MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Work Life Balance (page 9 of 11)

Keseimbangan Kerja dan Hidup

MENJADI PRIBADI YANG CERDAS TAKDIR DALAM MOTIVASI HIDUP

DJAJENDRA2013“Seorang pemain poker tidak bisa mengubah kartu yang sudah dibagikan kepadanya, tetapi dia bisa menemukan cara untuk memainkan kartu-kartunya agar menang. Demikian juga dalam kehidupan, setiap orang tidak bisa mengubah kartu takdir yang sudah dibagikan Tuhan kepadanya, tetapi mereka bisa menemukan cara untuk memainkan kartu-kartu takdir itu agar meraih impian.”~Djajendra

Takdir bermakna ketetapan Tuhan; ketentuan Tuhan; dan kehendak Tuhan. Jadi, kata takdir adalah bahasa spiritual yang harus dipahami agar diri bisa lebih ikhlas dan bersyukur terhadap segala sesuatu yang terjadi.

Orang-orang yang cerdas takdir biasanya selalu berjuang dan bekerja dengan sepenuh hati untuk meraih tujuan dan impian. Mereka akan menyusun rencana yang tepat dan berani mengambil risiko untuk meraih segala sesuatu yang diinginkan. Dan, mereka tidak akan pernah cemas ataupun takut untuk hasil akhirnya. Sebab, mereka sangat dekat dengan Tuhan, sehingga mereka tidak ingin mempertanyakan ketentuan Tuhan.   

Orang-orang yang cerdas takdir tidak akan pernah merasakan hal-hal buruk di dalam hidup, mereka akan menemukan rasa syukur dan terima kasih, untuk kemudian menciptakan sesuatu yang indah dari realitas buruk tersebut. Rasa syukur dan terima kasih selalu dijadikan sebagai harta yang paling abadi untuk memperkaya hidup mereka.

Mereka sangat cerdas menemukan cara untuk menciptakan sesuatu yang indah, walau realitas sedang menampilkan sesuatu yang menakutkan. Dan, mereka juga sangat cerdas menyusun strategi dan taktik untuk memanfaatkan takdir demi mewujudkan impian mereka.

Kenapa orang-orang cerdas takdir selalu termotivasi untuk meraih sukses?

Karena takdir adalah bahasa spiritual, dan spiritual itu sendiri berada dalam medan gaib, sehingga menjadi tidak kelihatan dan hanya dapat dirasakan oleh batin. Maka hal ini membuat sebagian dari proses perjuangan menjadi tidak kelihatan atau berada dalam rahasia Tuhan. Oleh karena itu, orang-orang yang cerdas takdir selalu percaya bahwa Tuhan sedang bekerja untuk membantu upaya mereka. Jadi, mereka akan fokus dan bekerja dengan totalitas untuk mencapai tujuan dan impian mereka. Keyakinan akan adanya energi alam semesta yang digerakan Tuhan untuk membantu mewujudkan impian mereka; telah menjadikan orang-orang yang cerdas takdir ini selalu hidup dalam semangat, gairah, motivasi, penuh perjuangan, dan selalu bersyukur dengan realitas hidup.

Sikap rendah hati dan kebiasaan untuk belajar segala sesuatu dari persepsi positif dan optimis akan menjadikan diri semakin cerdas takdir. Orang-orang yang cerdas takdir biasanya kaya dengan pengalaman hidup, dan sudah memiliki mental yang paling tangguh, sehingga mereka menjadi sangat ikhlas untuk menyerahkan hasil akhir dari kerja keras dan totalitas mereka kepada kehendak Tuhan.

Bila totalitas dan sepenuh hati dijadikan energi etos kerja, maka tidak ada kesulitan besar atau tidak ada beban kehidupan yang tak terangkatkan. Motivasi hidup yang cerdas takdir selalu akan belajar untuk melihat tantangan sebagai hal yang berharga. Jadi, mereka tidak akan tunduk atau menyerah pada tantangan, tetapi mereka akan mengubah tantangan menjadi peluang untuk meraih sukses.

Para pejuang sukses selalu fokus pada jalur tujuan. Mereka akan terus bergerak dengan penuh disiplin di jalur tujuan mereka. Mereka tidak akan memotong jalur atau menjadi ugal-ugalan di jalur tujuan mereka. Mereka selalu patuh dan taat pada etika, aturan, peraturan, dan kebijakan yang ada di jalur tujuan mereka. Mereka tidak pernah marah atau mengasihani diri sendiri atas berbagai hambatan dan risiko yang ditemui di jalur tujuan. Mereka hanya akan fokus untuk sampai secepatnya, termasuk rajin mencari taktik dan strategi yang paling tepat agar hal-hal yang diinginkan segera terjadi.

Orang-orang cerdas takdir adalah orang-orang yang menemukan kembali masa depannya dengan doa-doa kepada Tuhan. Mereka akan menjadi para pembelajar yang terus-menerus memperluas wawasan hidup. Mereka tidak akan membiarkan dirinya hidup dengan wawasan sempit. Mereka selalu membuka kembali apapun yang mencoba menutup mata dan visi mereka. Jadi, mereka selalu menjadi orang-orang rasional yang cerdas spiritual.

Orang-orang cerdas takdir selalu suka mentertawakan dirinya sendiri atas berbagai situasi yang menghambat perjalanan mereka menuju tujuan. Jadi, mereka tidak akan panik ataupun ketakutan dengan situasi penghambat, tetapi mereka akan tenang dan fokus untuk menemukan pemecahan masalah terbaik, sehingga situasi penghambat bisa disingkirkan dari jalur tujuan hidup mereka.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KECERDASAN EMOSIONAL MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

DJAJENDRA2013“Ketika budaya tempat kerja tidak cocok dengan kepribadian, maka pilihannya hanya dua, yaitu: meninggalkan tempat kerja atau mencerdaskan emosi agar dapat menerima budaya tempat kerja dengan ikhlas.”~Djajendra

Sudah bahagiakah Anda di tempat kerja?

Menjadi bahagia di tempat kerja adalah syarat utama untuk dapat meminimalkan stres dan juga untuk meningkatkan produktivitas kerja. Dan hal ini, dapat diwujudkan bila Anda mampu meningkatkan kualitas kecerdasan emosional di tempat kerja.

Intinya adalah bahwa setiap orang di tempat kerja harus lebih cerdas emosinya agar dirinya bisa lebih efektif dan efisien dalam memaksimalkan kinerja seperti yang diinginkan.

Pilihan untuk meninggalkan tempat kerja bukanlah tindakan yang bijak, sebab tempat kerja yang lain juga belum tentu bisa cocok dengan batin Anda. Jadi, pilihan yang paling baik adalah dengan mencerdaskan emosional Anda, sehingga apapun keadaan dan budaya di tempat kerja, Anda pasti mampu menyesuaikan diri, karena emosi Anda sudah cerdas untuk hal tersebut.

Budaya kerja yang peduli kepada keseimbangan emosi kerja dan emosi kehidupan, adalah budaya kerja yang mampu meminimalisir penurunan kinerja. Kepedulian dan perhatian kepemimpinan terhadap kemampuan adaptasi para karyawan dalam lingkungan kerja, serta kemampuan mereka untuk secara alami menjadikan diri mereka sebagai bagian dari budaya kerja, akan memicu bakat dan potensi mereka untuk memenuhi semua harapan dan keinginan perusahaan. Dengan demikian, para karyawan mampu mengelola karir mereka dan mencari cara untuk memajukan diri sendiri, serta menjadikan dirinya sebagai energi yang berkontribusi untuk memenuhi keinginan pencapaian kinerja yang lebih produktif.

Bila tim manajemen dan para pemimpin mengabaikan pentingnya kecerdasan emosional ataupun menganggap hal ini sebagai urusan pribadi karyawan, maka perusahaan tidak akan pernah memiliki sumber daya manusia yang berkualitas untuk mencapai kinerja yang lebih produktif.  

Kepemimpinan wajib mengambil tanggung jawab penuh untuk masalah kecerdasan emosional. Sebab, keberadaan setiap karyawan bertujuan untuk melayani dan berkontribusi pada visi dan tujuan yang telah direncanakan oleh kepemimpinan. Karyawan sebagai energi peningkat kinerja dan produktivitas, haruslah disiapkan untuk selalu dalam performa terbaik, sehingga keterlibatan mereka secara total dan sepenuh hati dapat memenuhi harapan dan tujuan perusahaan.

Emosi karyawan yang cerdas akan menjadi aset yang sangat membantu perusahaan dalam peningkatan kinerja, reputasi, dan kredibilitas. Karena emosi baik yang cerdas ini adalah aset, maka secara rutin, perusahaan wajib melatih dan menginternalisasikan nilai dan pengetahuan agar karyawan menjadi lebih  memahami cara untuk mengoptimalkan kecerdasan emosional mereka.

Bila perusahaan ingin mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi; maka perusahaan haruslah merawat mereka dengan pelatihan, pencerahan, motivasi, harapan, cinta, perhatian, penghargaan, kemajuan, dan kasih sayang. Tetapi, dalam realitas, sering sekali para pemimpin menganggap sumber daya manusia yang berkualitas itu bisa dibeli, sehingga dengan gaji yang tinggi dan fasilitas yang mewah dianggap sudah dapat memiliki para profesional yang hebat.  Pemikiran seperti ini, pada akhirnya akan memberikan rasa kecewa kepada hasil akhir perusahaan.

Karyawan memiliki emosi yang selalu mudah jenuh dan bosan; karyawan juga memiliki aliran pikiran kreatif yang selalu berontak untuk keluar dari sebuah situasi yang tidak disukai; karyawan juga setiap hari tumbuh bersama kematangan jiwa spiritualnya; dan karyawan juga selalu bahagia bila dirinya dihargai dan dipercaya dengan sepenuh hati. Jadi, diperlukan budaya organisasi yang mampu menunjukkan kematangan bersama dengan semangat kebersamaan, dalam empati yang menyeimbangkan antara apa yang diperlukan oleh pekerjaan dengan apa yang diperlukan oleh jiwa manusia.

Semakin otentik perilaku positif orang-orang di dalam perusahaan, semakin cerdas emosional mereka untuk saling merangkul dan menciptakan landasan bersama agar dapat menumbuhkan inovasi dan peluang yang lebih baik.

Kecerdasan emosional karyawan akan menghargai dan mengalami pengalaman kemanusiaan untuk menjadikan dirinya lebih sadar berkontribusi dan melayani. Emosi yang cerdas akan menjadikan seseorang sadar siapa dirinya di tempat kerja; memahami apa fungsi dan perannya; mampu memanajemani diri sendiri dengan memanfaatkan waktu secara berkualitas, untuk semua aspek dan dimensi kehidupan kerja dan pribadi; mampu memotivasi diri sendiri dan menjadi mandiri di dalam semua tindakan, serta mampu bersikap proaktif; mampu menghargai perbedaan dan keanekaragaman dari pola pikir, sifat, sikap, keyakinan, kepercayaan, persepsi, dan logika berpikir; serta selalu cerdas emosi untuk mengalirkan potensi dan bakat diri ke dalam sumber daya dan budaya perusahaan.

Orang-orang yang cerdas emosi selalu menjadi lebih bertanggung jawab di tempat kerja. Dan juga, lebih berintegritas terhadap segala sesuatu tentang pekerjaannya, sehingga mereka lebih mudah menyatu ke dalam tim kerja. Dampaknya, mereka menjadi energi perusahaan yang sangat bertanggung jawab, sangat mudah menjadi solid di dalam kolaborasi dan kerja sama, dan semakin dapat dipercaya untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang penuh tantangan.

Kecerdasan emosional pastilah akan meningkatkan kinerja dan produktivitas individu; kecerdasan emosional pastilah akan meningkatkan kesadaran diri untuk memperkaya kapasitas diri dengan kompetensi dan kualitas yang tinggi; dan kecerdasan emosional pastilah akan meningkatkan sensitivitas keberadaan diri di dalam kebersamaan kerja.

Pada akhirnya, para karyawan yang cerdas emosional akan sadar untuk mencapai potensi penuh mereka, juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja dan produktivitas mereka. Dan, semua itu akan terjadi oleh dorongan diri sendiri, dan juga dari umpan balik yang mereka terima dengan ikhlas dan sepenuh hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMANFAATKAN WAKTU DENGAN BIJAK DAN CERDAS

“Waktu adalah harta yang sangat menentukan kualitas hidup. Semakin baik manajemen waktu, semakin baik kualitas hidup yang bisa didapatkan.”~Djajendra

Sebagian orang mampu melakukan banyak hal untuk hidupnya dengan waktu yang mereka miliki, sebagian yang lain selalu merasakan tidak punya waktu.

Sesungguhnya kehidupan sudah sangat adil memberikan jumlah waktu yang sama untuk setiap orang, tetapi masih banyak yang menemukan dirinya kekurangan waktu.

Perasaan kekurangan waktu pasti berdampak pada penundaan dan akan menjadi alasan untuk tidak bertindak.

Bagi orang-orang yang super sibuk dengan aktivitas hariannya yang melebihi kewajaran, waktu betul-betul menjadi barang yang sangat mewah. Kadang untuk keluargapun tidak punya waktu, termasuk untuk dirinya sendiri.

Walau semua orang mengerti bahwa manajemen waktu yang baik merupakan keterampilan yang sangat membantu kehidupan kerja dan pribadi. Tetapi, Tidak semua orang terlatih dengan penuh disiplin di dalam manajemen waktu yang berkualitas.

Semua orang juga tahu bahwa manajemen waktu yang baik dapat menjaga stres seminimal mungkin, serta meningkatkan produktivitas diri. Tetapi, tidak semua orang mampu memiliki disiplin yang patuh pada prioritas tertinggi agar waktu mereka benar-benar mengalir di dalam aktivitas yang produktif.

Waktu haruslah bersahabat dengan perilaku yang penuh disiplin dan terfokus secara efektif untuk mencapai tujuan. Bila waktu tidak terkontrol dan tidak terkelola di dalam prioritas, maka waktu tidak akan pernah ada untuk mencapai apa-apa yang diimpikan.

Alat kontrol waktu yang paling efektif adalah perilaku dan kebiasaan diri di dalam disiplin prioritas. Bila perilaku dan kebiasaan diri sudah tahu kemana dan dimana, maka diri dengan mudah dapat mengalir bersama waktu untuk mendapatkan apa-apa yang dicari.  

Tujuan adalah tempat diri harus mengalir bersama waktu. Bila tujuan tidak jelas ataupun kurang tepat, maka diri akan membuang-buang waktu, dan akan mengalir di dalam kebingungan prioritas yang saling bertentangan.

Gunakan waktu dengan bijak dan jangan mengabaikan penetapan tujuan yang sederhana dan jelas. Lalu, siapkan diri untuk bisa melayani tujuan dengan sistem kerja yang meminimalkan waktu, tenaga, upaya, dan sumber daya. Dan yang terakhir, miliki etos kerja dan etos kehidupan yang mampu menciptakan keseimbangan kerja dan kehidupan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI ADALAH ILMU UNTUK MENCAPAI TUJUAN

“Bila Anda tidak ikhlas mengalami kerugian, Anda pasti tidak akan berani menempuh jarak yang lebih jauh bersama risiko.”~ Djajendra

Motivasi adalah ilmu sepanjang sejarah manusia.

Motivasi telah membuat manusia berkembang bersama perubahan dari zaman pra sejarah sampai dengan zaman informasi dan pengetahuan. Dan, akan terus berkembang bersama kreativitas dan inovasi menuju zaman-zaman yang lebih baru di masa depan.  

Ilmu motivasi akan terus membawa manusia ke masa depan sesuai gairah dan harapan. Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan motivasi seseorang untuk mencapai hal-hal yang diimpikannya. Sebab, motivasi mengajarkan bahwa apapun yang dapat diimpikan pasti dapat diwujudkan.

Apapun yang memotivasi seseorang akan mengubah seluruh kehidupannya. Motivasi adalah kekuatan yang akan mengantar seseorang untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.

Dalam realitas kehidupan, ilmu motivasi selalu digunakan untuk menguatkan persepsi dan keyakinan, baik yang rasional maupun yang tidak rasional.

Ilmu motivasi akan selalu bekerja sesuai niat dan perjuangan yang terfokus pada tujuan yang akan diwujudkan. Jadi, apapun tujuan dan niat seseorang, apakah itu hal-hal baik, ataupun hal-hal tidak baik, akan terwujud bila dikuatkan dengan motivasi.

Di sepanjang sejarah manusia; manusia selalu terlibat dalam pekerjaan yang mempunyai tujuan, visi, misi, dan keinginan untuk mencapainya. Bukti-bukti dari masa lalu telah menceritakan tentang kuatnya motivasi manusia untuk mencapai visi. Dan jelas, sampai hari ini juga, setiap pribadi, organisasi, perusahaan, negara, ataupun kelompok, secara terus-menerus termotivasi di dalam kreativitas, inovasi, dan perubahan, untuk mencapai hal-hal yang dapat mereka rencanakan ataupun imajinasikan.

Motivasi tidak hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang bergerak maju untuk menciptakan peradaban yang lebih modern di masa depan. Tetapi, juga dimanfaatkan oleh orang-orang yang terobsesi untuk berkehidupan model masa lalu di masa depan. Jadi, walau perubahan selalu memaksa semua hal harus berubah sesuai konteks zaman, tetapi motivasi yang kuat akan menghambat perubahan itu.

Sering sekali orang-orang termotivasi untuk hal-hal yang mustahil. Tetapi, energi kreatif dan inovatif mampu menghadirkan teknologi, sehingga hal-hal yang awalnya mustahil dapat menjadi sesuatu yang nyata di dalam kehidupan.

Motivasi adalah gerakan sepenuh hati dari hati nurani untuk mengambil apa yang menjadi harapan dan obsesi di dalam hidup. Seseorang yang termotivasi, pasti akan bekerja dengan totalitas dan penuh disiplin, untuk mendapatkan apa yang ia perjuangkan. Dan, ia juga tidak akan takut untuk berhadapan dengan berbagai rintangan, risiko, dan bahaya.

Motivasi di dalam hati akan menjadikan seseorang berjuang dalam totalitas.

Ketika seseorang termotivasi dengan sangat kuat terhadap sesuatu hal, maka hal-hal yang membuatnya termotivasi itu, akan mengubah hidupnya sejalan dengan ide-ide atau nilai-nilai yang terkandung di dalam hal-hal tersebut. Jadi, hidupnya akan terfokus pada informasi, pengetahuan, wawasan, dan persepsi yang dimunculkan dari hal-hal yang membuatnya termotivasi. Dalam hal ini, “sesuatu hal itu”, bisa positif  atau juga bisa negatif.

Motivasi adalah ilmu untuk mencapai tujuan. Bila tujuan seseorang terfokus pada hal-hal positif, maka motivasi tersebut akan menghasilkan hal-hal baik untuk kehidupan. Dan sebaliknya, bila tujuan seseorang terfokus pada hal-hal negatif, maka motivasi tersebut akan menghasilkan hal-hal buruk untuk kehidupan. Jadi, motivasi hanyalah energi yang menguatkan proses untuk pencapaian tujuan, dan hanya akan melayani majikan yang memanfaatkannya untuk pencapaian tujuan.

Sering sekali seseorang termotivasi oleh keadaan hidup, dan oleh alasan untuk menghindari sesuatu yang lebih buruk. Jadi, mereka yang merasa berada dalam situasi kehidupan yang tidak menguntungkan, mampu bangkit dan termotivasi untuk mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera maupun lebih bahagia.

Motivasi adalah pemberi energi penguat untuk semangat hidup di sepanjang proses menuju pencapaian tujuan.

Orang-orang akan termotivasi untuk insentif yang ditawarkan oleh realitas kehidupan, sehingga apapun akan mereka lakukan untuk mendapatkan insentif tersebut, khususnya untuk memenuhi harapan dan tujuan hidup mereka.

Ada juga orang-orang yang sangat mempercayai intuisi mereka sendiri, lalu termotivasi oleh intuisi untuk mendapatkan insentif, serta menghindarkan diri dari risiko yang lebih buruk.  

Ilmu motivasi sangat tergantung kepada niat dan tujuan. Bila niat dan tujuan untuk mengoptimalkan potensi diri, maka diri akan mencapai kesejahteraan dan kemajuan tanpa batas. Jadi, segala sesuatu untuk kemajuan diri sangatlah penting dikuatkan dengan ilmu dan pengetahuan motivasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

DEMORALISASI LINGKUNGAN KERJA DAN MENGUATNYA BUDAYA KONFLIK

“Kepemimpinanlah yang paling bertanggung jawab atas efek demoralisasi di tempat kerja. Ketidakdewasaan pola pikir kepemimpinan, rendahnya kecerdasan emosional, serta lemahnya pengetahuan moral dan etika, akan menjadikan kepemimpinan sebagai sumber penyebab demoralisasi karyawan di tempat kerja, termasuk sebagai akar masalah dari penurunan kualitas kerja dan budaya kerja.”~ Djajendra

Lingkungan kerja yang penuh dengan perang dingin sangatlah tidak sehat. Nama besar dan kantor yang mewah bukanlah sebuah jaminan, akan adanya kehidupan kerja yang bahagia dan harmonis. Selama pikiran negatif, emosi buruk, perilaku tidak etis, serta perasaan paling benar dan paling pintar menguasai batin individu di dalam perusahaan; maka selama itu mereka akan menyebarkan virus yang melemahkan budaya kerja, serta menjadi penyebab konflik berkelanjutan di internal perusahaan.

Di dalam perusahaan yang tidak saling menghormati, serta terbiasa dengan perilaku paling tahu dan paling berhak, maka penurunan harga diri dan moral kerja berpotensi menjadikan proses kerja tidak efektif. Selanjutnya, hal ini akan terus memburuk di dalam konflik perang dingin, yang pada akhirnya akan menghilangkan potensi dan peluang luar biasa dari keunggulan sumber daya manusia.

Semua sikap, sifat, perilaku, dan kebiasaan negatif di tempat kerja adalah penyebab rendahnya produktivitas, dan tingginya perasaan tidak bahagia di tempat kerja. Energi negatif yang dikeluarkan oleh setiap individu di tempat kerja, akan menyebar seperti virus untuk memperlemah daya tahan budaya kerja. Apalagi bila energi negatif ini dikeluarkan oleh para manajer yang berada di dalam struktur organisasi, maka dampak kerusakan budaya kerja akan sangat luar biasa.

Lingkungan kerja adalah ruang dan waktu yang mempertemukan orang-orang, yang wajib berurusan satu sama lain, setiap hari. Jadi, bila di dalam hubungan setiap hari ini, energi negatif menjadi bagian yang paling berkuasa, maka pastilah lingkungan kerja tersebut akan menjadi beracun, dan merusak suasana hati orang-orang didalamnya untuk berkontribusi dengan sepenuh hati.

Kesadaran untuk mengenali lingkungan kerja sangatlah penting. Bila setiap orang hanya mengikuti kemauan ego dirinya sendiri, serta mengabaikan hal-hal positif pembentuk keharmonisan dan soliditas kerja, maka tidaklah mungkin lingkungan kerja akan memberikan kedamaian dan kebahagiaan. Jadi, realitas lingkungan kerja saat ini adalah sebuah cerminan yang memperlihatkan wajah asli dari kualitas moral sumber daya manusia perusahaan.

Kepemimpinan di dalam perusahaan, mulai dari tingkatan manajemen atas, tengah, dan bawah, sangatlah menentukan proses penguatan lingkungan kerja yang positif, yang kadar konfliknya rendah. Dalam hal ini, kepemimpinan dari semua tingkatan di struktur organisasi harus tampil proaktif dengan perilaku etis dan sikap baik.  Bila kepemimpinan di dalam perusahaan ikut-ikutan berkontribusi di dalam konflik yang saling merobek budaya kerja, maka perang dingin bisa meningkat menjadi perang terbuka. Yang hasilnya, setiap hari diisi dengan pertengkaran oleh kerusakan etika dan integritas.

Lingkungan kerja berbudaya konflik biasanya terlihat dari disiplin kerja yang rendah; dari tingginya aliran gosip kantor yang merusak moral kerja; politik kerja oleh komplotan yang saling bergerombol untuk memenangkan kepentingannya; kepemimpinan yang ragu dan tidak tegas untuk menjalankan kode etik kerja; serta moral kerja manajemen yang rendah, yang menyebarkan perilaku tidak sopan, dan tidak etis diantara karyawan di dalam lingkungan kerja.

Perilaku dan penampilan seorang manajer yang sombong dan tidak mengerti tata krama komunikasi, bahkan penampilan seorang supervisor yang ketus dan pedas, akan menjadi energi negatif yang secara perlahan-lahan merusak dan memperlemah budaya kerja.  

Kepemimpinanlah yang paling bertanggung jawab atas efek demoralisasi di tempat kerja. Ketidakdewasaan pola pikir kepemimpinan perusahaan, rendahnya kecerdasan emosional, serta lemahnya pengetahuan moral dan etika, akan menjadikan kepemimpinan sebagai sumber penyebab demoralisasi karyawan di tempat kerja, termasuk sebagai akar masalah dari penurunan kualitas kerja dan budaya kerja.

Ditingkatan pelaksana kerja, karyawan hanya memiliki kemampuan untuk mengontrol tindakan dan reaksi dirinya sendiri. Mereka tidak memiliki kuasa untuk mengontrol reaksi, tindakan, dan apa yang orang lain katakan dan lakukan. Sebab, mereka hanyalah karyawan pelaksana yang tidak memiliki kekuasaan atau otoritas. Mereka hanyalah fungsi proses kerja, yang menjalankan rutinitas pekerjaan untuk diakumulasikan ke dalam hasil akhir. Jadi, peran karyawan pelaksana hanyalah sebatas tukang yang menjalankan perintah dari pekerjaan dan kepemimpinan. Oleh karena itu, kepemimpinan perusahaan harus menjadi contoh dan teladan yang memperlihatkan perilaku etis dan tata krama di dalam menciptakan budaya kerja yang harmonis dan unggul. Sebab, hanya para pemimpinlah yang memiliki kekuasaan dan otoritas untuk mengatur setiap perilaku, sikap, sifat, tindakan, dari siapapun di dalam organisasi. Menjadi pemimpin yang kuat dengan integritas, etika, dan profesionalisme kerja; akan menjadikan pemimpin tersebut sebagai energi positif yang memperkuat budaya kerja, serta memperkuat lingkungan kerja menjadi lebih produktif dan harmonis.

Kepemimpinan dan manajemen yang cerdas, pasti tidak akan menginginkan lingkungan kerja, yang bermoral rendah dan penuh konflik. Semakin cerdas kepemimpinan dan manajemen melengkapi lingkungan kerja perusahaan dengan sikap, perilaku, sifat, dan tata krama yang etis; semakin kuat dan berkualitas lingkungan kerja tersebut. Setiap langkah yang terlambat untuk memperbaiki lingkungan kerja, akan menjadikan semakin rusak budaya kerja oleh efek demoralisasi, yang dampaknya pasti merugikan kepemimpinan dan manajemen.

Tidaklah boleh seorangpun yang membenarkan perilaku buruk, apalagi perilaku yang menyakiti atau merugikan orang lain di tempat kerja. Setiap ketidakjujuran dan ketidakaslian jati diri hanya akan menjadi energi negatif, yang mengkontribusikan hal-hal buruk ke dalam sistem kerja. Oleh karena itu, penguatan integritas dan etika yang terus-menerus haruslah menjadi pekerjaan yang tidak boleh dilupakan oleh manajemen perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TUMBUHLAH DIMANA ANDA DITANAM OLEH KEHIDUPAN

DJAJENDRA PROFILE“Hidup berarti harus cerdas tumbuh dan berkembang bersama kebaikan. Tumbuhlah di lahan kebaikan dengan optimis dan penuh tanggung jawab. Lalu, miliki pikiran positif untuk selalu bersyukur dan berterima kasih dengan tempat yang menumbuhkan potensi dan kualitas hidup Anda.” ~ Djajendra

Sudahkah Anda bersyukur dengan kehidupan Anda? Apakah setiap hari Anda sudah rajin dan tekun, untuk membersihkan semua pola pikir dan emosi yang mencoba mengurangi rasa syukur Anda kepada realitas kehidupan?  Semua rasa syukur Anda terhadap realitas kehidupan, akan menjadikan Anda tumbuh dan terus berkembang dengan lebih baik.

Tumbuhlah di tempat kerja Anda dengan penuh gairah; tumbuhlah di lingkungan kehidupan sosial Anda dengan sikap baik; tumbuhlah di ruang keluarga Anda dengan bahagia dan damai. Di manapun Anda ditanam oleh kehidupan, Anda harus cerdas beradaptasi dan menjadikan diri Anda tumbuh dengan baik.

Dunia Anda ada di dalam pola pikir Anda; kehidupan Anda ada di dalam kecerdasan emosi Anda untuk memahami hidup. Jangan bandingkan kehidupan Anda dengan orang lain, karena dunia Anda hanya Anda sendiri yang dapat menciptakannya dengan pola pikir Anda.

Semua kebahagiaan hidup berasal dari pola pikir yang terbiasa dengan rasa syukur dan terima kasih. Rasa syukur dan terima kasih tidak bisa dibeli dengan uang, tetapi harus dialami dari kesenangan Anda atas hal-hal yang Anda kerjakan, dan dari keikhlasan Anda untuk menerima hasil dari hal-hal yang Anda kerjakan ataupun jalani.

Berhentilah menatap cermin dan sering-seringlah untuk melihat ke luar jendela rumah. Anda harus lebih sering melihat realitas kehidupan agar wawasan kehidupan Anda selalu lebih luas. Bila Anda lebih suka menatap diri di cermin rumah Anda, maka Anda akan menjadi terlalu nyaman dengan keindahan diri Anda, atau merasa sedih dengan ketidakindahan diri Anda.

Beranikan diri untuk melihat kehidupan yang lebih luas, yang melewati batas keyakinan hidup Anda. Hal ini diperlukan agar Anda memiliki wawasan untuk membentuk  pola pikir yang cerdas mengeluarkan Anda dari zona kenyamanan hidup. Bila Anda terjebak dalam zona kenyamanan hidup, maka Anda akan mengalami kesulitan untuk pertumbuhan pribadi, serta mengalami kemunduran dalam memahami realitas hidup.

Saat Anda tumbuh pastilah akan muncul tantangan ataupun masalah. Untuk itu, bersikaplah dengan positif atas masalah Anda, dan kalau bisa pujilah masalah Anda sebagai peluang untuk perbaikan. Semakin cerdas Anda bersyukur atas masalah dan tantangan hidup, semakin Anda akan memiliki kekuatan atas ketahanan diri yang tidak terkalahkan oleh hal apapun. Anda akan terus tumbuh di lahan kehidupan Anda, dan pastinya sangat beradaptasi untuk mengatasi semua rintangan dan kekurangan.

Rasa syukur dan terima kasih akan menciptakan pola pikir yang cerdas mengganti marah  dengan penghargaan; mengganti frustasi dengan rasa syukur; mengganti tekanan dengan ketenangan; mengganti kekurangan dengan kelebihan; mengganti negatif dengan positif; termasuk, menjadi kekuatan untuk menyembuhkan sakit hati ataupun perasaan kalah, serta menciptakan energi positif untuk memperkuat daya tahan diri dalam menghadapi berbagai perjuangan hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

WORK LIFE BALANCE DITENTUKAN OLEH KUALITAS INTEGRITAS PRIBADI DAN INTEGRITAS ORGANISASI

“Diri yang jujur bercermin di depan integritas, akan menjadi diri yang membantu dirinya sendiri untuk keseimbangan kehidupan kerja yang berkualitas.” ~ Djajendra

Walau keseimbangan kehidupan kerja (Work Life Balance) merupakan sebuah konsep untuk kesejahteraan kehidupan karyawan dan peningkatan kinerja organisasi, tetapi keseimbangan kehidupan kerja bukanlah sesuatu yang dapat memuaskan semua orang. Diperlukan kesadaran dari masing-masing individu, untuk lebih bersyukur dan lebih bertanggung jawab atas kehidupan kerja, lalu melengkapi diri masing-masing dengan integritas pribadi yang konsisten.

Keseimbangan kehidupan kerja bukanlah sesuatu yang dapat dijalankan secara sepihak. Kesadaran pihak perusahaan, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya, sangatlah menentukan keberhasilan dari pelaksanaan keseimbangan kehidupan kerja. Jadi, tidak ada satu model tunggal yang tepat untuk semua orang, dan tidak ada satupun pendekatan yang tepat bagi siapa saja untuk seumur hidup. Sebab, perubahan dalam segala bentuk dari segala aspek berpotensi hadir, untuk menguji daya tahan keseimbangan kehidupan kerja yang sudah dimiliki oleh sebuah organisasi.

Kehidupan yang tidak dijalankan dalam kesederhanaan dan rasa syukur, akan menjadi kehidupan yang sangat rumit dan sulit, untuk menemukan kebahagiaan dari hal-hal yang dikerjakan. Keseimbangan kehidupan kerja mensyaratkan kepribadian yang sangat terlatih dan terbiasa untuk hidup dalam rasa syukur, berterima kasih, pembelajar, rendah hati, toleransi, empati, tahu diri; dan memiliki pola pikir untuk melayani organisasi dengan dedikasi, loyalitas, totalitas, termasuk dengan  kontribusi yang berkelanjutan.

Bila persyaratan di atas tidak terpenuhi, maka tidaklah mungkin organisasi dan karyawan dapat menciptakan kesepahaman dalam menjalankan konsep work life balance. Work life balance sangat ditentukan oleh kesadaran dari kehidupan pribadi yang ingin hidup bahagia bersama pekerjaan yang dicintai, dan juga kesadaran organisasi untuk mempersiapkan tata kelola dan budaya organisasi agar tercipta lingkungan kerja untuk kehidupan keseimbangan kerja.

Implementasi konsep work life balance di tempat kerja bukanlah pekerjaan tunggal dari organisasi, ataupun pekerjaan tunggal dari karyawan. Tetapi, merupakan hasil akumulasi dari semua aspek kehidupan yang bersumber dari dalam dan luar organisasi. Termasuk, pola kehidupan keluarga, tata kelola negara, pemerataan dan pertumbuhan ekonomi, budaya kuat yang optimis, keyakinan dalam wawasan luas dan terbuka, serta pola pikir masyarakat yang positif di lingkungan kehidupan karyawan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan keikhlasan yang luar biasa dari batin karyawan dan organisasi, untuk memperkuat soliditas dan loyalitas dengan integritas organisasi dan pribadi.

Keseimbangan kehidupan kerja biasanya dinyatakan dalam berbagai cara untuk pemenuhan pertumbuhan kebahagiaan dan kesejahteraan pribadi. Dalam hal ini, setiap pribadi harus mempersiapkan pola pikir dan kecerdasan emosional, untuk hidup berdamai dengan diri sendiri dan berdamai dengan realitas kehidupan sehari-hari. Kebahagiaan dan kesejahteraan hanya akan dinikmati saat kepuasan dan ketenangan batin mampu berdampingan dengan pola pikir yang selalu positif.

Organisasi yang menjalankan konsep work life balance pastilah bertujuan agar para karyawan benar-benar bugar, dan penuh energi positif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari. Kesadaran organisasi untuk menciptakan sumber daya manusia yang  cerdas mengembangkan kekuatan integritas dan akuntabilitas dari kesadaran pribadi, akan menjadikan organisasi memiliki bakat-bakat sejati dalam gairah kontribusi dan dedikasi yang luar biasa.

Kualitas integritas pribadi dalam perilaku keseimbangan kerja yang profesional, akan menciptakan batas yang jelas antara kehidupan kerja dan kehidupan keluarga, ataupun pribadi. Walau batas antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi itu sangat tipis, tetapi batas itu dapat menjadikan seseorang lebih mengenal jati dirinya, dan sadar akan peran dirinya atas kehidupan yang harus dijalani dengan tanggung jawab.

Keseimbangan kehidupan kerja tidak hanya membutuhkan umpan balik yang jujur dari orang lain ataupun organisasi. Tetapi, juga harus didasarkan dari kesadaran pribadi untuk selalu bercermin diri dengan jujur. Diri yang jujur bercermin di depan integritas, akan menjadi diri yang membantu dirinya sendiri untuk keseimbangan kehidupan kerja yang berkualitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KETENANGAN KARYAWAN ADALAH AKAR KEMENANGAN ORGANISASI

DjajSCN9599“Sabar dan tenang adalah kekuatan untuk meraih kemenangan. Bila Anda sabar dan lebih tenang dalam menghadapi hidup, maka Anda akan memiliki kekuatan untuk mencapai semua yang Anda inginkan. Walau semua itu harus berjalan sangat lambat, tetapi Anda yang terus bekerja tanpa henti, dalam situasi dan kondisi apapun, akan meraih yang Anda inginkan. Sabar dan tenang adalah kekuatan untuk menang.”~ Djajendra

Setiap kali kehilangan ketenangan, gelisah akan menguasai diri. Ketenangan adalah akar kemenangan. Semakin tenang menghadapi persoalan yang mengesalkan, semakin diri akan mencapai keseimbangan batin. Tenang adalah menang. Jadilah tenang, agar Anda menang dalam mengatasi semua persoalan hidup.

Organisasi yang kuat adalah yang dipimpin oleh orang-orang yang tenang dan sabar bersama rencana kerjanya. Sikap tenang pemimpin akan menular menjadi sikap tenang para bawahan. Bila setiap bawahan mampu bekerja dengan tenang dan sabar; maka produktivitas, kualitas, dan efektivitas kerja akan tercapai dengan sempurna.

Sikap tenang dalam kekuatan kompetensi dan sumber daya yang kuat, akan menjadi kekuatan yang tak tertandingi saat harus berhadapan dengan tantangan besar. Kemampuan untuk mempertahankan sikap tenang, akan menjadi jalan menuju kemenangan atas semua hal yang dihadapi.

Ketika pemimpin kehilangan ketenangan, maka hal ini akan menjadi kelemahan, dan sekaligus menjadi tantangan dalam menciptakan organisasi dengan kinerja terbaik. Dalam kepribadian yang tenang, sabar, dan cerdas ada kekuatan untuk mencapai kinerja terbaik.

Ketika karyawan kehilangan ketenangan di tempat kerja; maka organisasi berpotensi kehilangan efektivitas, moral, reputasi, kualitas, dan semua itu pada akhirnya akan mengurangi kinerja organisasi. Ketenangan di dalam organisasi adalah sesuatu yang wajib diciptakan, agar organisasi bisa meningkatkan kredibilitas dan reputasi kepada stekeholders.

Kesadaran untuk mengembangkan dan menciptakan energi tenang dalam organisasi, akan menguntungkan organisasi. Ketika setiap eksekutif puncak sadar untuk tidak kehilangan ketenangan, dan tetap unggul dalam pengendalian diri, maka organisasi akan terlihat kuat, dan para mitra organisasi akan menikmati kredibilitas organisasi.

Ketenangan tidak akan didapat ketika semua orang di dalam organisasi hanya mampu mengasihani diri sendiri. Ketenangan akan dicapai ketika setiap orang mampu mengembangkan kepribadiannya dengan kecerdasan emosional dan pikiran positif, kemudian bekerja dengan totalitas, dalam perasaan cinta pada tugas dan tanggung jawab.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CARA MEMBUAT KEHIDUPAN MEWUJUDKAN MIMPI DAN VISI ANDA

DJAJENDRA 2013“Sukses seseorang dihasilkan dari potensi dan hasil kerja keras diri sendiri sebanyak 30 persen; sisanya 70 persen adalah hasil kolaborasi alam semesta dan kehidupan sosial, serta kekuatan doa kepada Tuhan.” ~ Djajendra

Ambisi yang berlebihan adalah musuh yang sedang menggiring Anda ke tepian jurang yang sangat dalam. Jadi, apa pun yang ingin Anda kerjakan atau lakukan, lengkapi dengan pengetahuan, dan hindari untuk berspekulasi tanpa pengetahuan yang lengkap. Bila Anda hanya mengandalkan ambisi dan keinginan yang berlebihan, tanpa perhitungan, maka semua yang sedang Anda lakukan itu berisiko seratus persen.

Semakin antusias dan termotivasi diri Anda bersama gairah untuk mewujudkan visi kehidupan Anda, semakin Anda harus rendah hati untuk memahami cara kehidupan melayani semangat hidup Anda. Dalam hidup, kita semua hanya mengerjakan sedikit, alam semesta dengan kekuatan Tuhan mengerjakan banyak hal buat mewujudkan sukses yang kita impikan. Jadi, hindari untuk memelihara sikap tinggi hati, dan juga sikap tahu banyak. Karena, sikap tinggi hati dan tahu banyak akan menjadi penghalang Anda menuju sukses yang sudah disiapkan Tuhan untuk Anda.

Ketika Anda mengerjakan sesuatu dengan niat baik, Anda harus sadar bahwa kekuatan baik dari Tuhan melalui alam semesta juga sedang bekerja untuk mewujudkan niat baik Anda itu. Jadi, jangan pernah ragu atau takut untuk mendorong diri Anda bersama mimpi dan keyakinan diri yang kuat, agar Anda tetap fokus pada upaya mewujudkan niat baik Anda tersebut.

Kehidupan itu sangat cerdas untuk mencerna pola pikir Anda. Jadi, meskipun Anda telah bekerja sangat keras, bila pola pikir Anda masih pesimis, maka sukses Anda akan selalu tertunda. Kuatkan rasa percaya diri dalam sikap optimis, dan pasrahkan semua hasil akhir kepada Tuhan. Kehendak Tuhan selalu akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan untuk orang-orang optimis,  dan juga selama Anda bersyukur dan berterima kasih kepada realitas kehidupan Anda dengan sikap rendah hati.

Tinggalkan pola hidup yang merasakan diri terlalu sempurna untuk melakukan sendiri semua hal. Sebab, saat alam semesta memahami ego dan kesombongan Anda, maka alam semesta akan meninggalkan Anda sendirian. Bila alam semesta menghentikan bantuannya untuk kesuksesan Anda, maka Anda akan terhenti untuk tumbuh dan berkembang bersama energi sukses. Akibatnya, Anda akan merasakan berbagai tantangan, rintangan, risiko, dan cobaan yang menguras semangat dan kekuatan hidup Anda.

Hidup Anda akan menjadi lebih indah, bila Anda lebih menarik kehidupan dengan kecerdasan diri Anda yang rendah hati, termasuk  mengembangkan kualitas dan potensi diri secara terus-menerus, dan selalu memiliki antusias untuk menjadikan semua yang Anda miliki menjadi berguna buat kehidupan banyak orang.

Bersahabatlah dengan realitas, dan ingat bahwa realitas adalah tempat yang terbaik untuk memulai sesuatu. Baik dan buruk selalu akan muncul di setiap titik perjalanan hidup. Saat realitas memperlihatkan kebaikan, tunjukkan sikap rendah hati dan tetap belajar; dan saat realitas memperlihatkan keburukan, tunjukkan bahwa Anda terampil menghitung risiko, dan tetap tenang memperbaiki realitas dengan pengetahuan yang tepat.

Ingatlah selalu bahwa setiap orang seharusnya menjalankan hidupnya dengan niat baik. Sebab, niat baik dalam sikap rendah hati akan terhubung secara positif dengan kekuatan alam semesta, dan kekuatan alam semesta akan selalu menjadi sesuatu yang melindungi semua niat baik sampai mencapai sukses tertinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MELATIH PIKIRAN UNTUK SELALU SEGAR DAN TIDAK MUDAH LELAH

DJAJENDRA 2013“Pikiran dan emosi manusia adalah sesuatu yang indah dan rumit. Tidak ada ilmu dan teknologi yang dapat memasuki misteri dari pikiran, hati, jiwa, emosi, dan impian. Tetapi, kesadaran diri dan kekuatan memahami diri sendiri adalah jalan untuk menguasai misteri tersebut.” ~ Djajendra

Anda harus selalu ada untuk kehidupan Anda. Bila Anda tidak ada untuk kehidupan Anda, maka Anda sedang diperbudak oleh sesuatu atau seseorang. Jadi, sadarkan pikiran Anda, dan selalu jaga pikiran, agar pikiran Anda segar dan tidak mudah lelah untuk menghadapi realitas kehidupan Anda.  

Melatih pikiran untuk selalu segar dan tidak mudah lelah haruslah menjadi disiplin di dalam kehidupan. Pikiran yang segar dan jernih akan terbebaskan dari stres dan kelelahan. Jika Anda stres dan lelah, pasti sulit untuk memahami realitas kehidupan Anda. Akibatnya, Anda mudah panik, khawatir, takut, dan sulit belajar hal-hal baru untuk menemukan solusi.

Ciptakan kebiasaan untuk berolahraga dengan rutinitas, tidur yang cukup, dan diet makanan yang seimbang. Olahraga, tidur, dan diet makanan yang baik adalah hal-hal yang akan menjaga pikiran selalu berada dalam kekuatan yang tidak mudah lelah. Pastikan setiap hari sadar untuk menjaga pikiran dan emosi dalam kondisi prima, serta selalu siap melakukan yang terbaik dengan kreatif dan produktif.

Mengubah pola pikir menjadi lebih positif. Pikiran positif akan menjadi obat untuk meningkatkan fleksibilitas mental dan emosi, serta membuat Anda selalu fokus pada hal-hal terbaik untuk kebaikan hidup Anda. Kuasai setiap momen pada titik-titik kehidupan Anda, yang mengharuskan Anda untuk memiliki pandangan optimis, serta menciptakan keberanian mental untuk keluar dari hambatan dengan perubahan dari pandangan baru.

Ketika kondisi pikiran dan tubuh sedang menurun, segeralah beristirahat. Mengambil istirahat yang cukup akan menyegarkan tubuh dan pikiran. Biarkan pikiran Anda mengembara pada hal-hal indah. Lakukan wisata dengan pikiran positif Anda, imajinasikan tempat-tempat terindah, seolah-olah Anda sedang bersantai dan menikmati tempat-tempat terindah tersebut.

Apapun kondisi kehidupan Anda, pastikan Anda melayaninya dengan pikiran positif. Pikiran positif akan membuat Anda kuat dalam menghadapi pikiran dan emosi negatif dari luar diri Anda. Selama Anda taat pada cara kerja pikiran positif, Anda akan terhindarkan dari gangguan pikiran, memori, aktivitas, dan realitas yang harus Anda hadapi.

Jangan pernah membiarkan pandangan negatif ataupun persepsi negatif orang lain mempengaruhi cara berpikir Anda. Anda mungkin berpikir bahwa orang-orang yang berpikir negatif tersebut sedang membicarakan kebenaran dan realitas kehidupan. Tetapi, Anda harus sadar bahwa di dalam kehidupan ini selalu akan ada kekuatan baik dan kekuatan tidak baik. Artinya, orang-orang yang berpikir negatif tersebut sedang menjadi fasilitator untuk menampilkan kekuatan tidak baik tersebut. Oleh karena itu, kesadaran Anda untuk tidak terpengaruh kepada para fasilitator atau motivator negatif tersebut, adalah sesuatu yang akan menjadikan Anda selalu segar dan tidak mudah lelah dengan hidup Anda.

Temukan pola pikir yang menjauhkan Anda dari para pemikir negatif. Lalu, latih pikiran Anda untuk selalu konsisten dengan pikiran positif. Bila Anda mentolerir para pemikir negatif, maka Anda akan merusak pola pikir positif Anda, dan hal ini akan menjadikan Anda berpotensi untuk kembali menemukan diri Anda di dalam kekuatan pikiran negatif. Jadi, katakan kepada diri Anda sendiri, untuk setiap hari meningkatkan kekuatan pikiran positif. Posisikan emosi dan pikiran positif Anda untuk dapat memahami umpan balik dari sumber manapun dengan tujuan positif, untuk menumbuhkan potensi baik diri Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Older posts Newer posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑