MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Performance Management (page 9 of 9)

Manajemen Kinerja

TUJUAN KARIR YANG JELAS

Anda Pasti Bisa Memperoleh Apa Yang Anda Inginkan Dengan Melakukan Tindakan Terbaik; Anda Pasti Bisa Mendapatkan Masa Depan Anda Yang Terbaik Dengan Menghargai Apa Yang Anda Miliki Sekarang; Dan Anda Pasti Bisa Memiliki Karir Terbaik Seperti Yang Ada Di Dalam Impian Anda Dengan Memberikan Kontribusi Dan Perhatian Penuh Kepada Pekerjaan Anda.” ~ Djajendra

Ketika setiap hari Anda hadir ke tempat kerja tanpa memiliki tujuan karir yang jelas, maka Anda sebenarnya sedang menghabiskan waktu untuk masa depan yang tidak jelas. Tetapkan tujuan untuk diri sendiri, tingkatkan kualitas diri, lengkapi kompetensi diri, lalu persiapkan mental untuk menduduki karir tertinggi yang Anda impikan.

Anda harus termotivasi untuk meraih sukses, dan maju  dalam karir yang Anda impikan. Jangan pernah menyia-nyiakan waktu untuk mencari kekurangan dan ketidakmampuan diri sendiri, tapi siapkan diri Anda untuk menjadi pembelajar seumur hidup. Pastikan Anda selalu siap menerima penugasan apa pun dari pimpinan Anda, agar Anda bisa dipercaya, karena mampu melakukan tugas dan tanggung jawab dengan sempurna.

Kepercayaan yang Anda dapatkan dari perusahaan dan pimpinan akan menjadi modal yang sangat menentukan kemajuan karir ke level yang lebih tinggi. Jadilah pribadi yang selalu tekun untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan lebih berkualitas di setiap peningkatan karir, agar peningkatan karir dapat membawa dampak positif terhadap perkembangan kepribadian Anda yang lebih bahagia.

Anda harus konsisten memberikan dorongan kepada diri sendiri untuk menjadi profesional, agar dapat mencapai lebih baik, berbuat lebih baik, dan bertindak lebih baik dari apa yang harus Anda kerjakan. Untuk itu, miliki pemahaman yang jelas tentang apa yang ingin Anda capai; siapkan diri Anda secara berkelanjutan untuk mencapai prestasi terbaik; miliki kesadaran diri untuk menjadikan diri Anda etis dan berintegritas; miliki waktu untuk membuat diri Anda menjadi lebih berkualitas; dapatkan umpan balik untuk perbaikan kompetensi dan kualitas Anda; ciptakan keseimbangan antara tingkat kemampuan dan tantangan yang harus Anda hadapi; miliki kontrol pribadi atas situasi di tempat kerja; kerjakan kegiatan yang bermanfaat; dan jadilah benar-benar terserap dalam pekerjaan dan rutinitas positif Anda.

Setiap saat lakukan evaluasi dan monitoring terhadap arah dari tujuan yang sedang Anda tekuni. Pastikan semua tujuan Anda tidak terlepas dari sebuah rencana besar yang terkalkulasi secara baik. Dan, jangan pernah membiarkan diri Anda kehilangan semangat dan gairah untuk meningkatkan apa yang telah Anda miliki sekarang.

Pastikan setiap keadaan dalam hidup Anda benar-benar berada dikendali Anda sepenuhnya. Biasakan untuk mengontrol suasana hati dengan kekuatan internal diri Anda. Biasakan untuk bekerja dengan perilaku berdasarkan nilai-nilai kehidupan terbaik, agar masa depan Anda selalu menjadi lebih baik bersama karir kerja Anda yang lebih cemerlang.

Anda pasti bisa memperoleh apa yang Anda inginkan dengan melakukan tindakan terbaik; Anda pasti bisa mendapatkan masa depan Anda yang terbaik dengan menghargai apa yang Anda miliki sekarang; dan Anda pasti bisa memiliki karir terbaik seperti yang ada di dalam impian Anda dengan memberikan kontribusi dan perhatian penuh kepada pekerjaan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMPERKUAT YANG LEMAH

“Tim Manajemen Yang Baik Selalu Bekerja Untuk Memperkuat Setiap Peran Dan Fungsi Di Dalam Organisasi, Agar Keunggulan Dapat Mempermudah Manajemen Untuk Meraih Sukses Yang Terukur Risikonya.” – Djajendra

Peningkatan kinerja selalu menjadi ukuran dari keberhasilan sebuah organisasi. Kemampuan untuk mengidentifikasi fungsi dan peran terlemah, yang paling menghambat setiap proses dalam sistem kerja organisasi, akan menjadi kekuatan untuk menangani dan meningkatkan kinerja organisasi.

Setiap perusahaan pasti berupaya untuk memiliki sistem kerja melalui struktur organisasi yang ramping dan lincah. Kendalanya, selalu saja kompetensi individu dan tim yang lemah dapat menjadi faktor yang membatasi kelincahan organisasi dalam pencapaian kinerja terbaik. Oleh karena itu, tim manajemen dan kepemimpinan harus selalu bekerja untuk meminimalkan kelemahan dengan cara mengidentifikasi, mengelola, memotivasi, dan mengevaluasi kinerja dari setiap fungsi dan peran di dalam organisasi, untuk bekerja lebih efisien dalam mencapai tujuan perusahaan.

Kelemahan yang mengurangi kecepatan dan kelincahan organisasi tidak saja diakibatkan oleh lemahnya orang, tim dan struktur kerja organisasi. Tapi juga lemahnya informasi, peralatan kerja, kebijakan, budaya organisasi, kode etik kerja, atau juga lemahnya sumber daya organisasi secara keseluruhan untuk mendukung pencapaian kinerja terbaik.

Bila sumber daya organisasi secara keseluruhan memperlihatkan kelemahan, maka seberapa baik pun orang-orang melakukan pekerjaan, kelemahan yang ada akan menjadi kendala yang membatasi kinerja organisasi. Di sini, peran kepemimpinan bersama tim manajemen untuk memperbaiki yang lemah harus secepatnya dilakukan untuk tujuan pemulihan kinerja organisasi.

Mulailah perbaikan dengan melihat proses dan sistem kerja yang telah digunakan secara teratur. Kemudian, lakukan pemetaan atas proses dan sistem kerja, lalu identifikasikan apa yang menyebabkan masalah yang melemahkan fungsi dan peran. Setelahnya, temukan penyebabnya dan perbaiki yang lemah untuk bisa bekerja dengan lebih efisien, efektif, dan produktif.

Setiap proses perbaikan harus melalui brainstorming yang memungkinkan setiap orang memberikan solusi untuk digunakan sebagai materi dalam pemecahan masalah. Perbaikan yang dilakukan harus bersifat berkelanjutan dan terus-menerus, sehingga setiap potensi pelemahan di dalam organisasi dapat diditeksi secepat mungkin, agar tidak menghambat pencapaian kinerja organisasi secara keseluruhan.

DJAJENDRA

MENGHENTIKAN PEMBOROSAN DAN MEMBUAT PERUSAHAAN UNGGUL DALAM PELAYANAN

“Pemborosan Dalam Setiap Tahap Proses Produksi Harus Dapat Dihentikan, Bila Perusahaan Ingin Tetap Unggul Dalam Persaingan Bisnis Yang Semakin Ketat. “ – Djajendra

Efisiensi dan efektifitas dalam proses produksi akan menghasilkan produk atau jasa berbiaya rendah. Pemborosan dalam proses produksi hanya akan memaksa pelanggan untuk membayar lebih mahal atas produk dan jasa yang tidak efisien dan efektif.

Salah satu cara untuk mengatasi kompetisi bisnis yang sudah sangat kompetitif; adalah melalui tata kelola dan perilaku kerja yang mengutamakan efisiensi, efektifitas, fleksibilitas, kreatifitas, dan produktifitas yang berkualitas. Bila tidak, maka perusahaan akan kehilangan daya saing untuk dapat berjuang di pasar yang sudah sangat ketat kompetisinya.

Kemampuan manajemen di perusahaan untuk membangun budaya perusahaan, dengan menyederhanakan dan mengatur lingkungan kerja untuk setiap proses kerja, serta mengelola efektifitas dan efisiensi dari setiap fungsi kerja, untuk mengurangi pemborosan di setiap tahap proses kerja, akan menjadikan perusahaan unggul dan berdaya saing kuat.

Budaya perusahaan yang berkualitas harus dapat mengatur dan mengelola secara efektif dan efisien atas persediaan, pelanggan, produksi, sumber daya manusia, hubungan dalam kepentingan sosial, pengolahan data dan informasi, dokumen, pengetahuan, jasa, dan sebagainya. Di mana, semua hal tersebut harus memiliki konsep atau semangat anti pemborosan. Karena, semua biaya besar biasanya akan muncul dari ketidakefektifnya proses kerja atas semua hal tersebut.

Manajemen perusahaan yang cerdas selalu dapat menemukan langkah-langkah efisiensi terbaik, dengan menghapus setiap pemborosan, yang pastinya tidak akan  menambah nilai akhir produk. Pemborosan dalam setiap tahap proses produksi harus dapat dihentikan, bila perusahaan ingin tetap unggul dalam persaingan bisnis yang semakin ketat.

Di pasar, pelanggan selalu berharap produk atau jasa dengan kualitas, penampilan, nilai, dan manfaat yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Sehingga mereka siap membayar untuk produk atau jasa yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan mereka. Untuk ini, perusahaan harus selalu menggunakan filosofi atau konsep Kaizen, yaitu melakukan perbaikan secara terus-menerus tanpa pernah merasa sudah sangat sempurna dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Dalam pelayanan kepada pelanggan atau pasar, perusahaan tidak hanya harus tergantung dibalik standarisasi, tapi harus mampu menciptakan nilai tambah baru, agar pelayanan kepada pelanggan dapat melebihi standar yang ditawarkan.

Perangkap standarisasi dapat membuat produk atau jasa perusahaan tidak terlalu istimewa di persepsi pelanggan, dan oleh karenanya, perusahaan akan semakin mudah dikalahkan oleh para pesaing di pasar yang sangat ketat.

DJAJENDRA

MENGELOLA DAN BERKOMUNIKASI DENGAN STAKEHOLDER

“Kemenangan Bisnis Selalu Bersembunyi Dalam Kekuatan Stakeholder. Perusahaan Yang Cerdas Mencari Kemenangan Bisnis Melalui Kekuatan Stakeholder, Akan Menjadi Nomor Satu  Terbaik Di Dalam Bisnisnya.” –  Djajendra

Kualitas pengelolaan stakeholder merupakan kunci keberhasilan perusahaan dalam mencapai kinerja optimal. Kecerdasan perusahaan untuk melibatkan, mengelola, memanfaatkan, dan berkomunikasi dengan setiap stakeholder secara efektif, akan membuat semua tujuan dan rencana perusahaan mencapai keberhasilan sesuai harapan.

Beberapa waktu yang lalu, saya diundang ke sebuah perusahaan trading yang mendistribusikan berbagai kebutuhan pabrik. Perusahaan ini memiliki stakeholder manajemen yang sangat bagus, mereka memiliki informasi yang sangat lengkap tentang kebutuhan dan kinerja dari pabrik-pabrik yang mereka distribusikan, dan juga memiliki informasi yang sangat lengkap tentang pemasok mereka. Mereka mendidik semua karyawan dan pimpinannya untuk cerdas mengelola komunikasi dengan setiap stakeholder melalui informasi, data, dan status terkini.

Perusahaan trading ini, secara berkelanjutan memperkuat kualitas informasi dan status terkini dari stakeholder. Di mana, semua itu dilakukan melalui manajemen stakeholder yang tertata dan terkelola secara profesional.

Perusahaan ini sangat menyadari bahwa bisnis trading sangat tergantung kepada komunikasi, pelayanan, pemahaman terhadap kebutuhan, dan kemampuan untuk memberikan dukungan total kepada setiap stakeholder.

Setiap stakeholder dari berbagai kepentingan dirangkum dalam sebuah log book. Dalam stakeholder log book ini, tercantum nama stakeholder, cara atau pendekatan  komunikasi, perilaku stakeholder, kinerja stakeholder, jenis dukungan, peran dan kontribusi stakeholder kepada kemajuan perusahaan, tindakan dan komunikasi yang wajib dilayani karyawan untuk kebutuhan stakeholder, dan beberapa informasi penting lainnya.

Konsep manajemen stakeholder dari perusahaan trading ini, terfokus untuk mempengaruhi stakeholder, termasuk untuk meminimalkan komplain dan kesalahan dalam memberikan pelayanan berkualitas.

Dengan memiliki informasi dan status terkini dari para stakeholder, yang secara periodik diperbaruhi terus untuk mendapatkan data terkini. Hal ini, membuat perusahaan menjalankan usaha dengan risiko bisnis yang sangat terkalkulasi.

Di luar strukutur organisasi perusahaan, secara independen atau mandiri, manajemen membentuk tim khusus untuk mengelola isu, komplain, reputasi, kualitas, kehandalan, kredibilitas, dan karakter pelayanan. Hal ini diterapkan untuk semua stakeholder. Artinya, tidak hanya terbatas kepada pabrik atau pemasok, tapi juga kepada karyawan, pimpinan, dan stakeholder lainnya.

Melalui stakeholder manajemen, perusahaan mampu mengidentifikasi dan menetapkan stakeholder kunci dalam prioritas pelayanan sempurna. Selanjutnya, perusahaan bertindak secara profesional untuk memberikan dukungan, dan memenangkan dukungan dari para stakeholder untuk keberhasilan bisnis mereka.

Salah satu bagian terpenting dan sangat menarik dari manajemen stakeholder yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, adalah memotivasi para pemangku kepentingan mereka dengan berbagai program menarik. Tujuan utama dari program yang mereka miliki adalah untuk membuat keterikatan batin yang kuat diantara mereka semua, agar kesetiaan dan proses bisnis yang saling tergantung diantara mereka menjadi semakin kolaboratif.

DJAJENDRA

TUJUAN JANGKA PENDEK DAN MISI JANGKA PANJANG

“Bila Anda Hanya Berencana, Bermimpi, Berharap, Dan Tidak Memulai Dengan Tindakan Cerdas; Anda Hanya Sedang Mengundang Kegagalan Ke Dalam Diri.” – Djajendra

“Jangan Pernah Menganggap Remeh Pekerjaan Kecil Yang Anda Lakukan Setiap Detik, Karena Melalui Pekerjaan Kecil Itulah Pekerjaan Besar Anda Akan Terselesaikan Dengan Sempurna. “ – Djajendra

006Sering sekali orang-orang terjebak dalam rencana jangka panjang, tanpa pernah bisa fokus untuk mengerjakan rencana jangka pendek dengan baik. Mimpi besar dan keyakinan diri yang luar biasa untuk secara instan mewujudkan mimpi besar, akan membuat diri mengabaikan langkah-langkah kecil yang sangat diperlukan dalam rutinitas seharian, untuk mendukung penyelesaian rencana jangka panjang dengan sempurna.

Rencana jangka panjang yang dibuat berdasarkan gambaran besar yang utuh melalui visi yang jelas adalah hal baik, tapi berfokus dan bertindak atas dasar rencana jangka panjang dapat menimbulkan rasa frustasi. Cara terbaik untuk mewujudkan rencana jangka panjang adalah melalui rencana jangka pendek, dengan langkah-langkah kecil yang menghubungkan bakat, potensi, dan sumber daya ke dalam gairah dan keyakinan, untuk menyelesaikan setiap rencana jangka pendek dengan sempurna.

Bila Anda memiliki disiplin dan integritas untuk fokus kepada keberhasilan kecil di setiap langkah kecil menuju mimpi besar Anda, maka Anda tidak perlu khawatir gagal. Sebab, setiap hari energi Anda akan terfokus untuk membangun jembatan dengan fondasi terkuat agar Anda bisa sampai dengan sukses pada misi jangka panjang Anda. Oleh karena itu, jangan pernah menganggap remeh terhadap pekerjaan kecil yang Anda lakukan setiap hari, karena melalui pekerjaan kecil itulah pekerjaan besar Anda akan terselesaikan dengan sempurna.

Kesadaran tidak datang dengan mudah. Hal terpenting dalam mengerjakan rencana jangka pendek adalah dengan memiliki kesadaran tentang apa yang Anda inginkan dan yang tidak Anda inginkan. Sejak dini, Anda harus menyatukan pikiran, hati, dan jiwa untuk memahami apa yang sedang Anda kerjakan dalam rutinitas seharian Anda. Sebab, setiap tindakan dan pikiran harian Anda akan menjadi rangsangan untuk kesuksesan misi jangka panjang Anda. Anda harus memahami panggilan hati Anda untuk pekerjaan yang sedang Anda lakukan. Bila jiwa dan raga Anda mampu mengetahui apa yang Anda inginkan dan sedang Anda lakukan, maka seberapa keras dan menguras energi perjalanan Anda menuju misi rencana jangka panjang, akan terlihat indah dan penuh gairah.

Jangan gentar dengan risiko. Setiap rencana pasti di dalamnya hidup risiko yang bisa membuat Anda sukses atau pun membuat Anda gagal. Bila risiko tidak diawasi, maka risiko dapat membuat teror dalam setiap langkah kecil Anda menuju misi jangka panjang Anda. Miliki kesadaran diri yang utuh untuk memulai perjalanan panjang Anda menuju misi jangka panjang Anda, dengan keterampilan dan kecerdasan untuk mencegah risiko dari awal. Jangan pernah membiarkan risiko tumbuh menjadi besar dan kuat, nanti dia akan menjadi ancaman dan bencana buat perjalanan menuju misi jangka panjang Anda.

Miliki informasi dan data yang sempurna untuk merancang tujuan jangka pendek agar tersambung pada misi jangka panjang. Pastikan Anda bekerja melalui rencana jangka pendek yang efektif dan selalu melakukan evaluasi secara mingguan. Berikan respon perubahan dengan cepat dan efisien untuk memperbaiki hal-hal yang tidak selaras dengan misi jangka panjang. Perkuat integritas, disiplin, dan tindakan melalui nilai-nilai yang dapat menciptakan motivasi pada semua sumber daya yang mendukung misi Anda. Anda harus selalu jelas bersama mimpi dan rencana Anda, agar mimpi dan rencana Anda dapat mengantar Anda pada misi yang Anda rencanakan.

Rencana yang sempurna, tanpa melalui kesadaran diri yang kuat, akan membuat rencana tersebut kehilangan kekuatan untuk mengeksekusinya. Metode yang sempurna, dan ide-ide yang brilian, tanpa kesadaran diri yang kuat, hanya akan menjadi ilusi yang membawa diri menjauh dari mimpi dan harapan. Pastikan Anda selalu memulai perjalanan menuju misi Anda dengan kesadaran diri yang sempurna, dan setiap saat mampu memahami makna dari ide-ide Anda, serta mau menjadi pembelajar sejati yang berdisiplin dengan tujuan, dan ikhlas menyesuaikan tujuan sesuai keadaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KARYAWAN BERKUALITAS

“Karyawan Adalah Modal Intelektual Yang Paling Bernilai Untuk Dirawat Secara Berkelanjutan Demi Keunggulan.” – Djajendra

Pengembangan kualitas karyawan yang berkelanjutan haruslah menjadi prioritas. Bila perusahaan secara terencana melakukan investasi di dalam pengembangan karyawan, maka  kemampuan dan kualitas karyawan akan menjadi modal intelektual dari perusahaan. Oleh karena itu, promosikan budaya belajar di tempat kerja Anda, agar karyawan di perusahaan Anda dapat menjadi modal atau aset intelektual yang membuat perusahaan Anda cemerlang di sepanjang  zaman.

Bila karyawan sudah menjadi modal intelektual dari perusahaan, maka karyawan akan menjadi energi yang kuat untuk menciptakan nilai tambah perusahaan. Termasuk, untuk menciptakan keuntungan, reputasi, kredibilitas, goodwill, ekspansi, dan keunggulan perusahaan dalam memenangkan kompetisi di pasar.

Untuk membuat karyawan menjadi modal intelektual, perusahaan harus memiliki program pelatihan yang terarah kepada visi dan misi perusahaan. Perusahaan harus melakukan program mentoring kepada karyawan secara berkelanjutan untuk membuat karyawan memahami apa yang diharapkan perusahaan dari mereka. Perusahaan harus membangkitkan motivasi belajar karyawan agar mereka bisa menjadi pembelajar yang kreatif untuk memiliki etos kerja sesuai visi dan misi perusahaan.

Peran kepemimpinan untuk mendorong ide-ide baru ke dalam pekerjaan akan menjadi motivasi yang membangkitkan gairah belajar dari karyawan. Membina proses belajar kreatif haruslah melalui jalan komunikasi yang memotivasi dan memberikan harapan positif melalui masa depan kepada karyawan. Selanjutnya, kepemimpinan harus selalu berdiri paling depan dengan sikap tegas, untuk membantu setiap proses mewujudkan karyawan menjadi modal intelektual dari perusahaan. Tidak boleh ada keraguan di dalam jiwa kepemimpinan untuk membuat semua karyawan sebagai modal inteletual dari perusahaan.

Partisipasi aktif karyawan untuk pertumbuhan dan perkembangan kualitas diri mereka, akan menjadi sebuah cara yang efektif dalam membuat karyawan menjadi modal intelektual dari perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan harus memiliki strategi untuk membangun kesadaran karyawan agar karyawan mampu me-manage diri sendiri untuk dapat menjadi modal intelektual demi keberhasilan masa depan perusahaan dan dirinya sendiri.

Keterlibatan dan kemampuan tim manajemen dalam mewujudkan modal intelektual perusahaan melalui pekerjaan karyawan yang lebih berkualitas; kompensasi dan perhatian yang adil dan wajar; turnovers karyawan yang rendah; penghematan biaya non karyawan; peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan; perilaku kerja karyawan yang lebih besar inovasi, kreativitas, produktivitas, profitabilitas, dan keberanian untuk mengambil risiko yang terkalkulasi; akan menjadi sebuah kekuatan yang membuat semua karyawan menjadi modal intelektual dari perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MANAJER HARUS MEMANTAU KEHIDUPAN BATIN KARYAWAN UNTUK KINERJA OPTIMAL

“Persoalan Kehidupan Batin Seseorang Adalah Hal Yang Sangat Sensitif, Tapi Dalam Upaya Peningkatan Kinerja Organisasi Hal Ini Haruslah Bersikap Transparan Dan Terbuka.” – Djajendra

Secara umum, kepemimpinan dalam organisasi atau perusahaan selalu berpikir dan bersikap dengan sangat pragmatis tentang cara pencapaian kinerja. Sangat jarang ada manajer yang tertarik untuk mengelola dinamika pikiran, emosi, persepsi, gairah, dan motivasi karyawan di tempat kerja. Padahal, semua dinamika di atas tersebut sangat mempengaruhi kinerja organisasi. Realitas selalu menempatkan karyawan sebagai pekerja yang telah dibayar dan wajib melengkapi tugas dan tanggung jawab harian, di setiap hari kerja, sesuai format standar kerja perusahaan. Masalah kehidupan batin karyawan dianggap sebagai persoalan yang sangat pribadi, sehingga tidak etis untuk dicampuri. Persoalannya, saat karyawan dalam kehidupan batin yang buruk, mereka akan berkontribusi secara buruk untuk kinerja organisasi. Artinya, kehidupan batin karyawan yang buruk akan menjadi beban atau penghambat dalam pencapaian kinerja terbaik perusahaan.

Keberhasilan dalam mencapai kinerja terbaik perusahaan tidak hanya tergantung kepada kecerdasan, pengetahuan, keterampilan, etika, dan integritas. Tapi, sangat tergantung kepada suasana hati, kestabilan emosi, motivasi, gairah, persepsi, niat, dan pikiran positif  karyawan untuk berkontribusi secara total buat kinerja terbaik diri mereka sendiri dan perusahaan. Prinsip keterbukaan atau transparansi di tempat kerja seharusnya dapat mendorong minat para manajer untuk belajar memahami suasana hati dan pikiran dari para karyawannya, agar kehidupan kerja dalam perilaku berpura-pura dan tidak terbuka dapat dihindari.

Karyawan sangat butuh emosi positif, gairah, pikiran positif, persepsi untuk mencintai pekerjaan dan perusahaan; serta perilaku untuk saling berinteraksi secara produktif antar karyawan, rekan kerja, bawahan, dan atasan untuk bisa saling bekerjasama dalam semangat untuk menghasilkan kualitas kerja dan kinerja terbaik. Oleh karena itu, sudah seharusnyalah peran manajer di tempat kerja mampu terlibat dalam mengurusi kehidupan batin dan pikiran karyawan. Termasuk, memotivasi suasana hati karyawan untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggan, pemasok, atau stakeholder lainnya.

Manajer harus bekerja keras untuk tidak membiarkan karyawan mengalami emosi frustasi yang mengurangi perasaan bangganya terhadap pekerjaan, kepemimpinan, dan perusahaan. Selama ini, peran dan fungsi manajer lebih banyak tercurah kepada hal-hal yang terlihat secara kasat mata, tapi untuk hal-hal yang tidak terlihat sepertinya jarang sekali ada manajer yang memiliki kemampuan empati untuk memahaminya. Dalam era organisasi milenium ini, peran dan fungsi manajer harus diperluas untuk bisa memahami kehidupan batin karyawan untuk bisa memotivasi kontribusi mereka terhadap pekerjaan harian di tempat kerja dalam upaya peningkatan kinerja organisasi.

Persoalan kehidupan batin seseorang adalah hal yang sangat sensitif, tapi dalam upaya peningkatan kinerja organisasi hal ini haruslah bersikap transparan dan terbuka. Setiap karyawan dan pimpinan di tempat kerja pastinya memahami bahwa mereka dituntut untuk bersikap dan berperilaku secara profesional. Oleh karena itu, setiap orang di tempat kerja harus berjiwa besar dan ikhlas untuk mengelola kehidupan batin demi kinerja organisasi melalui kreatifitas, kualitas kerja, komitmen terhadap pekerjaan, dan kontribusi untuk kebersamaan di tempat kerja. Bila kehidupan batin terkelola secara baik, maka semua kejadian dalam interaksi di tempat kerja pasti akan  disikapi secara positif dalam persepsi, emosi, dan motivasi yang membahagiakan semua orang.

Untuk training hubungi: www.djajendra-motivator.com

MENINGKATKAN KINERJA USAHA

“Bayarlah Karyawan Anda Dengan Gaji Yang Memenuhi Kebutuhan Dan Kenyamanan Hidup Mereka, Dan Yakinlah Bahwa 95% Dari Mereka Akan Memberikan Kualitas Terbaik Untuk Usaha Anda.” Djajendra

Suatu ketika ada seorang pengusaha tekstil yang bertanya kepada saya tentang cara terbaik untuk meningkatkan kinerja usahanya. Dalam kesempatan itu saya sampaikan bahwa cara terbaik untuk meningkatkan kinerja usaha adalah dengan memiliki teknologi produksi yang mampu menghasilkan produk berkualitas dengan biaya rendah, agar produknya bisa memangkas harga pasar untuk mendapatkan pangsa pasar terbesar.

Setelah mendengar jawaban dari saya, pengusaha tekstil tersebut merasa tidak puas, dia berbicara tentang banyak faktor-faktor lain, terutama tentang kualitas sumber daya manusia dan faktor sosial ekonomi yang tidak efisien, yang sangat mempengaruhi kinerja usahanya. Dia merasa banyak sekali biaya-biaya di luar biaya produksi yang membuat produknya menjadi mahal dan sulit bersaing, sehingga secara akumulasi kinerja usahanya mengalami tren penurunan.

Setelah mendengar curhat dari pengusaha tekstil tersebut, saya berkata “Saya sangat menyadari bahwa kinerja usaha sangat tergantung kepada banyak faktor, tapi kuncinya terletak kepada teknologi dan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan produk berkualitas berbiaya murah untuk memenangkan kompetisi di pasar.  Tentang hal-hal yang terkait dengan biaya-biaya di luar biaya produksi adalah masalah kualitas manajemen. Bila saja tim manajemen menjalankan fungsi dan perannya sesuai nilai-nilai good corporate governance melalui panduan etika bisnis yang berintegritas, maka saya yakin efisiensi dan efektifitas usaha akan dengan sendirinya menjadi sangat kompetitif.”

Sering sekali pengusaha lebih suka mencari kekurangan dari luar kendali dirinya untuk dijadikan alasan atas penurunan kinerja usahanya. Padahal, ada banyak hal yang harus mereka lakukan secara internal untuk bisa mengaktifkan operasional usaha yang lebih berkualitas, efisien, efektif, dan produktif. Menurut saya, ada tiga aspek terpenting yang harus selalu diperhatikan, yaitu: kualitas bahan baku, kualitas sumber daya manusia, kualitas mesin dan teknologi produksi. Bila ketiga kualitas ini dapat dioptimalkan melalui tim manajemen yang cerdas dan berintegritas, maka pastilah perusahaan tersebut akan menjadi kuat dan memenangkan kompetisi di pasar.  Integritas tim manajemen puncak untuk menyediakan alat-alat produksi berkualitas terbaik, serta selalu melatih dan memperhatikan kenyamanan dan keamanan kerja dari sumber daya manusianya, akan menjadikan perusahaan mampu berkinerja maksimal sesuai proyeksi perusahaan. Termasuk, strategi bisnis yang cerdas dan kreatif akan menjadi alat motivasi yang kuat buat sumber daya manusia perusahaan untuk bekerja lebih giat dalam mencapai kinerja sesuai harapan.

Di saat tim manajemen puncak mampu menyiapkan infrastruktur berkualitas terbaik untuk semua aktivitas operasional dan strategi perusahaan, serta mampu memenuhi kebutuhan dan harapan dari sumber daya manusia, maka setiap orang di dalam perusahaan akan merasa memiliki tanggung jawab moral untuk tetap teguh dan akan terus maju mengejar kinerja terbaik mereka. Mereka akan bekerja lebih keras dan lebih cerdas untuk memberikan kontribusi terbaik buat peningkatan kinerja usaha.

Kinerja usaha sangat tergantung kepada kemampuan dan integritas sumber daya manusia untuk menerjemahkan strategi bisnis dalam satu misi bersama menuju kepada proyeksi kinerja yang diharapkan. Artinya, strategi bisnis perusahaan tidak hanya cukup dipahami oleh sekelompok kecil elit pimpinan perusahaan, tapi harus diterjemahkan dalam berbagai bahasa manajemen dan operasional untuk dipahami oleh semua lapisan sumber daya manusia perusahaan; agar mereka tahu dan mengerti apa yang harus mereka kontribusikan dari bakat dan potensi mereka untuk peningkatan kinerja usaha perusahaan. Bila karyawan tidak mampu menerjemahkan strategi perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja usaha, maka hasilnya: semua energi sumber daya manusia akan terbuang percuma, tim manajemen puncak akan kehilangan waktu untuk mengejar kinerja sesuai proyeksi, dan kinerja usaha dari perusahaan akan terus berkurang dan menurun.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Newer posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑