PRESTASI MILIK ORANG-ORANG YANG ANTUSIAS DAN DISIPLIN DENGAN PEKERJAANNYA

“Jangan bekerja karena uang atau demi janji yang diberikan oleh orang lain, bekerjalah karena rasa cinta dan bahagia dengan pekerjaan tersebut.”~Djajendra

Bekerja adalah bagian dari keberadaan diri kita. Bekerja tanpa pamrih dan sepenuh hati melayani untuk kesejahteraan dan kedamaian hidup adalah prestasi tertinggi. Intinya, apa pun itu pekerjaan yang kita lakukan, selama pekerjaan itu bermanfaat untuk kebaikan dan kebahagiaan hidup banyak orang, maka wajib kita kerjakan dengan gembira. Jangan pernah bekerja karena uang atau demi janji yang diberikan oleh orang lain, bekerjalah karena rasa cinta dan bahagia dengan pekerjaan tersebut.

Orang-orang yang mudah mendapatkan prestasi terbaik adalah mereka yang dengan ikhlas, antusias, dan disiplin bekerja dengan kesadaran diri sendiri. Mereka tidak perlu dibujuk atau diiming-iming dengan hadiah atau materi apa pun. Mereka adalah orang-orang yang hadir ke lingkungan kerja dengan etos terbaik dan niat untuk memberikan kualitas terbaik. Mereka selalu gembira untuk melakukan tugas apa pun, serta tidak pernah berkeluh-kesah untuk kesulitan dan penderitaan selama melakukan tugas.

Dalam lingkungan kerja ada banyak karakter dan sifat yang menjadikan budaya organisasi tidak dapat bekerja sempurna. Jika saja semua orang memiliki karakter kerja yang ikhlas, antusias, disiplin, tekun, dan bekerja untuk melayani dengan sepenuh hati; maka, budaya organisasi mampu menghadirkan lingkungan kerja dengan energi positif yang siap menghasilkan prestasi tertinggi. Sayangnya, orang-orang dengan karakter yang baik ini jumlahnya paling kecil di lingkungan kerja, sehingga kadang-kadang tidak memberikan pengaruh atau dampak yang besar bagi kemajuan organisasi.

Realitas di lingkungan kerja tidak seperti yang kita angan-angankan. Di mana, semua orang hadir dengan etos terbaik dan kepribadian yang sangat sadar untuk memberikan pelayanan terbaik bagi organisasi. Faktanya, dalam realitas di lingkungan kerja selalu saja ada orang-orang yang harus diberitahu untuk melakukan sebuah pekerjaan, mereka adalah golongan yang miskin inisiatif dan tidak kreatif dalam hal apa pun. Mereka dapat diandalkan, tetapi harus dirawat dan dikelola dengan rajin. Jika manajemen lalai merawat dan mengelola mereka, maka mereka akan lupa diri untuk bekerja pada jalur prestasi.

Ada juga orang-orang yang harus diminta, dimotivasi, dibujuk, dan dijanjikan sesuatu agar mereka mau melakukan tugas mereka dengan baik. Mereka ini jumlahnya mayoritas dalam lingkungan kerja, sehingga manajemen benar-benar perlu bekerja sangat keras untuk memastikan mereka memperkuat budaya organisasi. Kunci kemajuan dan pencapaian prestasi organisasi ada di orang-orang ini. Jika kelompok ini mampu diperhatikan dan ditingkatkan kualitasnya secara berkelanjutan, maka kelompok ini mampu memberikan kontribusi yang positif untuk memperkuat budaya organisasi dan kinerja.

Ada juga orang-orang yang dasarnya sangat malas, tidak punya disiplin, tidak punya etika, tidak punya etos kerja yang baik, tidak berfungsi, menjadi beban organisasi, selalu masa bodoh dengan tugas dan instruksi, serta suka menuntut terlalu banyak kepada organisasi. Karakter seperti ini tidak terlalu banyak, tetapi dapat mempengaruhi orang-orang yang mau bekerja dengan baik, sehingga mereka ini adalah perusak budaya kerja dan budaya organisasi. Akibatnya, prestasi dan kinerja terbaik hanya ada dalam mimpi dan angan-angan. Kelompok ini memang tidak mudah untuk diatur apalagi diharapkan. Biasanya, organisasi harus memangkas jumlah kelompok ini, sehingga tidak membebani organisasi dengan hal-hal negatif dalam proses mencapai prestasi terbaik.

Mencapai prestasi dan membangun organisasi yang kuat adalah harapan para pemimpin. Harapan ini harus memperhatikan realitas dari sifat dan karakter kerja di lingkungan kerja. Tidak mungkin kita berharap profesionalisme yang berkualitas dari orang-orang yang tidak memahami cara mencapai puncak profesi mereka. Kecerdasan dan kesadaran manajemen dalam memahami sifat dan karakter kerja dapat membawa organisasi maju ke puncak tertinggi. Jika mengabaikan sifat dan karakter kerja, dan hanya sekedar menuntut  atau memberikan janji-janji kepada orang-orang yang tidak mengerti cara mencapai puncak profesi mereka dengan kualitas terbaik, maka organisasi tidak akan pernah maju dan manajemen pun akan gagal mengelola organisasi.

Organisasi yang cerdas sangat sadar untuk memperbanyak jumlah orang-orang yang menghargai dan mencintai pekerjaannya. Orang-orang yang cinta dengan apa yang dikerjakan mampu fokus dan terpusat dalam mengejar target. Ketika dalam proses ada kesulitan dan tantangan mereka tidak kehilangan keberanian untuk melakukannya secara kreatif, sehingga mendapatkan solusi melalui berbagai cara terbaik dalam ruang etika. Rasa cinta mereka pada pekerjaan membuat mereka menghormati pencapaian dengan gembira dan tetap fokus pada pekerjaan berkualitas. Mereka tahu dan sadar bahwa perubahan dan ketidakpastian adalah bagian nyata dari proses kerja, sehingga realitas sukses dan gagal selalu disikapi dengan positif, tanpa kehilangan kehati-hatian dalam tindakan yang profesional.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

HIDUP DAMAI DI TENGAH TANTANGAN ZAMAN DAN DI DUNIA YANG PENUH MASALAH

“Keadilan itu bersumber dari dalam diri kita sendiri, bukan hadiah dari orang lain. Jadi, jangan pernah menunggu keadilan diberikan oleh orang lain, sebab itu adalah sebuah harapan yang sia-sia.”~Djajendra

Kita hidup di zaman perubahan dan di dunia yang penuh tantangan. Jika kita tidak siap dengan perubahan, maka kita akan merasakan hidup di dunia yang bermasalah. Padahal yang bermasalah itu bukan dunianya, tetapi diri kita yang tidak siap atau tidak mampu beradaptasi dengan dunia baru. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mencari ilmu sebanyak mungkin, khususnya ilmu yang mampu mengisi hati dan pikiran kita dengan kedamaian dan sukacita. Belajarlah dari mana pun, luaskan hati untuk menerima berbagai pengetahuan baru untuk menjadikan diri kita lebih bahagia dan lebih bersemangat dengan tantangan zaman. Tidak perlu banyak berdebat, dengarkan hal-hal baik, rasakan manfaatnya, belajar sesuatu yang baik, lakukan hal-hal yang baik, dan siapkan kualitas diri terbaik untuk hidup damai di tengah tantangan zaman.

Jauhkan diri dari segala prasangka buruk yang membuat diri kita merasa tidak mampu atau sedang mengalami ketidakadilan. Ingat! bahwa keadilan itu bersumber dari dalam diri kita sendiri, bukan hadiah dari orang lain. Jadi, jangan pernah menunggu keadilan diberikan oleh orang lain, sebab itu adalah sebuah harapan yang sia-sia. Keadilan, kebahagiaan, kedamaian, dan ketenangan pikiran adalah hal-hal yang harus kita cari di kedalaman diri kita sendiri dengan doa, ibadah, dan kerja cerdas di sepanjang waktu. Jadilah pribadi yang optimis, positif, bersyukur, menerima kenyataan, bekerja lebih giat, tekun, disiplin, belajar terus-menerus, dan merasa siap dengan tantangan zaman. Miliki komitmen dan semangat untuk menemukan kedamaian, ketenangan pikiran, kemakmuran, kesejahteraan, kebahagiaan, keberlimpahan, dan kesehatan diri sendiri di dunia yang penuh tantangan dan penuh masalah tersebut.

Cara menghadapi perubahan dan tantangan zaman adalah dengan merubah diri kita sendiri dari dalam. Sebab, kita tidak akan pernah memiliki kemampuan untuk mengubah dunia luar atau tantangan yang kita hadapi. Kenyataan di luar diri kita adalah ujian dan pelajaran hidup yang harus kita lalui atau hadapi dengan kualitas diri yang siap lulus dengan nilai terbaik. Hiduplah dengan harapan dan kerja yang lebih fokus untuk menjadikan hidup kita selalu sejahtera, damai, bahagia, makmur, sehat, bugar, dan menikmati keindahan dari pengalaman yang kita alami. Sesulit apa pun kenyataan hidup yang sedang kita hadapi, jangan lupa untuk gembira dan bersyukur dengan kesulitan itu. Tanamkan di dalam pola pikir bahwa setiap kesulitan adalah peluang untuk meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik. Gembira, bahagia, damai, ketenangan pikiran, kebugaran, kesehatan, dan keindahan adalah harta yang paling mahal yang tidak boleh ditukar dengan apa pun. Kita dapat memanfaatkan harta kekayaan ini kapan saja untuk merasakan kehidupan yang meningkatkan kesejahteraan kita di semua aspek kehidupan dari waktu ke waktu. Rawat dan jagalah kekayaan yang bersumber dari ke dalaman diri kita sendiri ini dengan doa, ibadah, dan rasa syukur tanpa batas.

Hidup damai di tengah tantangan zaman dan di dunia yang penuh masalah haruslah menjadi kebiasaan sehari-hari. Jangan pernah membiarkan energi negatif mengambil kebahagiaan dan ketenangan pikiran kita. Di ke dalaman diri kita ada alam kehidupan yang tenang, damai, positif, kaya, sejahtera, makmur, sukacita, optimis, dan hal-hal baik yang bersifat tetap. Melalui doa, ibadah, pikiran positif, afirmasi, dan meditasi, kita dapat menemukan semua yang baik tersebut untuk membuat kita kuat dan mampu menghadapi tantangan zaman dan perubahan. Ketika kita kuat dan siap dari dalam diri kita yang positif, maka masalah dan tantangan di luar diri kita akan menjadi sesuatu yang mudah untuk diselesaikan. Seperti kata orang bijak bahwa semua masalah di luar kehidupan akan memudar ketika kita membenamkan diri dalam doa yang menyentuh batin damai kita sendiri. Ibadah, doa, dan rasa syukur kita yang menghubungkan diri sejati kita dengan kesadaran, pencerahan, lautan cahaya, energi positif, dan cinta ilahi mampu membangkitkan semua potensi terbaik kita untuk melayani perubahan dan tantangan zaman. Jadi, sudah waktunya untuk menghadapi perubahan dan tantangan zaman dengan kekuatan dari dalam diri sendiri. Tidak boleh lagi berkeluh-kesah atau mencari penyebab-penyebab yang tak dapat diatasi oleh diri sendiri. Menghadapi dunia luar, kita harus muncul dari ke dalaman diri sendiri yang kaya dengan sukacita dan potensi untuk beradaptasi dengan apa pun yang dihadirkan oleh dunia luar. Kekuatan kita yang bersumber dari ke kedalaman diri kita sendiri memberi kita kekuatan untuk menghadapi tantangan zaman dan perubahan dengan keseimbangan pikiran dan jiwa.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MENERIMA PERBEDAAN SEBAGAI KEKUATAN

“Kita harus sadar dan yakin bahwa kesejahteraan dan kedamaian adalah hasil dari kolaborasi yang penuh toleransi, bukan hasil dari kompetisi yang saling meniadakan.”~Djajendra

Bumi ini adalah rumah kita bersama. Kita harus sadar bahwa kesejahteraan, kedamaian, kemakmuran, keamanan, dan kenyamanan di planet ini hanya dapat diwujudkan kalau kita ikhlas dan bersyukur untuk hidup berdampingan. Perbedaan bukan untuk diperdebatkan dan dijadikan konflik. Perbedaan adalah keunikan kita untuk memperkaya kehidupan dari berbagai sudut pandang dan pengetahuan. Kita semua ada di bumi ini untuk saling berhubungan dan saling bergantung satu sama lain agar dapat mencapai kualitas hidup terbaik. Konflik dan permusuhan hanya akan memiskinkan kehidupan kita. Tidak mungkin kita dapat mengoptimalkan potensi dan bakat kita, jika lingkungan kehidupan kita dalam permusuhan dan tidak ada rasa aman. Perbedaan adalah anugerah dari Tuhan agar kita bisa saling mengenal dan saling belajar untuk menjadi manusia berkualitas tinggi.

Perbedaan bukan untuk dijadikan dasar dalam mencari siapa yang paling benar, tetapi dasar untuk saling mengagumi dan mencintai karena kita semua diciptakan oleh Tuhan yang sama. Secara fisik, mental, dan emosional kita kadang-kadang berbeda; tetapi, ini semua bukan alasan untuk saling membenci. Perilaku membenci hanya akan merugikan diri sendiri. Karena itu, jangan membenci orang yang berbeda darimu, karena rasa benci itu ada di dalam hatimu, dan rasa benci itu hanya akan menggerogoti kebahagianmu. Sedangkan, orang yang kau benci selalu akan baik-baik saja, hanya dirimu yang suka membenci akan mengalami penderitaan. Belajarlah untuk mencari kesamaan dari perbedaan. Jangan fokus pada perbedaan dan mengabaikan kesamaan yang mungkin jauh lebih banyak dari pada perbedaan. Hidup yang cerdas adalah pintar mencari kesamaan, sehingga kita bisa bersatu membangun kesejahteraan dan kedamaian. Jangan pernah membiarkan hatimu fokus pada perbedaan, sebab itu akan merugikan hidupmu yang singkat ini.

Semua sifat buruk kita harus patuh pada etika kehidupan sosial yang harmonis. Kita harus sadar dan yakin bahwa kesejahteraan dan kedamaian adalah hasil dari kolaborasi yang penuh toleransi, bukan hasil dari kompetisi yang saling meniadakan. Sifat buruk di dalam diri kita adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Tidak mungkin diri kita bersih tanpa ada energi negatif, sebab kehidupan terjadi karena bertempur-nya energi negatif dan energi positif untuk menghasilkan hidup. Tetapi, kita punya kesadaran dan empati untuk menciptakan kebaikan dan tidak membiarkan keburukan keluar dari diri kita. Semua sifat baik kita, seperti: kepedulian, kasih sayang, perhatian, pelayanan prima, kebaikan, toleransi, empati, dan semangat untuk membuat orang lain bahagia adalah sifat-sifat yang akan menjadikan hidup kita sejahtera dan damai. Dari sini kita bisa belajar bahwa sesungguhnya perbedaan itu adalah kekuatan untuk hidup bersama sebagai saudara yang saling memiliki dan berbagi pengetahuan, yang membuat kaya hidup kita semua. Perilaku yang hanya fokus pada kepentingan dan keyakinan diri sendiri, serta mengabaikan semangat untuk hidup bersama sebagai satu kekuatan yang besar, adalah perilaku yang sudah ketinggalan jaman. Sekarang, kita sedang memasuki atau sedang hidup di jaman kolaborasi dan bersama-sama bekerja cerdas untuk menikmati kesejahteraan dan kedamaian di muka bumi ini.

Dunia pendidikan harus mulai memberikan materi pelajaran tentang toleransi, empati, kasih sayang, cinta, keadilan, kedamaian, etika, kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, saling membantu, saling peduli, kerendahan hati, optimisme, teliti, tekun, disiplin, integritas. Dan, sejak sekolah dasar anak-anak harus diberikan pendidikan kolaborasi dengan kinerja terbaik di tengah-tengah kehidupan yang beragam dan berbeda. Jika jenis pendidikan ini tidak masuk dalam kurikulum sekolah, maka sekolah hanya akan menghasilkan orang-orang yang siap berkonflik dalam perbedaan dan menjadikan kehidupan mereka semakin miskin karena semua energi terkuras untuk konflik, bukan untuk membangun kesejahteraan dan kedamaian. Masa depan yang cemerlang ada pada kemampuan kita untuk hidup dalam tingkat toleransi yang sangat tinggi. Kualitas-kualitas, seperti: empati, kasih sayang, dan nilai-nilai sopan santun dalam pergaulan sosial haruslah diajarkan kepada semua orang agar orang-orang tersebut bisa memiliki masa depan yang penuh kemakmuran, kedamaian, kesejahteraan, dan kegembiraan.

Perbedaan adalah kekuatan dan tidak boleh membiarkan perbedaan dalam sikap intoleransi. Perilaku intoleransi terhadap perbedaan pasti menyebabkan konflik, kemarahan, kebencian, perpecahan, permusuhan, kekerasan. Dan, semua ini akan menghilangkan rasa kesatuan, rasa kemanusiaan, rasa kasih sayang. Pada akhirnya, membuat kehidupan tanpa dialog, tetapi penuh kekerasan dalam kebencian. Hasil akhirnya, jelas, yaitu: masyarakat yang terkebelakang dan miskin di semua sektor kehidupan. Jadi, marilah kita sadar bahwa perbedaan adalah kekuatan yang harus kita manfaatkan melalui toleransi dan empati, agar kita semua bisa hidup sejahtera dalam peradaban yang tinggi.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MELAKUKAN PEKERJAAN YANG DITUGASKAN DENGAN DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB

“Kita harus sadar dan mengerti bahwa tugas yang diberikan kepada kita adalah kinerja dan prestasi yang diharapkan dari tugas kita itu.”~Djajendra

Pekerjaan yang kita lakukan haruslah dalam konsep holistik. Kita harus mampu melihat ke semua tanggung jawab. Kita harus mampu dan ikhlas untuk menjalankan proses kerja dengan benar dan etis. Kita harus sadar bahwa pekerjaan kita merupakan bagian penting dari seluruh perjalanan keberadaan kita. Kesadaran kita untuk bekerja dan melayani sistem kerja dengan disiplin, patuh, taat, pengabdian total, pelayanan sepenuh hati, dan mengikuti semua perubahan dengan cerdas, adalah tugas yang bersifat pribadi di tingkat kesadaran diri. Jadi, sangat penting bagi kita untuk benar-benar fokus melakukan pekerjaan yang ditugaskan. Kita juga harus menyiapkan mental, moralitas, kualitas, dan kompetensi untuk dapat berubah dari waktu ke waktu. Apa pun situasi dan kondisi yang harus dihadapi, kita siap dan mampu melakukannya dengan totalitas kita dan kualitas tinggi.

Kita semua terkait dalam kolaborasi dan komitmen yang tulus dari keberadaan kita untuk menjalankan tugas dengan totalitas. Pekerjaan kita bersifat pribadi di bidang tugas yang menjadi tanggung jawab kita. Karena bersifat pribadi, maka kita harus mampu menciptakan etos dari budi luhur dan moralitas kita yang berkualitas tinggi. Sifat pribadi tersebut membuat kita mampu mengambil tanggung jawab penuh atas hal-hal yang ditugaskan kepada kita. Kita harus sadar dan mengerti bahwa tugas yang diberikan kepada kita adalah kinerja dan prestasi yang diharapkan dari tugas kita itu. Dalam menjalankan tugas, kita harus sadar bahwa semua stakeholder saling berhubungan dan memiliki kepentingannya masing-masing. Kesadaran kita bahwa setiap orang di lingkungan kerja saling bergantung dengan orang lain, membuat kita harus lebih meningkatkan kualitas empati dan toleransi agar semua tantangan dan masalah dapat diselesaikan secara cerdas dan bijak.

Sekarang ini, bukan jaman-nya lagi mengejar kepentingan diri sendiri, siapa pun yang hanya sibuk mengurusi ambisi dan nafsunya dijamin gagal. Mengejar ambisi dan nafsu pribadi sudah ketinggalan jaman, dan juga sudah tidak realistis dalam jaman informasi dan perubahan yang cepat ini. Kita sedang berada dalam jaman kolaborasi dan hidup bersama untuk mencapai prestasi terbaik. Semua kekuatan harus bersatu dalam kolaborasi, saling mengerti, memiliki empati, memiliki toleransi, memiliki kedamaian hati, kasih sayang, perhatian, keadilan yang lebih bijaksana, kreativitas, inovasi, serta menjadi tim kerja yang solid dari kerendahan hati dan kepercayaan diri yang konsisten.

Etika berorganisasi dan etika bekerja sama harus betul-betul diperkuat untuk membantu mengatasi perpecahan dan prasangka buruk di lingkungan kerja. Kita membutuhkan etika berorganisasi yang dapat menerima perbedaan dan keragaman sebagai kekuatan untuk menjadi lebih baik. Budaya organisasi yang kuat dan siap dalam perubahan akan sadar untuk menanamkan nilai-nilai, seperti: keadilan, perhatian, kepedulian, toleransi, kedamaian, kasih sayang, pengampunan; serta meningkatkan pembelajaran organisasi dalam bidang etis, emosional, hati nurani, kesadaran, kecerdasan sosial, dan pikiran positif. Jadi, organisasi masa depan pasti sudah mulai mendidik sumber daya manusianya dalam memperkuat nilai-nilai positif yang memampukan seseorang, untuk bangkit dari dalam dirinya sendiri saat menghadapi tantangan dan kehilangan arah.

Lingkungan kerja masa depan adalah yang penuh dengan toleransi, cinta, hati yang peduli, dan rasa kesatuan untuk bersama-sama membangun prestasi dan kinerja terbaik. Tidak ada lagi kata-kata kasar, tidak ada lagi pikiran buruk, tidak ada lagi perbuatan atau tindakan yang kurang etis. Semua orang akan sadar untuk tumbuh dan berkembang melalui gagasan dan dialog yang saling membangun. Tidak ada lagi kebencian, tidak ada lagi kekerasan, tidak ada lagi konflik, yang ada hanya bersatu dalam kedamaian untuk mencapai kinerja dan prestasi terbaik. Jadi, semua orang perlu meningkatkan dan menerapkan etika dalam segala hal yang dilakukan. Jika semua orang di lingkungan kerja mulai bekerja, berpikir, dan berkata-kata dalam perilaku etis; maka kerja sama dan kolaborasi akan menguat di dalam kegembiraan kerja. Pada akhirnya, kesadaran akan muncul bahwa kemajuan dan sukses itu tidak dihasilkan dari kompetisi, tetapi dari kolaborasi yang tulus dan sepenuh hati.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

KEPRIBADIAN YANG PROFESIONAL DALAM BUDAYA ORGANISASI DAN PELAYANAN PUBLIK YANG PRIMA

“Kinerja dan prestasi terbaik bukan berasal dari kerja keras dan ambisi, tetapi dari rasa cinta dan rasa memiliki profesi yang penuh kualitas terbaik.”~Djajendra

Kepribadian yang profesional dalam budaya organisasi dan pelayanan publik yang prima adalah pribadi yang menemukan kebahagiaan dan kegembiraan bersama profesi di tempat kerja. Wujud profesionalisme dalam bentuk kepedulian dan kecintaan untuk menekuni profesi kerja dengan integritas dan kualitas. Kepribadian yang profesional betul-betul mampu menemukan kualitas hidup terbaik dari kualitas profesi yang ditekuni. Anda yang profesional mampu merasakan bahwa pekerjaan Anda adalah hidup Anda yang sepenuhnya, serta hidup Anda yang penuh kegembiraan dan kebahagiaan dikarenakan oleh pekerjaan Anda. Kinerja dan prestasi terbaik bukan berasal dari kerja keras dan ambisi, tetapi dari rasa cinta dan rasa memiliki profesi yang penuh kualitas terbaik.

Menjadi pribadi yang profesional dibidang pekerjaan haruslah berdasarkan pada kompetensi yang lengkap; kemampuan untuk bekerja melalui budaya organisasi yang kuat; memiliki kualitas dan karakter untuk memberikan layanan publik yang paling prima dengan sepenuh hati; perilaku kerja yang menghormati dan menghargai orang lain dengan tulus dan sepenuh hati; berkomunikasi secara positif dan efektif dari hati yang kaya empati dan toleransi; membangun kepribadian dan mindset yang merasakan kegembiraan bersama profesi dan lingkungan kerja; merasa memiliki dan sangat setia dengan organisasi dan profesi yang ditekuni; menjaga integritas dengan perilaku etis, setiap saat bekerja dengan setiap, menepati janji, dan dengan sungguh-sungguh menjaga komitmen; merasa menyatu dengan budaya, sistem, dan identitas profesionalisme organisasi; selalu bekerja melampaui harapan dengan kinerja terbaik.

Profesionalisme menghasilkan perilaku kerja yang dapat diterima oleh semua pihak terkait dengan positif. Oleh karena itu, setiap orang di lingkungan kerja harus memiliki kesadaran untuk meningkatkan profesionalisme secara utuh dan lengkap. Artinya, kesadaran untuk mencintai profesi dengan menciptakan perilaku terpuji dan produktif agar dapat melayani organisasi secara penuh kualitas dan efektif. Bekerja adalah hidup Anda karena akan menghabiskan begitu banyak waktu Anda. Jadilah bahagia dan gembira di setiap momen proses kerja. Kebahagiaan dan kegembiraan Anda di dalam kualitas tertinggi profesi atau pekerjaan Anda adalah bukti bahwa Anda seorang profesional sejati.

Kepribadian yang profesional sangat sadar untuk memberikan energi positif dan kompetensi terbaik bagi penguatan budaya organisasi. Setiap hari dengan jiwa besar dan hati yang ikhlas memberikan kontribusi terbaik untuk memperkuat layanan prima di setiap aspek organisasi. Selalu bekerja dengan rendah hati dan tidak pernah merasa paling benar. Menghargai keragaman dan keunikan dalam organisasi dengan perilaku terpuji. Sangat konsisten dan disiplin dalam mempertahankan etika profesi dan nilai-nilai yang mengikat dirinya dalam lingkungan kerja. Terus-menerus belajar, memperkuat kualitas integritas pribadi, serta melalui transformasi yang berkelanjutan memperbaiki kualitas diri dan kompetensi.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM MELAKUKAN PEKERJAAN

“Jika etika tidak dihormati dan ditegakkan dengan profesionalisme yang kaya integritas, maka keadilan dan ketertiban di organisasi menjadi berantakan.”~Djajendra

Seorang yang menjaga etika dan profesionalisme di dalam setiap proses kerja tidak pernah mengecewakan stakeholder. Etika harus dipatuhi dan dihormati dari hati yang paling dalam. Jika etika tidak dihormati dan ditegakkan dengan profesionalisme yang tinggi, maka ketertiban dan keadilan menjadi berantakan di setiap proses kerja. Akibatnya, tidak pernah ada prestasi dan kinerja terbaik, yang ada hanya konflik dan berbagai prasangka buruk di dalam budaya kerja yang lemah.

Wujud profesionalisme adalah kepedulian dan kecintaan Anda untuk menekuni profesi kerja Anda dengan gembira dan kaya kualitas. Anda betul-betul mampu menemukan kualitas hidup terbaik dari kualitas profesi yang Anda tekuni. Anda mampu merasakan bahwa pekerjaan Anda adalah hidup Anda yang sepenuhnya, serta hidup Anda yang penuh kegembiraan dan kebahagiaan dikarenakan oleh pekerjaan Anda. Kinerja dan prestasi terbaik bukan berasal dari kerja keras dan ambisi, tetapi dari rasa cinta dan rasa memiliki profesi yang penuh kualitas terbaik.

Menjadi seorang yang profesional dibidang pekerjaan haruslah didasarkan pada kompetensi yang lengkap, perilaku yang menghormati orang lain berdasarkan empati dan toleransi yang baik, membangun kepribadian dan mindset yang mampu merasakan kegembiraan bersama profesi atau pekerjaan, merasa memiliki dan sangat setia dengan organisasi dan profesi yang ditekuni, menjaga integritas dan setiap saat menepati janji dengan sungguh-sungguh, serta selalu bekerja melampaui harapan dengan kinerja terbaik.

Profesionalisme menghasilkan perilaku kerja yang dapat diterima oleh semua pihak terkait dengan positif. Oleh karena itu, setiap orang di lingkungan kerja harus memiliki kesadaran untuk meningkatkan profesionalisme secara utuh dan lengkap. Artinya, kesadaran untuk mencintai profesi dengan menciptakan perilaku terpuji dan produktif agar dapat melayani organisasi secara penuh kualitas dan efektif. Bekerja adalah hidup Anda karena akan menghabiskan begitu banyak waktu Anda. Jadilah bahagia dan gembira di setiap momen proses kerja. Kebahagiaan dan kegembiraan Anda di dalam kualitas tertinggi profesi atau pekerjaan Anda adalah bukti bahwa Anda seorang profesional sejati.

Seorang yang profesional sangat sadar bahwa subjektivitas etika merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan jiwa besar dan hati yang ikhlas. Persepsi tentang benar dan salah bukan monopoli segolongan orang, tetapi merupakan kebebasan dalam keragaman dan keyakinan. Karena itu, Profesionalisme sangat menghargai persepsi yang berbeda tentang benar dan salah, serta menghormati dan menghargai pemahaman etika dari berbagai komunitas. Seorang yang profesional sangat konsisten dan disiplin dalam mempertahankan etika profesi dan nilai-nilai yang mengikat dirinya dalam lingkungan kerja. Kode etik dan nilai-nilai organisasi yang mengikat setiap orang haruslah menjadi perilaku etis yang konsisten dan kaya integritas melalui transformasi yang berkelanjutan.

“Kita adalah perilaku yang menceritakan siapa kita; perilaku baik menjadikan kita orang baik, perilaku buruk menjadikan kita orang yang tidak baik.”~Djajendra

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MEMIMPIN KEHIDUPAN DIRI SENDIRI

“Pemimpin harus rendah hati dalam sukacita dan semakin kuat dalam penderitaan.”~Djajendra

Dirimu adalah pemimpin yang harus memimpin hidupmu sendiri. Bagi pemimpin tidak ada tempat bergantung dan berharap kecuali kepada Tuhan. Jika tidak ada seorang pun di sekitar dirimu untuk membantu-mu, maka jadilah diri sendiri untuk memimpin kehidupan-mu. Tetaplah merasa aman tanpa dukungan dari siapa pun, tetaplah optimis untuk melakukan hal-hal baik bagi kehidupan-mu.

Jika dirimu memiliki visi dan mau bekerja dari kesadaran dirimu yang terdalam, maka visi-mu akan menghadirkan hasil kepemimpinan untuk kebaikan banyak orang. Potensi dan bakat yang ada di dalam dirimu jika menciptakan sukacita bagi banyak orang, maka kepemimpinan-mu semakin didukung orang-orang di sekitar-mu. Tetapi, ingat! Tetaplah jadi diri sendiri dan jangan tergoda untuk merasa aman dengan dukungan orang-orang yang hadir setelah melihat kepemimpinan-mu yang hebat.

Pemimpin harus rendah hati dalam sukacita dan semakin kuat dalam penderitaan. Tidak ada jaminan keamanan kekuasaan bagi pemimpin, kecuali sifat ikhlas untuk tidak diakui oleh orang-orang bahwa dirinya sebagai pemimpin. Pemimpin sejati berasal dari jiwa yang paling dalam, yang tidak membangun pertahanan diri dengan menarik semakin banyak orang-orang kepercayaan menjadi benteng pertahanan.

Visi dan inovasi dari kesadaran diri sendiri membuat pemimpin selalu berada di barisan paling depan. Kemenangan semakin nyata jika kepemimpinan-mu mampu merangkul kekuatan di luar lingkaran-mu. Jangan pernah mempersempit ruang kepemimpinan-mu, semakin luas dan semakin mendekati berbagai keragaman yang ada, kepemimpinan-mu akan semakin hebat. Bangunlah kepemimpinan-mu dari diri sejati-mu, dan jadilah diri sendiri di setiap situasi yang harus dihadapi.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

PEMIMPIN SEBAGAI PANUTAN YANG BAIK

“Pemimpin dapat memberikan perintah yang lengkap dan bermakna hanya jika dirinya jujur, berkomitmen, berbakti, berdisiplin diri, bertanggung jawab, dan memiliki integritas yang tak diragukan kualitasnya.”~Djajendra

Seorang pemimpin diharapkan menjadi teladan yang memotivasi dan menggerakkan potensi sumber daya manusia untuk mencapai tujuan. Keberadaan pemimpin bertujuan untuk mempengaruhi orang-orang yang ia pimpin agar dapat mencapai kemenangan atas tujuan yang diperjuangkan. Selain sebagai panutan, pemimpin juga hadir untuk menciptakan budaya kerja yang berkualitas melalui sistem dan nilai-nilai positif. Kesederhanaan, kebijaksanaan, kejujuran, integritas, disiplin, rendah hati, percaya diri, ketepatan waktu, belajar terus-menerus, fokus pada tujuan, dan ketekunan untuk mewujudkan visi adalah nilai inti dari pemimpin panutan.

Pemimpin bertanggung jawab untuk memiliki sifat baik dan perilaku etis. Secara sadar, pemimpin mau mendidik dirinya dengan nilai-nilai kebenaran agar dapat menjalankan perilaku etis. Pemimpin panutan percaya bahwa nilai-nilai kebenaran dan kebaikan dapat membawa semua orang untuk merasakan kesuksesan yang abadi. Pemimpin panutan memiliki niat dan kerja keras untuk membuat hidup semua orang lebih baik. Pemimpin panutan adalah teladan dan pribadi terbaik untuk menjalankan integritas dalam semua tindakan dan perilaku. Pemimpin panutan bekerja untuk mencapai keunggulan dan tidak takut atau cemas dengan hasil akhir yang diperjuangkan. Fokus dan kerja keras hanya pada satu titik menuju tujuan, serta tidak pernah ragu dengan keputusan yang sudah diambil.

Pemimpin panutan selalu bekerja dengan metode dan strategi yang dipahami dan dimengerti oleh pengikut. Metode dan strategi yang dipilih sangat tergantung pada realitas di lapangan, jadi metode dan strategi bisa berubah-ubah sesuai keadaan. Seluruh potensi dimanfaatkan sebagai sumber penting untuk mencapai keberhasilan. Setiap orang dipersiapkan sebagai pribadi unggul yang siap memiliki kinerja hebat di mana pun mereka berfungsi. Pemimpin dapat memberikan perintah yang lengkap dan bermakna hanya jika dirinya jujur, berkomitmen, berbakti, berdisiplin diri, bertanggung jawab, dan memiliki integritas yang tak diragukan kualitasnya.

Jati diri pemimpin adalah sumber panutan bagi orang lain. Karena itu, pemimpin yang baik selalu memperkaya jati dirinya dengan nilai-nilai positif yang bersumber dari kesadaran tertinggi. Hal ini membutuhkan kesadaran dan kebijaksanaan untuk menerangi diri sendiri dengan sifat-sifat baik. Pemimpin bukan hanya sebagai pemberi perintah dan tugas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral kepada setiap orang melalui proses kepemimpinan yang baik, sehingga hal ini dapat membantu semua orang untuk memperkuat sikap mental dan kebiasaan etos kerja yang benar. Pemimpin tidak hanya mengarahkan dan menggerakkan, tetapi juga memotivasi dan menginspirasi setiap orang dengan nilai-nilai positif; hal ini akan mempengaruhi budaya kerja dan karakter dari orang-orang yang dipimpin menjadi lebih positif dan produktif.

Pemimpin panutan mampu membentuk masa depan yang lebih baik bagi semua orang; mampu memberikan pencerahan ke dalam jiwa masing-masing orang, yang secara sadar mampu menyelaraskan kehidupan positif demi kepentingan semua orang untuk menjadi kekuatan prestasi terbaik. Pemimpin panutan adalah pribadi yang memiliki kebijaksanaan yang tinggi. Dia juga seorang pembelajar yang terus-menerus memperbarui pengetahuan dan keterampilan, sehingga mampu bertindak dengan kualitas pikiran yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Di samping itu, selalu tampil dengan sikap yang penuh kasih dalam mengelola perbedaan dan keragaman.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN YANG MENDENGARKAN

“Mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar.”~Djajendra

Salah satu keterampilan dasar kepemimpinan adalah mendengarkan. Pada intinya, ini adalah keterampilan untuk membantu pemimpin lebih mudah berinteraksi dan berkomunikasi dengan bermacam karakter dan kepribadian. Ini dapat mempermudah pemimpin untuk mobilisasi dan memanfaatkan semua potensi terbaik dari orang-orang yang membantu pemimpin. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang apa yang disampaikan oleh orang lain memungkinkan pemimpin untuk melakukan tugas sehari-hari dengan efektif.

Empati adalah dasar untuk dapat menjadi pendengar yang baik. Kemampuan untuk menunjukkan empati haruslah benar-benar berkualitas dan bersumber dari kecerdasan emosional yang tinggi. Kepemimpinan yang mendengarkan harus mampu mengendalikan amarah dan ego yang suka menerima pujian. Harus benar-benar tenang dalam pengendalian diri untuk dapat mendengarkan apa pun dengan jernih dan sabar. Empati yang kuat dengan kecerdasan untuk menyerap semua makna dari apa yang disampaikan, menjadikan kepemimpinan selalu kuat dan unggul.

Menjadi pendengar yang baik tentu sangat menguntungkan bagi kepemimpinan. Sebab, dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami apa yang sebenarnya ingin dicapai oleh karyawan, mitra, klien, dan stakeholder lainnya. Kemampuan untuk menangkap semua emosi, potensi, dan harapan orang lain haruslah menjadi inti dari kepemimpinan. Ketika kepemimpinan mampu menggunakan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, etos kerja, dan gairah setiap orang secara efektif, maka mereka semua dapat memberi hasil terbaik untuk tujuan yang diperjuangkan. Intinya, untuk menjadi pemimpin yang berkualitas tinggi, Anda harus menjadi pendengar yang bersumber dari empati dan kecerdasan emosional yang tinggi.

Dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami bagaimana orang lain memandang tindakannya. Jadi, mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar. Ketika pemimpin tahu tentang bagaimana orang lain melihat dirinya, maka pemimpin dapat menyiapkan strategi yang tepat untuk menjalankan kepemimpinan yang efektif. Jadi, tidak ada lagi asumsi dan narasi pribadi yang ditonjolkan, tetapi realitas yang langsung didengarkan dari orang-orang yang memandang tindakan pemimpin itu seperti apa. Mendengarkan membantu pemimpin memahami persepsi dan keyakinan dari orang-orang yang terlibat membantu kepemimpinan-nya. Jika nantinya, ada orang-orang yang tidak sejalan dengan visi kepemimpinan, maka dengan mudah pemimpin dapat melakukan pergantian, dan secepat mungkin menemukan orang-orang yang paling siap untuk menjalankan visi kepemimpinan.

Mendengarkan berarti menerima dengan tenang semua narasi, emosi, persepsi, dan situasi; tanpa mengesampingkan proses berpikir khas yang bersumber dari diri sejati pemimpin. Mendengarkan berarti tidak memberi respons melawan atau menolak, hanya mendengarkan dan tidak memberikan reaksi yang menghentikan proses mendengarkan. Setelah selesai mendengar, pemimpin perlu menilai semua yang didengar dengan situasi nyata. Keputusan akhir bukan dari apa yang didengar, tetapi apa yang diyakini dan dirasakan benar oleh pemimpin. Intinya, mendengarkan itu hanya untuk memahami orang lain, merasakan keyakinan dan persepsi mereka, serta melibatkan mereka untuk kepemimpinan yang efektif. Pada akhirnya, semua keputusan ditentukan oleh intuisi dan pengetahuan pemimpin.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN KEPEMIMPINAN DARI DIRI SENDIRI

“Kepemimpinan adalah tentang keterampilan untuk hidup dalam semua situasi dan keadaan.”~Djajendra

Kepemimpinan adalah milik setiap orang. Siapa pun Anda, di mana pun posisi Anda, apa pun peran Anda dalam hidup, punya jabatan atau pun tidak punya jabatan, punya kekuasaan atau pun tidak punya kekuasaan, Anda harus dapat memimpin hidup Anda. Kepemimpinan adalah keterampilan untuk hidup dalam semua situasi dan keadaan. Pemimpin adalah orang-orang yang terlatih untuk memiliki visi dan kontrol atas diri sendiri, serta mudah mempengaruhi diri sendiri dan orang lain untuk mencapai segala sesuatu. Intinya, untuk menjalankan fungsi kepemimpinan, Anda tidak perlu menjadi siapa-siapa, cukup menjadi diri sendiri yang mampu menguasai diri agar dapat menguasai kepemimpinan terhadap kehidupan yang Anda alami.

Setiap orang harus menguasai kepemimpinan sebagai modal untuk menjalani kehidupan secara efektif dan profesional. Hidup yang Anda alami membutuhkan perhatian penuh dan kontrol atas segala sesuatu dengan bijaksana. Kepemimpinan dari energi positif Anda diperlukan untuk memulai, berhenti, berubah, berinovasi, berprestasi dan mengontrol diri. Kepemimpinan Anda diperlukan untuk menghadapi tantangan baru dengan perilaku dan cara baru. Jadi, ketika penguasaan diri Anda hebat dan kepemimpinan Anda bijaksana, maka tidak ada hal apa pun yang mampu menghentikan langkah Anda untuk mencapai prestasi terbaik.

Kepemimpinan adalah tentang memberdayakan diri sendiri dan orang lain untuk mencapai sesuatu. Penguasaan terhadap diri sendiri, khususnya terhadap: potensi, pikiran, emosi, karakter, kepribadian, fisik, mental, akal, kecerdasan, persepsi, dan keyakinan positif; haruslah menjadi bagian yang memberdayakan diri sendiri untuk diberikan kepada orang lain dalam wujud kepemimpinan yang andal dan berkualitas. Membangun kepemimpinan yang hebat dari dalam diri sendiri menjadikan Anda percaya diri dan memiliki kecerdasan emosional di setiap tindakan dan pemikiran. Kepemimpinan dengan kecerdasan emosional yang baik mampu menguasai diri sendiri dan orang lain, mampu memberikan perhatian penuh pada hal-hal yang dikerjakan, mampu memiliki ketenangan pikiran yang luar biasa di situasi yang sangat mengacaukan, serta mampu bertindak dengan sangat efektif dan produktif di setiap langkah menuju masa depan.

Keterampilan dasar kepemimpinan adalah mengelola dan menggunakan emosi diri sendiri dan emosi orang lain secara tepat waktu untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan harus terlatih dan memiliki kualitas untuk memanfaatkan segala macam emosi bagi pencapaian. Berbagai macam emosi yang diperlukan kepemimpinan sudah tersedia di dalam diri orang-orang di sekitar, sehingga pemimpin harus tampil dengan keyakinan penuh untuk mencapai yang terbaik. Mampu menggunakan emosi untuk melancarkan komunikasi, memberi inspirasi dan motivasi, membuat setiap orang terhubung secara kuat dan solid untuk mencapai tujuan, serta memberi pengaruh dan keyakinan untuk bersama-sama mencapai tujuan.

Kepemimpinan dimulai dari kesadaran untuk berjuang dan berupaya secara total. Dari titik kesadaran diri ini, kepemimpinan harus sadar diri untuk menampilkan kekuatan kepemimpinan dari dalam diri sendiri yang terampil dalam banyak kualitas. Pikiran, emosi, akal, memori, dan realitas yang sedang dihadapi harus dalam penguasaan kesadaran diri. Kepemimpinan adalah energi yang hadir dengan apa yang terjadi di sekitar dan di dalam diri. Tidak pernah terganggu secara mental dan emosi oleh kesulitan dan tantangan. Selalu terkendali dalam kesadaran diri yang kuat untuk berjuang total dalam tujuan yang terang. Perhatian penuh pada tujuan melalui kesadaran diri dan manajemen diri yang kaya integritas, menjadikan kepemimpinan berkualitas dan selalu akurat dalam langkah dan perjuangan menuju kemenangan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com