MELAYANI PELANGGAN YANG MARAH

006“Pelayanan bukan untuk dihabiskan dengan masalah, tetapi untuk dihabiskan dengan solusi yang menguntungkan. Jadi, bila dalam pelayanan Anda ada masalah, maka jangan habiskan waktu hanya untuk dibuang percuma dalam masalah tersebut. Siapkan mental dan emosi untuk merubah masalah tersebut menjadi peluang, dan seterusnya menjadi solusi yang hebat.”~ Djajendra  

Ketika pelayanan Anda tidak memenuhi janji dan komitmen pelayanan, maka pelanggan akan mengeluh atau juga berpotensi marah, karena menganggap Anda tidak menepati janji layanan.

Saat pelanggan marah, Anda harus melayani dengan tenang, dan tidak terpancing emosi. Siapkan mental dan kepribadian positif, untuk menghadapi pelanggan yang sulit atau pelanggan pemarah. Jika Anda juga ikut balas memarahi pelanggan dan menantang dirinya, maka hal itu akan menjadi kebiasaan, yang merusak reputasi pelayanan Anda, termasuk merusak potensi untuk bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan.

Siapkan diri dengan kompetensi sikap baik dan emosi cerdas, agar dapat menangani situasi buruk dengan pelanggan. Dan, pastikan Anda dapat meningkatkan hubungan positif, termasuk menciptakan peluang lebih jauh. Apapun situasinya, Anda harus menahan emosi, dan mau mendengarkan masalah atau keluhan pelanggan tersebut.

Gunakan sikap dan sifat baik untuk melancarkan semua permasalahan dengan pelanggan; temukan solusi atau pecahkan masalah pelanggan dengan bijak, dan pastikan bahwa Anda dapat memberikan rasa puas kepada pelanggan Anda.

Gunakan empati dan berikan toleransi untuk memperbaiki situasi. Berikan bantuan dengan totalitas untuk membuat pelanggan Anda bahagia. Jika pelanggan masih marah-marah, selesaikan semua keluhannya dengan bijak, dan buatlah dirinya merasa beruntung atau Anda untungkan dalam penyelesaiannya.

Jawablah marah pelanggan dengan senyum persahabatan, lalu sambut pelanggan tersebut dengan ramah tamah, dan bicarakan solusi terbaik untuk menyelesaikan marah tersebut.

Kendalikan situasi marah dengan sikap yang tenang dan profesional. Tetaplah pimpin situasi tersebut, jaga diri untuk tetap tenang, walaupun tekanan tersulit sedang diberikan oleh pelanggan marah tersebut. Jadilah pemenang dengan ketenangan dan solusi. Sikap tenang dan bersahabat Anda tersebut, akan meningkatkan kehormatan dan harga diri Anda.

Hadapi marah pelanggan dengan suara yang perlahan, tenang, tegas, dan bersahabat. Jadilah energi yang membantu menurunkan ketegangan. Pastikan bahwa pelanggan mampu menerima realitas, dan mau menurunkan emosi marahnya.

Bekerjalah untuk  menyelesaikan semua konflik dengan pelanggan. Lakukan negosiasi untuk meredakan marah pelanggan. Lalu, buatlah pelanggan itu bahagia bisa bertemu dan menyelesaikan masalahnya bersama Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CARA PENJUAL MENDAPATKAN CALON PEMBELI

PROFILE 3

“Penjual yang berkualitas selalu akan memfokuskan semua yang dia miliki, untuk terhubung dengan calon pembeli yang membutuhkan produknya, atau juga calon pembeli yang memiliki daya beli, serta dapat dipengaruhi untuk membeli.” ~ Djajendra

Dalam bisnis, menjual adalah hal terpenting untuk menghasilkan nilai tambah dan keuntungan. Menjual memiliki komponen produk, calon pembeli, proses penjualan, dan penjual. Semua komponen menjual tersebut haruslah menjadi mindset dari seorang penjual. Dan, mindset penjual ini harus memiliki karakter untuk meyakinkan calon pembeli, agar calon pembeli dapat membeli lebih banyak.

Tanpa penjualan bisnis itu tidak pernah ada. Setiap orang yang ditempatkan dibagian penjualan haruslah memiliki mental menjual. Kemampuan untuk terhubung dengan pembeli, dan kemampuan untuk meyakinkan pembeli, haruslah menjadi kebiasaan sehari-hari dalam wujud pelayanan dengan sikap baik.

Disamping keharusan untuk memberikan respon yang sangat cepat kepada calon pembeli. Seorang penjual juga harus memiliki kecerdasan empati, dan tidak pernah menganggap calon pembeli bukan orang pintar, atau orang yang bisa diakali dengan informasi yang tidak jujur. Semakin terbuka dan jujur seorang penjual memberikan informasi, serta tidak menyembunyikan sesuatu dari calon pembeli, maka ia akan mampu menjual lebih banyak dan menjadi orang yang lebih dipercaya.

Penjual sukses lahir dari kepercayaan dan keyakinan orang lain terhadap kejujuran dirinya dalam menjual. Semakin jujur karakter menjual seseorang, maka semakin hebat ia akan mampu menjual kepada siapapun. Menjual adalah seni meyakinkan dengan karakter dan perilaku yang terpercaya. 

Seorang penjual yang baik pasti melengkapi dirinya dengan pengetahuan produk yang benar. Hal ini diperlukan saat dirinya terhubung dengan calon pembeli. Pengetahuan produk yang benar akan memudahkan penjual, untuk memberikan penjelasan dan informasi yang lebih lengkap tentang produknya.

Semakin lengkap pengetahuan calon pembeli tentang produk yang dijual, semakin yakinlah dia untuk membeli produk tersebut, sehingga penjual dapat menutup penjualan dengan sukses.

Tidak semua orang akan menjadi pembeli yang baik. Oleh karena itu, seorang penjual haruslah cerdas menggunakan bakat dan pengetahuan menjualnya, untuk mendapatkan prospek atau calon pembeli yang benar-benar berpotensi untuk membeli.

Penjual juga harus sadar bahwa tidak semua orang membutuhkan produk yang dijualnya, dan sebagai seorang penjual, haruslah cerdas memahami siapa yang butuh dan tidak butuh terhadap produk yang dijual.

Penyaringan terhadap prospek atau calon pembeli haruslah dibuat dengan prioritas dan klasifikasi. Kemampuan untuk memetakan prospek dan keberanian untuk membuat keputusan, akan menjadikan penjual mampu bertindak dengan berkualitas. 

Semakin cerdas mengklasifikasikan dan mengkonsentrasikan calon pembeli inti, maka semakin mudah untuk menentukan calon pembeli yang harus segera didekati untuk ditawarkan produk.

Seorang penjual yang cerdas pasti mempertimbangkan kebutuhan calon pembeli. Dan juga tidak akan membuang-buang waktu untuk memaksa atau mempengaruhi orang-orang yang tidak membutuhkan produknya. Jika produk yang ia miliki diyakini tidak dapat memenuhi kebutuhan calon pembeli, maka dia tidak akan mengkonsentrasikan waktu dan energinya untuk melayani mereka. Penjual yang berkualitas selalu akan memfokuskan semua yang ia miliki, untuk terhubung dengan calon pembeli yang membutuhkan produknya, atau juga calon pembeli yang memiliki daya beli, serta dapat dipengaruhi untuk membeli.

Sikap baik dalam wujud pelayanan unggul haruslah menjadi proses yang indah dalam sebuah penjualan. Pendekatan kepada prospek haruslah dengan pelayanan dan sikap, yang membuat prospek tersebut senang dan bahagia. Disini, penjual harus betul-betul mempersiapkan karakter diri, yang mampu membuat dirinya terhubung dengan calon pembeli.  Selama penjual dan calon pembeli tidak terhubung dalam energi baik, maka transaksi akan mengalami hambatan.

Kembali diingatkan bahwa tidak semua orang akan membutuhkan produk Anda. Pastikan Anda mampu menyaring orang-orang yang betul-betul berpotensi untuk membeli produk Anda. Tetapi, sering sekali, ada orang-orang yang hanya ingin tahu tentang produk Anda, dan mereka tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membeli produk Anda. Jadi, bisa saja mereka hanya bertanya-tanya, dan tidak berdaya beli atas produk Anda.  Oleh karena itu, pastikan fokus penjualan Anda benar-benar terfokus kepada calon pembeli atau prospek, yang berpotensi atau memiliki daya beli untuk menjadi pelanggan Anda.

Jadilah penjual yang cerdas memahami potensi prospek. Lalu, cerdas mendengarkan harapan dan kebutuhan prospek. Dan, Anda juga harus terus-menerus belajar untuk memperkuat intuisi menjual Anda, sehingga naluri menjual Anda benar-benar tajam, dan dapat mendengarkan suara prospek dengan sangat baik.

Selamat menjual dengan hati yang penuh cinta dan peduli kepada prospek Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com