menggabungkan antara pengalaman akademis dan pengalaman praktis, sehingga mampu menjalankan peran secara optimal untuk menjadikan para trainee atau pun para staf memiliki wawasan dan keterampilan yang berkualitas tinggi.

Istilah supertrainer yang digunakan dalam tulisan ini menunjukkan bahwa peran pemimpin sebagai trainer itu total dan tidak sama seperti peran, fungsi, dan tanggung jawab trainer-trainer biasa. Seorang supertrainer harus dekat dengan trainee dan harus memiliki intuisi, empati, dan niat baik untuk menegakkan nilai-nilai profesionalisme di tempat kerja secara total dan utuh.

Fungsi pemimpin sebagai supertrainer adalah sebagai pelaku inti dalam proses transformasi pengetahuan, wawasan, dan keterampilan menjadi nilai-nilai yang siap untuk dikerjakan dan dikembangkan oleh trainee.

Pemimpin tidak boleh sekedar menjadi trainer, tapi juga menjadi komunikator yang mampu menyampaikan semua pesan secara jelas, efisien, dan efektif.

Tanggung jawab pemimpin sebagai supertrainer adalah mempersiapkan tema pelatihan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan trainee. Sebaiknya, pemimpin bersama para trainee menentukan pokok-pokok pikiran yang akan menjadi materi pelatihan.

Pemimpin juga memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan trainee ke dalam proses belajar yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas karakter, kemampuan personal, skill yang sesuai dengan tuntutan kerja, dan kesadaran untuk memiliki perusahaan.

Pemimpin sebagai supertrainer harus mampu mengamati dan mempelajari semua bakat dan potensi trainee. Selanjutnya, semua bakat dan potensi itu di motivasi untuk berprestasi di tingkatan yang lebih tinggi.

Pemimpin juga tidak boleh membiarkan orang-orang yang berkualitas tinggi diam dan tidak berkontribusi buat kemajuan organisasi.

Sebagai supertrainer pemimpin wajib mengeksplorasi semua bakat dan potensi trainee secara maksimal, agar para trainee yang juga merupakan para staf dapat berprestasi secara maksimal, serta dapat berperan aktif dalam menciptakan solusi-solusi hebat buat kesuksesan organisasi.

PEMIMPIN DAN MOTIVASI

Seorang pemimpin harus cerdas mencapai kesepakatan dengan pemimpin-pemimpin lain buat kebaikan orang banyak.

Seorang pemimpin harus pintar berbicara untuk membangun komunikasi yang hebat dengan banyak orang.

Seorang pemimpin harus memperlihatkan contoh kepemimpinan yang efektif melalui kemampuan berkomunikasi yang konsisten dalam komitmen yang dipercaya oleh banyak orang.

Pemimpin yang baik akan selalu menjadikan semua pihak sebagai sahabat sejati untuk kemajuan orang banyak.

Pemimpin yang baik selalu sadar diri bahwa ia merupakan alat untuk menciptakan keadilan, kesejahteraan, dan perdamaian buat kehidupan banyak orang.

Pemimpin yang baik selalu bekerja cerdas untuk mencapai kesepakatan buat menciptakan kemakmuran dan perdamaian buat banyak orang.

Pemimpin yang baik selalu siap menjadikan dirinya sebagai alat untuk membantu kehidupan orang lain secara jujur dan adil.

Pemimpin yang baik tidak akan memanfaatkan sebagian besar waktu-waktunya untuk memperkaya diri sendiri, tapi dia akan menggunakan semua waktunya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup orang banyak.

Pemimpin yang baik selalu fokus untuk membangun kepercayaan diri dari orang banyak melalui komunikasi yang membangkitkan harapan dan gairah hidup.

Pemimpin yang baik selalu akan menjelaskan semua rencananya dalam bahasa sehari-hari yang mudah dipahami oleh siapa pun.

Pemimpin yang baik tidak akan merahasiakan apa pun dari orang-orang yang membantunya sejak awal.

Pemimpin yang baik selalu mengajak semua orang untuk berlari ke arah visi yang sama.

Pemimpin yang baik selalu membuat ucapannya menjadi realitas yang membahagiakan semua orang.

Pemimpin yang baik selalu memberikan contoh yang nyata dalam membangun karakter positif dari orang banyak.

KEPRIBADIAN YANG MISKIN INTEGRITAS PASTI TAK MAMPU MEMATUHI ETIKA

“Kekayaan Sejati Seseorang Akan Terlihat Dari Kekayaan Integritas Dirinya Buat Kehidupan Banyak Orang.” – Djajendra

Sehebat apapun  Profesionalisme dan kecerdasan seseorang,  bila integritas dirinya miskin maka dia akan menjadi pribadi yang paling tidak jujur, dan paling sering berbohong kepada kehidupan. Dan, Anda tidak mungkin dapat membuat kesepakatan yang baik dengan orang yang suka berbohong.

Kecerdasan, profesionalisme, kekuatan, kekuasaan, dan senyum baik dari orang yang miskin integritas diri, pastinya tidak akan berguna buat kehidupan orang lain. Artinya, integritas diri buat melayani kehidupan lain dengan benar adalah kunci sukses keberhasilan sebuah jabatan. Ingat, jabatan yang bersih dan berguna itu tidak akan pernah masuk ke dalam jebakan kekuasaan dan hawa nafsu.

Sebenarnya sangat sederhanan untuk memiliki integritas diri yang kaya dan berempati, yaitu dengan cara mulai berlatih dengan jujur untuk memiliki kekuatan sifat jujur. Nantinya, melalui kekuatan sifat jujur, Anda akan menjadi pribadi merdeka yang hidup dalam integritas diri yang hebat.

Orang-orang yang miskin integritas selalu mencari seribu satu cara untuk mengakali orang lain, dan bertindak tidak jujur buat keuntungan pribadi. Apalagi bila orang tersebut memiliki jabatan, kekuasaan, dan kesempatan, maka dia akan menjadi pribadi serakah yang tidak pernah kenyang.

Kemiskinan integritas adalah hal yang paling berbahaya dalam kehidupan. Semakin banyak orang-orang yang miskin integritas, maka semakin serakah dan tamak orang-orang tersebut. Setiap kesempatan dan setiap kebutuhan pasti akan dikonversi dalam bentuk materi untuk menjadi keuntungan pribadi.

Bad Corporate Governance Melalui Budaya Konspirasi

”Ketika Pemimpin Dan Karyawan Menjalankan Budaya Konspirasi Buat Kepentingan Pribadi, Maka Good Governance Akan Mati.” – Djajendra

Ketika pemimpin atau pun karyawan berkonspirasi untuk mengisi kantong-kantong pribadi secara tidak jujur, maka etika bisnis dan code of conduct akan terabaikan dan terlupakan, termasuk semua kekuatan dan keunggulan perusahaan akan menjadi tidak berdaya.

Praktik bad corporate governance melalui budaya konspirasi akan  menciptakan kerusakkan moral dan mental di semua aspek organisasi secara total. Hal ini akan mengakibatkan rusaknya semua aspek fundamental perusahaan, dan secara perlahan-lahan perusahaan akan masuk ke dalam masalah besar.

Perusahaan yang menjalankan praktik good corporate governance haruslah tetap melakukan evaluasi dan memperkuat sistem, prosedur, dan etos kerja secara periodik, agar tidak ada pihak di internal perusahaan yang bermain dalam budaya konspirasi.

Budaya konspirasi selalu tidak terlihat secara kasat mata, tapi dia hidup subur dalam organisasi dengan pemimpin dan karyawan yang tidak jujur. Oleh sebab itu, akan sangat sulit untuk membuktikan terjadinya konspirasi yang merugikan organisasi.

Para pelaku budaya konspirasi biasanya adalah orang-orang yang sangat cerdik, yang sangat pintar menata organisasi perusahaan untuk dimanfaatkan buat keuntungan pribadi. Dan semua praktik organisasi selalu berjalan tanpa hati nurani yang baik buat kemajuan dan kesuksesan organisasi. Mereka biasanya memanfaatkan semua fasilitas dan kemudahan yang ada buat keuntungan pribadi, untuk dijadikan sebagai lahan subur mengisi pundi-pundi pribadi.

Mencari bukti dalam budaya konspirasi sama seperti mencari sebuah jarum kecil di tumpukkan jerami.
Pada umumnya para pelaku budaya konspirasi sangat cerdik untuk menerapkan semua sistem dan kultur yang hebat di organisasi, tapi semua itu hanya bersifat formal dan tidak bersifat kultural.

Budaya konspirasi adalah sebuah budaya yang membuat semua pelakunya terlibat dalam persekongkolan yang terfokus pada upaya mencari keuntungan pribadi semaksimal mungkin. Mereka tidak terlalu peduli pada etika dan moral, biasanya etika dan moral hanya dijadikan sebagai slogan yang berwajah semu, tapi tidak menjadi realitas di kehidupan sehari-hari. Mereka selalu bertopengkan good governance, yang biasanya terlihat rapi dan tersusun indah di rak kantor, tapi semua itu hanya bersifat formal dan tidak menjadi budaya sehari-hari.

Budaya konspirasi menciptakan perilaku kolusi yang merugikan masa depan organisasi. Budaya konspirasi selalu dicintai oleh para pemimpin yang bernafsu mencari kekayaan maksimal secara instant. Budaya konspirasi adalah racun berbahaya yang merusak kesehatan organisasi. Oleh sebab itu, sangatlah bijaksana bila para pemimpin tidak membudayakan konspirasi, tapi menjaga organisasi agar tetap kuat dan sehat melalui praktik bisnis good corporate governance yang menguntungkan stakeholder.

Cara Mengembangkan Etos Kerja Di Perusahaan

”Tipe Orang Yang Saya Cari Untuk Mengisi Pos Manajemen Tingkat Atas Adalah Pekerja Keras, Orang Yang Tidak Bersikap Seperti Kebanyakan Orang, Orang Yang Berusaha Melakukan Lebih Daripada Yang Diharapkan. Mereka Selalu Menargetkan Sasaran Yang Lebih Tinggi.” – Lee Iacocca

Pada umumnya kehidupan di perusahaan lebih banyak dihabiskan untuk melakukan aktifitas perencanaan, operasional, pengawasan, dan evaluasi. Sangat jarang ada aktifitas pencerahan batin karyawan untuk memahami budaya perusahaan, etika kerja, visi, misi, dan nilai-nilai perjuangan perusahaan. Padahal sebagian besar kegagalan perusahaan diakibatkan oleh rendahnya etos kerja karyawan.

Etos kerja yang rendah membuat semua strategi dan rencana kerja perusahaan yang hebat itu, tidak mampu dijalankan oleh karyawan dengan maksimal. Akibatnya, perusahaan akan kekurangan energi sukses dari para karyawannya. Oleh karena itu, sudah saatnya perusahaan peduli kepada pengembangan etos kerja secara berkelanjutan dalam semua aspek aktifitas perusahaan.

Salah satu cara terefektif untuk pengembangan etos kerja, adalah melalui penginternalisasian budaya perusahaan ke mind set setiap karyawan. Budaya perusahaan yang wajib diwujudkan dalam berbagai macam kebijakan, aturan, sistem, dan prosedur kerja. Termasuk di dalamnya, seperti panduan etika bisnis, panduan code of conduct, dan panduan sop yang jelas.  Di mana, nilai-nilai perjuangan yang ada dalam budaya perusahaan tersebut harus dieksplorasi untuk dicerahkan kepada setiap karyawan.

Proses penginternalisasian nilai – nilai etos kerja ini harus dilakukan dengan sikap tegas dan konsisten, untuk menghasilkan karyawan-karyawan yang beretos kerja unggul dan berkualitas. Sikap tegas dan konsisten ini harus berkelanjutan, tak boleh terhenti di satu titik, dan bersifat terus-menerus melalui evaluasi dan perbaikan.

Tidak ada salahnya bila perusahaan mau memberikan pencerahan melalui konsep doktrin kepada setiap karyawan. Sebab, dipercaya konsep doktrin bisa lebih memaksa pikiran bawah sadar untuk menerima nilai-nilai yang diharuskan oleh perusahaan, untuk dimiliki oleh para karyawannya. Perlu diingat, tidak semua orang bisa menerima pencerahan, kadang diperlukan doktrin yang tegas untuk membangun etos kerja yang unggul.

Pengembangan etos kerja dapat dimulai dari aksi pencerahan atau pun aksi doktrinisasi terhadap mind set karyawan; untuk menjalankan rencana dan strategi bisnis perusahaan sesuai sasaran; untuk menjalankan birokrasi administrasi yang efektif dan efisien; untuk melakukan  prosesing yang telitih dan telaten; untuk melakukan efisiensi di semua aspek biaya; untuk memanfaatan teknologi secara efisien dan efektif; mampu melayani pelanggan dengan sikap baik dan profesional; mampu memaksimalkan kualitas aset-aset produktif untuk menjadi mesin uang; dan mampu bekerja untuk mempercepat perputaran bisnis dengan kualitas etos kerja terbaik.

Etos kerja yang berkualitas tinggi haruslah menjadi jati diri, etika, budaya, dan moralitas perusahaan dalam relasinya dengan stakeholder. Tanpa adanya etos kerja berkualitas, perusahaan hanya akan menjadi beban buat stakeholdernya, dan tidak pernah menjadi aset yang menguntungkan stakeholder.

Older posts Newer posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑