PELATIHAN DEALING WITH PEOPLE WITH POSITIVE ATTITUDE (INTERPERSONAL SKILLS) PROGRAM 1 HARI

PELATIHAN DEALING WITH PEOPLE WITH POSITIVE ATTITUDE (INTERPERSONAL SKILLS) PROGRAM 1 HARI 

DESKRIPSI

Kita sering harus berurusan dengan berbagai perilaku, kebiasaan, sikap, dan karakter orang dalam hubungan kerja. Kadang, kita harus berurusan dengan orang-orang yang sangat sulit dalam lingkungan profesional kita, seperti: pemarah, suka mengeluh, tidak punya empati, tidak punya toleransi, tidak punya etika, kejam, mudah menghakimi orang lain, suka melemparkan kesalahan, malas, dan sangat banyak perilaku negatif yang mungkin harus kita hadapi. Sebaliknya, banyak juga orang-orang baik dan penuh pengertian yang harus kita layani dalam hubungan kerja kita. Jadi, kehidupan profesional kita memerlukan komunikasi dan interaksi yang baik agar semua urusan kita dengan orang-orang positif dan orang-orang negatif bisa lancar dan membawa hasil terbaik.

Apa pun situasi dan jenis orang-orang yang harus kita hadapi dalam urusan-urusan profesional kita, maka kita harus menyiapkan perilaku dan sikap positif agar semua urusan bisa tuntas dan sesuai target. Untungnya, kita bisa mempelajari cara meningkatkan hubungan positif melalui pengetahuan dan kesadaran, untuk bisa berurusan dengan berbagai karakter orang dalam hubungan profesional kita. Kita harus menyiapkan cara komunikasi yang tepat, menyiapkan emosi dan pola pikir yang tepat, serta menyiapkan cara untuk menangani situasi yang menantang dan penuh resiko. Program Pelatihan Dealing with people with Positive Attitude (Interpersonal Skills) 1 Hari 2017 memberikan beberapa rumusan praktis untuk digunakan oleh peserta dalam menangani hubungan profesional yang penuh tantangan.

Program pelatihan ini dikemas dengan metodologi yang mempermudah peserta untuk menyerap dan memahami materi, sehingga bisa segera dipraktekan dalam perilaku kehidupan profesional sehari-hari.

TUJUAN PELATIHAN

Program pelatihan ini dibuat dengan tujuan agar peserta mampu beradaptasi dan mudah berkomunikasi dengan berbagai sifat dan perilaku orang dalam kehidupan profesional.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Mampu menghadapi orang lain dengan sikap tenang, emosi terkontrol, penuh karisma, penuh wibawa, dan selalu rendah hati.
  2. Mampu berkomunikasi dan melayani orang lain dengan sikap positif.
  3. Mampu menghadapi orang-orang sulit dengan penuh percaya diri dan melayani mereka dengan profesional.
  4. Mampu mencegah konflik dan melancarkan hubungan kerja dengan sikap positif.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

GARIS BESAR MATERI PELATIHAN SELAMA 1 HARI

SESI 1: MENINGKATKAN KUALITAS KETERAMPILAN INTERPERSONAL

Sub Bahasan

  1. Memahami kecerdasan sosial saat berinteraksi dengan berbagai karakter orang.
  2. Kesadaran untuk membangun hubungan positif dan bereaksi secara baik.
  3. Memberikan perhatian dan menunjukkan bahwa Anda peduli.
  4. Cara menunjukkan empati dan simpati.
  5. Menjalin hubungan dengan bahasa verbal dan non verbal yang positif.
  6. Menunjukkan kehadiran dan karisma di setiap keadaan.
  7. Menampilkan diri dengan percaya diri dan tegas.
  8. Mampu mempengaruhi orang lain dengan cerdas.
  9. Tetap positif dalam kerumunan orang dan tidak tertular emosi negatif.
  10. Mampu mempengaruhi pertemuan dan membimbing orang menuju arah pilihan Anda.

SESI 2: KOMUNIKASI POSITIF ADALAH JEMBATAN YANG MENGHUBUNGKAN SETIAP ORANG

Sub Bahasan

  1. Memahami komunikasi sebagai jembatan penghubung, bukan tembok pemisah.
  2. Gaya komunikasi yang selalu beradaptasi dan tidak terjebak dalam argumen.
  3. Memahami persepsi orang lain untuk mendefinisikan perilaku yang dibutuhkan dalam melancarkan komunikasi.
  4. Dampak buruk menyalahkan orang lain dalam komunikasi positif.
  5. Mengontrol suara untuk mendapatkan efek komunikasi yang maksimal.
  6. Menjadi energi positif dalam aliran komunikasi.
  7. Mampu memberikan umpan balik yang baik dan profesional.
  8. Menjaga suasana hati yang baik dalam setiap interaksi dan komunikasi.
  9. Memahami persepsi, logika berpikir, kepercayaan, dan keyakinan lawan bicara.

SESI 3: CARA UNTUK BERURUSAN DENGAN ORANG YANG SULIT DAN NEGATIF

Sub Bahasan

  1. Sikap mental terbaik saat berhadapan dengan orang-orang negatif dan menangani mereka dengan efektif.
  2. Mencari pola dari orang-orang sulit dan memahami cara berurusan dengan mereka.
  3. Mendengarkan mereka dan merespon dengan cerdik.
  4. Memahami perspektif mereka, tetap fokus pada percakapan dan menghindari menyimpang jauh.
  5. Menangani konfrontasi dengan tenang dan mampu mengelola mereka yang sulit.
  6. Fokus menuntaskan masalah dan tidak menyalahkan orangnya.
  7. Mengubah situasi reaktif menjadi proaktif.
  8. Mencegah percakapan menantang (kata-kata negatif dan reaktif) dengan memilih kata yang tepat.

SESI 4 : MEMILIKI KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK MEMBANGUN RELASI KERJA YANG POSITIF DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Berikan penghormatan dan kepercayaan di tempat kerja.
  2. Bersikap konsisten dan memberikan perhatian penuh.
  3. Persepsi positif atas berbagai peristiwa di tempat kerja.
  4. Setiap percakapan menghormati realitas orang lain.
  5. Perilaku yang tenang, sabar, mendengarkan dan melayani.
  6. Membawa cahaya bagi orang lain (menjadi seperti matahari).
  7. Mengelola emosi, sikap, pikiran dan kebiasaan positif.
  8. Bekerja harmonis dengan semua karakter dan kepribadian yang berbeda.

Untuk Pelatihan Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 8777 083
Fax: (021) 5738105

PELATIHAN ETIKA DAN MORALITAS UNTUK KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN KERJA PROGRAM 4 JAM

PELATIHAN ETIKA DAN MORALITAS UNTUK KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN KERJA PROGRAM 4 JAM

DESKRIPSI

Etika dan moralitas haruslah menjadi sebuah perilaku, pilihan hidup, kepribadian, dan karakter yang dapat diperlihatkan dalam rutinitas hubungan kerja sehari-hari di kantor. Implementasi moralitas dan etika di tempat kerja memperkuat integritas dalam hubungan antar pribadi, serta memahami apa yang baik dan apa yang tidak baik dalam satu persepsi.

Moralitas di tempat kerja berarti mengacu pada standar moral dalam wujud perilaku, yang biasanya tidak tertulis, tapi merupakan hasil akhir dari pikiran positif terhadap perilaku dan hubungan kerja di perusahaan. Sedangkan etika mengacu pada pedoman formal yang dijadikan sebagai standar untuk berperilaku di tempat kerja. Baik etika maupun moralitas membutuhkan integritas dan akuntabilitas yang sangat tinggi untuk dapat menjalankan etika dan moralitas dengan sempurna.

Etika dan moralitas selalu menjadi landasan yang kuat dalam membangun hubungan kerja yang harmonis, dan juga menjadi kekuatan untuk membangun keyakinan dalam menyelesaikan konflik di tempat kerja.

Etika dan moralitas selalu bekerja dengan akal yang paling sehat dan paling jujur, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui hati nurani yang paling bersih.

Pedoman etika di perusahaan dibuat untuk menggambarkan bagaimana orang harus berperilaku dan menjaga standar moral yang diinginkan oleh perusahaan. Setiap karyawan dan pimpinan harus memahami dengan keyakinan total terhadap nilai-nilai, norma-norma, dan prinsip-prinsip moral yang ada di dalam pedoman etika perusahaan. Jadi, pedoman atau panduan etika kerja dan etika bisnis di perusahaan harus menjadi dasar terbaik untuk memperlihatkan moralitas kerja yang berkualitas, dan juga menjadi alat yang ampuh untuk memperlihatkan perilaku moral yang tepat di tempat kerja.

Fitur penting dari moralitas dan etika adalah dia harus berfungsi sebagai panduan bagi tindakan karyawan, pimpinan, dan setiap stakeholder di tempat kerja dalam koridor adil, terbuka, dan penuh tanggung jawab.

Tanpa moralitas dan etika, maka setiap perilaku kerja sangat berpotensi untuk menjadi tidak jujur dalam kepentingan masing-masing pihak. Bila setiap pihak di tempat kerja berlomba-lomba untuk memikirkan kepentingannya masing-masing, dan mengabaikan kepentingan dari visi dan misi perusahaan, maka dalam waktu singkat perusahaan akan menjadi tidak efektif, dan secara perlahan-lahan kinerja perusahaan akan meredup.

Program pelatihan Etika dan Moralitas selama 4 jam ini, akan fokus pada pengembangan soft skills dalam aspek hubungan antar pribadi dan komunikasi di internal perusahaan yang profesional. Peserta diajarkan untuk meningkatkan kemampuan memahami orang lain dan memiliki kecerdasan sosial yang tinggi; mengembangkan budaya perilaku kesopanan dan tata krama yang bermoral tinggi; memiliki kesadaran untuk selalu berperilaku dengan baik, sopan, memiliki sikap rendah hati untuk bekerja dengan hubungan yang lebih baik kepada atasan, rekan kerja, bawahan, dan stakeholders lainnya; meningkatkan pemahaman dinamika kelompok dan kreativitas di tempat kerja; menangani orang-orang sulit dengan cerdas emosi dan pikiran positif; memaksimalkan dampak positif untuk setiap interaksi di tempat kerja; mengelola dan mengecilkan semua potensi konflik; meningkatkan kualitas komunikasi verbal, non verbal, dan para bahasa untuk peningkatan relasi yang baik. Peserta diberikan panduan dan kesadaran untuk menciptakan lingkungan kerja dengan sikap yang etis, kasih sayang, peduli, empati, saling menghormati, saling membantu, dan bersaing dengan positif untuk menciptakan keberhasilan organisasi.

TUJUAN UMUM PELATIHAN

Meningkatkan hubungan komunikasi dan relasi kerja yang profesional di lingkungan kerja perusahaan. Membangun hubungan kerja dari hati nurani dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang etis, untuk menghasilkan kualitas moral yang unggul, serta mengimplementasi moral yang unggul ke dalam perilaku dan cara berpikir etis berdasarkan kode etik dan integritas pribadi.

TUJUAN KHUSUS PELATIHAN

  1. Memahami bagaimana kesadaran hati nurani menjadi sumber moralitas individu.
  2. Memahami proses terbentuknya moral baik dan moral tidak baik.
  3. Memahami bagaimana peran manajemen hati nurani dalam menghasilkan moral baik untuk meningkatkan hubungan kerja dengan atasan, bawahan, rekan kerja, dan stakeholders lainnya.
  4. Memahami kualitas moral dan nilai-nilai yang mempengaruhi karakter individu.
  5. Memahami peran moral dan etika dalam hubungan antar pribadi.
  6. Memahami peran moral dalam menjalankan kode etik dan integritas di tempat kerja.
  7. Meningkatkan kualitas komunikasi verbal, non verbal, dan parabahasa di tempat kerja berdasarkan kualitas etika dan moralitas pribadi yang tinggi.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta memahami cara manajemen hati nurani untuk menghasilkan kualitas moral positif.
  2. Peserta memahami cara mengembangkan pemahaman moral dengan standar benar dan salah, baik dan buruk.
  3. Peserta memahami cara menggunakan dan mengklarifikasi nilai-nilai dasar penguat moral positif.
  4. Peserta memahami cara menjalankan etika bisnis, kode etik kerja, dan integritas pribadi dalam keunggulan moral positif.
  5. Peserta memahami cara menjadikan kekuatan moral sebagai akar pengembangan karakter diri yang unggul.
  6. Peserta memahami bagaimana interaksi dengan rekan kerja, atasan, bawahan, dan stakeholder lainnya dalam keunggulan moral positif.
  7. Peserta memahami kontribusi moral positif terhadap kejujuran, keadilan, tanggung jawab, empati, dan anti korupsi.
  8. Peserta memahami cara membina perkembangan moral untuk menjaga komitmen terhadap etika, integritas, loyalitas, dan tanggung jawab.
  9. Peserta memahami cara menggunakan etika dan moralitas positif untuk menciptakan komunikasi verbal, komunikasi non verbal, dan komunikasi parabahasa yang unggul.

GARIS BESAR MATERI PELATIHAN ETIKA DAN MORALITAS PROGRAM 4 JAM

SESI 1: ETIKA DAN MORALITAS UNTUK MENINGKATKAN HUBUNGAN KERJA DI LINGKUNGAN KERJA

Sub Bahasan

  1. Pemahaman dasar moral dan etika
  2. Perbedaan antara moralitas dan etika
  3. Membangun lingkungan kerja yang etis dan bermoral tinggi
  4. Lingkungan kerja yang etis dan bermoral mengurangi konflik
  5. Etika dan moralitas untuk mengelola emosi positif, sikap profesional, pikiran positif, dan kebiasaan positif di tempat kerja
  6. Niat baik dan kemauan untuk menjadi energi positif di tempat kerja
  7. Menghormati dan menunjukkan respek kepada setiap orang
  8. Moralitas didasarkan pada pengalaman konkret dan berkembang sebagai akibat dari interaksi moral situasi, moral nilai dan norma
  9. Menguatkan budaya tata krama dan sopan santun di internal perusahaan
  10. Menjunjung etika dan moral dalam konflik kepentingan
  11. Tidak menerima suap, tidak menerima hadiah, dan tidak melakukan ancaman.
  12. Menjaga rahasia perusahaan
  13. Menjaga kondisi kerja dalam budaya integritas
  14. Memahami politik organisasi

SESI 2: ETIKA DAN MORALITAS UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI DI LINGKUNGAN KERJA

Sub Bahasan

  1. Etika dan moralitas untuk meningkatkan kualitas komunikasi verbal, komunikasi non verbal, dan komunikasi parabahasa
  2. Keterampilan mendengarkan dan keterampilan bertanya yang etis
  3. Mengenali diri sendiri, tahu siapa anda, pahami hati nurani anda secara lebih mendalam, sebelum berucap dan berkata-kata kepada orang lain
  4. Pola komunikasi membangun jembatan, bukan membangun tembok atau membakar jembatan
  5. Membawa orang ke sudut pandang Anda dengan kekuatan etis dan integritas yang kuat
  6. Cerdas berurusan dan berkomunikasi dengan kepribadian yang berbeda
  7. Berkomunikasi dengan fakta dan emosi cerdas
  8. Memanfaatkan etika dan moralitas untuk meningkatkan pengaruh positif di tempat kerja
  9. Memahami bagaimana hati nurani memproses perilaku dan cara berpikir yang etis
  10. Tidak membiarkan sabotase negatif memadamkan proses hati nurani dalam menghasilkan moral terpuji
  11. Membebaskan diri dari perangkap nilai-nilai negatif

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 131 888 99 
Fax: (021) 5738105

PELATIHAN PROFESSIONAL ETIQUETTE PROGRAM 4 JAM

PELATIHAN PROFESSIONAL ETIQUETTE PROGRAM 4 JAM 

DESKRIPSI

Etiquette (Etiket) adalah rahasia untuk sukses karir kerja. Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa keberhasilan seseorang dalam bisnis dan pekerjaan 15% dari keterampilan teknis dan 85% dari keterampilan sosial. Keterampilan sosial, keterampilan pribadi, dan keterampilan orang adalah inti dari etiket. Belajar Etiket Profesional menjadikan Anda siap sebagai pribadi yang sangat profesional di tempat kerja Anda, untuk bisa melayani pekerjaan dan bisnis dengan tata krama dan sopan santun yang tinggi.

Di tempat kerja, terbentuk budaya politik kantor yang memerlukan sopan santun dan taat aturan. Karena ada politik kantor, Anda harus pintar bertindak dengan memahami apa yang tepat dan apa yang tidak tepat. Bila Anda ceroboh, asal berbicara, asal bertindak sesuai maunya hati Anda, asal bersikap, dan tidak memiliki strategi kerja yang baik. Maka, langkah dan tindakan Anda yang tidak tepat dapat menenggelamkan karir Anda.  Jadi, belajar Professional Etiquette bertujuan menjadikan Anda sukses dalam karir profesional di tempat kerja.

Etiket Profesional mengajarkan Anda untuk memiliki sikap dan perilaku yang tepat, untuk melayani dan beradaptasi dengan berbagai situasi yang sangat multicultural. Anda harus akrab dengan berbagai situasi bisnis sosial, keterampilan komunikasi, perilaku yang beragam, cara berpakaian dan penampilan yang beragam. Dengan memiliki keterampilan pribadi dan keterampilan kerja yang mudah beradaptasi, maka Anda selalu mampu memperbaiki setiap situasi menjadi lebih nyaman dan menyenangkan hubungan sosial dengan siapapun.

Program pelatihan berdurasi 4 jam ini mengimplementasi dan menginternalisasi konsep Etiket Profesional ke dalam diri karyawan. Karyawan akan belajar bagaimana menerapkan aturan Etiket Profesional dalam berbagai macam situasi bisnis yang khas. Dengan mengikuti pelatihan ini, karyawan mampu menciptakan hubungan sosial dan interaksi kerja dalam sikap baik yang efektif; mampu meningkatkan kualitas hidup di tempat kerja; mampu berkontribusi secara optimal dengan semangat kerja yang tinggi; mampu memiliki perilaku dan sikap yang memperindah citra perusahaan; mampu memainkan peran kerjanya dalam menghasilkan kinerja terbaik; mampu meningkatkan kepercayaan diri dan karakter diri yang positif, serta cerdas membuat kesan pertama yang terpercaya dan positif dalam berbagai situasi. 

TUJUAN PELATIHAN

  1. Membangun kualitas pribadi dengan sopan santun yang tinggi dalam hubungan dengan pimpinan, rekan kerja, staf, mitra kerja atau pelanggan, prospek, dan stakeholder lainnya dalam hubungan bisnis dan hubungan kerja.
  2. Menciptakan kualitas pribadi dengan keterampilan sosial, keterampilan pribadi, dan keterampilan orang yang mudah beradaptasi dalam beragam budaya atau multicultural.
  3. Membuat peserta tahu bagaimana bekerja dan membangun kualitas diri yang lebih baik, lebih kuat, hubungan yang lebih sukses, dan memperoleh keunggulan kompetitif.

MANFAAT PELATIHAN

Setelah menyelesaikan pelatihan ini, karyawan tahu bagaimana untuk:

  1. Bekerja secara profesional, taat aturan dan etiket kantor, serta memelihara hubungan kerja yang positif di kantor.
  2. Sangat bijak dan terhormat dalam menangani dilema etika, etiket, dan masalah pribadi di tempat kerja.
  3. Berkomunikasi dengan tepat dan benar: cara memperkenalkan orang, menjadi pembicara yang baik, menjadi pendengar yang baik, bahasa tubuh yang baik, serta mengikuti etiket profesional yang tepat dalam pertemuan dan pelayanan kerja.
  4. Menampilkan sikap dan suara yang santun di telepon, menulis email atau surat yang beretiket, berpakaian yang tepat dan sopan, mengikuti etiket yang tepat di fungsi bisnis dan makan malam, mengidentifikasi pengaturan meja formal untuk makan bisnis, selalu beradaptasi dan menghormati multicultural di berbagai aspek kehidupan sosial.
  5. Menjadi pribadi yang sopan, santun, ramah, mempersiapkan mindset dan perilaku untuk setiap hubungan ataupun perjalanan bisnis internasional dan lokal.

METODE PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

MATERI TRAINING PROFESSIONAL ETIQUETTE SELAMA 4 JAM

BAGIAN 1: BUSINESS ETIQUETTE

Sub bahasan

Business Communication

  1. Interaksi sosial di kantor yang santun dengan bahasa tubuh, bahasa tulisan, bahasa berbicara yang etis dan menjaga perasaan orang lain.
  2. Berbicara, bersikap, mendengar, dan menjawab dengan profesional.
  3. Menjaga informasi rahasia perusahaan dalam setiap pembicaraan.
  4. Tidak berdebat dan tidak bergosip di tempat kerja terutama dengan supervisor atau staf.
  5. Menjaga komunikasi kantor dalam bahasa yang santun dan pilihan kata-kata positif.

Be Professional

  1. Bekerja sesuai arahan manajemen, aturan, kebijakan, dan prosedur perusahaan.
  2. Tidak melanggar aturan kerja atau menciptakan resiko di tempat kerja.
  3. Setuju dan menghormati jadwal kerja.
  4. Hadir tepat waktu dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
  5. Jangan sering absen dan selalu menghormati pemberi kerja.

BAGIAN 2 : SOCIAL ETIQUETTE

Sub bahasan

  1. Jangan bicara terlalu banyak tentang kehidupan pribadi Anda.
  2. Jangan membuat musuh atau membakar jembatan komunikasi.
  3. Menghormati staf, rekan kerja, pimpinan dari hati yang paling ikhlas dan penuh tanggung jawab.
  4. Mampu bekerja sama dalam tim dan menggandeng yang lainnya dengan sikap baik.
  5. Menawarkan saran, menjadi bagian dari tim, jadilah handal, dan jujur.

BAGIAN 3:   DRESSING ETIQUETTE

 Sub bahasan

  1.  Berpakaian yang tepat sesuai aturan kantor Anda.
  2. Mematuhi dress code saat menghadiri undangan atau pertemuan.
  3. Menghargai cara berpakaian oleh keragaman budaya lokal dan internasional.
  4. Simak dan amati etiket orang lain agar terhindar dari kesalahan.
  5. Pelajari apa yang tepat dan apa yang tidak tepat dalam berpakaian.

Untuk Training Hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 8777 083
Fax: (021) 5738105

PELATIHAN MORAL DAN KERJA SAMA 8 JAM

BUDAYA AKUNTABILITASPELATIHAN MORAL DAN KERJA SAMA 8 JAM

DESKRIPSI

Nilai-nilai moral menciptakan perilaku yang memandu seorang individu untuk menjalankan etika dan integritas secara bijak. Di tempat kerja, nilai-nilai moral menjadi sangat menentukan kualitas dari sebuah keputusan, tindakan, dan sikap individu dalam setiap keadaan atau situasi. Penguatan moral individu dimulai dari pembentukan karakter integritas dan akuntabilitas. Ketika karakter individu sudah kuat dengan integritas dan akuntabilitas, maka ia akan menampilkan karakter kerja yang jujur, berani, menghormati orang lain, adil, menjaga ucapan, menjaga sikap positif, menjaga perilaku positif, suka berempati, penuh kasih sayang, bertoleransi, dan beretos kerja profesional.

Moral merupakan fondasi dasar dari pembentukan karakter individu yang dapat dipercaya. Nilai-nilai moral menghasilkan kebiasaan dan perilaku kerja yang andal dan terpercaya. Nilai-nilai moral menjadi dasar dari interaksi dan kolaborasi di tempat kerja. Nilai-nilai moral membuat karyawan mampu menjalankan standar perilaku yang etis berdasarkan etika bisnis dan kode etik kerja. Nilai-nilai moral meningkatkan implementasi kode moral karyawan.

Karyawan yang bermoral tinggi selalu patuh dan menghargai pekerjaannya dengan sepenuh hati. Ia mencintai pekerjaannya dan tidak menganggap pekerjaannya sebagai sebuah beban atau kewajiban. Ia mampu menjadikan pekerjaannya sebagai sebuah permainan yang dicintai dan dijalankan sesuai aturan dan etika.

Program pelatihan selama 8 jam ini fokus pada pembentukan karakter bermoral tinggi dan kerja sama yang lebih solid. Moral yang positif membentuk perilaku individu untuk bekerja sama secara solid di tempat kerja. Dalam hal ini, setiap individu mampu meningkatkan perilaku bermoral tinggi untuk berkolaborasi, bekerja sama dalam satu tim, berkomunikasi secara positif, berkoordinasi dengan penuh tanggung jawab, dan bertindak bersama-sama untuk mencapai target dan tujuan perusahaan.

Program pelatihan ini melakukan transformasi perilaku bermoral tinggi individu ke dalam perilaku kerja sama yang solid. Dalam sesi kerja sama terjadi transformasi karakter kerja dari sifat dan karakter “aku” menjadi “kita”. Setiap orang diberikan motivasi dan inspirasi agar selalu termotivasi untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan. Pelatihan selama 1 hari ini memberikan praktek dan motivasi tentang cara membangun moral yang tinggi dan kerja sama tim yang solid.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Memahami cara pembentukan moral menjadi perilaku yang dipercaya.
  2. Nilai-nilai moral sebagai dasar pembentukan karakter dan etos kerja individu.
  3. Nilai-nilai moral sebagai fondasi integritas dan akuntabilitas.
  4. Perilaku bermoral tinggi sebagai fondasi kerja sama tim yang solid.
  5. Meningkatkan kerjasama, kolaborasi, koordinasi, komunikasi, pemecahan masalah, kepercayaan dan keterampilan emosional tim.
  6. Meningkatkan kohesivitas dan efektifitas tim, serta meningkatkan kemampuan resolusi konflik.
  7. Saling menghargai, mengelola kebersamaan, membuat keputusan, saling melengkapi kelebihan, dan mengendalikan diri masing-masing.

MANFAAT PELATIHAN 

  1. Memahami moral sebagai dasar membentuk perilaku dan karakter yang dipercaya.
  2. Memahami cara mengembangkan pemahaman moral dengan standar benar dan salah, baik dan buruk.
  3. Memahami cara menggunakan dan mengklarifikasi nilai-nilai dasar penguat moral.
  4. Memahami cara meningkatkan integritas dan akuntabilits di tempat kerja.
  5. Memahami cara menjadikan moral sebagai akar pengembangan karakter diri yang unggul.
  6. Memahami bahwa moral dapat meningkatkan keharmonisan berinteraksi dengan rekan kerja, atasan, bawahan dan stakeholder lainnya.
  7. Memahami kontribusi moral terhadap nilai-nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, empati, dan anti korupsi.
  8. Memahami cara membina perkembangan moral untuk menjaga komitmen terhadap etika, integritas, loyalitas, dan tanggung jawab.
  9. Membangun tim kerja yang solid untuk pencapaian kinerja terbaik.
  10. Mencegah tim kerja membuat keputusan yang salah.
  11. Mencegah tim jatuh ke dalam mentalitas destruktif.
  12. Peningkatan kerjasama, pemecahan masalah, koordinasi, kolaborasi, pelayanan, kontribusi, komunikasi, sinergi, kepercayaan dan keterampilan emosional.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

GARIS BESAR MATERI PEMBAHASAN SELAMA 8 JAM

TEMA: MORAL DAN KERJA SAMA

  1. Pemahaman dasar moral
  2. Moral sebagai fondasi karakter
  3. Karakteristik nilai-nilai moral
  4. Sumber dan sifat moral
  5. Model perilaku moral
  6. Nilai-nilai moral dan norma-norma yang menciptakan perilaku terpercaya
  7. Mengekspresikan moral dalam interaksi dan komunikasi sehari-hari
  8. Moral tinggi meningkatkan integritas untuk sukses pribadi dan perusahaan
  9. Moral meningkatkan integritas, akuntabilitas, dan tanggung jawab individu
  10. Integritas berdampak positif pada pangsa pasar perusahaan
  11. Moral menghormati batas-batas hukum dan konsekuensi
  12. Moral karyawan membangun fondasi solid dalam menjalankan kebijakan dan prosedur
  13. Moral menghasilkan perilaku yang andal dan jujur untuk mewujudkan tujuan
  14. Membangun hubungan yang dipercaya oleh klien, pemegang saham, karyawan, manajemen, dan pemangku kepentingan lainnya.
  15. Berjalannya etika bisnis, kode etik perilaku, good governance, dan moral individu yang tinggi
  16. Menghindari konflik dan rasa curiga dengan pihak lain
  17. Peran individu dalam tim dan kerja sama
  18. Perilaku individual, orientasi dan pengaruhnya terhadap tim
  19. Membangun kepribadian dan karakter yang siap untuk melakukan kerja sama
  20. Menjadi bagian dari sistem kerja sama yang solid
  21. Keuntungan bekerja dalam tim
  22. Menjaga disiplin untuk kemajuan tim dari waktu ke waktu
  23. Peran setiap anggota tim dalam membangun tim yang unggul
  24. Kombinasi dari peran yang dibutuhkan dalam sebuah tim yang ideal
  25. Membantu anggota tim untuk mencapai hasil yang lebih baik dan merasa lebih mampu
  26. Strategi untuk mencegah anggota tim jatuh ke mentalitas negatif dan destruktif
  27. Prinsip kerja yang dapat diterapkan ke diri sendiri dan tim Anda, untuk meningkatkan harga diri dan produktivitas tim
  28. Mengelola orang-orang di sekitar dengan motivasi dan gairah kerja
  29. Mengelola, mencegah, menyelesaikan potensi konflik
  30. Kiat-kiat penanganan terhadap orang-orang yang sulit diatur
  31. Mengorganisir pekerjaan dan tanggung jawab dengan efektif
  32. Mengembangkan dan meningkatkan sikap, perilaku, dan mental positif
  33. Mengelola stres, marah, dan emosi negatif lainnya agar tidak merusak proses kerja
Untuk training hubungi:
PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 131 888 99
Fax: (021) 5738105

PELATIHAN PENINGKATAN HUBUNGAN KERJA DAN RELASI ANTAR KARYAWAN YANG LEBIH SOLID PROGRAM 1 HARI 2015

MASA SULITTEMA: TIDAK SELALU BERSAPAAN DENGAN SENYUMAN TULUS MENCIPTAKAN RELASI YANG AKRAB

DESKRIPSI

“Bisnis yang hebat bukan tercipta oleh segudang uang emas, tetapi tercipta oleh segudang hubungan baik di antara karyawan, customer, dan shareholder.” ~ Djajendra 

Membangun relasi baik bukanlah persoalan mudah dan juga bukanlah persoalan sulit. Dibutuhkan sikap baik yang konsisten dan sikap mau belajar dari perilaku orang-orang yang tidak menerima sikap baik Anda. Tidak selalu sapaan akrab dengan senyuman tulus akan mendekatkan Anda dengan orang-orang di sekitar Anda. Untuk membangun jembatan relasi yang baik membutuhkan kondisi kesalingtergantungan, saling peduli, dan memiliki tujuan untuk sebuah manfaat kebersamaan. Bila tidak, maka relasi itu hanya sebatas basa basi tanpa memiliki daya pesona yang tinggi.

Kualitas hidup Anda akan terasa lebih cemerlang saat kualitas relasi Anda juga sangat hebat dan mempesona setiap orang. Kualitas relasi yang hebat dengan customer akan mendatangkan penghasilan besar. Kualitas relasi yang hebat dengan rekan-rekan kerja akan menghadirkan kemudahan buat setiap proses pekerjaan. Kualitas relasi yang hebat dengan setiap stakeholder akan menghasilkan kekuatan yang sangat besar buat bisnis.

Relasi yang hebat akan menghubungkan setiap hati menjadi satu kekuatan yang solid dan tangguh. Di mana kekuatan besar yang solid dan tangguh ini akan membangun fondasi yang kokoh terhadap fundamental bisnis yang sedang dijalankan. Bisnis yang hebat bukan tercipta oleh segudang uang emas, tetapi tercipta oleh segudang hubungan baik di antara karyawan, customer, dan shareholdernya. 

Fokus pelatihan berada di titik pengembangan keterampilan soft skills. Peserta diajarkan untuk meningkatkan kemampuan memahami orang lain dan memiliki kecerdasan sosial yang tinggi; memiliki sikap rendah hati untuk bekerja dengan hubungan yang lebih baik kepada siapapun; meningkatkan pemahaman dinamika kelompok dan kreativitas di tempat kerja; menangani orang-orang sulit dengan cerdas emosi dan pikiran positif; memaksimalkan dampak positif untuk setiap interaksi di tempat kerja; mengelola dan mengecilkan semua potensi konflik; belajar bahasa komunikasi verbal, non verbal, dan para bahasa untuk peningkatan relasi yang baik.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN 

  1. Membangun mental dan kepribadian positif dalam hubungan kerja antar karyawan.
  2. Meningkatkan hubungan kerja yang produktif, efektif dan berkinerja.
  3. Membangun komitmen karyawan untuk bekerja dan melayani perusahaan dengan hati.
  4. Membangun soliditas dan totalitas di dalam hubungan kerja dan proses kerja.
  5. Berkomitmen untuk selalu rendah hati dan menghindari konflik.
  6. Membangun kepribadian yang mudah beradaptasi dengan semua situasi dan kondisi di tempat kerja.
  7. Membangun kepribadian yang mudah mengalir dalam kolaborasi kerja.
  8. Membangun kepribadian yang mudah berkomunikasi dan melayani orang lain dengan hati.

MANFAAT PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta akan memiliki sifat, sikap dan kepribadian sebagai berikut:

  1. Mampu menjadi pribadi yang terhubung dan berkomunikasi secara positif dengan bawahan, rekan kerja dan atasan.
  2. Memiliki kebiasaan untuk senyum dan menyapa orang di sekitar saat saling berpapasan.
  3. Tidak lagi memperlihatkan ekspresi tidak suka kepada siapa pun di tempat kerja.
  4. Selalu mengingat nama orang-orang di sekitar dan memberi respek yang tinggi terhadap kepribadian dan pekerjaan mereka.
  5. Menggunakan bahasa dan kata-kata yang positif dan tidak akan menggunakan bahasa dan kata-kata yang menyinggung perasaan orang lain.
  6. Tidak memotong percakapan orang lain. Memiliki sopan santun, kesabaran, toleransi, dan etika untuk mendengarkan pembicaraan orang lain.
  7. Berpikir positif, hubungan dan relasi kerja selalu dengan prasangka baik. 
  8. Memiliki kesadaran bahwa mungkin hari ini Anda sedang di puncak kesuksesan, tetapi jangan sekali-kali menganggap remeh kepada siapa pun. Sebab, hidup ini tidak abadi, apa saja bisa terjadi.
  9. Mampu terhubung dan membangun relasi dengan hati, empati, toleransi, jiwa besar dan sikap baik.
  10. Mampu memperkecil dan menghapus semua potensi konflik.

MATERI PEMBAHASAN

08.00 – 10.00 WIB. SESI 1: MEMBANGUN RELASI KERJA YANG POSITIF DAN PRODUKTIF DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Berikan penghormatan dan kepercayaan di tempat kerja
  2. Bersikap konsisten dan memberikan perhatian penuh
  3. Persepsi positif atas berbagai peristiwa di tempat kerja
  4. Setiap percakapan menghormati realitas orang lain
  5. Perilaku yang tenang, sabar, mendengarkan dan melayani
  6. Membawa cahaya bagi orang lain (menjadi seperti matahari)
  7. Mengelola emosi, sikap, pikiran dan kebiasaan positif
  8. Bekerja harmonis dengan semua karakter dan kepribadian yang berbeda

PK.10.00 – 10.15 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

10.15 –12.00 WIB. SESI 2: KESADARAN DAN EMPATI UNTUK HUBUNGAN BAIK

Sub Bahasan

  1. Meningkatkan kesadaran diri
  2. Tidak membatasi keyakinan diri
  3. Meminta masukan
  4. Jadilah terbuka untuk mengubah
  5. Renungkan tindakan Anda setiap hari
  6. Mendengarkan dan memperhatikan
  7. Jangan menghakimi
  8. Batas empati dan toleransi
  9. Menjadi diri sendiri dan tidak berpura-pura

PK.12.00 – 13.00 WIB. ISTIRAHAT/MAKAN SIANG

13.00 –14.30 WIB. SESI 3: POLA KOMUNIKASI UNTUK MENINGKATKAN HUBUNGAN BAIK

Sub Bahasan

  1. Pola komunikasi membangun jembatan, bukan membangun tembok atau membakar jembatan
  2. Mengambil jalur komunikasi dengan tingkat kepercayaan yang tinggi
  3. Percakapan yang optimis dan jujur
  4. Membuka diri saat bertemu dengan orang-orang baru
  5. Menghormati aturan dan tata krama ketika menghadiri tempat orang lain
  6. Menjadi pribadi yang menyenangkan
  7. Berinteraksi dan mempengaruhi
  8. Cerdas berurusan dengan kepribadian berbeda
  9. Menguatkan karakter dan kepribadian yang sopan-santun
  10. Keramahan dan kehangatan karakter diri

PK.14.30 – 14.45 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

14.45 –16.30 WIB. SESI 4: ETIKA DAN RESOLUSI KONFLIK

Sub Bahasan

  1. Membangun lingkungan kerja yang etis dan berbudaya optimis
  2. Memastikan perilaku etis dan mengatasi perilaku tidak etis
  3. Lingkungan kerja etis dapat mengurangi konflik
  4. Menetralisir energi negatif di lingkungan kerja
  5. Resolusi konflik melalui sikap dan perilaku kerja yang etis
  6. Melihat sisi positif di setiap potensi konflik

Untuk pelatihan hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 8777 083

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN MENINGKATKAN BUDAYA KERJA, PELAYANAN, KOMUNIKASI, DAN SOLIDITAS KERJA

BALI-KEMENKES 2014

MENINGKATKAN BUDAYA KERJA, PELAYANAN, KOMUNIKASI, DAN SOLIDITAS KERJA

DESKRIPSI

Perusahaan sukses adalah yang mampu memfokuskan energi individu dan kolektif, untuk berkolaborasi di dalam soliditas kerja, yang saling menguatkan fungsi dan peran dari masing-masing departemen atau divisi kerja. Bila individu atau kelompok sudah bersatupadu sebagai tim kerja yang solid, maka proses kerja akan terfokus untuk meningkatkan kinerja. Soliditas di tempat kerja membutuhkan mindset kerja yang saling membantu dan peduli, perilaku kerja yang etis dan profesional, integritas, kualitas, melayani, proaktif, akuntabilitas, dan kepercayaan. Setiap orang di dalam perusahaan harus sadar, untuk menjadi bagian dari kolaborasi yang berkontribusi di dalam proses kerja dengan sepenuh hati dan totalitas.

Program pelatihan ini bertujuan membangun budaya kerja yang kuat, dalam aspek: interaksi kerja, komunikasi, pelayanan, kerja sama, pencapaian target, kinerja, empati, toleransi, kepemimpinan, dan perilaku dalam organisasi yang melibatkan semua orang di dalam kolaborasi yang solid dan kuat. Setiap sel divisi atau unit kerja haruslah menghindari perilaku berbudaya sendiri, mampu menyatu di dalam satu budaya dan satu visi yang kuat di dalam soliditas kerja. Setiap peserta diharapkan mampu meningkatkan kegigihan, disiplin, keterlibatan, pemahaman bersama, kebaikan bersama, pengembangan budaya kerja yang solid dalam kerja sama, kebiasaan kerja yang saling peduli, dan menghindari ego sektoral.

Program selama 8 jam ini diharapkan mampu meningkatkan soliditas bersama di tempat kerja, meningkatkan produktivitas pribadi untuk pencapaian target kerja, peningkatan tanggung jawab kerja, peningkatan komunikasi dan interaksi, kemampuan yang lebih dalam penanganan konflik dan orang sulit, pengorganisasian pekerjaan dan waktu yang lebih efektif, peningkatan hubungan kerja yang saling percaya dan menghormati, peningkatan proses kerja untuk hasil akhir yang optimal, pola pikir yang optimis dan positif, serta menjadikan peserta sebagai pemimpin andal yang dapat dibanggakan oleh perusahaan.

METODE DAN MATERI

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN

  1. Terwujudnya perilaku kerja yang solid, peduli, saling membantu, bekerja sama, dan berkolaborasi untuk mencapai target dan tujuan perusahaan.
  2. Terwujudnya budaya kerja yang komunikatif, proaktif, menghindari ego sektoral, serta melayani dengan kesadaran dan ketulusan hati yang murni.
  3. Terwujudnya sikap dan perilaku kerja yang produktif dalam mencapai kinerja, serta mudah beradaptasi terhadap tantangan dan kedinamisan yang ada.

HASIL AKHIR PELATIHAN/OUTPUT

  1. Peserta diharapkan menjadi lebih andal untuk bekerja dengan mindset positif, serta pola kerja yang lebih optimis dan positif agar mudah mencapai target dan kinerja terbaik.
  2. Menjadikan diri masing-masing sebagai energi support yang andal untuk memaksimalkan energi sukses organisasi.
  3. Meningkatkan kedisiplinan, menciptakan kebiasaan dan perilaku yang otomatis dan konsisten dalam meraih kinerja terbaik.
  4. Mengelola diri sendiri dan terhubung dengan semua pihak dengan energi positif dan optimis.
  5. Menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kolaborasi dan soliditas kerja.
  6. Menguasai tujuan dan cerdas mengarahkan waktu dan sumber daya untuk pencapaian target.
  7. Berkomunikasi baik secara verbal dan non verbal, serta menjadi energi positif di tempat kerja.

GARIS BESAR MATERI  PEMBAHASAN SELAMA 8 JAM

Topik Pembahasan: Meningkatkan Budaya Kerja, Pelayanan, Komunikasi, dan Soliditas Kerja

PK. 08.00 – 10.00 WIB. SESI 1: MENINGKATKAN BUDAYA KERJA UNTUK KINERJA YANG HEBAT

Sub Bahasan

  1. Rutinitas kerja di dalam akuntabilitas, integritas, transparansi, kualitas, dan kompetensi.
  2. Meningkatkan keandalan diri untuk lebih produktif, efektif, efisien, dan berkinerja tinggi.
  3. Perilaku kerja yang berkolaborasi, kerja sama, sinergi, berkomunikasi.
  4. Menguatkan proses kerja dengan patuh pada nilai-nilai perusahaan, sistem, etos, proses kerja, dan kepemimpinan.
  5. Meningkatkan kualitas pelayanan dan kontribusi di dalam rutinitas organisasi.
  6. Menjadikan keandalan diri sebagai aset yang dapat meningkatkan pertumbuhan kinerja perusahaan.
  7. Suasana kerja yang nyaman, rasa kekeluargaan, jiwa kebersamaan, kekompakkan dalam bekerja, meningkatkan kualitas hubungan positif di tempat kerja.

PK. 10.00 -10.15 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

PK.10.15 -12.15 WIB. SESI 2: MENINGKATKAN KUALITAS INTERAKSI DAN KECERDASAN MENGELOLA ORANG LAIN SECARA PROFESIONAL

Sub Bahasan

  1. Mengelola orang-orang di sekitar dengan motivasi dan gairah kerja.
  2. Mengelola, mencegah, menyelesaikan potensi konflik.
  3. Kiat-kiat penanganan terhadap orang-orang yang sulit diatur.
  4. Mengorganisir pekerjaan dan tanggung jawab dengan efektif.
  5. Mengembangkan sikap, perilaku, mental positif, dan menghindari ego sektoral.
  6. Mengelola stres, marah, dan emosi negatif lainnya agar tidak merusak proses kerja.
  7. Empati, toleransi, dan jiwa besar dalam membangun hubungan kerja yang solid.

PK.12.15 – 13.30 WIB. ISHOMA

PK.13.30 -15.00 WIB. SESI 3: BERKOMUNIKASI DAN MENYATU DI DALAM SATU ENERGI POSITIF SOLIDITAS KERJA

Sub Bahasan

  1. Memahami komunikasi yang ideal di dalam organisasi.
  2. Gaya komunikasi yang berbeda dan cara beradaptasi.
  3. Komunikasi positif menghasilkan kolaborasi kerja yang produktif.
  4. Pentingnya parabahasa dan komunikasi non verbal.
  5. Sikap tegas dalam komunikasi positif.
  6. Menjadi energi positif dalam aliran komunikasi di internal perusahaan.
  7. Cara memberikan umpan balik yang baik.
  8. Menjaga suasana hati yang baik dalam setiap interaksi dan komunikasi.
  9. Memahami persepsi, logika berpikir, kepercayaan, dan keyakinan lawan bicara.

PK.15.00 – 15.15 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

PK. 15.15 – 17.00 WIB. SESI 4:MELAYANI PERUSAHAAN, KOLEGA, BAWAHAN, ATASAN, DAN UNIT KERJA YANG LAIN DARI HATI YANG IKHLAS DAN TULUS

Sub Bahasan

  1. Pelayanan dari ketulusan hati untuk membantu orang lain.
  2. Mengembangkan soliditas korps di internal perusahaan.
  3. Menyederhanakan hubungan kerja yang kompleks dari hati yang ikhlas dan tulus.
  4. Menghidupkan hati, mendengar suara hati, melihat dengan mata hati, dan menjaga hati dengan rasa syukur dalam memberikan pelayanan berkualitas.
  5. Memahami bahwa setiap orang memiliki sistem penilaian yang berbeda.
  6. Pelayanan dengan memberikan kasih dan mengendalikan ego.

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 1318 8899  

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK INSAN PERUSAHAAN PROGRAM 3 HARI 2015

LEADERSHIP 2014

PELATIHAN KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK INSAN PERUSAHAAN PROGRAM 3 HARI 2015

KECERDASAN EMOSIONAL:PERSONAL SKILLS

Pelatihan Kecerdasan Emosional untuk Personal Skills Mengembangkan Kualitas Emosi Positif Melalui Kesadaran Diri; Manajemen Diri; Motivasi Diri; Aturan, Moral, dan Nilai-Nilai Jati Diri; Mengelola Marah; Mengatasi Rasa Takut; Meningkatkan Pengendalian Diri; Manajemen Stres; Kekuatan Berpikir Positif; dan Hidup dalam Kekuatan Pikiran Sadar (Mindfulness).

KECERDASAN EMOSIONAL:INTERPERSONAL SKILLS

Pelatihan Kecerdasan Emosional untuk Interpersonal Skills Mengembangkan Kualitas Emosi Positif Melalui Komunikasi Verbal dan Non Verbal; Manajemen Sosial dan Tanggung Jawab Sosial; Empati, Toleransi, Pengaruh, dan Kecerdasan Sosial; Perilaku, Sikap, Kebiasaan, dan Karakter Saat Berinteraksi dengan Orang Lain; Manajemen Konflik, Manajemen Politik Kantor, Manajemen Tim; Emosi Positif untuk Kolaborasi Kerja.

DESKRIPSI 

Orang-orang yang cerdas emosi berkemampuan untuk merespon hidupnya dengan optimis; memahami orang lain dengan lebih baik; menghormati diri sendiri dan orang lain; meningkatkan kualitas harga diri; memahami siklus emosi dan pikiran; berpikir positif; berperilaku yang profesional dan etis; mengatasi ketakutan; mengelola perasaan marah; terbuka dan tidak menyimpan masalah dalam hati; tidak memelihara dendam; termotivasi untuk sukses; suara hati yang penuh kasih; intuisi yang tajam terhadap pekerjaan; mampu mengelola diri sendiri dengan nilai-nilai positif; berkomunikasi dengan baik; memiliki kekuatan manajemen sosial yang andal; memiliki keterampilan mengelola orang lain; bertanggung jawab untuk menciptakan hubungan baik dengan siapapun; cerdas sosial; berempati; bertoleransi; cerdas berkolaborasi; terhubung dengan sikap baik; serta mampu mengelola hubungan baik yang etis dan profesional dengan stakeholders. Orang-orang yang cerdas emosi mampu menghidupkan hati; mendengarkan kata hati; melihat dengan mata hati; terhubung untuk mencapai kinerja terbaik; mampu bekerja dalam keragaman, perbedaan, dan pengertian terhadap persepsi yang berbeda; serta menjadi energi positif dalam pertemuan bisnis, interaksi dengan teman, rekan kerja, manajer atau bahkan dengan para pesaing.

Kecerdasan Emosi adalah hasil dari perilaku pikiran yang penuh kesadaran.  Ini adalah bagian dari rasionalitas. Emosi cerdas dihasilkan oleh pikiran yang terdidik dan terbiasa dalam nilai-nilai kebaikan. Emosi cerdas tidak dihasilkan oleh pikiran yang tidak teratur dan suka berteman dengan nilai-nilai negatif. Emosi cerdas yang terkelola dalam nilai-nilai positif selalu produktif dan terkendali, untuk menghasilkan kinerja dan prestasi terbaik. Emosi yang cerdas menjadikan karyawan lebih produktif dan berkualitas. Emosi yang cerdas mendorong perilaku menjadi lebih tenang dalam energi positif. Kondisi ini memotivasi diri untuk berevolusi menuju kemajuan. Diri yang cerdas emosi mampu meningkatkan kecerdasan, untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadirkan oleh kompleksitas kehidupan dan pekerjaan. Emosi cerdas mampu mengembangkan kemampuan diri, untuk menghadapi berbagai peristiwa dan realitas dengan tindakan yang optimis dan produktif.

Program pelatihan kecerdasan emosional ini mengembangkan kualitas kecerdasan emosional karyawan dari sisi personal skills dan interpersonal skills. Personal skills mengembangkan kecerdasan emosional dari kualitas dalam diri, sedangkan interpersonal skills mengembangkan kecerdasan emosional dari kualitas di luar diri.

TUJUAN PELATIHAN  

Membangun kompetensi kecerdasan emosional dari sisi personal skills dan interpersonal skills. Peserta mendapatkan cara melakukan perubahan perilaku untuk menunjukkan atau merawat emosional diri sendiri. Tujuan lain dari pelatihan ini adalah memungkinkan peserta untuk berpikir tentang interaksi masa depan mereka dengan cara baru, untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka dan mendapatkan lebih banyak keuntungan dari kehidupan. Juga, lebih memiliki empati dan perilaku kerja yang etis dalam integritas diri, yang diperkaya oleh nilai-nilai positif.

Memahami suasana hati, emosi, dan efeknya pada orang lain. Mengatur emosi yang tidak mengganggu perilaku. Mengkontrol emosi dan membimbing diri sendiri untuk mencapai kinerja. Menjalin hubungan dengan orang lain dan meningkatkan komunikasi. Memahami perasaan orang lain saat berinteraksi dengan mereka dan menjadi orang yang terpercaya dalam jaringan mereka. Mengelola reaksi dari orang lain dan menciptakan keseimbangan peran kehidupan. Mencegah pembajakan emosi dan mengganti pikiran yang merusak dengan pikiran positif. Meningkatkan rasa percaya diri dan belajar mendapatkan motivasi. Menghadapi dan menangani rasa takut untuk meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri. Meminimalkan konflik emosional dan mengelola perubahan. Mengakui manfaat fisik dan kesehatan terkait kecerdasan emosional. Mengidentifikasi kompetensi kecerdasan sosial dan belajar bagaimana otak memproses informasi dan emosi. Memahami pentingnya interaksi positif dengan orang lain dan apa yang diperlukan untuk menjalin hubungan. Tetap fokus dan menunjukkan bahwa dirinya memperhatikan. Berkomunikasi dengan empati dan memperkuat hubungan dengan orang lain. Mempengaruhi orang lain dan mengelola emosi pelarian dalam pertemuan sosial dan membimbing interaksi ke arah pilihan diri sendiri.

 MANFAAT PELATIHAN 

Peserta mempelajari bagaimana kompetensi kecerdasan emosional mampu meningkatkan kualitas hidup dan membantu peserta dalam meraih prestasi di tempat kerja. Peserta  belajar cara menganalisa perilaku diri sendiri, mengatur reaksi dari orang lain, dan menciptakan  perilaku yang seimbang dalam menjalani peran kehidupan. Peserta belajar cara mengadopsi strategi untuk mencegah masuknya emosi negatif ke dalam diri dan cara mengganti pikiran yang merusak dengan pikiran yang kuat. Peserta belajar cara mengubah pikiran dan mentalitas negatif untuk berpikir positif dan mengurangi kekhawatiran. Peserta belajar  tentang hal-hal yang diperlukan untuk bisa percaya pada diri sendiri dan cara untuk mendapatkan motivasi. Peserta belajar cara menangani perasaan takut, perasaan marah,  dan cara untuk meningkatkan harga diri. Peserta belajar cara membantu orang lain dengan  meminimalkan konflik emosional dan mengelola hubungan. Peserta belajar tentang manfaat kecerdasan emosional untuk kesehatan fisik dan mental. Peserta belajar tentang dasar-dasar kompetensi kecerdasan emosional interpersonal skills. Peserta belajar untuk memahami pentingnya interaksi dan komunikasi positif dengan orang lain dan apa yang diperlukan untuk menjalin hubungan positif yang penuh empati. Peserta belajar cara berkomunikasi dengan kekuatan empati dan memperkuat hubungan melalui tata krama yang etis dengan orang lain. Peserta belajar cara mengakui orang lain dan meningkatkan kontribusi dalam setiap hubungan. Peserta belajar untuk tidak mengecilkan harga diri orang lain. Peserta belajar cara menggunakan perilaku positif  yang etis untuk menjalin hubungan kerja dengan teman dan atasan melalui sinyal langsung dan bawah sadar emosi positif. Peserta belajar cara bertindak sesuai dengan target yang diinginkan dan menampilkan sisi karismatik diri secara berkualitas. Peserta belajar cara mengendalikan pengaruh orang lain dan mengelola emosi pelarian atau emosi liar, serta memandu interaksi dan komunikasi untuk saling menghormati dan tidak saling menyakitkan. Peserta belajar cara memonitor hubungan dirinya dengan orang lain dan menyadari konsekuensinya. Peserta belajar cara mengendalikan konflik.

METODE

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

MATERI PEMBAHASAN KECERDASAN EMOSIONAL SELAMA 3 HARI

MATERI PELATIHAN KECERDASAN EMOSIONAL – PERSONAL SKILLS

Day 1/ Hari Pertama

PK. 08.00 – 09.00 WIB. SESI 1: SELF AWARENESS

Sub Bahasan

  1. Perilaku dan ciri dengan kesadaran diri.
  2. Siklus perilaku pikiran dan perasaan.
  3. Sadar untuk memahami nilai, tujuan, motif, emosi dasar.

PK. 09.00 – 10.00 WIB. SESI 2: SELF MOTIVATION

Sub Bahasan

  1. Teknik dan cara memotivasi diri sendiri.
  2. Hubungan kecerdasan emosional dengan motivasi diri.

PK. 10.00 -10.15 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

PK. 10.15 – 11.00 WIB. SESI 3: HANDLING REACTIONS

Sub Bahasan

  1. Mengendalikan reaksi emosional.
  2. Akar penyebab reaksi dan strategi untuk menanganinya.

PK. 11.00 – 12.00 WIB. SESI 4: REGULATE YOUR EMOTIONS

Sub Bahasan

  1. Melihat sisi kehidupan yang lain
  2. Manajemen diri di dalam kesadaran diri
  3. Memberi secara ikhlas tanpa menyerah

PK.12.00 – 13.00 WIB: LUNCH BREAK/ ISTIRAHAT MAKAN SIANG

PK 13.00 -14.00 WIB. SESI 5: SELF MANAGEMENT

Sub Bahasan

  1. Manajemen diri melalui prinsip dan nilai kehidupan positif. 
  2. Mencegah masuknya nilai-nilai negatif ke pikiran bawah sadar.
  3. Meningkatkan kualitas diri melalui manajemen waktu  dan manajemen kesehatan diri.

PK 14.00 -15.00 WIB. SESI 6: ANGER MANAGEMENT

Sub Bahasan

  1. Urutan peristiwa yang menyebabkan agresi atau marah.
  2. Cara mengontrol kemarahan.

PK.15.00 -15.15 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

PK 15.15 -16.30 WIB. SESI 7: HANDLING FEAR

Sub Bahasan

  1. Mengatasi takut karena konflik, kehilangan identitas, kurangnya keamanan.
  2. Menggunakan rasa takut sebagai alat motivasi.

Day 2/ Hari Kedua

PK. 08.00 – 09.00 WIB. SESI 8: MINDFULNESS

Sub Bahasan

  1. Pikiran sadar menjadi penguasa kehidupan.
  2. Fokus dan hidup sepenuhnya pada hari ini.

PK. 09.00 – 10.00 WIB. SESI 9: GAINING CONTROL

Sub Bahasan

  1. Mengatasi pikiran yang tidak stabil.
  2. Menggunakan teknik relaksasi.
  3. Menyatu dan membawa semua bersama.

PK.10.00 -10.15 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

MATERI PELATIHAN KECERDASAN EMOSIONAL – INTERPERSONAL SKILLS

PK.10.15 – 11.00 WIB. SESI 10: VERBAL COMMUNICATION SKILLS

Sub Bahasan

  1. Fokus Mendengarkan.
  2. Mengajukan Pertanyaan.
  3. Berkomunikasi dengan Fleksibilitas dan Keaslian.

PK. 11.00 – 12.00 WIB. SESI 11: NON-VERBAL COMMUNICATION SKILLS

Sub Bahasan

  1. Bahasa tubuh, sentuhan, parabahasa, penampilan fisik.
  2. Mengatur alur, akting, karakter, ekspresi, sifat dalam komunikasi.

PK. 12.00 – 13.00 WIB: LUNCH BREAK/ ISTIRAHAT MAKAN SIANG

PK. 13.00 – 14.00 WIB. SESI 12: SOCIAL MANAGEMENT AND RESPONSIBILITY

Sub Bahasan

  1. Kecerdasan emosi dalam manajemen sosial dan tanggung jawab sosial.
  2. Mengartikulasikan emosi dengan menggunakan bahasa yang tepat.

PK. 14.00 – 15.00 WIB. SESI 13: MAKING AN IMPACT

Sub Bahasan

  1. Menciptakan kesan pertama yang powerfull.
  2. Mengatasi situasi yang ada dengan tekun dan giat.

PK.15.00 -15.15 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

PK.15.15 – 16.30 WIB. SESI 14: EMPATHY

Sub Bahasan

  1. Empati untuk kolaborasi, memahami orang lain, melayani perusahaan.
  2. Empati untuk menyatu dalam budaya perusahaan dan nilai-nilai kerja.

Day 3/ Hari Ketiga

PK. 08.00 – 09.00 WIB. SESI 15: TOLERANCE

Sub Bahasan

  1. Menghormati dan menghargai perbedaan.
  2. Perilaku kerja yang andal di dalam keragaman.

PK.09.00 – 10.00 WIB. SESI 16: KECERDASAN SOSIAL

Sub Bahasan

  1. Mengendalikan sinyal emosional sosial.
  2. Memahami penularan emosi sosial .

PK.10.00 – 10.15 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

PK.10.15 – 11.00 WIB. SESI 17: KESADARAN/KEPEDULIAN SOSIAL

Sub Bahasan

  1. Membebaskan emosi diskriminasi.
  2. Cara mencapai perhatian bersama.

PK.11.00 – 12.00 WIB. SESI 18: PENGARUH

Sub Bahasan

  1. Memahami kekuatan pengaruh.
  2. Pedoman perilaku pengaruh.

PK.12.00 – 13.00 WIB: LUNCH BREAK/ ISTIRAHAT MAKAN SIANG

PK.13.00 – 14.30 WIB. SESI 19: POLITIK KANTOR DAN KONFLIK

Sub Bahasan

  1. Profesionalisme untuk memahami politik kantor.
  2. Tidak berpartisipasi dalam gosip.
  3. Menghindari konflik dalam politik kantor.

PK.14.30 – 14.45 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

PK.14.45 – 16.30 WIB. SESI 20: PERILAKU KERJA YANG ETIS DAN BERINTEGRITAS

Sub Bahasan

  1. Fungsi etika dalam kecerdasan emosional.
  2. Peran integritas diri dalam kecerdasan emosional.
  3. Perilaku kerja yang patuh pada tata-tertib kantor.

Untuk Training Hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 1318 8899

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PROGRAM MOTIVASI UNTUK VENDOR (MITRA BISNIS) PROGRAM 4 JAM

cropped-DJAJENDRA-MOTIVASI-UNGGUL.jpgPROGRAM MOTIVASI UNTUK VENDOR (MITRA BISNIS) PROGRAM 4 JAM

Tema: Bermitra, Bersinergi, Menguatkan, Saling Menguntungkan

DESKRIPSI

Vendor adalah mitra kerja yang paling penting. Vendor yang baik mampu merespon dan berkomunikasi dengan profesional. Vendor yang baik mampu memberikan informasi yang berguna. Vendor yang baik mampu memberikan dukungan dan memenangkan penuntasan proyek atau pekerjaan rutin yang sedang perusahaan lakukan. Vendor yang baik adalah mitra atau sahabat bisnis yang penuh empati dan toleransi, bukan oposisi yang mencari kekurangan, tetapi mitra yang melengkapi dan membantu menguatkan perusahaan.

Merangkul dan melibatkan vendor terbaik dalam penyediaan jasa atau produk yang berkualitas tinggi. Pastikan vendor telah bersama-sama dengan visi dan misi perusahaan Anda. Pastikan vendor telah mengerti cara melakukan bisnis sesuai dengan nilai-nilai dan budaya kerja perusahaan Anda. Hubungan yang mendalam dengan para vendor sangat penting bagi keberhasilan bisnis. Hubungan yang mendalam ini tidak hanya antara perusahaan dengan perusahaan, tetapi juga antara individu dengan individu. Hubungan yang profesional, erat, bersama-sama,  dan etis antara karyawan Anda dengan karyawan dari para vendor, akan meningkatkan kinerja dan produktivitas di internal perusahaan Anda.

Vendor yang kredible dan bereputasi baik mampu memberikan kualitas dan meningkatkan kinerja proyek perusahaan Anda. Mendapatkan dukungan yang kuat dan profesional dari para vendor dapat membantu Anda untuk memenangkan lebih banyak sumber daya, dan membuat proses kerja berjalan menuju sukses. Vendor yang baik selalu fokus untuk memberikan dukungan dalam memenuhi kebutuhan dan kualitas, serta memahami berbagai kepentingan perusahaan dengan empati.

Sangatlah penting untuk berkomunikasi sesering mungkin dengan vendor dan mengajak mereka untuk terlibat mendukung proyek dan rutinitas di dalam proses kerja. Dapatkan dukungan dari vendor Anda secara aktif. Miliki hubungan yang saling menguntungkan. Hitung risiko dan mengantisipasi semua potensi reaksi vendor terhadap proyek dan proses kerja, lalu memenangkan dukungan vendor untuk kemajuan bisnis Anda. Vendor yang baik harus mampu bereaksi dan merespon dengan cepat, tepat waktu, berkualitas, melayani, dan profesional terhadap proyek Anda. Mereka harus memiliki empati dan toleransi untuk terlibat dalam mensukseskan proyek yang sedang dikerjakan.

Program motivasi dalam kegiatan membangun dan merajut kebersamaan antara perusahaan Anda dengan para vendor Anda. Vendor sebagai mitra strategis dan mitra yang mendukung kualitas dari proyek atau rutinitas kerja sehari-hari, haruslah dirawat dan dijaga dengan etis dan profesional. Bermitra, bersinergi, menguatkan, dan saling menguntungkan, haruslah menjadi budaya kerja yang kaya kinerja dan produktif.

LATAR BELAKANG MOTIVASI UNTUK VENDOR (MITRA BISNIS)

Merajut kebersamaan dalam hubungan bisnis yang saling menguntungkan. Vendor adalah mitra bisnis yang penting, sehingga dibutuhkan kesamaan persepsi dalam pelayanan bisnis yang positif dan produktif. Membentuk hubungan kemitraan yang saling menguatkan, bersinergi, kebiasaan kerja yang efektif dan produktif, menguatkan komunikasi, serta mengembangkan karakter kerja yang unggul dalam pencapaian visi dan misi bisnis.

TUJUAN

  1. Vendor dapat memahami cara menjadi mitra bisnis yang saling menguntungkan dan saling merawat.
  2. Vendor dapat menyiapkan potensinya untuk menjadi aset dan kekuatan produktif dalam mencapai kemajuan dan pencapaian terbaik.
  3. Vendor dapat menjadi kekuatan yang menjaga kelangsungan bisnis perusahaan.
  4. Vendor termotivasi untuk membangun hubungan kemitraan yang harmonis, kekeluargaan, berempati, bertoleransi, melayani, etis, dan profesional.

HASIL AKHIR /OUTPUT

  1. Hubungan bisnis yang lebih berkualitas, etis, profesional, harmonis, kekeluargaan, dan saling menguntungkan.
  2. Hubungan bisnis yang saling membantu dan memfasilitasi kebutuhan dengan profesional.

METODOLOGI: Fokus pada motivasi interaktif, brainstorming, simulasi, diskusi, icebreaker

MATERI MOTIVASI UNTUK VENDOR SELAMA 4 JAM

TEMA: BERMITRA, BERSINERGI, MENGUATKAN, DAN SALING MENGUNTUNGKAN

Sub Bahasan

  1. Bermitra untuk saling menguntungkan dan membangun ketahanan bisnis.
  2. Vendor yang mengurangi risiko bisnis.
  3. Bersama-sama dan menjaga kelangsungan bisnis.
  4. Pemulihan dan layanan yang cepat dan tepat waktu.
  5. Menjadi sahabat dalam mengatasi krisis.
  6. Menjaga kesinambungan bisnis dan menjadi tulang punggung mitra bisnis.
  7. Hadir dan menguatkan mitra bisnis.

Untuk Training Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 1318 8899

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN RESOLUSI KONFLIK

BALI-KEMENKES 2014

PELATIHAN RESOLUSI KONFLIK  1 HARI 8 JAM DJAJENDRA

DESKRIPSI

Resolusi konflik merupakan langkah terbaik untuk menyelesaikan semua perselisihan. Program pelatihan selama satu hari ini memiliki berbagai strategi yang efektif untuk menyelesaikan konflik, serta menawarkan kesempatan untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan bersama.

Sering sekali orang-orang tidak mampu menemukan resolusi konflik yang dapat diterima semua pihak, sehingga sulit untuk mencapai kesepakatan dengan lawan yang sangat ngotot. Apalagi bila persepsi dan cara berpikir memahami bahwa lawan yang dihadapi sangat kuat; memiliki sumber daya yang sulit untuk dikalahkan; ataupun bahwa lawan pasti tidak mau mengalah, maka hal ini akan menjadi kelemahan di dalam resolusi konflik.

Melalui program pelatihan ini, peserta akan diberikan keterampilan dan keyakinan bahwa apapun akar konflik pasti ada solusi penyelesaiannya. Untuk itu, peserta akan diajarkan kemampuan untuk memainkan peran dengan cerdas agar konflik tidak melebar kemana-mana; peserta akan memahami cara menyusun pertemuan yang efektif dengan pihak-pihak yang berkonflik; cara untuk berjuang mencapai kemenangan; cara untuk tetap tenang dan terkendali di dalam kekuatan positif; cara untuk mendengarkan logika berpikir diri sendiri; cara memberikan reaksi ketika lawan menyerang secara pribadi; dan teknik resolusi konflik yang spesifik untuk masing-masing kasus konflik.

Walaupun konflik berpotensi muncul dengan berbagai alasan yang berbeda, tetapi kemampuan untuk menentukan posisi dan kepentingan dengan jelas di dalam konflik itu, akan menjadikan seseorang mampu memahami siapa teman dan lawan yang harus dihadapi di dalam konflik tersebut.

Program pelatihan resolusi konflik ini, akan memperkuat kemampuan yang berguna untuk bernegosiasi, sehingga peserta mampu menjadi lebih fokus dan efektif di dalam penyelesaian konflik. Peserta akan belajar cara memperkuat posisi kepentingannya, tidak membuang-buang waktu, fokus pada masalah inti, berdebat bila diperlukan, menjadi tegas, dan tetap berwibawa saat proses penyelesaian konflik.

KONSEP DASAR

Konflik adalah sesuatu yang wajar dan alami dari kehidupan dengan beragam kepentingan. Tidak mungkin dalam hidup ini semua orang memiliki persepsi yang sama, keyakinan yang sama, logika berpikir yang sama, dan selalu bersepakat. Ketidaksepakatan, argumen, perbedahan, perselisihan, dan konflik merupakan hal-hal yang akan selalu terjadi. Diperlukan pengetahuan dan keterampilan resolusi konflik agar setiap konflik dapat dinetralkan dengan energi positif. Ketika perselisihan muncul, maka semua pihak harus mencari solusi dengan negosiasi yang tepat.

TUJUAN PELATIHAN

Menghasilkan solusi yang disetujui semua pihak.

Bernegosiasi dengan bijak dan memenangkan kepentingan.

Menciptakan keharmonisan hubungan antar kelompok-kelompok dalam konflik.

Memetakan ide-ide, keyakinan, perbedaan, dan latar belakang konflik.

Memahami waktu yang tepat untuk menyelesaikan konflik.

Memahami cara menyelesaikan konflik.

Cara mengendalikan emosi, perilaku, dan pola pikir saat proses resolusi konflik.

MANFAAT PELATIHAN

Peserta memahami konflik sebagai sesuatu yang wajar dan alami, tetapi harus ditemukan solusi dengan cara bijak.

Peserta menjadi lebih rendah hati untuk menyelesaikan konflik.

Peserta mampu menggunakan teknik negosiasi untuk penyelesaian konflik.

Peserta mampu berkomunikasi dengan pihak-pihak oposisi/lawan.

Peserta mampu melakukan brainstorming dengan pihak lawan untuk kemungkinan resolusi konflik.

Peserta mampu menentukan pilihan resolusi terbaik.

Peserta mampu memutuskan kapan digunakan/diperlukan mediator pihak ketiga.

Peserta mampu mengeksplorasi alternatif dengan berbagai skenario solusi.

Peserta mampu mengatasi situasi dan taktik tekanan dari lawan.

Peserta mampu memperkuat daya tahan diri dengan teknik afirmasi.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

MATERI PEMBAHASAN RESOLUSI KONFLIK 8 JAM

Memahami konflik dan proses penyelesaiannya.

Cerdas menggunakan teknik kolaborasi,  bersaing, mengganggu,  menampung,  menghindari.

Memahami kepentingan diri sendiri, keinginan, kebutuhan, harapan, kepedulian, ketakutan, dan kekhawatiran atas konflik.

Menciptakan suasana positif, menentukan aturan, menetralisir emosi, memilih waktu dan tempat yang tepat untuk penyelesaian konflik.

Memahami kemungkinan hasil penyelesaian dan jenis-jenis perjanjian yang diperlukan untuk mencapai resolusi konflik.

Membuat kesepakatan bersama. Apa yang Anda inginkan, mereka inginkan, dan semua pihak inginkan.

Fokus pada kebutuhan individu. Menemukan persamaan, membangun energi positif, menguatkan niat baik, dan menguatkan kemitraan.

Mendapatkan akar penyebab konflik. Meneliti akar penyebab konflik. Menganalisa sebab-akibat dari akar penyebab konflik.  Mengidentifikasi manfaat resolusi.

Mengembangkan pilihan. Menghasilkan, membuat beberapa opsi, dan beberapa solusi dari opsi yang ada.

Menggali pilihan lebih mendalam lagi. Membangun solusi, membuat kriteria, membuat daftar pilihan, memilih solusi, dan membangun rencana resolusi.

Mengevaluasi situasi, memilih langkah, membuat rencana aksi.

Menguasai diri dengan manajemen stres dan manajemen kemarahan.

Legitimasi dari pihak-pihak yang berkonflik.

Meyakinkan semua pihak bahwa perjanjian yang diusulkan sudah adil.

Standar objektif untuk meyakinkan kesepakatan yang dibuat (hukum, pendapat ahli, nilai pasar, atau hal-hal lainnya).

Memahami minat dan kepentingan lawan. Memahami keinginan, kebutuhan, harapan, ketakutan, kekhawatiran lawan.

Memiliki empati dan toleransi dalam batas-batas yang saling menguntungkan.

Menyelesaikan konflik dengan resolusi konflik yang adil, terbuka, dan saling bertanggung jawab.

Untuk training hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN CIVILITY IN THE WORKPLACE 2 HARI

PROGRAM PELATIHAN CIVILITY IN THE WORKPLACE 2 HARI

PELATIHAN MEMBANGUN BUDAYA KESOPANAN DI TEMPAT KERJA 2 HARI (CIVILITY IN THE WORKPLACE)

DESKRIPSI

Rendahnya kualitas kesopanan dan tata krama antara insan perusahaan akan menjadi pengganggu yang serius di tempat kerja. Ketidaksopanan di tempat kerja berdampak buruk dan berpotensi menciptakan organisasi dengan stres tinggi. Perilaku kasar di tempat kerja, komentar  kasar, mempermalukan di depan umum, intimidasi, berteriak pada satu sama lain, fitnah, bullying, diskriminasi, pelecehan, dendam, benci, serta sikap dan perilaku tidak sopan yang lainnya; pasti akan meningkatkan kecemasan, ketakutan, depresi, stres, absensi, dismotivasi, penurunan kualitas kerja, penurunan kepuasan kerja, penurunan omset bisnis, dan hilangnya kemampuan karyawan untuk memenuhi tujuan kerja mereka.

Ketidaksopanan di tempat kerja akan menghambat proses komunikasi dan kolaborasi. Dampaknya, perusahaan tidak akan mendapatkan kualitas kerja yang baik; pelanggan tidak akan mendapatkan kualitas pelayanan yang baik; kepemimpinan sulit mengambil keputusan yang tepat, karena informasi dan data dari karyawan pasti berkualitas rendah; karyawan tidak akan mampu berkontribusi dengan baik, karena stres mencegah mereka untuk berpikir jernih di tempat kerja; dan energi gosip akan menguasai semua dimensi kerja. Selanjutnya, energi negatif akan menciptakan konflik berkepanjangan yang menjauhkan hubungan kerja positif diantara insan perusahaan.

Ketidaksopanan di tempat kerja akan menghilangkan loyalitas insan perusahaan kepada perusahaan; akan menghilangkan kemampuan manajer untuk mengelola unit kerja dan tanggung jawabnya dengan produktif; akan menjadikan semua orang di dalam perusahaan menderita secara batin dan fisik; akan menjadikan orang-orang menguras tenaga dan waktu hanya untuk melayani emosional stres diantara satu sama lain; dan akan menjadikan orang-orang tidak produktif, karena menderita oleh stres yang tinggi.

Program pelatihan selama dua hari ini akan membangun budaya perilaku kesopanan dan tata krama. Peserta akan diberikan panduan untuk meningkatkan kesadaran agar dapat memiliki perilaku positif yang menciptakan kebaikan, kesopanan, dan tata krama di tempat kerja. Peserta akan diberikan panduan dan kesadaran untuk menciptakan lingkungan kerja dengan sikap yang adil, etis, kasih sayang, peduli, empati, kreatif, produktif, saling menghormati, saling membantu, dan bersaing dengan positif untuk menciptakan keberhasilan organisasi.

KONSEP DASAR

Kesopanan dan tata krama adalah landasan untuk menciptakan hubungan kerja yang unggul di dalam kekuatan komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Oleh karena itu, diperlukan inisiatif perusahaan untuk menciptakan kebijakan, budaya, dan kepemimpinan, yang menghasilkan lingkungan kerja unggul untuk pencapaian kinerja terbaik.

TUJUAN PELATIHAN

Mengelola hubungan interpersonal di internal perusahaan.

Membangun kesadaran untuk meningkatkan kesopanan di tempat kerja.

Membangun budaya interaksi positif dan menghormati antara karyawan, manajer, pelanggan, dan pemangku kepentingan yang lainnya.

Meningkatkan keterampilan komunikasi dan metode resolusi konflik.

Membangun lingkungan kerja yang sehat dan berkualitas untuk mendukung pencapaian kinerja terbaik.

Meningkatkan kesadaran untuk mengurangi stres dan mencapai kegembiraan di tempat kerja.

Mengembangkan mindset positif untuk menciptakan hubungan kerja yang saling meningkatkan kualitas kerja.

Bertanggung jawab untuk menciptakan perilaku sopan santun di tempat kerja.

MANFAAT PELATIHAN

Memberikan panduan praktis untuk menciptakan lingkungan kerja yang sopan dengan tata krama, etis, saling menghormati, dan mencegah perilaku tidak sopan.

Meningkatkan kompetensi pengendalian diri dan perilaku untuk saling respek antara insan perusahaan.

Melengkapi insan perusahaan dengan keterampilan ketahanan diri untuk menghentikan kebocoran energi produktif di tempat kerja.

Membantu insan perusahaan untuk menghindari stres dan perasaan kurang bahagia di tempat kerja.

Membantu merehabilitasi konflik akibat pelecehan dan perilaku negatif.

Membangun budaya dan kebijakan yang membuat tempat kerja lebih harmonis dan produktif.

Membangun kekuatan insan perusahaan di atas kesopanan dan tata krama, serta memperbaiki kelemahan dengan perilaku kerja yang lebih positif.

MATERI PEMBAHASAN

Hari 1/Day 1

SESI 1: KESADARAN UNTUK BERPERILAKU SOPAN DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

Pencerahan dan motivasi tentang tema pelatihan

Memahami tujuan pelatihan

Dampak negatif dari perilaku tidak sopan

Memahami energi sukses dari perilaku sopan dan etis di tempat kerja

Cara menangani kepribadian negatif

Kerugian perusahaan dan pribadi atas perilaku tidak sopan

Keuntungan perusahaan dan pribadi atas perilaku sopan

Studi kasus

Diskusi dan tanya jawab

SESI 2: EFEKTIVITAS ETIKET KERJA DAN MANFAATNYA

Sub Bahasan

Niat baik dan kemauan untuk menjadi energi positif di tempat kerja

Cara mengekspresikan kebaikan dan sopan santun

Menghormati dan menunjukkan respek kepada setiap orang

Keterlibatan di semua proses kerja dengan  ikhlas dan tulus

Menjadi pribadi dengan persepsi dan logika berpikir yang etis

Ketidaksopanan adalah biaya yang tidak terlihat

Kesopanan adalah keuntungan dan kebahagiaan

Berbagai akar penyebab dari ketidaksopanan

Cara mengatasi ketidaksopanan dan cara menjalankan etiket kerja yang berkualitas

Studi kasus

Tanya jawab

SESI 3: RESOLUSI KONFLIK DAN MENEMUKAN AKAR PENYEBABNYA

Sub Bahasan

Resolusi konflik dengan kolaborasi dan saling pengertian

Resolusi konflik dengan persaingan sehat dan positif

Resolusi konflik dengan tidak saling mencurigai dan mengganggu

Resolusi konflik dengan mengisi kekurangan dan saling membantu

Resolusi konflik dengan saling menghindari perilaku tidak sopan

Meneliti penyebab konflik dan perilaku tidak sopan

Mendapatkan akar penyebab konflik

Membangun mindset dan perilaku yang memaafkan dengan tulus

Memantafkan resolusi konflik di tempat kerja dengan kekuatan positif

Studi kasus

Tanya jawab

SESI 4: KOMUNIKASI DAN KECERDASAN INTERPERSONAL

Sub Bahasan

Komunikasi verbal

Komunikasi non verbal

Keterampilan mendengarkan

Keterampilan bertanya

Kecerdasan membangun jembatan hubungan

Membawa orang ke sudut pandang Anda

Berkomunikasi dengan fakta dan emosi cerdas

Berbagi opini dan membangun konsensus bersama

Memanfaatkan sikap baik untuk meningkatkan pengaruh

Hari 2/Day 2

SESI 5: NEGOSIASI DAN SOLUSI ATAS PERILAKU TIDAK SOPAN

Sub Bahasan

Teknik negosiasi untuk ketidaksopanan

Sikap baik dan tata krama untuk bernegosiasi

Kata-kata pembukaan yang tepat dan sopan

Siapkan pengaruh untuk menawar solusi terbaik

Bila hubungan sudah sangat buruk, gunakan jasa pihak ketiga untuk penyelesaian (Mediasi)

Menemukan cara untuk pemecahan masalah

Menemukan solusi terbaik

Menyelesaikan negosiasi dengan kemenangan

Studi kasus

Tanya jawab

SESI 6: MENGINDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN TANTANGAN PERILAKU TIDAK SOPAN DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

Mengidentifikasi nilai-nilai penyebab ketidaksopanan

Melengkapi analisis kebutuhan kesopanan dan tata krama di tempat kerja

Melakukan pengamatan atas perilaku tidak sopan dan dampaknya

Studi kasus

Ulasan dan brainstorming tentang bahaya perilaku tidak sopan di tempat kerja

SESI 7: MENULIS KEBIJAKAN TATA KRAMA DAN SOPAN SANTUN

Sub Bahasan

Cara menulis pedoman kebijakan kesopanan dan tata krama

Menunjuk tim inti untuk memulai penulisan pedoman kesopanan

Menentukan perilaku yang tidak dapat diterima di tempat kerja

Memetakan situasi dan kondisi agar perilaku dapat menghadapi realitas

Mendefinisikan konsekuensi dari perilaku tidak sopan

SESI 8: MENGIMPLEMENTASI DAN MEMBUDAYAKAN KEBIJAKAN TATA KRAMA DAN SOPAN SANTUN DI INTERNAL PERUSAHAAN

Sub Bahasan

Cara menyiapkan langkah-langkah untuk implementasi

Melaksanakan pelatihan yang menyadarkan dan mencerahkan setiap individu

Mendengarkan keluhan dan mengatasinya dengan kebijakan yang jelas

Cara menegakkan aturan tata krama dan ketegasan untuk pelanggar

Membudayakan nilai-nilai dan aturan tata krama secara berkelanjutan

Evaluasi dan perbaikan secara terus-menerus

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI
PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com