PRESTASI MILIK ORANG-ORANG YANG ANTUSIAS DAN DISIPLIN DENGAN PEKERJAANNYA

“Jangan bekerja karena uang atau demi janji yang diberikan oleh orang lain, bekerjalah karena rasa cinta dan bahagia dengan pekerjaan tersebut.”~Djajendra

Bekerja adalah bagian dari keberadaan diri kita. Bekerja tanpa pamrih dan sepenuh hati melayani untuk kesejahteraan dan kedamaian hidup adalah prestasi tertinggi. Intinya, apa pun itu pekerjaan yang kita lakukan, selama pekerjaan itu bermanfaat untuk kebaikan dan kebahagiaan hidup banyak orang, maka wajib kita kerjakan dengan gembira. Jangan pernah bekerja karena uang atau demi janji yang diberikan oleh orang lain, bekerjalah karena rasa cinta dan bahagia dengan pekerjaan tersebut.

Orang-orang yang mudah mendapatkan prestasi terbaik adalah mereka yang dengan ikhlas, antusias, dan disiplin bekerja dengan kesadaran diri sendiri. Mereka tidak perlu dibujuk atau diiming-iming dengan hadiah atau materi apa pun. Mereka adalah orang-orang yang hadir ke lingkungan kerja dengan etos terbaik dan niat untuk memberikan kualitas terbaik. Mereka selalu gembira untuk melakukan tugas apa pun, serta tidak pernah berkeluh-kesah untuk kesulitan dan penderitaan selama melakukan tugas.

Dalam lingkungan kerja ada banyak karakter dan sifat yang menjadikan budaya organisasi tidak dapat bekerja sempurna. Jika saja semua orang memiliki karakter kerja yang ikhlas, antusias, disiplin, tekun, dan bekerja untuk melayani dengan sepenuh hati; maka, budaya organisasi mampu menghadirkan lingkungan kerja dengan energi positif yang siap menghasilkan prestasi tertinggi. Sayangnya, orang-orang dengan karakter yang baik ini jumlahnya paling kecil di lingkungan kerja, sehingga kadang-kadang tidak memberikan pengaruh atau dampak yang besar bagi kemajuan organisasi.

Realitas di lingkungan kerja tidak seperti yang kita angan-angankan. Di mana, semua orang hadir dengan etos terbaik dan kepribadian yang sangat sadar untuk memberikan pelayanan terbaik bagi organisasi. Faktanya, dalam realitas di lingkungan kerja selalu saja ada orang-orang yang harus diberitahu untuk melakukan sebuah pekerjaan, mereka adalah golongan yang miskin inisiatif dan tidak kreatif dalam hal apa pun. Mereka dapat diandalkan, tetapi harus dirawat dan dikelola dengan rajin. Jika manajemen lalai merawat dan mengelola mereka, maka mereka akan lupa diri untuk bekerja pada jalur prestasi.

Ada juga orang-orang yang harus diminta, dimotivasi, dibujuk, dan dijanjikan sesuatu agar mereka mau melakukan tugas mereka dengan baik. Mereka ini jumlahnya mayoritas dalam lingkungan kerja, sehingga manajemen benar-benar perlu bekerja sangat keras untuk memastikan mereka memperkuat budaya organisasi. Kunci kemajuan dan pencapaian prestasi organisasi ada di orang-orang ini. Jika kelompok ini mampu diperhatikan dan ditingkatkan kualitasnya secara berkelanjutan, maka kelompok ini mampu memberikan kontribusi yang positif untuk memperkuat budaya organisasi dan kinerja.

Ada juga orang-orang yang dasarnya sangat malas, tidak punya disiplin, tidak punya etika, tidak punya etos kerja yang baik, tidak berfungsi, menjadi beban organisasi, selalu masa bodoh dengan tugas dan instruksi, serta suka menuntut terlalu banyak kepada organisasi. Karakter seperti ini tidak terlalu banyak, tetapi dapat mempengaruhi orang-orang yang mau bekerja dengan baik, sehingga mereka ini adalah perusak budaya kerja dan budaya organisasi. Akibatnya, prestasi dan kinerja terbaik hanya ada dalam mimpi dan angan-angan. Kelompok ini memang tidak mudah untuk diatur apalagi diharapkan. Biasanya, organisasi harus memangkas jumlah kelompok ini, sehingga tidak membebani organisasi dengan hal-hal negatif dalam proses mencapai prestasi terbaik.

Mencapai prestasi dan membangun organisasi yang kuat adalah harapan para pemimpin. Harapan ini harus memperhatikan realitas dari sifat dan karakter kerja di lingkungan kerja. Tidak mungkin kita berharap profesionalisme yang berkualitas dari orang-orang yang tidak memahami cara mencapai puncak profesi mereka. Kecerdasan dan kesadaran manajemen dalam memahami sifat dan karakter kerja dapat membawa organisasi maju ke puncak tertinggi. Jika mengabaikan sifat dan karakter kerja, dan hanya sekedar menuntut  atau memberikan janji-janji kepada orang-orang yang tidak mengerti cara mencapai puncak profesi mereka dengan kualitas terbaik, maka organisasi tidak akan pernah maju dan manajemen pun akan gagal mengelola organisasi.

Organisasi yang cerdas sangat sadar untuk memperbanyak jumlah orang-orang yang menghargai dan mencintai pekerjaannya. Orang-orang yang cinta dengan apa yang dikerjakan mampu fokus dan terpusat dalam mengejar target. Ketika dalam proses ada kesulitan dan tantangan mereka tidak kehilangan keberanian untuk melakukannya secara kreatif, sehingga mendapatkan solusi melalui berbagai cara terbaik dalam ruang etika. Rasa cinta mereka pada pekerjaan membuat mereka menghormati pencapaian dengan gembira dan tetap fokus pada pekerjaan berkualitas. Mereka tahu dan sadar bahwa perubahan dan ketidakpastian adalah bagian nyata dari proses kerja, sehingga realitas sukses dan gagal selalu disikapi dengan positif, tanpa kehilangan kehati-hatian dalam tindakan yang profesional.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

BEKERJA DI LINGKUNGAN KERJA YANG MEMILIKI MEDAN ENERGI POSITIF

“Bukan ketidakmampuan atau kurangnya kompetensi yang bisa menjadi penghalang dalam pertumbuhan seseorang untuk mencapai prestasi kerja terbaik, tetapi keterikatan dirinya pada energi negatif adalah sumber halangan untuk mencapai yang terbaik dalam proses kerja.”~Djajendra

Datanglah ke tempat kerja dengan niat tulus untuk memberikan hal-hal terbaik bagi organisasi dan orang-orang yang bekerja di sana. Datanglah ke tempat kerja dengan pikiran positif, tubuh yang bugar, emosi yang gembira, dan jiwa yang penuh semangat untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi proses kerja. Jadilah bagian dari medan energi positif di lingkungan kerja Anda. Semua kebaikan yang Anda keluarkan dari perilaku terpuji dan etis akan memancarkan energi positif bagi semua stakeholder di lingkungan kerja Anda. Jadilah cahaya yang menyinari lingkungan kerja Anda dengan prestasi dan kinerja terbaik, yang bersumber dari kualitas diri Anda yang tertinggi.

Ketika semua orang yang datang ke tempat kerja memikirkan hal-hal yang baik untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dengan gembira dan totalitas, maka medan energi positif yang kuat akan terbentuk untuk memberikan kebahagiaan dan prestasi terbaik bagi semua orang. Dasar untuk menciptakan medan energi positif yang kuat di lingkungan kerja adalah saat Anda berada di lingkungan kerja, hati Anda yang penuh pengabdian dan Anda berada pada perilaku kerja terbaik Anda; pikiran dan etos Anda benar-benar terfokus pada tujuan dan visi organisasi; jiwa Anda seratus persen ikhlas dan bersyukur dengan apa pun peristiwa yang Anda alami di lingkungan kerja. Saat energi positif dari semua orang di lingkungan kerja membentuk medan kebaikan; saat itu, semua orang merasakan keharmonisan, kegembiraan, ketenangan, kesabaran, kedamaian, kerendahan hati, penghiburan, serta rasa kebersamaan yang kuat dalam kolaborasi dan penyelesaian kerja.

Medan energi positif di lingkungan kerja membuat semua orang tidak lagi mengeluarkan kata-kata negatif, bergosip, menyalahkan, manipulatif, terlalu argumentatif, merasa benar sendiri, membohongi tugas dan tanggung jawab, serta kritis secara berlebihan sehingga menjadikan proses kerja tidak dalam kecepatan yang tinggi. Medan energi positif secara meyakinkan membangkitkan etos kerja terbaik yang penuh kualitas, semangat tinggi, penuh kasih, jujur, mendukung dan bekerja sama dengan ikhlas, menghormati dan menghargai hasil kerja orang lain, saling membantu dan fokus pada upaya pencapaian terbaik. Ucapan dan kata-kata selalu terjaga dalam kualitas etis yang tinggi. Kesadaran hati nurani untuk tidak sembarangan mengeluarkan sikap dan kata-kata membuat kehidupan kerja lebih solid dalam perasaan gembira. Intinya, semua orang harus hadir ke tempat kerja dengan energi positif yang kuat, dan semua energi positif inilah yang berkolaborasi dalam proses kerja untuk menghasilkan prestasi dan kinerja terbaik.

Budaya kerja perlu mencabut arogansi ego dari setiap individu maupun kelompok. Budaya kerja harus membuat semua orang mengalami diri sendiri dalam tindakan menjadi sadar dengan tugas dan tanggung jawab. Sifat rendah hati, ikhlas, bersyukur, dan penuh toleransi harus menjadi inti dari kekuatan budaya kerja. Setiap orang harus mewaspadai kesadaran itu sendiri jangan sampai berubah menjadi ego sektoral, sehingga kolaborasi menjadi lemah dan kompetisi di dalam organisasi menjadi tidak terkendali. Setiap unit kerja atau fungsi kerja yang berbeda harus memiliki kesadaran bahwa mereka semua satu dalam organisasi, kemudian kesadaran ini harus mendorong semangat yang tinggi untuk bekerja bersama dalam kolaborasi dan koordinasi yang kaya prestasi. Semua orang harus sadar dan hadir di lingkungan kerja dengan mental yang sudah siap mengikuti kolaborasi dengan etos kerja berkualitas prima. Etos kerja yang mampu mendengarkan suara dari medan energi positif melalui pikiran, perasaan, sensasi, dan intuisi yang siap memberikan kualitas terbaik bagi semua stakeholder.

Bukan ketidakmampuan atau kurangnya kompetensi yang bisa menjadi penghalang dalam pertumbuhan seseorang untuk mencapai prestasi kerja terbaik, tetapi keterikatan dirinya pada energi negatif adalah sumber halangan untuk mencapai yang terbaik dalam proses kerja. Semua masalah etos kerja berakar pada pertumbuhan seseorang yang tidak dalam medan energi positif, tetapi karena mentalnya sudah terbenam dalam lumpur energi negatif. Kecerdasan bersama hadir di seluruh proses kerja saat medan energi positif betul-betul prima. Kreativitas dan inovasi yang tidak terbatas sumbernya dapat dihadirkan di lingkungan kerja saat medan energi positif benar-benar prima. Medan energi positif di lingkungan kerja akan menemukan jalan bagi semua kesulitan dan tantangan. Bahkan, setiap individu dalam melaksanakan tugasnya mampu merasakan kehadiran solusi daripada masalah. Medan energi positif memungkinkan setiap orang di lingkungan kerja merasakan kebahagiaan, ketenangan, kegembiraan, dan energi di dalam diri yang tidak habis-habis untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan stakeholder. Medan energi positif di lingkungan kerja menciptakan getaran etos kerja berkualitas tinggi di dalam diri setiap orang, sehingga dengan kesadaran yang tinggi setiap individu mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sesuai harapan.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

DISIPLIN DIRI MEMBUAT KITA MUDAH MENYELESAIKAN TUGAS SEBERAT APA PUN

“Disiplin diri membentuk kita menjadi pribadi yang sangat teratur, taat, kuat, patuh pada semua tahapan proses kerja, tanpa mengeluh atau merasa berat untuk melakukan tugas seberat apa pun.”~Djajendra

Inti kehidupan kerja adalah disiplin diri. Jika satu orang saja di lingkungan kerja kehilangan disiplin diri, maka proses kerja pasti terganggu dan hasil akhir tidak mungkin sesuai rencana. Disiplin diri adalah kunci menyelesaikan tugas yang paling berat dengan hasil terbaik. Disiplin diri membuat kita memiliki kemauan, tekad, motivasi, gairah, serta emosi positif yang mendorong semua kemampuan dan potensi untuk menyelesaikan pekerjaan.

Disiplin diri adalah perilaku yang paling penting dari keberhasilan mencapai sebuah target besar. Tanpa disiplin diri; kita menjadi malas, kita menjadi bingung, kita menjadi tidak berdaya, seolah-olah pekerjaan menjadi sangat berat dan sulit untuk diselesaikan. Disiplin diri mampu melepaskan ketakutan atas situasi yang membuat kita merasa tidak berdaya untuk melakukan apa yang ingin kita capai. Disiplin diri membuat kita mudah bergerak di antara tantangan dan peluang, dengan kemauan yang diperkaya dalam kreativitas dan inovasi, kita mampu merasa bebas dari menyalahkan orang lain atau mencari alasan untuk tidak melakukan apa-apa.

Disiplin diri dimulai dari kesadaran dan niat untuk mengelola sumber daya mental, batin, fisik, emosi kita secara efektif, serta menggunakannya untuk menangani berbagai gangguan yang berpotensi membuat kemauan dan motivasi kita hilang. Semua potensi gangguan yang bersumber dari dalam diri dan luar diri, ditangani secara sadar dan tepat agar tidak menghalangi semangat dan motivasi kita untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Disiplin diri membuat kita kuat dan membentuk kita menjadi pribadi yang sangat teratur, taat, patuh pada semua tahapan proses kerja, tanpa mengeluh atau merasa berat untuk melakukan tugas seberat apa pun.

Gangguan dan zona kenyamanan adalah dua hal yang bernilai sama, kita harus selalu berhati-hati pada dua hal tersebut. Jika kita memperkuat disiplin diri secara terus-menerus, maka gangguan dan zona kenyamanan dapat kita atasi, sehingga kinerja dan prestasi terbaik dapat kita hasilkan secara terus-menerus. Disiplin diri juga membuat kita mampu mengungkapkan kualitas diri terbaik, kompetensi dari etos terbaik kita, serta kepribadian kita yang kuat dan memiliki mental untuk menyelesaikan hal-hal yang dianggap tidak mudah untuk diselesaikan.

Selain integritas, disiplin diri haruslah menjadi nilai kerja yang paling utama bagi siapa pun. Disiplin harus menjadi dasar dari awal kehidupan kerja. Ini memastikan kelancaran arus proses kerja tanpa menghalangi kreativitas dan motivasi kerja individu. Pola pikir yang mengutamakan disiplin diri di lingkungan kerja adalah langkah pertama untuk menjadi pribadi dengan kinerja dan prestasi terbaik. Kesadaran setiap individu di lingkungan kerja harus dibangkitkan, untuk mengelola pikiran positif, dengan meningkatkan kualitas disiplin diri secara terus menerus dan berkelanjutan dalam situasi apa pun. Disiplin diri menjadikan kita bekerja secara sistematis dalam mencapai tujuan atau hasil akhir. Ini memotivasi dan menjaga semangat kerja kita di sepanjang situasi yang penuh tantangan. Disiplin diri juga membuat kita selalu fokus dan bekerja dengan prinsip kehati-hatian dalam hal-hal sekecil apapun. Kita selalu sadar untuk mempersiapkan jalan menuju kesuksesan dengan kesadaran dan ketenangan diri yang luar biasa.

Jika dalam hal-hal kecil kita tidak disiplin, maka kemungkinan dalam hal-hal besar kita sulit bergerak untuk melakukan sesuatu. Sebab, kita kehilangan kepercayaan diri saat melihat tanggung jawab besar dan tugas berat, sehingga kita tidak mengerti untuk menjadi disiplin dalam melakukan tugas tersebut. Disiplin diri membuat kita merasa tidak ada masalah kecil atau sesuatu yang tidak penting; kita selalu sadar bahwa sekecil apa pun sebuah persoalan haruslah diselesaikan dengan integritas, tanggung jawab, kredibilitas, dan motivasi yang tinggi.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

INTI DARI BEKERJA ADALAH MELAYANI DAN BEKERJA SAMA DENGAN ORANG LAIN

Melakukan pekerjaan dengan disiplin dan tanggung jawab bukanlah prestasi. Setiap hari terlihat sangat sibuk dan selalu terburu-buru dalam setiap aspek kerja bukanlah prestasi. Prestasi tertinggi dalam bekerja adalah mampu memberikan pelayanan berkualitas dan bekerja sama dengan orang lain secara efektif dan produktif. Prestasi terbaik dalam bekerja adalah kemampuan dan semangat untuk melengkapi apa yang telah dimulai dengan kinerja terbaik.

Bekerja tidak sekedar untuk mencari nafkah; bekerja tidak sekedar mengejar karir dan jabatan dengan segala cara; bekerja yang benar adalah memiliki hati yang tulus dan ikhlas untuk melayani dan bekerja sama dengan orang lain. Kita harus rajin, fokus, tekun, teliti, disiplin, dan memulai pekerjaan dengan niat untuk hasil terbaik; dan yang paling penting, kita harus mengakhiri pekerjaan kita dengan lebih baik dari sebelumnya.

Kuatkan energi positif di dalam diri untuk bisa melayani dan bekerja sama dengan orang lain. Jadilah lebih berhati-hati dan lebih bijaksana untuk memilih kata-kata saat berinteraksi dengan orang lain. Hargai dan hormati orang lain dengan sikap yang penuh sopan santun dan toleransi. Jadilah pribadi yang menghormati semua komitmen yang telah dibuat. Apa pun janji yang sudah diucapkan kepada orang lain dapat dipenuhi tepat waktu.

Datanglah ke tempat kerja tepat waktu dengan kondisi mental dan fisik yang bugar. Hadir ke tempat kerja dengan niat dan semangat yang sangat kuat untuk memberikan hasil kerja yang terbaik. Ketika kita memiliki niat dan semangat untuk melakukan pekerjaan dengan totalitas, maka niat dan semangat kita tersebut akan menggerakkan energi positif untuk kesuksesan pada momen tersebut. Semakin positif pikiran, niat, emosi, dan kecerdasan kita; semakin kita mendapatkan kekuatan tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan prestasi terbaik. Sebaliknya, semangat kerja yang rendah dan sifat malas akan membuat kita gagal dalam menyelesaikan tugas.

Pekerjaan yang kita lakukan membutuhkan kinerja dan prestasi terbaik. Oleh karena itu, dibutuhkan diri kita yang berkualitas tinggi agar dapat memberikan hasil terbaik. Kontribusi dan pelayanan prima kita dalam setiap situasi proses kerja adalah sebuah tanggung jawab dalam integritas dan disiplin yang tinggi. Jika kita ingin bekerja untuk prestasi dan kinerja terbaik; maka kita harus benar-benar fokus dalam perilaku kerja yang memiliki ketenangan, konsentrasi tinggi, kreativitas yang cerdas, keberanian untuk bersikap jujur, dan selalu siap dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk meraih hasil terbaik.

Kita harus selalu menjaga diri kita agar tidak jatuh dalam kemalasan. Disiplin terhadap tanggung jawab dan waktu, atau kepatuhan kita terhadap jadwal kerja sangatlah penting untuk meraih yang terbaik. Jangan pernah meremehkan rasa malas, rasa bosan, dan rasa yang menganggap pekerjaan kita itu tidak penting. Semua rasa yang bersumber dari sesuatu yang tidak mendukung prestasi haruslah dihentikan segera. Jika kita membiarkan energi negatif menguasai kualitas kerja kita, maka kita benar-benar hanya menjadi bagian yang merugikan diri sendiri dan organisasi tempat kita bekerja.

Jangan tergoda untuk mengklaim bahwa prestasi kita adalah hasil kerja keras kita sendiri. Diri kita tanpa orang lain bukan apa-apa, prestasi kita adalah hasil kerja keras dari banyak orang. Jadilah lebih rendah hati dan penuh pengertian kepada orang lain. Miliki idealisme yang cerdas mengalir dalam praktis dan realitas. Rasakan bahwa kehadiran ide-ide dan orang-orang di sekitar kita sebagai kekuatan untuk memulai hasil terbaik. Bekerjalah dengan lebih kreatif, mintalah bantuan dan pertolongan dari TUHAN setiap saat. Gunakan waktu di tempat kerja untuk memberikan kebaikan, kualitas, bakat, kompetensi, dan kemampuan terbaik. Hadapi setiap tantangan dengan doa dan pengetahuan yang tepat agar mendapatkan jalan keluar terbaik.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MELAKUKAN PEKERJAAN YANG DITUGASKAN DENGAN DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB

“Kita harus sadar dan mengerti bahwa tugas yang diberikan kepada kita adalah kinerja dan prestasi yang diharapkan dari tugas kita itu.”~Djajendra

Pekerjaan yang kita lakukan haruslah dalam konsep holistik. Kita harus mampu melihat ke semua tanggung jawab. Kita harus mampu dan ikhlas untuk menjalankan proses kerja dengan benar dan etis. Kita harus sadar bahwa pekerjaan kita merupakan bagian penting dari seluruh perjalanan keberadaan kita. Kesadaran kita untuk bekerja dan melayani sistem kerja dengan disiplin, patuh, taat, pengabdian total, pelayanan sepenuh hati, dan mengikuti semua perubahan dengan cerdas, adalah tugas yang bersifat pribadi di tingkat kesadaran diri. Jadi, sangat penting bagi kita untuk benar-benar fokus melakukan pekerjaan yang ditugaskan. Kita juga harus menyiapkan mental, moralitas, kualitas, dan kompetensi untuk dapat berubah dari waktu ke waktu. Apa pun situasi dan kondisi yang harus dihadapi, kita siap dan mampu melakukannya dengan totalitas kita dan kualitas tinggi.

Kita semua terkait dalam kolaborasi dan komitmen yang tulus dari keberadaan kita untuk menjalankan tugas dengan totalitas. Pekerjaan kita bersifat pribadi di bidang tugas yang menjadi tanggung jawab kita. Karena bersifat pribadi, maka kita harus mampu menciptakan etos dari budi luhur dan moralitas kita yang berkualitas tinggi. Sifat pribadi tersebut membuat kita mampu mengambil tanggung jawab penuh atas hal-hal yang ditugaskan kepada kita. Kita harus sadar dan mengerti bahwa tugas yang diberikan kepada kita adalah kinerja dan prestasi yang diharapkan dari tugas kita itu. Dalam menjalankan tugas, kita harus sadar bahwa semua stakeholder saling berhubungan dan memiliki kepentingannya masing-masing. Kesadaran kita bahwa setiap orang di lingkungan kerja saling bergantung dengan orang lain, membuat kita harus lebih meningkatkan kualitas empati dan toleransi agar semua tantangan dan masalah dapat diselesaikan secara cerdas dan bijak.

Sekarang ini, bukan jaman-nya lagi mengejar kepentingan diri sendiri, siapa pun yang hanya sibuk mengurusi ambisi dan nafsunya dijamin gagal. Mengejar ambisi dan nafsu pribadi sudah ketinggalan jaman, dan juga sudah tidak realistis dalam jaman informasi dan perubahan yang cepat ini. Kita sedang berada dalam jaman kolaborasi dan hidup bersama untuk mencapai prestasi terbaik. Semua kekuatan harus bersatu dalam kolaborasi, saling mengerti, memiliki empati, memiliki toleransi, memiliki kedamaian hati, kasih sayang, perhatian, keadilan yang lebih bijaksana, kreativitas, inovasi, serta menjadi tim kerja yang solid dari kerendahan hati dan kepercayaan diri yang konsisten.

Etika berorganisasi dan etika bekerja sama harus betul-betul diperkuat untuk membantu mengatasi perpecahan dan prasangka buruk di lingkungan kerja. Kita membutuhkan etika berorganisasi yang dapat menerima perbedaan dan keragaman sebagai kekuatan untuk menjadi lebih baik. Budaya organisasi yang kuat dan siap dalam perubahan akan sadar untuk menanamkan nilai-nilai, seperti: keadilan, perhatian, kepedulian, toleransi, kedamaian, kasih sayang, pengampunan; serta meningkatkan pembelajaran organisasi dalam bidang etis, emosional, hati nurani, kesadaran, kecerdasan sosial, dan pikiran positif. Jadi, organisasi masa depan pasti sudah mulai mendidik sumber daya manusianya dalam memperkuat nilai-nilai positif yang memampukan seseorang, untuk bangkit dari dalam dirinya sendiri saat menghadapi tantangan dan kehilangan arah.

Lingkungan kerja masa depan adalah yang penuh dengan toleransi, cinta, hati yang peduli, dan rasa kesatuan untuk bersama-sama membangun prestasi dan kinerja terbaik. Tidak ada lagi kata-kata kasar, tidak ada lagi pikiran buruk, tidak ada lagi perbuatan atau tindakan yang kurang etis. Semua orang akan sadar untuk tumbuh dan berkembang melalui gagasan dan dialog yang saling membangun. Tidak ada lagi kebencian, tidak ada lagi kekerasan, tidak ada lagi konflik, yang ada hanya bersatu dalam kedamaian untuk mencapai kinerja dan prestasi terbaik. Jadi, semua orang perlu meningkatkan dan menerapkan etika dalam segala hal yang dilakukan. Jika semua orang di lingkungan kerja mulai bekerja, berpikir, dan berkata-kata dalam perilaku etis; maka kerja sama dan kolaborasi akan menguat di dalam kegembiraan kerja. Pada akhirnya, kesadaran akan muncul bahwa kemajuan dan sukses itu tidak dihasilkan dari kompetisi, tetapi dari kolaborasi yang tulus dan sepenuh hati.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM MELAKUKAN PEKERJAAN

“Jika etika tidak dihormati dan ditegakkan dengan profesionalisme yang kaya integritas, maka keadilan dan ketertiban di organisasi menjadi berantakan.”~Djajendra

Seorang yang menjaga etika dan profesionalisme di dalam setiap proses kerja tidak pernah mengecewakan stakeholder. Etika harus dipatuhi dan dihormati dari hati yang paling dalam. Jika etika tidak dihormati dan ditegakkan dengan profesionalisme yang tinggi, maka ketertiban dan keadilan menjadi berantakan di setiap proses kerja. Akibatnya, tidak pernah ada prestasi dan kinerja terbaik, yang ada hanya konflik dan berbagai prasangka buruk di dalam budaya kerja yang lemah.

Wujud profesionalisme adalah kepedulian dan kecintaan Anda untuk menekuni profesi kerja Anda dengan gembira dan kaya kualitas. Anda betul-betul mampu menemukan kualitas hidup terbaik dari kualitas profesi yang Anda tekuni. Anda mampu merasakan bahwa pekerjaan Anda adalah hidup Anda yang sepenuhnya, serta hidup Anda yang penuh kegembiraan dan kebahagiaan dikarenakan oleh pekerjaan Anda. Kinerja dan prestasi terbaik bukan berasal dari kerja keras dan ambisi, tetapi dari rasa cinta dan rasa memiliki profesi yang penuh kualitas terbaik.

Menjadi seorang yang profesional dibidang pekerjaan haruslah didasarkan pada kompetensi yang lengkap, perilaku yang menghormati orang lain berdasarkan empati dan toleransi yang baik, membangun kepribadian dan mindset yang mampu merasakan kegembiraan bersama profesi atau pekerjaan, merasa memiliki dan sangat setia dengan organisasi dan profesi yang ditekuni, menjaga integritas dan setiap saat menepati janji dengan sungguh-sungguh, serta selalu bekerja melampaui harapan dengan kinerja terbaik.

Profesionalisme menghasilkan perilaku kerja yang dapat diterima oleh semua pihak terkait dengan positif. Oleh karena itu, setiap orang di lingkungan kerja harus memiliki kesadaran untuk meningkatkan profesionalisme secara utuh dan lengkap. Artinya, kesadaran untuk mencintai profesi dengan menciptakan perilaku terpuji dan produktif agar dapat melayani organisasi secara penuh kualitas dan efektif. Bekerja adalah hidup Anda karena akan menghabiskan begitu banyak waktu Anda. Jadilah bahagia dan gembira di setiap momen proses kerja. Kebahagiaan dan kegembiraan Anda di dalam kualitas tertinggi profesi atau pekerjaan Anda adalah bukti bahwa Anda seorang profesional sejati.

Seorang yang profesional sangat sadar bahwa subjektivitas etika merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan jiwa besar dan hati yang ikhlas. Persepsi tentang benar dan salah bukan monopoli segolongan orang, tetapi merupakan kebebasan dalam keragaman dan keyakinan. Karena itu, Profesionalisme sangat menghargai persepsi yang berbeda tentang benar dan salah, serta menghormati dan menghargai pemahaman etika dari berbagai komunitas. Seorang yang profesional sangat konsisten dan disiplin dalam mempertahankan etika profesi dan nilai-nilai yang mengikat dirinya dalam lingkungan kerja. Kode etik dan nilai-nilai organisasi yang mengikat setiap orang haruslah menjadi perilaku etis yang konsisten dan kaya integritas melalui transformasi yang berkelanjutan.

“Kita adalah perilaku yang menceritakan siapa kita; perilaku baik menjadikan kita orang baik, perilaku buruk menjadikan kita orang yang tidak baik.”~Djajendra

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

ETIKA SANGAT DIPERLUKAN ORGANISASI UNTUK MEWUJUDKAN VISI DAN MENCAPAI HASIL TERBAIK

 “Etika tidak sebatas tentang benar dan salah atau baik dan buruk, tetapi lebih kepada kelanjutan organisasi untuk mewujudkan visi dan mencapai hasil terbaik.”~Djajendra

Menjalankan etika bukanlah sesuatu yang mudah, kadang-kadang orang menganggapnya sebagai filsafat moral yang tidak bermanfaat. Padahal, etika adalah nilai-nilai kehidupan dasar yang sudah Tuhan titipkan di kedalaman kesadaran tertinggi kita. Sering sekali, etika di tempatkan sebagai sesuatu yang normatif dan sebatas teori saja. Memang tidak semua orang menemukan kesadaran tentang etika yang sudah ada di kedalaman dirinya. Dan juga, jika etika dianggap sebagai sesuatu di luar diri, maka orang pun menjadi sangat malas dan mungkin tidak memiliki niat sama sekali untuk mentransformasi etika dari teori menjadi perilaku nyata dalam kehidupan. Walau pun pada akhirnya etika selalu membuktikan bahwa dia bukan sebatas teori atau sesuatu yang normatif saja, tetapi tentang kebenaran ini biasanya baru disadari ketika semuanya sudah terlambat. Etika adalah pilihan perilaku yang harus dipilih menjadi perilaku sehari-hari agar kita tidak tersesat dalam perjalanan hidup. Bersama perilaku etis, kita mampu menjaga diri kita agar tidak jatuh di jalan yang salah atau sesat. Bersama etika kita dapat membentuk perilaku positif yang jujur, tidak suka berbohong, disiplin, bertanggung jawab, tidak menyakiti siapa pun, tidak mengambil yang bukan hak, tidak melakukan hal-hal curang, dan memiliki kesadaran yang tinggi untuk memberi kebaikan dalam semua tindakan.

Etika menghasilkan perasaan baik dan aman di tempat kerja. Ketika etika menjadi bagian nyata dari perilaku dan budaya kerja, maka kepercayaan dan tanggung jawab akan meningkatkan kualitas kerja. Perilaku dan tindakan etis dari setiap individu di tempat kerja menghadirkan hal-hal positif, untuk keharmonisan dan kolaborasi dari hati yang paling tulus. Perilaku etis bersumber dari kesadaran dan hati nurani yang konsisten untuk memberikan kebaikan bagi organisasi. Kebaikan dalam bentuk motivasi dan disiplin yang tinggi untuk membuat budaya kerja yang efektif dan produktivitas organisasi yang paling tinggi. Jadi, perilaku etis itu membawa energi kemajuan dan energi perjuangan untuk mencapai hal-hal terbaik di sepanjang proses kerja.

Perilaku dan tindakan yang tidak etis merupakan sumber kekacauan dan hilangnya moral kerja yang baik. Ketika etika diabaikan, maka perilaku buruk yang merusak organisasi akan menjadi kekuatan dominan. Individu dengan perilaku etis yang lemah menjadi kurang fokus, kurang disiplin, kurang teliti, dan tidak mau bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Mereka yang tidak memiliki perilaku etis tidak akan mampu membuat tindakan dan keputusan etis, mereka juga lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya dari pada kepentingan yang menguntungkan organisasi. Mereka yang kurang memiliki perilaku etis suka mengabaikan tugas yang harus dikerjakan dan merasa tidak penting dengan hal-hal yang paling penting. Jadi, etika ini tidak sebatas tentang benar dan salah atau baik dan buruk, tetapi lebih kepada kelanjutan organisasi untuk mewujudkan visi dan mencapai hasil terbaik.

Etika sangat penting untuk menjaga kehidupan kerja dalam produktivitas yang tinggi. Etika mendorong semua orang hadir dengan perilaku kerja berlandaskan nilai-nilai moral yang baik; mampu beradaptasi dan menjalankan nilai-nilai organisasi dengan sempurna; memiliki kepekaan dan empati terhadap sistem dan struktur organisasi; memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap apa yang dikerjakan dan apa yang menjadi tanggung jawab; memiliki disiplin yang tinggi untuk menjalankan kode etik, kebijakan, dan semua peraturan yang mengikat proses kerja.

Perilaku etis membuat organisasi mendapatkan integritas, kebaikan, keadilan, kebenaran, disiplin, tanggung jawab, ketekunan, keuletan, perjuangan, kerja keras, kejujuran, keikhlasan, totalitas, kemurahan hati, sepenuh hati, mencintai pekerjaan dan organisasi, tidak pernah mengambil keuntungan pribadi atau kelompok dalam bentuk apa pun. Etika dalam kepribadian yang ikhlas menjadikan pribadi tersebut benar-benar totalitas dan penuh disiplin, untuk memberikan kualitas dan kompetensi dari integritas pengabdian yang tinggi. Jadi, orang-orang dengan perilaku etis yang baik adalah harta yang bernilai sangat tinggi bagi organisasi dan stakeholder. Perilaku dan tindakan etis sangat menguntungkan bagi semua orang di tempat kerja, serta secara nyata menghadirkan orang-orang berbudi luhur dalam tingkat tinggi moralitas.

Praktik-praktik tidak etis merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya bagi kemajuan dan kesejahteraan hidup. Ketika perilaku dan tindakan tidak etis menjadi dominan dalam masyarakat, maka janganlah pernah bermimpi kesejahteraan dan kedamaian hidup dapat terwujud. Perilaku tidak etis adalah sesuatu yang bersifat sangat buruk, sehingga perilaku tersebut meruntuhkan moral dasar kehidupan masyarakat. Akibatnya, kehidupan memiliki budaya yang buruk dan orang-orang tidak lagi memikirkan kebaikan dan kedamaian sebagai sesuatu yang penting bagi semua. Masing-masing orang sibuk dengan ambisi dan nafsunya untuk mendapatkan segala sesuatu dengan cara apa pun, tanpa mempedulikan itu haknya atau bukan haknya, yang penting mereka dapat memiliki dan tidak peduli etis atau tidak etis.

Etika menjadikan kita orang baik yang berguna bagi kehidupan. Etika membuat kecerdasan kita mengalir dalam kejujuran, tanggung jawab, kebijaksanaan, keteraturan, kebaikan, keindahan, dan menjadikan kita selalu mengambil tindakan yang benar bahkan dalam situasi yang paling tidak menguntungkan. Etika menyadarkan kita untuk melakukan transformasi diri dalam membangun diri yang baru dengan nilai-nilai yang lebih sesuai dengan perubahan. Kita selalu mampu beradaptasi dengan tatanan dunia yang berubah dalam kecepatan yang luar biasa. Etika membuat kita mampu membangun kualitas diri berbasis nilai-nilai positif, sehingga banjir informasi yang luar biasa tidak membuat kita kehilangan jati diri. Etika membuat kita mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi zaman baru dengan diri kita yang terbaik.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

INTEGRITAS BERSUMBER DARI KESADARAN JIWA SEJATI

“Seseorang memiliki integritas ketika ia memiliki iman penuh dan menyerah sepenuhnya kepada Tuhan, ia bebas dari kekhawatiran dan kesulitan. Ia menjalani kehidupan yang penuh sukacita di jalan kehendak Tuhan.”~Djajendra

Integritas adalah kekayaan tertinggi untuk merasakan kehidupan yang damai, tenang, bahagia, dan penuh sukacita. Sumber integritas adalah dari jiwa sejati yang asli; bukan dari pikiran, keinginan, memori, emosi, kecerdasan, egois, dan akal sehat. Dimulai dari niat yang timbul dari kesadaran diri sejati, kemudian dilanjutkan dengan perjuangan dan kerja keras untuk menjadi pribadi yang sepenuhnya menerima kehidupan di jalan yang etis dan penuh rasa syukur.

Integritas pribadi seseorang tidak pernah menilai, menghakimi, atau pun menciptakan kebenaran menurut versi-nya. Integritas artinya secara totalitas menerima kehidupan apa pun yang diberikan Tuhan dengan jujur dan penuh rasa syukur, tanpa membandingkan atau mencari keadilan dari pihak lain. Pribadi dengan integritas selalu menikmati kehidupan dari pertumbuhan sifat dan perilaku terpuji yang bersumber dari dalam diri. Jiwa sejatinya mampu mengendalikan pikiran, emosi, kecerdasan, dan memori yang buruk. Fokus hidup hanya dari kesadaran yang menciptakan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan, dan kegembiraan.

Pribadi dengan integritas yang baik sangat taat aturan, hukum, peraturan, kebijakan, dan selalu menghormati hak-hak orang lain dengan sepenuh hati. Tidak pernah ada niat untuk mengambil sesuatu keuntungan dari yang bukan haknya. Pribadi dengan integritas yang tinggi sangat yakin bahwa rejeki, jabatan, kekuasaan, dan kehidupan yang dimiliki semuanya berasal dari Tuhan. Baginya rejeki dalam bentuk ketenangan hidup, kedamaian hidup, kegembiraan hidup, kesehatan, dan sukacita adalah kekayaan yang melebihi kekayaan apa pun. Jadi, dia tidak akan mengorbankan diri hanya untuk mendapatkan sesuatu di jalan usaha yang tidak terpuji. Rasa syukur dan terima kasih dengan kehidupan yang Tuhan hadiahkan kepada dia sudah dirasakan lebih dari cukup.

Integritas membuat seseorang memiliki iman yang tak tergoyahkan, serta tidak tergoda untuk melakukan hal-hal yang menguntungkan keuangan pribadinya, tetapi menghilangkan ketenangan dan kedamaian hidupnya. Integritas membuatnya secara kreatif membangun bakat dan potensi diri untuk meraih prestasi. Semua kesuksesan didapatkan dari pertumbuhan potensi dan bakat yang dia miliki.

Ketika hasil yang diinginkan tidak terjadi, orang dengan integritas lebih suka puasa prestasi daripada melakukan hal-hal tidak etis untuk prestasi. Jadi, ketika mereka gagal dalam kerja keras dan perjuangannya, mereka yakin bahwa hal terbaik yang sedang terjadi untuk mereka. Oleh karena itu, mereka akan lebih mengoptimalkan upaya dan kerja keras melalui cara-cara yang lebih kreatif untuk hasil terbaik.

Keinginan orang integritas tidak terlalu banyak, mereka hanya ingin tumbuh dari dalam diri sendiri untuk memberikan prestasi kepada dunia. Mereka lebih fokus pada upaya inovatif dan menciptakan hal-hal bermanfaat bagi kemajuan. Kegagalan dan keberhasilan tidak membuat mereka putus asa atau pun tinggi hati. Orang-orang dengan integritas memiliki kondisi iman yang berkualitas tinggi, sehingga selalu rendah hati untuk menjalani kehidupan dengan sukacita total.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN HUBUNGAN KERJA YANG PRODUKTIF DAN KOMPAK

“Kita semua hadir ke dalam lingkungan kerja, untuk mengisi energi positif dan produktif, dalam setiap proses kerja yang saling bergantung dan mendukung.”~Djajendra

Hubungan kerja yang harmonis, kompak, dan produktif itu sangat penting agar setiap orang mampu merasakan kebahagiaan dalam lingkungan kerja. Persoalan utama dalam hubungan kerja adalah ego masing-masing orang yang tidak mau menghargai kualitas dan kepribadian dari orang lain. Pada umumnya, orang merasa sangat sulit untuk memberi respek dan pujian yang tulus kepada sesama rekan kerja. Demikianlah keadaan dari hubungan kerja di semua lingkungan kerja, sehingga keharmonisan dalam hubungan kerja sangat sulit diwujudkan.

Ketika kita melepaskan keegoisan kita, sebagai hasilnya kita menerima kebahagiaan dan keharmonisan. Kebaikan dan integritas kita di setiap situasi dan keadaan kerja memberikan keharmonisan dan keindahan. Jika kita sadar bahwa setiap orang dalam lingkungan kerja kita adalah satu dengan diri kita, maka empati kita tidak akan menyakiti orang lain, tidak akan merugikan orang lain, dan tidak akan membuat kesedihan bagi orang lain. Empati kita mampu menciptakan kebaikan untuk membantu orang lain melalui kontribusi kerja yang produktif dan penuh kualitas terbaik.

Keberadaan manajemen dalam lingkungan kerja dimaksudkan untuk menumbuhkan perdamaian dan rasa persatuan di antara stakeholders. Setiap individu dan kelompok menjadi alat bagi manajemen dalam menyebarkan energi positif dan produktif. Jika manajemen mematuhi prinsip-prinsip dasar manajemen dengan pikiran dan hati yang bersih, maka manajemen mampu membangun jalan menuju keharmonisan kerja yang produktif dan kreatif.

Setiap orang sebagai bagian dari diri kita sendiri. Kemampuan untuk merasakan apa yang dikerjakan oleh semua pihak sebagai milik kita sendiri, semangat yang intens untuk membantu proses kerja, serta membangkitkan diri sendiri agar berkontribusi secara optimal, haruslah menjadi realitas sehari-hari di tempat kerja.

Tujuan utama dari sebuah lingkungan kerja adalah meningkatkan kinerja, merawat keharmonisan, mengatasi keegoisan kita, melayani dengan hati yang ikhlas dan tulus, mencintai pekerjaan dan memperlihatkan prestasi, menumbuhkan nilai-nilai sopan santun dan etika, serta membangkitkan motivasi dan energi positif dari dalam diri untuk menjawab tantangan dan masa depan.

Kesadaran hati dan ketenangan pikiran mampu membawa diri kita ke kedalaman diri sendiri, dan jauh di lubuk hati kita ada suara hati yang mengerti tentang kebenaran sejati. Kebenaran sejati adalah kita bertanggung jawab untuk menemukan keindahan, kedamaian, cinta, prestasi, kebahagiaan, energi kreatif, rasa syukur, empati, dan integritas yang ada di dalam diri kita sendiri. Dan, kita harus yakin bahwa semua yang kita miliki itu ada juga di dalam diri setiap orang yang bekerja sama dengan kita di tempat kerja.

Setelah kita menemukan kualitas kita dari ke kedalaman diri sendiri. Pekerjaan selanjutnya, kita harus mampu menghubungkannya dengan kualitas orang lain. Inti dari proses kerja adalah terhubungnya kualitas dari masing-masing orang melalui kolaborasi yang ikhlas. Pengendalian diri menambah nilai positif bagi setiap orang saat membangun hubungan kerja yang harmonis dan produktif. Semua rintangan dan hambatan, baik pada tingkat pemikiran maupun tingkat perasaan, haruslah diselesaikan melalui kesadaran dan kecerdasan yang tercerahkan.

Mengenal diri sendiri secara baik menjadi sangat penting untuk membangun hubungan kerja yang harmonis, produktif, dan kompak. Jika kita sudah tahu siapa diri kita yang sesungguhnya, maka hubungan kita dengan siapa pun terbangun di atas fondasi yang sangat kuat oleh kepercayaan diri kita. Energi positif di dalam diri kita mampu memfokuskan kekuatan dan kepercayaan diri kita dalam hubungan yang produktif. Kita tidak akan memfokuskan perhatian pada kelemahan orang lain, tetapi memfokuskan pada kekuatan orang lain dan membantu orang lain agar kelemahan mereka dapat diatasi oleh kekuatan dirinya sendiri. Energi positif dan kepercayaan diri kita tidak lagi menilai dan menghakimi orang lain secara negatif. Kita memiliki kualitas diri yang hebat untuk menemukan kualitas yang hebat pada diri setiap orang. Kualitas dari diri yang asli dan unik sudah ada di dalam diri setiap manusia. Jika semua kebaikan dari ke kedalaman diri sendiri saling terhubung dengan ke kedalaman diri masing-masing orang, maka prestasi dan kinerja terbaik menjadi sesuatu yang mudah untuk diwujudkan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGATASI PERILAKU BURUK DI TEMPAT KERJA DENGAN BUDAYA SOPAN SANTUN

“Harus ada upaya dan kerja keras dari dalam diri Anda untuk membangun budaya sopan santun di tempat kerja, tanpa berharap atau menggantungkan perilaku Anda pada perilaku orang lain.”~Djajendra

Ketika Anda berbicara dengan nada suara yang cendrung tinggi, bersikap kurang sopan, memperlihatkan sikap egois yang sangat tinggi, tidak peduli dengan hubungan kerja antar bagian; maka, Anda telah menciptakan luka dihati banyak orang. Mereka yang terluka oleh sikap buruk Anda tidak mungkin melupakan keburukan Anda. Selain Anda telah melukai banyak orang, Anda juga sudah menciptakan kerugian dalam perusahaan, karena orang-orang yang terluka biasanya menjadi kurang produktif. Mereka yang terluka merasa memiliki banyak hambatan dalam hubungan kerja, sehingga akhirnya masa bodoh dengan kinerja dan prestasi.

Proses kerja membutuhkan sikap sopan santun yang selalu menghormati dan menghargai setiap orang di tempat kerja. Sikap yang sopan santun dengan kualitas dan kompetensi diri yang baik akan memberikan dampak yang luar biasa untuk pencapaian terbaik. Jika Anda menginginkan kinerja dan prestasi terbaik, termasuk mencapai target-target dengan mudah, maka sikap yang saling menghormati dan saling menjaga kebaikan haruslah diutamakan.

Setiap orang yang merasa memiliki kekuatan dan dukungan, atau pun merasa paling senior, haruslah menjadi contoh yang baik untuk mempromosikan budaya sopan santun di tempat kerja. Kekuatan, kekuasaan, dan senioritas Anda sangat dibutuhkan untuk mengkontribusikan hal-hal positif dalam pekerjaan. Anda harus memperlihatkan kepada semua orang tentang budaya kerja yang kompak, disiplin, rendah hati, peduli, saling tolong-menolong, dan selalu proaktif untuk menjaga hubungan kerja antar bagian dalam kinerja terbaik.

Hilangkan energi buruk dari dalam diri dengan cara mulai melihat sisi baik setiap orang; mulai membuka hati untuk berkomunikasi dengan cara yang sopan; mulai memperlihatkan perilaku etis; mulai melihat hal-hal yang positif di semua aspek kerja; mau terlibat dalam perubahan dan mudah beradaptasi dengan perubahan; menjadi pribadi positif yang sadar akan energi negatif di dalam diri sendiri. Jadi, ada upaya dan kerja keras dari dalam diri Anda untuk membangun budaya sopan santun di tempat kerja, tanpa berharap atau menggantungkan perilaku Anda pada perilaku orang lain.

Ketika kepribadian positif tumbuh dari dalam diri, maka terbentuk kekuatan yang hebat di dalam diri. Kekuatan hebat ini menjadikan diri sendiri yang asli dengan integritas yang kuat. Dampaknya, Anda benar-benar mampu menampilkan kepribadian yang tenang, sabar, tidak mudah termakan gosip, hoaks, fitnah, atau semua energi buruk dari luar diri sudah tidak mampu merusak kedamaian dan ketenangan hidup Anda. Anda menjadi pribadi yang mudah mengalir dalam hubungan dan komunikasi, serta selalu tampil dengan gembira dan bugar.

Ketika energi positif Anda sudah kuat dari dalam diri, maka Anda mampu mengendalikan emosional dan pikiran-pikiran yang tidak diperlukan dalam sebuah hubungan. Emosional yang baik dengan pikiran yang tenang mampu membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, supplier, dan semua stekaholders yang lainnya. Sikap positif Anda akan meningkatkan reputasi perusahaan di persepsi stekaholders. Pikiran yang tenang dan emosi positif Anda mampu memilih dengan cerdas untuk bereaksi terhadap berbagai karakter orang. Reaksi dan tindakan Anda tidak akan melukai perasaan orang lain. Anda senantiasa mampu menjaga hubungan dan komunikasi dengan sopan santun yang produktif.

Setiap pelayanan dalam perusahaan haruslah ditangani dengan cepat, semuanya harus dilayani dengan sikap baik dan penuh sopan santun. Tidak boleh bersikap semena-mena kepada pelanggan, supplier, dan stakeholders yang lain. Layani pelanggan dengan kualitas terbaik, layani dan bayar tagihan supplier tepat waktu dengan sikap sopan. Jangan pernah berbicara dalam sikap yang ketus dan kata-kata yang membuat supplier sakit hati. Jika Anda kehilangan supplier, maka perusahaan juga akan kewalahan di masa depan. Intinya, semua sikap dan perilaku yang tidak baik akan menciptakan biaya tinggi dalam operasional bisnis.  

Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Mungkin Anda berpikir bahwa sesuatu hal yang baru atau perubahan yang sedang diterapkan sebagai sebuah omong kosong, tetapi perubahan pasti terjadi. Jika Anda ikhlas untuk memberikan energi positif dalam proses perubahan, maka kebaikan dan keindahan akan Anda rasakan dari hasil perubahan tersebut. Jika Anda berpikir bahwa budaya sopan santun tidak mungkin diterapkan dalam perusahaan Anda, maka Anda sendiri yang memutuskan untuk menderita dalam kehidupan kerja yang penuh energi negatif. Jika Anda menolak memilih untuk membangun budaya sopan santun, maka Anda akan merasakan semacam emosi negatif yang bersumber dari pikiran Anda yang kacau dan sulit dikendalikan. Tanpa budaya sopan santun; energi negatif dari dalam diri Anda akan menciptakan kemarahan, kesedihan, kebosanan, kepahitan, dan menjadikan Anda kurang produktif di tempat kerja.

Saling menghargai, saling mendengarkan, dan saling membantu haruslah menjadi karakter kerja sehari-hari. Hal ini juga akan menghambat emosi negatif masuk ke dalam hari kerja Anda. Jika emosi negatif masuk ke hari kerja Anda, maka energi negatif akan menciptakan stres, serta menghabiskan waktu dan kecerdasan Anda untuk sesuatu yang kurang produktif dan tidak positif.  Kebahagian dalam pekerjaan datang dari memilih pikiran dan emosi, Anda mungkin harus berhadapan dengan berbagai peristiwa yang kurang menyenangkan hati Anda. Tetapi jika Anda memilih pikiran positif, emosi positif, dan sikap baik untuk menghadapi peristiwa tersebut; maka, kebahagiaan dan kedamaian Anda di tempat kerja tidak akan hilang.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com