DISIPLIN DIRI MEMBUAT KITA MUDAH MENYELESAIKAN TUGAS SEBERAT APA PUN

“Disiplin diri membentuk kita menjadi pribadi yang sangat teratur, taat, kuat, patuh pada semua tahapan proses kerja, tanpa mengeluh atau merasa berat untuk melakukan tugas seberat apa pun.”~Djajendra

Inti kehidupan kerja adalah disiplin diri. Jika satu orang saja di lingkungan kerja kehilangan disiplin diri, maka proses kerja pasti terganggu dan hasil akhir tidak mungkin sesuai rencana. Disiplin diri adalah kunci menyelesaikan tugas yang paling berat dengan hasil terbaik. Disiplin diri membuat kita memiliki kemauan, tekad, motivasi, gairah, serta emosi positif yang mendorong semua kemampuan dan potensi untuk menyelesaikan pekerjaan.

Disiplin diri adalah perilaku yang paling penting dari keberhasilan mencapai sebuah target besar. Tanpa disiplin diri; kita menjadi malas, kita menjadi bingung, kita menjadi tidak berdaya, seolah-olah pekerjaan menjadi sangat berat dan sulit untuk diselesaikan. Disiplin diri mampu melepaskan ketakutan atas situasi yang membuat kita merasa tidak berdaya untuk melakukan apa yang ingin kita capai. Disiplin diri membuat kita mudah bergerak di antara tantangan dan peluang, dengan kemauan yang diperkaya dalam kreativitas dan inovasi, kita mampu merasa bebas dari menyalahkan orang lain atau mencari alasan untuk tidak melakukan apa-apa.

Disiplin diri dimulai dari kesadaran dan niat untuk mengelola sumber daya mental, batin, fisik, emosi kita secara efektif, serta menggunakannya untuk menangani berbagai gangguan yang berpotensi membuat kemauan dan motivasi kita hilang. Semua potensi gangguan yang bersumber dari dalam diri dan luar diri, ditangani secara sadar dan tepat agar tidak menghalangi semangat dan motivasi kita untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Disiplin diri membuat kita kuat dan membentuk kita menjadi pribadi yang sangat teratur, taat, patuh pada semua tahapan proses kerja, tanpa mengeluh atau merasa berat untuk melakukan tugas seberat apa pun.

Gangguan dan zona kenyamanan adalah dua hal yang bernilai sama, kita harus selalu berhati-hati pada dua hal tersebut. Jika kita memperkuat disiplin diri secara terus-menerus, maka gangguan dan zona kenyamanan dapat kita atasi, sehingga kinerja dan prestasi terbaik dapat kita hasilkan secara terus-menerus. Disiplin diri juga membuat kita mampu mengungkapkan kualitas diri terbaik, kompetensi dari etos terbaik kita, serta kepribadian kita yang kuat dan memiliki mental untuk menyelesaikan hal-hal yang dianggap tidak mudah untuk diselesaikan.

Selain integritas, disiplin diri haruslah menjadi nilai kerja yang paling utama bagi siapa pun. Disiplin harus menjadi dasar dari awal kehidupan kerja. Ini memastikan kelancaran arus proses kerja tanpa menghalangi kreativitas dan motivasi kerja individu. Pola pikir yang mengutamakan disiplin diri di lingkungan kerja adalah langkah pertama untuk menjadi pribadi dengan kinerja dan prestasi terbaik. Kesadaran setiap individu di lingkungan kerja harus dibangkitkan, untuk mengelola pikiran positif, dengan meningkatkan kualitas disiplin diri secara terus menerus dan berkelanjutan dalam situasi apa pun. Disiplin diri menjadikan kita bekerja secara sistematis dalam mencapai tujuan atau hasil akhir. Ini memotivasi dan menjaga semangat kerja kita di sepanjang situasi yang penuh tantangan. Disiplin diri juga membuat kita selalu fokus dan bekerja dengan prinsip kehati-hatian dalam hal-hal sekecil apapun. Kita selalu sadar untuk mempersiapkan jalan menuju kesuksesan dengan kesadaran dan ketenangan diri yang luar biasa.

Jika dalam hal-hal kecil kita tidak disiplin, maka kemungkinan dalam hal-hal besar kita sulit bergerak untuk melakukan sesuatu. Sebab, kita kehilangan kepercayaan diri saat melihat tanggung jawab besar dan tugas berat, sehingga kita tidak mengerti untuk menjadi disiplin dalam melakukan tugas tersebut. Disiplin diri membuat kita merasa tidak ada masalah kecil atau sesuatu yang tidak penting; kita selalu sadar bahwa sekecil apa pun sebuah persoalan haruslah diselesaikan dengan integritas, tanggung jawab, kredibilitas, dan motivasi yang tinggi.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MELAKUKAN PEKERJAAN YANG DITUGASKAN DENGAN DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB

“Kita harus sadar dan mengerti bahwa tugas yang diberikan kepada kita adalah kinerja dan prestasi yang diharapkan dari tugas kita itu.”~Djajendra

Pekerjaan yang kita lakukan haruslah dalam konsep holistik. Kita harus mampu melihat ke semua tanggung jawab. Kita harus mampu dan ikhlas untuk menjalankan proses kerja dengan benar dan etis. Kita harus sadar bahwa pekerjaan kita merupakan bagian penting dari seluruh perjalanan keberadaan kita. Kesadaran kita untuk bekerja dan melayani sistem kerja dengan disiplin, patuh, taat, pengabdian total, pelayanan sepenuh hati, dan mengikuti semua perubahan dengan cerdas, adalah tugas yang bersifat pribadi di tingkat kesadaran diri. Jadi, sangat penting bagi kita untuk benar-benar fokus melakukan pekerjaan yang ditugaskan. Kita juga harus menyiapkan mental, moralitas, kualitas, dan kompetensi untuk dapat berubah dari waktu ke waktu. Apa pun situasi dan kondisi yang harus dihadapi, kita siap dan mampu melakukannya dengan totalitas kita dan kualitas tinggi.

Kita semua terkait dalam kolaborasi dan komitmen yang tulus dari keberadaan kita untuk menjalankan tugas dengan totalitas. Pekerjaan kita bersifat pribadi di bidang tugas yang menjadi tanggung jawab kita. Karena bersifat pribadi, maka kita harus mampu menciptakan etos dari budi luhur dan moralitas kita yang berkualitas tinggi. Sifat pribadi tersebut membuat kita mampu mengambil tanggung jawab penuh atas hal-hal yang ditugaskan kepada kita. Kita harus sadar dan mengerti bahwa tugas yang diberikan kepada kita adalah kinerja dan prestasi yang diharapkan dari tugas kita itu. Dalam menjalankan tugas, kita harus sadar bahwa semua stakeholder saling berhubungan dan memiliki kepentingannya masing-masing. Kesadaran kita bahwa setiap orang di lingkungan kerja saling bergantung dengan orang lain, membuat kita harus lebih meningkatkan kualitas empati dan toleransi agar semua tantangan dan masalah dapat diselesaikan secara cerdas dan bijak.

Sekarang ini, bukan jaman-nya lagi mengejar kepentingan diri sendiri, siapa pun yang hanya sibuk mengurusi ambisi dan nafsunya dijamin gagal. Mengejar ambisi dan nafsu pribadi sudah ketinggalan jaman, dan juga sudah tidak realistis dalam jaman informasi dan perubahan yang cepat ini. Kita sedang berada dalam jaman kolaborasi dan hidup bersama untuk mencapai prestasi terbaik. Semua kekuatan harus bersatu dalam kolaborasi, saling mengerti, memiliki empati, memiliki toleransi, memiliki kedamaian hati, kasih sayang, perhatian, keadilan yang lebih bijaksana, kreativitas, inovasi, serta menjadi tim kerja yang solid dari kerendahan hati dan kepercayaan diri yang konsisten.

Etika berorganisasi dan etika bekerja sama harus betul-betul diperkuat untuk membantu mengatasi perpecahan dan prasangka buruk di lingkungan kerja. Kita membutuhkan etika berorganisasi yang dapat menerima perbedaan dan keragaman sebagai kekuatan untuk menjadi lebih baik. Budaya organisasi yang kuat dan siap dalam perubahan akan sadar untuk menanamkan nilai-nilai, seperti: keadilan, perhatian, kepedulian, toleransi, kedamaian, kasih sayang, pengampunan; serta meningkatkan pembelajaran organisasi dalam bidang etis, emosional, hati nurani, kesadaran, kecerdasan sosial, dan pikiran positif. Jadi, organisasi masa depan pasti sudah mulai mendidik sumber daya manusianya dalam memperkuat nilai-nilai positif yang memampukan seseorang, untuk bangkit dari dalam dirinya sendiri saat menghadapi tantangan dan kehilangan arah.

Lingkungan kerja masa depan adalah yang penuh dengan toleransi, cinta, hati yang peduli, dan rasa kesatuan untuk bersama-sama membangun prestasi dan kinerja terbaik. Tidak ada lagi kata-kata kasar, tidak ada lagi pikiran buruk, tidak ada lagi perbuatan atau tindakan yang kurang etis. Semua orang akan sadar untuk tumbuh dan berkembang melalui gagasan dan dialog yang saling membangun. Tidak ada lagi kebencian, tidak ada lagi kekerasan, tidak ada lagi konflik, yang ada hanya bersatu dalam kedamaian untuk mencapai kinerja dan prestasi terbaik. Jadi, semua orang perlu meningkatkan dan menerapkan etika dalam segala hal yang dilakukan. Jika semua orang di lingkungan kerja mulai bekerja, berpikir, dan berkata-kata dalam perilaku etis; maka kerja sama dan kolaborasi akan menguat di dalam kegembiraan kerja. Pada akhirnya, kesadaran akan muncul bahwa kemajuan dan sukses itu tidak dihasilkan dari kompetisi, tetapi dari kolaborasi yang tulus dan sepenuh hati.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

PEKERJAAN KITA MEMBUTUHKAN CINTA DAN PIKIRAN YANG TENANG UNTUK MENGHASILKAN PRESTASI

“Profesionalisme dari seorang pekerja yang andal, melampaui ambisi dan egoisme, tidak ada awal dan akhir, setiap saat hadir untuk memberikan kinerja terbaik.”~Djajendra

Pribadi yang profesional sangat mengerti untuk mempersiapkan kualitas dirinya agar dapat memberikan kontribusi dan pelayanan prima dalam organisasi. Kualitas pribadi yang dimaksud adalah kepribadian yang tegar, kuat, bermental pemenang, sehat, bahagia, damai, tenang, gembira, dan hadir ke tempat kerja untuk memberikan kebaikan dan kemenangan. Kualitas pribadi yang memiliki etos untuk taat pada kode etik, sistem kerja, nilai organisasi, prinsip-prinsip kehidupan kerja, kepemimpinan, dan cara menuju pencapaian visi. Jiwa dan raga betul-betul mengikuti visi dan misi, serta pandangan logis dan rasional tentang realitas yang dihadapi.

Kepribadian yang profesional lahir dari rasa cinta pada pekerjaan dan kemampuan untuk selalu menjaga pikiran dalam kondisi yang paling tenang. Profesionalisme melampaui ambisi dan egoisme, tidak ada awal dan akhir, setiap saat hadir untuk memberikan kinerja terbaik. Kinerja dan prestasi dihasilkan dari rasa cinta untuk memberikan yang terbaik. Selalu ada pada waktu yang tepat dan secara konsisten memberikan pekerjaan berkualitas tinggi untuk mencapai yang terbaik. Mempertahankan atau menyatukan kualitas diri ke dalam proses kerja, serta bekerja berdasarkan prinsip realitas yang merupakan dasar dari keberadaan organisasi dan pelayanan.

Pribadi yang profesional selalu fokus dan hanya memperhatikan pekerjaannya dengan sepenuh hati. Tidak pernah terlibat gosip di tempat kerja, tidak pernah terlibat politik kantor, tidak pernah menciptakan kontroversi dan konflik. Selalu hadir dengan cinta dan pikiran yang paling tenang untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan kualitas tinggi. Kreativitas adalah akar dari profesionalisme. Oleh karena itu, seorang yang profesional benar-benar merasa bebas untuk mengalami kreativitas dalam mengambil solusi dan keputusan. Mampu membedakan mana urusan kerja dan urusan pribadi. Jika sudah di tempat kerja, hati dan pikiran betul-betul fokus pada pekerjaan. Tidak akan membiarkan pikiran membawa kehidupan pribadi ke tempat kerja, tidak akan membiarkan emosi dan akal membawa kehidupan rumah atau sosial ke lingkungan kerja. Jadi, di tempat kerja benar-benar secara total dan penuh rasa tanggung jawab akan mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Profesionalisme adalah tentang jiwa dan bukan tentang raga. Jadi, seseorang yang berpenampilan atau berpakaian sesuai profesinya tidak langsung bisa dikatakan dia seorang profesional. Intinya, profesionalisme dilihat dari perilaku, bukan penampilan. Jika perilaku kerjanya dapat dirasakan membawa kehormatan bagi organisasi, memberikan prestasi dan kinerja, serta membuat dirinya kompeten dan sangat diandalkan oleh organisasi, maka dia inilah yang dapat dikatakan sebagai seorang profesional sejati.

Seorang profesional harus banyak belajar dan kalau bisa setiap hari belajar untuk meningkatkan kualitas diri. Seberapa banyak pun kompetensi yang sudah dikuasai haruslah hadir dengan sikap rendah hati. Kesombongan akan menghilangkan semua kemampuan, dan menjadikan Anda tidak mahir atau cakep dalam pekerjaan. Kesombongan dan rasa mengetahui banyak hal akan membuat keterampilan dan pengetahuan menjadi usang, dunia kerja sedang berada di zaman perubahan yang membutuhkan inovasi berkelanjutan, tanpa henti. Oleh karena itu, selalu positif untuk peningkatan kualitas diri dan tidak boleh pesimis dengan realitas yang ada. Memiliki sikap yang optimis dan berusaha menjadi pemecah masalah dalam era perubahan.

Seorang profesional menyiapkan kualitas dirinya menjadi keandalan semua orang. Dia menjadi harapan dan tempat bergantung banyak orang. Dia selalu hadir tepat waktu dan menyelesaikan pekerjaan pada waktunya, serta dengan sangat cepat mengirimkan hasil kerjanya ke proses selanjutnya. Kejujurannya tidak diragukan dan sangat konsisten untuk mengatakan yang sebenarnya. Dia seorang pencari solusi yang hebat dan sangat jujur tentang di mana segalanya berada. Memiliki prinsip-prinsip dan nilai-nilai kejujuran yang sangat konsisten dalam wujud tanggung jawab dan transparansi.

Karakter kerjanya memperlakukan semua orang menjadi orang penting yang dibutuhkan. Tidak pernah merendahkan siapa pun dan selalu memimpin untuk melayani, tidak pernah meminta dilayani. Selalu hadir untuk membantu dan memberikan kegembiraan di lingkungan kerja. Lebih suka mendengarkan dan sangat teliti dalam semua hal. Tidak tergesa-gesa, selalu tenang dan memahami orang lain dengan sebaik-baiknya. Seorang profesional sejati sangat sadar dan mengerti bahwa orang-orang ingin didengar, jadi dia memberi kesempatan kepada siapa pun untuk menjelaskan ide-ide mereka dengan santai dan gembira. Di samping itu, dengan ikhlas dan tulus suka mendukung gagasan positif orang lain. Dia juga hadir sebagai mentor yang menunjukkan cara melakukan sesuatu dengan benar. Memiliki empati dan toleransi yang hebat untuk membangun kemajuan dan menciptakan kebahagiaan di lingkungan kerja.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

KEPRIBADIAN YANG PROFESIONAL DALAM BUDAYA ORGANISASI DAN PELAYANAN PUBLIK YANG PRIMA

“Kinerja dan prestasi terbaik bukan berasal dari kerja keras dan ambisi, tetapi dari rasa cinta dan rasa memiliki profesi yang penuh kualitas terbaik.”~Djajendra

Kepribadian yang profesional dalam budaya organisasi dan pelayanan publik yang prima adalah pribadi yang menemukan kebahagiaan dan kegembiraan bersama profesi di tempat kerja. Wujud profesionalisme dalam bentuk kepedulian dan kecintaan untuk menekuni profesi kerja dengan integritas dan kualitas. Kepribadian yang profesional betul-betul mampu menemukan kualitas hidup terbaik dari kualitas profesi yang ditekuni. Anda yang profesional mampu merasakan bahwa pekerjaan Anda adalah hidup Anda yang sepenuhnya, serta hidup Anda yang penuh kegembiraan dan kebahagiaan dikarenakan oleh pekerjaan Anda. Kinerja dan prestasi terbaik bukan berasal dari kerja keras dan ambisi, tetapi dari rasa cinta dan rasa memiliki profesi yang penuh kualitas terbaik.

Menjadi pribadi yang profesional dibidang pekerjaan haruslah berdasarkan pada kompetensi yang lengkap; kemampuan untuk bekerja melalui budaya organisasi yang kuat; memiliki kualitas dan karakter untuk memberikan layanan publik yang paling prima dengan sepenuh hati; perilaku kerja yang menghormati dan menghargai orang lain dengan tulus dan sepenuh hati; berkomunikasi secara positif dan efektif dari hati yang kaya empati dan toleransi; membangun kepribadian dan mindset yang merasakan kegembiraan bersama profesi dan lingkungan kerja; merasa memiliki dan sangat setia dengan organisasi dan profesi yang ditekuni; menjaga integritas dengan perilaku etis, setiap saat bekerja dengan setiap, menepati janji, dan dengan sungguh-sungguh menjaga komitmen; merasa menyatu dengan budaya, sistem, dan identitas profesionalisme organisasi; selalu bekerja melampaui harapan dengan kinerja terbaik.

Profesionalisme menghasilkan perilaku kerja yang dapat diterima oleh semua pihak terkait dengan positif. Oleh karena itu, setiap orang di lingkungan kerja harus memiliki kesadaran untuk meningkatkan profesionalisme secara utuh dan lengkap. Artinya, kesadaran untuk mencintai profesi dengan menciptakan perilaku terpuji dan produktif agar dapat melayani organisasi secara penuh kualitas dan efektif. Bekerja adalah hidup Anda karena akan menghabiskan begitu banyak waktu Anda. Jadilah bahagia dan gembira di setiap momen proses kerja. Kebahagiaan dan kegembiraan Anda di dalam kualitas tertinggi profesi atau pekerjaan Anda adalah bukti bahwa Anda seorang profesional sejati.

Kepribadian yang profesional sangat sadar untuk memberikan energi positif dan kompetensi terbaik bagi penguatan budaya organisasi. Setiap hari dengan jiwa besar dan hati yang ikhlas memberikan kontribusi terbaik untuk memperkuat layanan prima di setiap aspek organisasi. Selalu bekerja dengan rendah hati dan tidak pernah merasa paling benar. Menghargai keragaman dan keunikan dalam organisasi dengan perilaku terpuji. Sangat konsisten dan disiplin dalam mempertahankan etika profesi dan nilai-nilai yang mengikat dirinya dalam lingkungan kerja. Terus-menerus belajar, memperkuat kualitas integritas pribadi, serta melalui transformasi yang berkelanjutan memperbaiki kualitas diri dan kompetensi.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM MELAKUKAN PEKERJAAN

“Jika etika tidak dihormati dan ditegakkan dengan profesionalisme yang kaya integritas, maka keadilan dan ketertiban di organisasi menjadi berantakan.”~Djajendra

Seorang yang menjaga etika dan profesionalisme di dalam setiap proses kerja tidak pernah mengecewakan stakeholder. Etika harus dipatuhi dan dihormati dari hati yang paling dalam. Jika etika tidak dihormati dan ditegakkan dengan profesionalisme yang tinggi, maka ketertiban dan keadilan menjadi berantakan di setiap proses kerja. Akibatnya, tidak pernah ada prestasi dan kinerja terbaik, yang ada hanya konflik dan berbagai prasangka buruk di dalam budaya kerja yang lemah.

Wujud profesionalisme adalah kepedulian dan kecintaan Anda untuk menekuni profesi kerja Anda dengan gembira dan kaya kualitas. Anda betul-betul mampu menemukan kualitas hidup terbaik dari kualitas profesi yang Anda tekuni. Anda mampu merasakan bahwa pekerjaan Anda adalah hidup Anda yang sepenuhnya, serta hidup Anda yang penuh kegembiraan dan kebahagiaan dikarenakan oleh pekerjaan Anda. Kinerja dan prestasi terbaik bukan berasal dari kerja keras dan ambisi, tetapi dari rasa cinta dan rasa memiliki profesi yang penuh kualitas terbaik.

Menjadi seorang yang profesional dibidang pekerjaan haruslah didasarkan pada kompetensi yang lengkap, perilaku yang menghormati orang lain berdasarkan empati dan toleransi yang baik, membangun kepribadian dan mindset yang mampu merasakan kegembiraan bersama profesi atau pekerjaan, merasa memiliki dan sangat setia dengan organisasi dan profesi yang ditekuni, menjaga integritas dan setiap saat menepati janji dengan sungguh-sungguh, serta selalu bekerja melampaui harapan dengan kinerja terbaik.

Profesionalisme menghasilkan perilaku kerja yang dapat diterima oleh semua pihak terkait dengan positif. Oleh karena itu, setiap orang di lingkungan kerja harus memiliki kesadaran untuk meningkatkan profesionalisme secara utuh dan lengkap. Artinya, kesadaran untuk mencintai profesi dengan menciptakan perilaku terpuji dan produktif agar dapat melayani organisasi secara penuh kualitas dan efektif. Bekerja adalah hidup Anda karena akan menghabiskan begitu banyak waktu Anda. Jadilah bahagia dan gembira di setiap momen proses kerja. Kebahagiaan dan kegembiraan Anda di dalam kualitas tertinggi profesi atau pekerjaan Anda adalah bukti bahwa Anda seorang profesional sejati.

Seorang yang profesional sangat sadar bahwa subjektivitas etika merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan jiwa besar dan hati yang ikhlas. Persepsi tentang benar dan salah bukan monopoli segolongan orang, tetapi merupakan kebebasan dalam keragaman dan keyakinan. Karena itu, Profesionalisme sangat menghargai persepsi yang berbeda tentang benar dan salah, serta menghormati dan menghargai pemahaman etika dari berbagai komunitas. Seorang yang profesional sangat konsisten dan disiplin dalam mempertahankan etika profesi dan nilai-nilai yang mengikat dirinya dalam lingkungan kerja. Kode etik dan nilai-nilai organisasi yang mengikat setiap orang haruslah menjadi perilaku etis yang konsisten dan kaya integritas melalui transformasi yang berkelanjutan.

“Kita adalah perilaku yang menceritakan siapa kita; perilaku baik menjadikan kita orang baik, perilaku buruk menjadikan kita orang yang tidak baik.”~Djajendra

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

ETIKA SANGAT DIPERLUKAN ORGANISASI UNTUK MEWUJUDKAN VISI DAN MENCAPAI HASIL TERBAIK

 “Etika tidak sebatas tentang benar dan salah atau baik dan buruk, tetapi lebih kepada kelanjutan organisasi untuk mewujudkan visi dan mencapai hasil terbaik.”~Djajendra

Menjalankan etika bukanlah sesuatu yang mudah, kadang-kadang orang menganggapnya sebagai filsafat moral yang tidak bermanfaat. Padahal, etika adalah nilai-nilai kehidupan dasar yang sudah Tuhan titipkan di kedalaman kesadaran tertinggi kita. Sering sekali, etika di tempatkan sebagai sesuatu yang normatif dan sebatas teori saja. Memang tidak semua orang menemukan kesadaran tentang etika yang sudah ada di kedalaman dirinya. Dan juga, jika etika dianggap sebagai sesuatu di luar diri, maka orang pun menjadi sangat malas dan mungkin tidak memiliki niat sama sekali untuk mentransformasi etika dari teori menjadi perilaku nyata dalam kehidupan. Walau pun pada akhirnya etika selalu membuktikan bahwa dia bukan sebatas teori atau sesuatu yang normatif saja, tetapi tentang kebenaran ini biasanya baru disadari ketika semuanya sudah terlambat. Etika adalah pilihan perilaku yang harus dipilih menjadi perilaku sehari-hari agar kita tidak tersesat dalam perjalanan hidup. Bersama perilaku etis, kita mampu menjaga diri kita agar tidak jatuh di jalan yang salah atau sesat. Bersama etika kita dapat membentuk perilaku positif yang jujur, tidak suka berbohong, disiplin, bertanggung jawab, tidak menyakiti siapa pun, tidak mengambil yang bukan hak, tidak melakukan hal-hal curang, dan memiliki kesadaran yang tinggi untuk memberi kebaikan dalam semua tindakan.

Etika menghasilkan perasaan baik dan aman di tempat kerja. Ketika etika menjadi bagian nyata dari perilaku dan budaya kerja, maka kepercayaan dan tanggung jawab akan meningkatkan kualitas kerja. Perilaku dan tindakan etis dari setiap individu di tempat kerja menghadirkan hal-hal positif, untuk keharmonisan dan kolaborasi dari hati yang paling tulus. Perilaku etis bersumber dari kesadaran dan hati nurani yang konsisten untuk memberikan kebaikan bagi organisasi. Kebaikan dalam bentuk motivasi dan disiplin yang tinggi untuk membuat budaya kerja yang efektif dan produktivitas organisasi yang paling tinggi. Jadi, perilaku etis itu membawa energi kemajuan dan energi perjuangan untuk mencapai hal-hal terbaik di sepanjang proses kerja.

Perilaku dan tindakan yang tidak etis merupakan sumber kekacauan dan hilangnya moral kerja yang baik. Ketika etika diabaikan, maka perilaku buruk yang merusak organisasi akan menjadi kekuatan dominan. Individu dengan perilaku etis yang lemah menjadi kurang fokus, kurang disiplin, kurang teliti, dan tidak mau bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Mereka yang tidak memiliki perilaku etis tidak akan mampu membuat tindakan dan keputusan etis, mereka juga lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya dari pada kepentingan yang menguntungkan organisasi. Mereka yang kurang memiliki perilaku etis suka mengabaikan tugas yang harus dikerjakan dan merasa tidak penting dengan hal-hal yang paling penting. Jadi, etika ini tidak sebatas tentang benar dan salah atau baik dan buruk, tetapi lebih kepada kelanjutan organisasi untuk mewujudkan visi dan mencapai hasil terbaik.

Etika sangat penting untuk menjaga kehidupan kerja dalam produktivitas yang tinggi. Etika mendorong semua orang hadir dengan perilaku kerja berlandaskan nilai-nilai moral yang baik; mampu beradaptasi dan menjalankan nilai-nilai organisasi dengan sempurna; memiliki kepekaan dan empati terhadap sistem dan struktur organisasi; memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap apa yang dikerjakan dan apa yang menjadi tanggung jawab; memiliki disiplin yang tinggi untuk menjalankan kode etik, kebijakan, dan semua peraturan yang mengikat proses kerja.

Perilaku etis membuat organisasi mendapatkan integritas, kebaikan, keadilan, kebenaran, disiplin, tanggung jawab, ketekunan, keuletan, perjuangan, kerja keras, kejujuran, keikhlasan, totalitas, kemurahan hati, sepenuh hati, mencintai pekerjaan dan organisasi, tidak pernah mengambil keuntungan pribadi atau kelompok dalam bentuk apa pun. Etika dalam kepribadian yang ikhlas menjadikan pribadi tersebut benar-benar totalitas dan penuh disiplin, untuk memberikan kualitas dan kompetensi dari integritas pengabdian yang tinggi. Jadi, orang-orang dengan perilaku etis yang baik adalah harta yang bernilai sangat tinggi bagi organisasi dan stakeholder. Perilaku dan tindakan etis sangat menguntungkan bagi semua orang di tempat kerja, serta secara nyata menghadirkan orang-orang berbudi luhur dalam tingkat tinggi moralitas.

Praktik-praktik tidak etis merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya bagi kemajuan dan kesejahteraan hidup. Ketika perilaku dan tindakan tidak etis menjadi dominan dalam masyarakat, maka janganlah pernah bermimpi kesejahteraan dan kedamaian hidup dapat terwujud. Perilaku tidak etis adalah sesuatu yang bersifat sangat buruk, sehingga perilaku tersebut meruntuhkan moral dasar kehidupan masyarakat. Akibatnya, kehidupan memiliki budaya yang buruk dan orang-orang tidak lagi memikirkan kebaikan dan kedamaian sebagai sesuatu yang penting bagi semua. Masing-masing orang sibuk dengan ambisi dan nafsunya untuk mendapatkan segala sesuatu dengan cara apa pun, tanpa mempedulikan itu haknya atau bukan haknya, yang penting mereka dapat memiliki dan tidak peduli etis atau tidak etis.

Etika menjadikan kita orang baik yang berguna bagi kehidupan. Etika membuat kecerdasan kita mengalir dalam kejujuran, tanggung jawab, kebijaksanaan, keteraturan, kebaikan, keindahan, dan menjadikan kita selalu mengambil tindakan yang benar bahkan dalam situasi yang paling tidak menguntungkan. Etika menyadarkan kita untuk melakukan transformasi diri dalam membangun diri yang baru dengan nilai-nilai yang lebih sesuai dengan perubahan. Kita selalu mampu beradaptasi dengan tatanan dunia yang berubah dalam kecepatan yang luar biasa. Etika membuat kita mampu membangun kualitas diri berbasis nilai-nilai positif, sehingga banjir informasi yang luar biasa tidak membuat kita kehilangan jati diri. Etika membuat kita mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi zaman baru dengan diri kita yang terbaik.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

INTEGRITAS BERSUMBER DARI KESADARAN JIWA SEJATI

“Seseorang memiliki integritas ketika ia memiliki iman penuh dan menyerah sepenuhnya kepada Tuhan, ia bebas dari kekhawatiran dan kesulitan. Ia menjalani kehidupan yang penuh sukacita di jalan kehendak Tuhan.”~Djajendra

Integritas adalah kekayaan tertinggi untuk merasakan kehidupan yang damai, tenang, bahagia, dan penuh sukacita. Sumber integritas adalah dari jiwa sejati yang asli; bukan dari pikiran, keinginan, memori, emosi, kecerdasan, egois, dan akal sehat. Dimulai dari niat yang timbul dari kesadaran diri sejati, kemudian dilanjutkan dengan perjuangan dan kerja keras untuk menjadi pribadi yang sepenuhnya menerima kehidupan di jalan yang etis dan penuh rasa syukur.

Integritas pribadi seseorang tidak pernah menilai, menghakimi, atau pun menciptakan kebenaran menurut versi-nya. Integritas artinya secara totalitas menerima kehidupan apa pun yang diberikan Tuhan dengan jujur dan penuh rasa syukur, tanpa membandingkan atau mencari keadilan dari pihak lain. Pribadi dengan integritas selalu menikmati kehidupan dari pertumbuhan sifat dan perilaku terpuji yang bersumber dari dalam diri. Jiwa sejatinya mampu mengendalikan pikiran, emosi, kecerdasan, dan memori yang buruk. Fokus hidup hanya dari kesadaran yang menciptakan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan, dan kegembiraan.

Pribadi dengan integritas yang baik sangat taat aturan, hukum, peraturan, kebijakan, dan selalu menghormati hak-hak orang lain dengan sepenuh hati. Tidak pernah ada niat untuk mengambil sesuatu keuntungan dari yang bukan haknya. Pribadi dengan integritas yang tinggi sangat yakin bahwa rejeki, jabatan, kekuasaan, dan kehidupan yang dimiliki semuanya berasal dari Tuhan. Baginya rejeki dalam bentuk ketenangan hidup, kedamaian hidup, kegembiraan hidup, kesehatan, dan sukacita adalah kekayaan yang melebihi kekayaan apa pun. Jadi, dia tidak akan mengorbankan diri hanya untuk mendapatkan sesuatu di jalan usaha yang tidak terpuji. Rasa syukur dan terima kasih dengan kehidupan yang Tuhan hadiahkan kepada dia sudah dirasakan lebih dari cukup.

Integritas membuat seseorang memiliki iman yang tak tergoyahkan, serta tidak tergoda untuk melakukan hal-hal yang menguntungkan keuangan pribadinya, tetapi menghilangkan ketenangan dan kedamaian hidupnya. Integritas membuatnya secara kreatif membangun bakat dan potensi diri untuk meraih prestasi. Semua kesuksesan didapatkan dari pertumbuhan potensi dan bakat yang dia miliki.

Ketika hasil yang diinginkan tidak terjadi, orang dengan integritas lebih suka puasa prestasi daripada melakukan hal-hal tidak etis untuk prestasi. Jadi, ketika mereka gagal dalam kerja keras dan perjuangannya, mereka yakin bahwa hal terbaik yang sedang terjadi untuk mereka. Oleh karena itu, mereka akan lebih mengoptimalkan upaya dan kerja keras melalui cara-cara yang lebih kreatif untuk hasil terbaik.

Keinginan orang integritas tidak terlalu banyak, mereka hanya ingin tumbuh dari dalam diri sendiri untuk memberikan prestasi kepada dunia. Mereka lebih fokus pada upaya inovatif dan menciptakan hal-hal bermanfaat bagi kemajuan. Kegagalan dan keberhasilan tidak membuat mereka putus asa atau pun tinggi hati. Orang-orang dengan integritas memiliki kondisi iman yang berkualitas tinggi, sehingga selalu rendah hati untuk menjalani kehidupan dengan sukacita total.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MENEMUKAN MAKNA ETIKA

“Setiap momen membuang semua perilaku tidak etis dari kepribadian kita, mengubah semua perilaku tidak etis menjadi perilaku etis dan membawa hidup kita ke jalan kemakmuran.”~Djajendra

Etika tidak sebatas tentang benar dan salah, tetapi merupakan sikap dan kepribadian untuk menghormati jalinan kehidupan yang jujur dan saling bertanggung jawab. Etika dimaksudkan agar semua akar keserakahan, egoisme, kebohongan, niat buruk, perilaku buruk dapat dihilangkan dari kepribadian dan sikap kita. Segala upaya yang mengganggu kejujuran, tanggung jawab, dan niat baik bisa disebut sebagai perbuatan tidak etis. Segala upaya yang merusak tatanan kehidupan sosial untuk menuju kemakmuran dan kesejahteraan di sebut perbuatan tidak etis. Etika mengarahkan setiap orang di jalan keberuntungan menuju kemakmuran, tanpa keserakahan dan egoisme, serta menyingkirkan semua tipu daya dari kehidupan sosial dan pribadi.

Prinsip etika adalah terwujudnya keteraturan dan keseimbangan dalam kehidupan yang dinamis, tidak menjadi kaku, tidak terjebak dalam kepentingan sempit, dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Ini adalah tentang menjadi manusia yang sadar bahwa dirinya hidup di alam semesta yang teratur yang mengalami perubahan tanpa menjadi kacau. Oleh karena itu, kita memiliki kesadaran untuk merawat kehidupan sosial, alam semesta, dan diri sendiri dengan perbuatan baik. Kita tidak mau melakukan kerusakan atau menghilangkan keseimbangan dalam diri kita sendiri; dalam kehidupan sosial kita; termasuk merawat sikap etis kita terhadap alam semesta yang merupakan rumah kita bersama.

Etika memberikan energi baik untuk membangun kesopanan dalam kehidupan sosial. Etika menciptakan kepribadian positif yang memiliki energi harmoni dalam tindakan di ruang sosial. Etika menciptakan kepribadian positif yang secara konsisten mengucapkan kebenaran dan kebaikan; menjadi energi positif untuk keadilan, ketertiban, kedamaian, dan keindahan dalam kehidupan bersama. Sikap dan perilaku berpusat pada etika, hati nurani sangat aktif membangun jiwa yang positif untuk secara konsisten menjalankan etika di semua bagian kehidupan. Pikiran, emosi, dan ego disatukan dalam jiwa yang positif untuk melakukan tindakan yang etis dan benar.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Dalam hal ini, etika harus dipahami sebagai ‘tindakan benar’ yang berdasarkan bahwa setiap individu; siapa pun dia; berhak untuk hidup makmur, sejahtera, bahagia, adil, gembira, sukacita, merasakan cinta dan kepedulian, serta mendapatkan kedamaian dalam kehidupan sosial. Etika adalah musuh utama dari diskriminasi, ketidakadilan, egoisme, keserakahan, dan monopoli kebenaran.

Etika menempatkan kejujuran, integritas, tanggung jawab, sopan-santun, dan niat baik sebagai tempat memulai semua tindakan kita. Dalam hal ini, tindakan etis dari setiap individu disatukan untuk membangun energi positif yang kuat, sehingga mampu menciptakan jalan keberuntungan bagi siapa pun, untuk menikmati kemakmuran dan kesejahteraan. Etika bertujuan untuk mengaktifkan proses kebaikan di antara para penghuni bumi, sehingga setiap orang mampu merasakan keindahan dan mengalami kemakmuran yang berlimpah dari bumi kita yang kaya raya ini. Selain itu, etika memberikan ketenangan pikiran yang luar biasa, sehingga kesadaran untuk menegakkan integritas dalam jalinan kehidupan bersama muncul dari hati nurani. Hati nurani yang kuat dengan etika mampu melakukan hal-hal terbaik untuk kehidupan yang sejahtera, serta merawat kemakmuran bagi setiap individu dalam ruang kehidupan yang damai dan indah.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENYUKAI PEKERJAAN YANG TIDAK ANDA SUKAI

“Daripada stres dan tidak bahagia dengan rutinitas pekerjaan, Anda harus melakukan sesuatu yang Anda sukai terhadap pekerjaan yang tidak Anda sukai.”~Djajendra

Pekerjaan yang Anda lakukan membutuhkan cinta dan perhatian yang tulus. Jika Anda merasa terpaksa harus bekerja hanya untuk mendapatkan uang dan sama sekali tidak menyukai pekerjaan itu, maka sulit bagi Anda untuk mendapatkan prestasi dan kegembiraan. Tanpa ada cinta dan kesenangan pada pekerjaan, sangat sulit berharap kinerja terbaik. Biasanya, pilihan atau keputusan terhadap pekerjaan yang tidak disukai adalah berhenti dan mencari pekerjaan baru. Sangat beruntung bagi kita jika dalam waktu singkat mampu mendapatkan pekerjaan baru yang disukai. Persoalannya, menemukan pekerjaan yang disukai bukanlah sesuatu yang mudah, lowongan pekerjaan yang terbatas dengan peminat yang banyak menjadikan orang ragu untuk meninggalkan pekerjaan yang dimiliki sekarang. Daripada Anda stres dan tidak bahagia dengan rutinitas pekerjaan, sebaiknya Anda melakukan sesuatu yang Anda sukai terhadap pekerjaan yang tidak Anda sukai. Mulailah belajar mencintai pekerjaan yang dimiliki saat ini. Kendalikan pikiran yang tidak menyukai pekerjaan, kemudian arahkan pikiran untuk peduli dan memberi perhatian dalam upaya menghasilkan kinerja dan prestasi yang hebat.

Jika semua usaha untuk menyukai pekerjaan yang tidak mampu disukai itu gagal, maka fokus untuk menenangkan diri dan jangan berkeluh-kesah. Sekarang, kerjakan saja pekerjaan yang tidak Anda sukai itu dengan sabar dan semampu diri Anda. Ingat, Anda membutuhkan uang, dan pekerjaan yang tidak Anda sukai sedang memberikan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda. Di luar jam kerja, Anda masih dapat melakukan hal-hal yang Anda sukai dan cintai. Temukan sebuah pekerjaan yang memicu kegembiraan dan gairah hidup Anda walau pekerjaan itu tidak menghasilkan uang sama sekali. Anda harus kreatif untuk menambahkan sesuatu ke dalam rutinitas hidup Anda, sehingga kegiatan tersebut membuat Anda bersemangat dan merasa gembira untuk melakukannya setiap hari. Semangat dan kegembiraan yang Anda dapatkan dari rutinitas kerja di luar jam kantor, akan menjadi energi positif untuk mengurangi perasaan negatif terhadap pekerjaan yang tidak Anda sukai di tempat kerja. Pada akhirnya, semangat dan kegembiraan yang setiap hari Anda dapatkan di luar jam kerja tersebut, mampu mempengaruhi Anda untuk memberikan etos terbaik bagi pekerjaan yang tidak Anda sukai. Jadi, di luar pekerjaan yang tidak Anda sukai, Anda harus melakukan hal-hal kreatif yang Anda sukai, sehingga Anda mampu mengisi diri dengan energi positif. Energi positif ini akan memberi Anda kegembiraan, dan kegembiraan Anda ini membantu Anda untuk melakukan pekerjaan rutin yang fokus pada kinerja.

Menumbuhkan nilai-nilai, kebajikan, dan moral dari ke kedalaman jiwa Anda. Satukan suara hati dengan pikiran positif dan membulatkan tekad Anda, untuk membuat Anda bersyukur terhadap pekerjaan dan lingkungan kerja Anda, dan terima pekerjaan yang tidak Anda sukai dengan mengembangkan sikap sabar dan tabah. Katakan setiap hari kepada diri sendiri bahwa Anda memiliki kewajiban untuk memberikan kualitas dan kinerja terbaik bagi pekerjaan Anda. Katakan kepada diri sendiri bahwa Anda sudah menerima gaji dan fasilitas, sekarang Anda harus melatih diri sendiri untuk bisa mencintai pekerjaan yang telah memberi Anda penghasilan. Menemukan alasan kenapa tidak menyukai pekerjaan yang sudah memberi Anda uang dan karir. Katakan kepada diri sendiri untuk menyadari tujuan nyata dari pekerjaan Anda. Katakan kepada diri sendiri bahwa pekerjaan Anda membutuhkan kinerja, prestasi, dan kehebatan agar mampu memberikan kontribusi positif bagi orang lain di lingkungan kerja.  Pahami diri sendiri bahwa Anda memiliki talenta melalui pekerjaan Anda untuk diungkapkan dengan kualitas dan prestasi. Karena itu, jangan memberikan perhatian pada rasa tidak suka, karena semua kekuatan Anda untuk mencapai kinerja akan hilang. Mungkin Anda sangat sulit untuk menyukai pekerjaan Anda, tetapi Anda tidak boleh membiarkan rasa tidak suka menguasai hidup Anda.

Anda harus kreatif dan penuh gairah untuk menangani pekerjaan yang tidak Anda sukai. Anda harus menyelamatkan diri Anda sendiri dari energi negatif yang membuat Anda memiliki rasa tidak suka. Jadilah pribadi yang mengalir bebas ke mana-mana dengan energi kreatif bersama pekerjaan Anda, menjadi pribadi yang sangat adaptif, menyempurnakan etos, dan membentuk wadah yang tepat untuk berkarya dan berprestasi. Biarkan diri sejati Anda bebas untuk mewujudkan impian Anda dengan penuh semangat, jangan lagi memberikan beban energi negatif kepada mental Anda dalam bentuk rasa tidak suka kepada pekerjaan yang memberi Anda gaji dan karir. Gairah dan motivasi adalah kekuatan tindakan. Hidupkan kehidupan kerja Anda dengan tindakan yang menguatkan tujuan dan bekerja dalam kekuatan motivasi yang hebat. Tujuan yang kuat dan jelas membuat Anda tidak pernah lelah dan bosan untuk mencapai tujuan tersebut. Memfokuskan semua kekuatan baik di dalam diri dan membangun keseimbangan semua hal dalam diri Anda, sehingga Anda mampu melewati tantangan dan kesulitan dengan sabar. Penerimaan dan pengakuan jiwa terhadap pekerjaan yang tidak disukai adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kebebasan dari cengkeraman energi negatif. Nilai-nilai positif tidak hanya menjadi sesuatu yang dipahami dan dimengerti, tetapi satu-satunya pilihan terbaik untuk memberi Anda kegembiraan terhadap pekerjaan yang tidak Anda sukai.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PENGABDIAN ADALAH JALAN MENCAPAI TUJUAN

“Cinta adalah pengertian yang menghasilkan kepedulian dalam pengabdian.”~Djajendra

Setiap tujuan membutuhkan komitmen dan kerja keras untuk mewujudkannya. Kualitas komitmen dan kerja keras harus dalam sikap pengabdian. Pengabdian akan meningkatkan kesadaran kita untuk menghebatkan kualitas diri dalam mencapai yang terbaik. Ketika kita mengabdi, kita fokus untuk mengubah potensi diri menjadi energi sukses. Pengabdian kita tidak hanya memberi manfaat bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Pengabdian menjadi lebih sempurna ketika memiliki kebiasaan-kebiasaan kerja melalui sikap baik, bijaksana, kegembiraan, dan etos terbaik.

Pengabdian haruslah memiliki etos dan kemampuan untuk memberikan hal-hal terbaik dengan totalitas dan sepenuh hati. Pengabdian bersumber dari energi positif di dalam diri untuk dibagikan dan diberikan dalam pelayanan sepenuh hati. Pengabdian adalah tentang cinta dan etos kerja yang kita salurkan dengan sepenuh hati untuk mencapai tujuan. Dan melalui pengembangan kualitas diri, kita mendapatkan kesempatan yang luar biasa untuk memberikan pengabdian secara totalitas. Jadilah bahagia dan penuh gairah dalam memberikan pengabdian total kepada hal-hal yang dilakukan dengan cinta.

Temukan arti menjadi diri sendiri dan berikan kebaikan untuk membangun diri sendiri. Kenali diri sendiri dengan sempurna dan jadilah senang menjadi diri sendiri. Ketika kita menjadi energi positif dalam pengabdian kita kepada hidup yang kita jalani dengan etis, maka semua kegiatan yang bermanfaat muncul dari dalam hati dari sumber belas kasih. Belas kasih, etis, cinta, dan kerja keras adalah hal mendasar dalam pengabdian. Kemudian di atas belas kasih, etis, cinta, dan kerja keras itu kita dapat membangun kualitas diri terbaik, kualitas diri yang dilengkapi etos kerja terbaik, kualitas diri yang dilengkapi perilaku dan kebiasaan sehari-hari yang terpuji dan berharga.  

Pengabdian mampu menambah lebih banyak kekuatan dalam hidup yang kita jalani. Energi kita akan terpusat pada target yang sedang kita perjuangkan. Kita mampu memelihara semangat dan motivasi kita untuk semua hal baik yang kita kerjakan dengan semangat tinggi. Kita mampu memperlakukan semua bagian dari proses kerja sebagai hal yang sangat penting, sehingga kita bekerja dengan lebih teliti dan hati-hati. Kita juga bekerja dengan meraih yang terbaik dari dalam diri. Selalu mencintai yang kita kerjakan dengan senang hati, walau pun perjuangan kita itu melewati kekalahan dan kegagalan. Pengabdian terus-menerus mengalirkan potensi kita dalam proses kerja yang penuh cinta dan semangat tinggi.

Pengabdian dimulai dari keberanian untuk memusatkan diri sendiri sebagai energi positif dalam mencapai keberhasilan. Memiliki kepercayaan diri dan disiplin untuk memberikan yang terbaik di sepanjang proses. Memiliki pengetahuan dan tahu cara mengambil hal-hal positif untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain. Pengabdian tidak akan memberi energi kepada ego, tetapi selalu fokus untuk memberi energi sukses kepada potensi yang ada di dalam diri.

Dasar pengabdian adalah cinta. Dan, cinta itu adalah pengertian yang menghasilkan kepedulian dalam pengabdian. Jika Anda memiliki cinta terhadap hal-hal yang Anda lakukan, maka Anda akan bertindak untuk menghasilkan karya terbaik atau betul-betul mengabdi secara total kepada hal-hal yang Anda kerjakan, tanpa syarat dan tulus. Kita semua tahu bahwa saat kita mencintai sesuatu dengan sungguh-sungguh, kita selalu siap untuk memberikan segalanya dengan sepenuh hati. Inilah yang dikatakan pengabdian.

Pengabdian yang kita berikan dengan sepenuh hati, akan membuat kita menerima lebih banyak hal-hal dalam hidup kita sehari-hari. Apa pun yang kita berikan akan kembali kepada kita. Semua hal baik yang kita berikan akan kembali kepada kita dalam bentuk kebaikan berkali lipat. Sifat pengabdian adalah tanpa pamrih, tanpa berharap pada sebuah hasil.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com