PRESTASI MILIK ORANG-ORANG YANG ANTUSIAS DAN DISIPLIN DENGAN PEKERJAANNYA

“Jangan bekerja karena uang atau demi janji yang diberikan oleh orang lain, bekerjalah karena rasa cinta dan bahagia dengan pekerjaan tersebut.”~Djajendra

Bekerja adalah bagian dari keberadaan diri kita. Bekerja tanpa pamrih dan sepenuh hati melayani untuk kesejahteraan dan kedamaian hidup adalah prestasi tertinggi. Intinya, apa pun itu pekerjaan yang kita lakukan, selama pekerjaan itu bermanfaat untuk kebaikan dan kebahagiaan hidup banyak orang, maka wajib kita kerjakan dengan gembira. Jangan pernah bekerja karena uang atau demi janji yang diberikan oleh orang lain, bekerjalah karena rasa cinta dan bahagia dengan pekerjaan tersebut.

Orang-orang yang mudah mendapatkan prestasi terbaik adalah mereka yang dengan ikhlas, antusias, dan disiplin bekerja dengan kesadaran diri sendiri. Mereka tidak perlu dibujuk atau diiming-iming dengan hadiah atau materi apa pun. Mereka adalah orang-orang yang hadir ke lingkungan kerja dengan etos terbaik dan niat untuk memberikan kualitas terbaik. Mereka selalu gembira untuk melakukan tugas apa pun, serta tidak pernah berkeluh-kesah untuk kesulitan dan penderitaan selama melakukan tugas.

Dalam lingkungan kerja ada banyak karakter dan sifat yang menjadikan budaya organisasi tidak dapat bekerja sempurna. Jika saja semua orang memiliki karakter kerja yang ikhlas, antusias, disiplin, tekun, dan bekerja untuk melayani dengan sepenuh hati; maka, budaya organisasi mampu menghadirkan lingkungan kerja dengan energi positif yang siap menghasilkan prestasi tertinggi. Sayangnya, orang-orang dengan karakter yang baik ini jumlahnya paling kecil di lingkungan kerja, sehingga kadang-kadang tidak memberikan pengaruh atau dampak yang besar bagi kemajuan organisasi.

Realitas di lingkungan kerja tidak seperti yang kita angan-angankan. Di mana, semua orang hadir dengan etos terbaik dan kepribadian yang sangat sadar untuk memberikan pelayanan terbaik bagi organisasi. Faktanya, dalam realitas di lingkungan kerja selalu saja ada orang-orang yang harus diberitahu untuk melakukan sebuah pekerjaan, mereka adalah golongan yang miskin inisiatif dan tidak kreatif dalam hal apa pun. Mereka dapat diandalkan, tetapi harus dirawat dan dikelola dengan rajin. Jika manajemen lalai merawat dan mengelola mereka, maka mereka akan lupa diri untuk bekerja pada jalur prestasi.

Ada juga orang-orang yang harus diminta, dimotivasi, dibujuk, dan dijanjikan sesuatu agar mereka mau melakukan tugas mereka dengan baik. Mereka ini jumlahnya mayoritas dalam lingkungan kerja, sehingga manajemen benar-benar perlu bekerja sangat keras untuk memastikan mereka memperkuat budaya organisasi. Kunci kemajuan dan pencapaian prestasi organisasi ada di orang-orang ini. Jika kelompok ini mampu diperhatikan dan ditingkatkan kualitasnya secara berkelanjutan, maka kelompok ini mampu memberikan kontribusi yang positif untuk memperkuat budaya organisasi dan kinerja.

Ada juga orang-orang yang dasarnya sangat malas, tidak punya disiplin, tidak punya etika, tidak punya etos kerja yang baik, tidak berfungsi, menjadi beban organisasi, selalu masa bodoh dengan tugas dan instruksi, serta suka menuntut terlalu banyak kepada organisasi. Karakter seperti ini tidak terlalu banyak, tetapi dapat mempengaruhi orang-orang yang mau bekerja dengan baik, sehingga mereka ini adalah perusak budaya kerja dan budaya organisasi. Akibatnya, prestasi dan kinerja terbaik hanya ada dalam mimpi dan angan-angan. Kelompok ini memang tidak mudah untuk diatur apalagi diharapkan. Biasanya, organisasi harus memangkas jumlah kelompok ini, sehingga tidak membebani organisasi dengan hal-hal negatif dalam proses mencapai prestasi terbaik.

Mencapai prestasi dan membangun organisasi yang kuat adalah harapan para pemimpin. Harapan ini harus memperhatikan realitas dari sifat dan karakter kerja di lingkungan kerja. Tidak mungkin kita berharap profesionalisme yang berkualitas dari orang-orang yang tidak memahami cara mencapai puncak profesi mereka. Kecerdasan dan kesadaran manajemen dalam memahami sifat dan karakter kerja dapat membawa organisasi maju ke puncak tertinggi. Jika mengabaikan sifat dan karakter kerja, dan hanya sekedar menuntut  atau memberikan janji-janji kepada orang-orang yang tidak mengerti cara mencapai puncak profesi mereka dengan kualitas terbaik, maka organisasi tidak akan pernah maju dan manajemen pun akan gagal mengelola organisasi.

Organisasi yang cerdas sangat sadar untuk memperbanyak jumlah orang-orang yang menghargai dan mencintai pekerjaannya. Orang-orang yang cinta dengan apa yang dikerjakan mampu fokus dan terpusat dalam mengejar target. Ketika dalam proses ada kesulitan dan tantangan mereka tidak kehilangan keberanian untuk melakukannya secara kreatif, sehingga mendapatkan solusi melalui berbagai cara terbaik dalam ruang etika. Rasa cinta mereka pada pekerjaan membuat mereka menghormati pencapaian dengan gembira dan tetap fokus pada pekerjaan berkualitas. Mereka tahu dan sadar bahwa perubahan dan ketidakpastian adalah bagian nyata dari proses kerja, sehingga realitas sukses dan gagal selalu disikapi dengan positif, tanpa kehilangan kehati-hatian dalam tindakan yang profesional.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

DISIPLIN DIRI MEMBUAT SESEORANG TIDAK BISA DIHENTIKAN UNTUK MENCAPAI IMPIAN

“Disiplin itu seperti nafas yang tidak pernah berhenti selama kita masih hidup.”~Djajendra

Tidaklah mungkin membuat diri kita disiplin dalam satu hari. Disiplin adalah tentang niat yang tidak pernah berubah untuk mewujudkan impian atau tujuan, walau seribu kegagalan dan kesulitan masih menghadang kita untuk mencapai impian. Disiplin membuat diri kita selalu memiliki cara baru untuk mengatasi kegagalan dan kesalahan. Disiplin membuat diri kita selalu sadar untuk memanfaatkan waktu dan tenaga dengan sebaik mungkin, tanpa terjebak dalam keluh-kesah atau perasaan tidak mampu. Mental kita yang kaya disiplin selalu mengerti bahwa kegagalan adalah sebuah peristiwa biasa yang memang harus dialami kalau kita mau mencapai sesuatu yang lebih besar. Dari waktu ke waktu disiplin diri semakin menguatkan mental kemenangan kita karena kita tidak menganggap kegagalan dan kesalahan sebagai peristiwa yang merugikan.

Disiplin membuat kita tidak pernah membuang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagian besar waktu dan tenaga digunakan untuk melanjutkan prestasi yang lebih baik. Kehidupan sehari-hari dijalankan dengan percaya diri, rendah hati, penuh rasa syukur, dan kaya semangat. Tidak pernah malas atau duduk-duduk santai di depan TV atau pun menghabiskan waktu berselancar di media sosial untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Selalu konsisten dengan niat untuk menjalani kehidupan yang fokus dalam mencapai tujuan dan impian. Tidak pernah berhenti sebelum impian terwujud. Intinya, disiplin itu seperti nafas yang tidak pernah berhenti selama kita masih hidup.

Seberat apa pun sebuah tujuan, seseorang dengan disiplin diri yang baik mampu memulainya dengan hal-hal yang paling mudah dan paling kecil. Disiplin membuat orang bergerak dan tidak sekedar diam sambil mencari alasan-alasan untuk tidak bergerak. Disiplin adalah tentang konsistensi dan keberlanjutan melalui upaya dan kerja keras tanpa henti untuk hasil terbaik. Kesabaran, ketekunan, rajin, kemauan, tekad, dan siap mental untuk mengubah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari disiplin diri. Seseorang dengan disiplin yang baik tidak akan membuat dirinya kesulitan sendiri dengan ambisi dan target yang muluk-muluk, tetapi mampu membangun pola pikir yang konsisten untuk melakukan segala sesuatu sesuai prioritas, serta tidak pernah mengalahkan niat untuk mewujudkan impian dan tujuan terbaik.

Disiplin diri membuat orang tidak pernah menyerah atas apa pun yang dikerjakan atau diperjuangkan. Jika hari ini semua jalan tertutup dan tidak memiliki peluang untuk melakukan apa pun, maka semua rencana dan hasil kerja akan dievaluasi kembali untuk kemudian ditentukan strategi baru agar tetap dapat mencapai impian dan tujuan tersebut. Disiplin diri yang sudah menyatu dalam rasa selalu sadar bahwa kegagalan adalah cara lain untuk menemukan strategi yang lebih baik dalam mencapai kesuksesan. Oleh karena itu, orang dengan disiplin diri yang tinggi tidak pernah merasa gagal, selalu memperbaiki kualitas diri dan faktor-faktor yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan. Kesalahan dan kegagalan bukanlah alasan untuk berhenti dan menyerah di tengah jalan, tetapi untuk merenungkan kembali apa yang sudah dilakukan, kemudian mengatur kembali dari awal untuk memulai perjalanan menuju tujuan dan impian.

Disiplin diri bukanlah tentang kesempurnaan semua rencana dan kualitas diri kita, tetapi tentang ketidaksempurnaan rencana dan kualitas diri kita. Jadi, ini tentang kesadaran kita bahwa kita perlu disiplin karena apa pun yang kita lakukan bersumber dari ketidaksempurnaan. Oleh karena itu, kita tidak perlu takut atau khawatir tentang hasil yang tidak sesuai harapan. Disiplin diperlukan agar kita melakukan sesuatu yang lebih baik pada hari ini daripada kemarin. Secara bertahap melalui disiplin yang baik kita mampu mencapai sesuatu sesuai rencana dan target.

Dalam setiap langkah kita harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi apa yang ingin kita lakukan secara baik. Sepintar apa pun diri kita, kita tidak boleh tinggi hati atau merasa mampu. Kita harus sadar bahwa banyak hal yang tidak kita pahami bisa muncul dalam proses melakukan sesuatu. Intinya, kita tidak akan pernah pintar atau mengetahui semua hal. Kemampuan dan kecerdasan kita terbatas, tetapi potensi kita tidak terbatas untuk melakukan hal-hal terbaik di sepanjang hidup kita. Disiplin adalah sejenis perilaku yang membuat kita selalu hati-hati, teliti, rajin, tekun, dan tidak mencari alasan untuk tidak melakukan sesuatu yang harus kita lakukan. Jadi, disiplin artinya tetap bergerak dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai impian walau banyak hal yang membatasi langkah kita.

Orang-orang dengan disiplin adalah orang-orang yang terus-menerus bergerak menuju tujuan walaupun hambatan dan kesulitan mengepung hidup mereka. Disiplin diri membuat seseorang tidak bisa dihentikan untuk mencapai impian dan tujuan. Badai kesulitan, penderitaan, kegagalan, dan apa pun itu tidak pernah mampu menghentikan seseorang yang memiliki disiplin yang tinggi; hanya kematian yang bisa menghentikan dia untuk terus bergerak bersama energi positifnya menuju tujuan. Walaupun semuanya habis dalam kegagalan, disiplin bisa mendorong kualitas diri untuk memulai dari yang paling kecil agar bisa kembali bergerak menuju tujuan dan impian. Intinya, tidak ada kata berhenti atau menyerah bagi disiplin diri yang kuat, selalu mampu melakukan sesuatu yang baru untuk memulai lagi perjalanan menuju impian.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

HIDUP DAMAI DI TENGAH TANTANGAN ZAMAN DAN DI DUNIA YANG PENUH MASALAH

“Keadilan itu bersumber dari dalam diri kita sendiri, bukan hadiah dari orang lain. Jadi, jangan pernah menunggu keadilan diberikan oleh orang lain, sebab itu adalah sebuah harapan yang sia-sia.”~Djajendra

Kita hidup di zaman perubahan dan di dunia yang penuh tantangan. Jika kita tidak siap dengan perubahan, maka kita akan merasakan hidup di dunia yang bermasalah. Padahal yang bermasalah itu bukan dunianya, tetapi diri kita yang tidak siap atau tidak mampu beradaptasi dengan dunia baru. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mencari ilmu sebanyak mungkin, khususnya ilmu yang mampu mengisi hati dan pikiran kita dengan kedamaian dan sukacita. Belajarlah dari mana pun, luaskan hati untuk menerima berbagai pengetahuan baru untuk menjadikan diri kita lebih bahagia dan lebih bersemangat dengan tantangan zaman. Tidak perlu banyak berdebat, dengarkan hal-hal baik, rasakan manfaatnya, belajar sesuatu yang baik, lakukan hal-hal yang baik, dan siapkan kualitas diri terbaik untuk hidup damai di tengah tantangan zaman.

Jauhkan diri dari segala prasangka buruk yang membuat diri kita merasa tidak mampu atau sedang mengalami ketidakadilan. Ingat! bahwa keadilan itu bersumber dari dalam diri kita sendiri, bukan hadiah dari orang lain. Jadi, jangan pernah menunggu keadilan diberikan oleh orang lain, sebab itu adalah sebuah harapan yang sia-sia. Keadilan, kebahagiaan, kedamaian, dan ketenangan pikiran adalah hal-hal yang harus kita cari di kedalaman diri kita sendiri dengan doa, ibadah, dan kerja cerdas di sepanjang waktu. Jadilah pribadi yang optimis, positif, bersyukur, menerima kenyataan, bekerja lebih giat, tekun, disiplin, belajar terus-menerus, dan merasa siap dengan tantangan zaman. Miliki komitmen dan semangat untuk menemukan kedamaian, ketenangan pikiran, kemakmuran, kesejahteraan, kebahagiaan, keberlimpahan, dan kesehatan diri sendiri di dunia yang penuh tantangan dan penuh masalah tersebut.

Cara menghadapi perubahan dan tantangan zaman adalah dengan merubah diri kita sendiri dari dalam. Sebab, kita tidak akan pernah memiliki kemampuan untuk mengubah dunia luar atau tantangan yang kita hadapi. Kenyataan di luar diri kita adalah ujian dan pelajaran hidup yang harus kita lalui atau hadapi dengan kualitas diri yang siap lulus dengan nilai terbaik. Hiduplah dengan harapan dan kerja yang lebih fokus untuk menjadikan hidup kita selalu sejahtera, damai, bahagia, makmur, sehat, bugar, dan menikmati keindahan dari pengalaman yang kita alami. Sesulit apa pun kenyataan hidup yang sedang kita hadapi, jangan lupa untuk gembira dan bersyukur dengan kesulitan itu. Tanamkan di dalam pola pikir bahwa setiap kesulitan adalah peluang untuk meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik. Gembira, bahagia, damai, ketenangan pikiran, kebugaran, kesehatan, dan keindahan adalah harta yang paling mahal yang tidak boleh ditukar dengan apa pun. Kita dapat memanfaatkan harta kekayaan ini kapan saja untuk merasakan kehidupan yang meningkatkan kesejahteraan kita di semua aspek kehidupan dari waktu ke waktu. Rawat dan jagalah kekayaan yang bersumber dari ke dalaman diri kita sendiri ini dengan doa, ibadah, dan rasa syukur tanpa batas.

Hidup damai di tengah tantangan zaman dan di dunia yang penuh masalah haruslah menjadi kebiasaan sehari-hari. Jangan pernah membiarkan energi negatif mengambil kebahagiaan dan ketenangan pikiran kita. Di ke dalaman diri kita ada alam kehidupan yang tenang, damai, positif, kaya, sejahtera, makmur, sukacita, optimis, dan hal-hal baik yang bersifat tetap. Melalui doa, ibadah, pikiran positif, afirmasi, dan meditasi, kita dapat menemukan semua yang baik tersebut untuk membuat kita kuat dan mampu menghadapi tantangan zaman dan perubahan. Ketika kita kuat dan siap dari dalam diri kita yang positif, maka masalah dan tantangan di luar diri kita akan menjadi sesuatu yang mudah untuk diselesaikan. Seperti kata orang bijak bahwa semua masalah di luar kehidupan akan memudar ketika kita membenamkan diri dalam doa yang menyentuh batin damai kita sendiri. Ibadah, doa, dan rasa syukur kita yang menghubungkan diri sejati kita dengan kesadaran, pencerahan, lautan cahaya, energi positif, dan cinta ilahi mampu membangkitkan semua potensi terbaik kita untuk melayani perubahan dan tantangan zaman. Jadi, sudah waktunya untuk menghadapi perubahan dan tantangan zaman dengan kekuatan dari dalam diri sendiri. Tidak boleh lagi berkeluh-kesah atau mencari penyebab-penyebab yang tak dapat diatasi oleh diri sendiri. Menghadapi dunia luar, kita harus muncul dari ke dalaman diri sendiri yang kaya dengan sukacita dan potensi untuk beradaptasi dengan apa pun yang dihadirkan oleh dunia luar. Kekuatan kita yang bersumber dari ke kedalaman diri kita sendiri memberi kita kekuatan untuk menghadapi tantangan zaman dan perubahan dengan keseimbangan pikiran dan jiwa.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

DISIPLIN DIRI MEMBUAT KITA MUDAH MENYELESAIKAN TUGAS SEBERAT APA PUN

“Disiplin diri membentuk kita menjadi pribadi yang sangat teratur, taat, kuat, patuh pada semua tahapan proses kerja, tanpa mengeluh atau merasa berat untuk melakukan tugas seberat apa pun.”~Djajendra

Inti kehidupan kerja adalah disiplin diri. Jika satu orang saja di lingkungan kerja kehilangan disiplin diri, maka proses kerja pasti terganggu dan hasil akhir tidak mungkin sesuai rencana. Disiplin diri adalah kunci menyelesaikan tugas yang paling berat dengan hasil terbaik. Disiplin diri membuat kita memiliki kemauan, tekad, motivasi, gairah, serta emosi positif yang mendorong semua kemampuan dan potensi untuk menyelesaikan pekerjaan.

Disiplin diri adalah perilaku yang paling penting dari keberhasilan mencapai sebuah target besar. Tanpa disiplin diri; kita menjadi malas, kita menjadi bingung, kita menjadi tidak berdaya, seolah-olah pekerjaan menjadi sangat berat dan sulit untuk diselesaikan. Disiplin diri mampu melepaskan ketakutan atas situasi yang membuat kita merasa tidak berdaya untuk melakukan apa yang ingin kita capai. Disiplin diri membuat kita mudah bergerak di antara tantangan dan peluang, dengan kemauan yang diperkaya dalam kreativitas dan inovasi, kita mampu merasa bebas dari menyalahkan orang lain atau mencari alasan untuk tidak melakukan apa-apa.

Disiplin diri dimulai dari kesadaran dan niat untuk mengelola sumber daya mental, batin, fisik, emosi kita secara efektif, serta menggunakannya untuk menangani berbagai gangguan yang berpotensi membuat kemauan dan motivasi kita hilang. Semua potensi gangguan yang bersumber dari dalam diri dan luar diri, ditangani secara sadar dan tepat agar tidak menghalangi semangat dan motivasi kita untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Disiplin diri membuat kita kuat dan membentuk kita menjadi pribadi yang sangat teratur, taat, patuh pada semua tahapan proses kerja, tanpa mengeluh atau merasa berat untuk melakukan tugas seberat apa pun.

Gangguan dan zona kenyamanan adalah dua hal yang bernilai sama, kita harus selalu berhati-hati pada dua hal tersebut. Jika kita memperkuat disiplin diri secara terus-menerus, maka gangguan dan zona kenyamanan dapat kita atasi, sehingga kinerja dan prestasi terbaik dapat kita hasilkan secara terus-menerus. Disiplin diri juga membuat kita mampu mengungkapkan kualitas diri terbaik, kompetensi dari etos terbaik kita, serta kepribadian kita yang kuat dan memiliki mental untuk menyelesaikan hal-hal yang dianggap tidak mudah untuk diselesaikan.

Selain integritas, disiplin diri haruslah menjadi nilai kerja yang paling utama bagi siapa pun. Disiplin harus menjadi dasar dari awal kehidupan kerja. Ini memastikan kelancaran arus proses kerja tanpa menghalangi kreativitas dan motivasi kerja individu. Pola pikir yang mengutamakan disiplin diri di lingkungan kerja adalah langkah pertama untuk menjadi pribadi dengan kinerja dan prestasi terbaik. Kesadaran setiap individu di lingkungan kerja harus dibangkitkan, untuk mengelola pikiran positif, dengan meningkatkan kualitas disiplin diri secara terus menerus dan berkelanjutan dalam situasi apa pun. Disiplin diri menjadikan kita bekerja secara sistematis dalam mencapai tujuan atau hasil akhir. Ini memotivasi dan menjaga semangat kerja kita di sepanjang situasi yang penuh tantangan. Disiplin diri juga membuat kita selalu fokus dan bekerja dengan prinsip kehati-hatian dalam hal-hal sekecil apapun. Kita selalu sadar untuk mempersiapkan jalan menuju kesuksesan dengan kesadaran dan ketenangan diri yang luar biasa.

Jika dalam hal-hal kecil kita tidak disiplin, maka kemungkinan dalam hal-hal besar kita sulit bergerak untuk melakukan sesuatu. Sebab, kita kehilangan kepercayaan diri saat melihat tanggung jawab besar dan tugas berat, sehingga kita tidak mengerti untuk menjadi disiplin dalam melakukan tugas tersebut. Disiplin diri membuat kita merasa tidak ada masalah kecil atau sesuatu yang tidak penting; kita selalu sadar bahwa sekecil apa pun sebuah persoalan haruslah diselesaikan dengan integritas, tanggung jawab, kredibilitas, dan motivasi yang tinggi.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MEMILIKI KESABARAN SAMPAI HASIL TERCAPAI

“Pencapaian terbaik membutuhkan kesabaran, ketelitian, ketenangan, kecintaan, dan kesungguhan sampai hasil terbaik tercapai.”~Djajendra

Kita semua pasti menginginkan hasil terbaik dalam pekerjaan yang kita lakukan.  Rahasia untuk mencapai hasil terbaik tergantung kepada kecerdasan kita dalam mengelola tindakan dan pikiran. Sebuah pencapaian membutuhkan tindakan dengan konsentrasi penuh pada setiap proses kerja. Perhatian yang konstan dan terfokus pada pekerjaan dengan ketekunan dan kesabaran menjadi kunci pencapaian. Pada waktu sedang bekerja persatukan pikiran dengan emosi positif, semangat, etos, dan tindakan ke dalam kualitas terbaik.  Bertindaklah dengan optimis dan lakukan pekerjaan sebagai alat dari pencapaian yang harus Anda dapatkan. Kendalikan ego agar Anda bisa rendah hati dan tanpa beban saat melakukan pekerjaan. Memelihara ego di setiap proses kerja berarti menyingkirkan bantuan orang lain dan berpikir bahwa saya dapat melakukannya sendirian. Padahal sebuah pencapaian adalah hasil dari proses kerja dalam kolaborasi dengan banyak orang.

Pada waktu sedang bekerja jangan terpengaruh oleh hasil yang harus dicapai. Fokuskan waktu dan energi untuk melakukan setiap tahapan pekerjaan dengan sempurna dan profesional. Kerjakan saja dengan tenang, sabar, dan penuh keyakinan. Lakukan sepenuh hati dengan disiplin dan tanggung jawab. Biarlah proses kerja yang sempurna pada waktu yang tepat memberikan hasil terbaik. Hubungkan jiwa Anda ke dalam pekerjaan dengan energi antusiasme dan optimisme. Buatlah agar pikiran berpikir bahwa keberhasilan ada bersama Anda. Kuatkan keyakinan kepada kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan profesional.

Kesabaran diperlukan karena di sepanjang proses pencapaian selalu ada cerita tentang tantangan, kesulitan, kegagalan, dan ketidakpastian. Jadi, kesabaran menjadi perilaku penting agar Anda tetap bekerja tanpa stres dan bebas dari perasaan tertekan. Kesabaran menjadikan Anda bijaksana dan tetap tenang dalam segala situasi. Misalnya, Anda sedang menuai kesuksesan, maka Anda tetap rendah hati dan bersyukur dengan pencapaian. Sebaliknya, saat Anda sedang menuai kegagalan, maka Anda tetap tenang dan tidak stres untuk menemukan jalan keluar terbaik.

Mulailah pekerjaan Anda dengan niat tulus untuk menghasilkan kinerja dan prestasi terbaik. Seperti pesan orang bijak bahwa saat Anda menabur, Anda akan menuai. Jadi, taburlah etos terbaik di setiap titik proses kerja agar Anda dapat menuai hasil terbaik. Jangan pernah memiliki niat yang kurang tulus saat bekerja, sebab hal ini akan mengakibatkan Anda menuai kinerja buruk. Misalkan: lingkungan kerja Anda berbudaya lemah, kepemimpinan yang kurang tegas, tingkat emosi negatif yang tinggi, sangat banyak aliran pikiran negatif, kemarahan, kecemburuan, kebencian, dam aliran energi negatif yang merusak suasana kerja. Walaupun situasi buruk tersebut sudah menjadi budaya di tempat kerja Anda, maka Anda harus sabar dan sadar untuk tidak terpengaruh dengan budaya tersebut. Untuk itu, setiap hari Anda harus sadar untuk mengisi energi positif ke dalam diri Anda. Ketiadaan energi positif dalam jangka panjang akan mengakibatkan budaya menjadi lemah dan perilaku kerja menjadi sangat buruk. Jadi, jangan terjebak ke dalam lingkungan kerja yang buruk, kuatkan niat baik Anda agar Anda mampu menjadi energi positif di tengah orang-orang negatif tersebut. Jangan menyerah oleh kesulitan saat menghadapi orang-orang negatif. Tetaplah optimis bersama kekuatan energi positif Anda.

Kesabaran dalam kerja keras yang optimis akan mendorong Anda untuk mengembangkan kreativitas, sehingga dalam tekanan seperti apa pun, Anda mampu memiliki pikiran yang mencerahkan di dalam kecerdasan kreatif. Kreativitas mampu menghilangkan ketidaktahuan dan menemukan jalan keluar terbaik. Anda pun mampu melakukan pekerjaan dalam kondisi sesulit apa pun. Anda selalu dapat melakukan tantangan  dengan kreativitas dan niat positif. Energi positif di dalam diri Anda akan mempertahankan ketekunan dan kedisiplinan untuk menuntaskan pekerjaan. Sikap rendah hati Anda menjadikan Anda mudah menerima gagasan baru, mau mendengarkan pendapat orang lain, terbuka untuk saran dan kritik, serta mudah menyatu dalam kerja sama dan kolaborasi. Pada akhirnya; pencapaian terbaik membutuhkan kesabaran, ketelitian, ketenangan, kecintaan, dan kesungguhan sampai hasil terbaik tercapai.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

PERILAKU ORANG-ORANG PRODUKTIF

“Orang-orang produktif tidak fokus pada melakukan lebih banyak tugas-tugas harian, tetapi mampu menyelesaikan banyak tugas dalam waktu yang singkat.”~Djajendra

Produktif berarti cerdas memanfaatkan waktu, tenaga, pikiran, pengetahuan, dan kemampuan untuk menghasilkan nilai tambah bagi kehidupan diri sendiri dan orang lain. Perilaku orang-orang produktif adalah sangat rajin, disiplin, tepat waktu, kreatif, tekun, dan mencapai target di tingkat tertinggi. Orang-orang produktif sangat antusias dan selalu gembira saat melakukan pekerjaan. Mereka tidak merasa terganggu dengan tantangan dan kesulitan. Mereka tetap bekerja dengan sepenuh hati ketika gangguan tersulit mencoba menghentikan kerja mereka.

Setiap pekerjaan dimulai dengan prioritas terpenting. Pekerjaan yang paling penting selalu diselesaikan dan semua tantangan dihadapi dengan gembira. Orang-orang produktif bukan berarti setiap waktu terlihat sibuk dengan apa yang dikerjakan, tetapi mampu mengelola tugas-tugasnya dengan efektif dan cerdas. Orang-orang produktif memiliki banyak waktu luang untuk mengevaluasi pekerjaan yang sudah dilakukan dan juga untuk selalu belajar hal-hal baru. Intinya, orang-orang produktif tidak terfokus pada melakukan lebih banyak tugas-tugas harian, tetapi mampu menyelesaikan banyak tugas dalam waktu yang singkat.

Orang-orang produktif tumbuh dari etos dan perilaku yang menempatkan pekerjaan sebagai sebuah peristiwa kegembiraan dan kesenangan. Pekerjaan dianggap sebagai sebuah permainan yang menyenangkan, sehingga mereka memiliki kebiasaan untuk totalitas terhadap tugas-tugas harian dan mingguan. Semangat dan motivasi yang tinggi selalu mendorong orang-orang produktif untuk berprestasi dan berkinerja. Mereka menjadi sangat produktif karena cinta dan kesukaannya terhadap apa yang dilakukan. Mereka tidak pernah merasa bosan dan lelah dengan semua situasi kerja yang dihadapi. Mereka selalu menikmati pekerjaannya seperti sedang menikmati liburan terindah.

Waktu kerja selama delapan jam betul-betul dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas dengan kualitas tinggi, dan juga untuk mengembangkan diri agar dapat beradaptasi dengan semua perubahan. Pola kerja dan rutinitas dalam etos yang hebat telah menciptakan kebiasaan kerja yang efektif dan efisien, sehingga bagi orang-orang produktif tidak membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan target harian. Mereka selalu fokus dan konsentrasi penuh untuk mencapai hal-hal yang segera harus diselesaikan pada hari ini. Jadi, tidak pernah ada kebiasaan untuk menunda tugas, semuanya diselesaikan tepat waktu dengan hasil akhir yang berkualitas tinggi.

Orang-orang produktif selalu sadar untuk menjaga kebugaran tubuh dan mental. Dengan tubuh yang bugar dan mental yang positif, mereka mampu berkarya dan berkontribusi dengan lebih berkualitas. Penampilan diri yang segar, sehat, dan bugar adalah prioritas terpenting. Oleh karena itu, orang-orang produktif sangat rajin berolahraga, menjaga pola makan yang seimbang, tidur yang cukup, serta mengendalikan pemikiran mereka agar selalu positif dan optimis.

Mengelola waktu dan energi dengan kualitas. Prinsip kerja orang-orang produktif adalah dengan waktu yang sedikit menghasilkan jumlah produk berkualitas tinggi yang banyak. Kebiasaan dan kecerdasan mereka mampu menghilangkan hal-hal yang tidak penting di sepanjang proses kerja. Mereka benar-benar efektif dan fokus pada apa yang harus dikerjakan. Sistem, prosedur, aturan, dan etos sudah bersatupadu dalam kebiasaan kerja sehari-hari. Setiap pagi saat memulai pekerjaan, orang-orang produktif fokus dengan tugas-tugas inti yang harus diselesaikan pada saat sekarang. Mereka tidak akan menghabiskan waktu dengan memeriksa email pribadi, ngobrol dengan teman, melayani percakapan di media sosial, baca berita, nonton youtube, dan hal-hal lain yang sifatnya bukan tugas kantor. Bagi orang-orang produktif, menyelesaikan tugas dan tanggung jawab adalah hal terpenting di tempat kerja. Mereka betul-betul menggunakan waktu pagi saat otak masih segar dan tubuh masih bugar untuk menyelesaikan pekerjaan yang paling menantang.

Semua gangguan dari luar diri yang berpotensi menurunkan produktivitas kerja dapat diatasi dengan kecerdasan emosional. Emosi yang cerdas mampu meningkatkan kesadaran diri dan pengendalian pikiran, sehingga tidak jatuh ke dalam perangkap pengaruh dari luar diri. Sebagai pribadi yang produktif mampu merasa tidak terganggu untuk melakukan tugas-tugas prioritas dengan berkualitas. Tidak ada energi kemalasan yang mampu menghentikan tugas-tugas prioritas. Tidak ada pengalihan perhatian yang mampu menghentikan proses kerja. Tidak ada kebisingan yang dapat memecahkan fokus dan konsentrasi saat melakukan pekerjaan. Sistem dan budaya yang kuat tercipta dari perilaku orang-orang produktif. Orang-orang produktif itu sendiri adalah kekuatan di dalam perusahaan, sehingga perusahaan tidak mudah terganggu di sepanjang perjalanan untuk mencapai tujuan.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MEMBAGI PEKERJAAN YANG BESAR DALAM DELEGASI YANG EFEKTIF

“Sebesar apa pun sebuah pekerjaan, sesulit apa pun sebuah pekerjaan; bila memiliki visi bersama, tujuan bersama, komitmen bersama, dan kerja keras bersama; maka, pekerjaan itu dapat diselesaikan dengan sempurna.”~Djajendra

Pekerjaan di dalam perusahaan atau instansi adalah pekerjaan yang dilakukan melalui visi bersama. Semua pegawai dan pimpinan yang berada di dalam struktur organisasi haruslah memiliki visi bersama dan bertindak sebagai anggota tim kerja yang solid. Tidak dibenarkan satu orang pun untuk berpikir di luar visi dan tujuan bersama. Setiap orang pastinya sudah memiliki misi melalui uraian tugas dan peran dalam tanggung jawab yang harus dilakoni. Jadi, masing-masing individu harus mampu menjalankan pekerjaan dan tanggung jawab dengan profesional dan sepenuh hati. Totalitas individu untuk melakukan pekerjaan secara berkualitas dan tepat waktu adalah kunci untuk menghasilkan hasil akhir terbaik yang diinginkan.

Di dalam perusahaan dan instansi, semua pegawai dan pimpinan adalah satu kesatuan yang saling terkait dan terhubung untuk menjalankan tugas bersama sesuai visi dan tujuan. Sebuah pekerjaan besar tidaklah mungkin bisa diselesaikan oleh satu orang ataupun sekelompok orang, tetapi oleh seluruh insan yang berada di dalam instansi dan perusahaan tersebut. Jadi, setiap orang di dalam perusahaan dan instansi adalah orang-orang yang sangat penting, walau pekerjaan yang dikerjakan itu terlihat tidak penting. Dalam hal ini, hubungan kerja yang saling menghormati dan saling menghargai secara profesional haruslah menjadi bagian dari tata krama kerja. Tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lainnya, sebab sesungguhnya setiap orang adalah bagian penting yang keberadaannya untuk melengkapi pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain. Intinya, ketika semua orang bekerja dengan saling menghargai dan saling menghormati secara profesional, maka akan terbentuk kekuatan di dalam organisasi untuk menjalani tujuan bersama dan mampu melampaui semua rintangan yang tidak diinginkan.

Mendelegasikan pekerjaan adalah salah satu tugas manajerial yang sangat penting. Manajemen yang sehat dan kuat merupakan kekuatan untuk menyatukan semua orang dan menggerakan semua orang menuju visi bersama. Manajemen harus mampu membagi pekerjaan besar menjadi potongan-potongan kecil untuk diberikan kepada kelompok kerja (unit kerja) agar menyelesaikannya dengan berkualitas. Beban kerja kepada setiap individu ataupun unit kerja haruslah diperhitungkan secara profesional dan manusiawi. Daya tahan kerja yang optimal dari setiap individu harus menjadi perhatian yang serius. Jangan sampai beban kerja yang berlebihan membuat moral kerja menjadi rendah, sehingga kualitas yang diharapkan tidak terwujud.

Semua orang di tempat kerja saling berhubungan dan saling tergantung. Oleh karena itu, manajemen harus mampu membantu setiap insan di tempat kerja untuk bisa berpartisipasi dalam gerakan kerja yang menghasilkan kualitas terbaik. Dan, manajemen sendiri harus mampu menjadikan keberadaannya sebagai kekuatan dari sesuatu yang lebih besar yang ingin dihasilkan. Intinya, manajemen harus berfungsi dengan baik untuk membuat setiap insan di tempat kerja menjadi lebih fokus pada tujuan dan membangun kepercayaan pada bisnis.

Kehebatan manajemen untuk memecah tugas dan tanggung jawab di dalam uraian tugas yang jelas kepada setiap individu dan unit kerja adalah hal yang sangat penting. Mendelegasikan tugas dan tanggung jawab untuk dikerjakan dalam potongan-potongan yang lebih kecil akan membuat pekerjaan cepat tuntas dan kualitasnyapun dapat dikontrol. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang memahami cara mengeksekusi rencana tersebut melalui pendelegasian yang tepat. Manajemen harus mampu merencanakan semua tugas penting, lalu semua tugas penting itu dibagi menjadi beberapa bagian, untuk dapat didelegasikan kepada orang-orang yang berkualitas dengan kompetensi yang tepat.

Memiliki visi bersama dan tujuan bersama di tempat kerja akan meningkatkan perasaan memiliki kekuatan bersama. Ketika semua pegawai dan pimpinan merasa memiliki kekuatan bersama untuk mewujudkan visi bersama, maka semua bagian-bagian terkecil dari pekerjaan yang dikerjakan tersebut dapat dituntaskan dengan sempurna. Perasaan memiliki kekuatan bersama memungkinkan setiap insan di tempat kerja untuk tampil lebih prima, sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas dan tepat waktu.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivasi.com  atau www.djajendra-motivator.com

LAKUKAN EKSEKUSI TUJUAN ANDA DENGAN PERCAYA DIRI

“Visi jarang berubah, tujuan akhir jarang berubah, tetapi strategi eksekusi untuk mencapai tujuan boleh berubah sesuai situasi dan kondisi yang Anda hadapi.”~Djajendra

Ketika Anda memiliki tujuan, Anda harus bertindak untuk mewujudkan tujuan tersebut. Tujuan tanpa tindakan adalah lamunan, tindakan tanpa tujuan adalah kekacauan. Sebuah perencanaan haruslah diikuti dengan eksekusi yang terencana dalam SOP yang baik. Tidak boleh asal eksekusi. Eksekusi yang profesional haruslah dilakukan oleh orang-orang dengan kompetensi dan kepribadian yang sesuai dari tujuan eksekusi tersebut. Eksekusi yang baik haruslah taat kode etik dan aturan yang disepakati. Eksekusi tanpa aturan, tanpa etika, tanpa SOP, hanya akan menciptakan kekacauan.

Sehebat apapun sebuah perencanaan, bila tidak dieksekusi dengan profesional, maka tidak akan mendapatkan hasil apapun. Hasil hanya didapatkan melalui eksekusi. Wacana, rencana, dan pemikiran yang tidak pernah dikerjakan di wilayah eksekusi, hanya akan menjadi mimpi yang tidak pernah terwujud. Diperlukan keberanian untuk bertindak dan mengeksekusi. Jangan biarkan rencana hanya berputar-putar di dalam pikiran, karena tidak akan menghasilkan yang Anda inginkan. Rencana harus dilakukan dalam tindakan eksekusi yang profesional.

Eksekusi muncul ketika Anda bersedia mengambil resiko atas apa-apa yang Anda lakukan. Miliki etos, doa, intuisi, energi, dan waktu untuk membuat rencana Anda sempurna di wilayah eksekusi. Bertindaklah dengan percaya diri dan keyakinan penuh. Layani eksekusi dengan sepenuh hati dan berikan perhatian penuh. Setiap jam, setiap hari, fokuskan perhatian pada semua rincian atas eksekusi tersebut. Jangan mengabaikan hal-hal kecil, karena hal-hal kecil bisa membuat eksekusi Anda terlambat atau tidak sesuai jadwal.

Keberhasilan hanya ada di dalam tindakan, bukan di dalam rencana ataupun keinginan. Untuk mencapai tujuan besar, Anda harus menetapkan sasaran-sasaran kecil sebagai jembatan untuk mencapai tujuan besar. Jadi, tetapkan tujuan besar atau mimpi besar, lalu capailah kondisi-kondisi tertentu sebagai sukses-sukses kecil sebelum mencapai sukses dalam tujuan besar Anda.

Bermimpilah setinggi langit dan miliki cita-cita yang sangat tinggi, lalu dengan rendah hati, kerjakan selangkah demi selangkah untuk mencapai sukses-sukses kecil melalui proses jatuh-bangun sebelum mencapai sukses besar. Michelangelo, seniman dan sang legenda itu pernah berkata: “Bahaya yang lebih besar bagi kebanyakan kita bukanlah bahwa tujuan kita terlalu tinggi dan kita merindukannya, tapi terlalu rendah dan kita mencapainya.” Intinya, Anda harus memiliki rencana dan impian yang sangat besar untuk mencapai apapun. Kemudian, semua impian dan rencana tersebut mampu Anda kerjakan di wilayah eksekusi untuk mewujudkannya menjadi nyata. Di wilayah eksekusi, bukan lagi sebatas pikiran Anda, tetapi sudah berakumulasi dengan pikiran banyak orang. Jadi, di wilayah eksekusi, Anda harus betul-betul cerdas sosial dan mampu berkomunikasi dengan setiap kepentingan agar satu arah dengan tujuan Anda.

Tuliskan dan gambarkan rencana Anda dengan baik, lalu gunakan akal sehat dan percayalah pada keajaiban, yang memungkinkan Anda untuk mencapai sesuatu yang dirasakan oleh orang lain tidak mungkin. Yakinlah bahwa Anda mampu mewujudkan mimpi dan tujuan Anda. Miliki kepercayaan diri dan miliki kepercayaan bahwa Tuhan selalu membantu Anda untuk mencapai keberhasilan di setiap tujuan Anda.

Setelah Anda menetapkan tujuan, Anda harus memiliki komitmen untuk bekerja lebih tekun dalam disiplin yang tinggi. Tetapkan sasaran dari mulai yang paling kecil, lalu bekerja keraslah dengan sungguh-sungguh untuk mencapai sukses atas sasaran tersebut. Setiap hari, kerjakan tujuan Anda dengan sepenuh hati. Kalau gagal atau salah jalan, jangan putus asa, segera perbaiki dan kembalilah ke jalan yang benar.  

Setiap hari, pelajari kembali tujuan Anda. Mungkin ada hal-hal yang belum disempurnakan ke dalam tujuan Anda. Jadi, gunakan akal sehat dan integritas Anda untuk menilai dan mengevaluasi tujuan Anda. Rencana harian haruslah dieksekusi setiap hari, lalu dievaluasi hasilnya, dan dimotivasi agar mampu bergerak lebih cepat dan lebih lincah untuk mencapai hasil terbaik.  

Perjalanan hidup adalah perubahan, jadi Anda tidak perlu ragu untuk memperbaiki ataupun melakukan perubahan terhadap strategi tindakan Anda. Visi jarang berubah, tujuan akhir jarang berubah, tetapi strategi eksekusi untuk mencapai tujuan boleh berubah sesuai situasi dan kondisi yang Anda hadapi. Oleh karena itu, lakukan revisi atas semua rencana tindakan atau eksekusi dalam mencapai tujuan. Anda tidak perlu ngotot dengan satu cara, Anda harus menjadi kreatif untuk menemukan cara yang paling efektif.

Setiap rencana eksekusi harus terinci dan spesifik. Hal-hal terkecil dalam rencana eksekusi harus diperhatikan melalui strategi yang tepat. Sebuah eksekusi harus rinci, tertulis, terorganisir, spesifik, berkualitas, ada kompetensi, ada motivasi, ada integritas, ada tanggung jawab, dan didukung oleh orang-orang yang siap bekerja keras untuk berhasil. Intinya, eksekusi harus terlihat dalam tindakan sehari-hari dan dapat diukur hasil akhirnya. Eksekusi ada dalam sifat rencana jangka pendek yang merupakan rencana dalam operasional sehari-hari. Sedangkan visi, tujuan, harapan, impian, prestasi, kinerja, ada dalam sifat rencana jangka panjang.

Rencana haruslah realistis dan optimis. Setiap rencana yang Anda buat harus ada keyakinan untuk mencapainya. Jadi, jangan terobsesi untuk sesuatu yang tidak realistis. Bila tujuan Anda tidak masuk akal karena tidak didukung dengan sumber daya, maka Anda harus berani untuk memperbaikinya agar masuk akal. Menetapkan tujuan yang sangat tinggi harus didasarkan kemampuan dan kesiapan mental untuk mewujudkannya. Bila tujuan tidak masuk akal, lalu Anda gagal dalam eksekusi, maka Anda bisa kehilangan kepercayaan diri. Jadi, pastikan rencana Anda sangat realistis dan mampu Anda mencapainya dengan sempurna.

Kesabaran dan kemampuan untuk menahan ambisi. Motivasi dan ambisi yang tinggi sangat bagus, tetapi ketika eksekusi Anda terhalang oleh hal-hal yang tidak Anda perhitungkan, maka Anda harus bisa menahan diri dan bersikap sabar. Tenangkan diri, berdoalah kepada Tuhan untuk minta visi yang jelas,  bertanggung jawablah, lalu temukan solusi dari kejernihan dan ketenangan pikiran Anda.

Setiap hari, fokuskan perhatian untuk mengerjakan secara rinci setiap komitmen Anda di wilayah eksekusi. Kuatkan mental sukses Anda di sepanjang waktu kerja. Lakukan olah raga rutin dan jaga daya tahan tubuh Anda agar tetap bugar di wilayah eksekusi. Bila mental dan tubuh Anda lemah dan tak kuat menghadapi realitas di wilayah eksekusi, maka Anda mudah stres dan sulit mencapai kinerja terbaik. Jadi, miliki komitmen dan disiplin diri yang tinggi untuk menjaga mental dan tubuh agar selalu siap menghadapi berbagai ketidakpastian di wilayah eksekusi.

Gunakan afirmasi untuk menguatkan keyakinan dan kepercayaan diri Anda dalam mencapai sukses. Bekerjalah di tengah orang-orang yang termotivasi untuk mencapai sukses. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mampu menginspirasi, memotivasi, mendorong, membantu, mendukung, dan memberikan kekuatan kepada Anda agar keinginan dan tujuan Anda tercapai. Anda harus benar-benar hidup di tengah orang-orang yang berpikiran sama dengan Anda. Orang-orang itu tidak harus ada secara fisik, tetapi cukup ada secara pikiran. Jangan biarkan Anda ada diantara orang-orang pesimis yang tidak yakin bahwa Anda bisa mencapai apa yang Anda inginkan.

Kegagalan hanya terjadi kalau Anda berhenti. Jadi, jangan berhenti walau rintangan dan kesulitan membuat Anda kehilangan arah. Ketika badai merusak rencana besar Anda, maka Anda membutuhkan Tuhan sebagai penolong. Dekatkan diri kepada Tuhan, tingkatkan kepercayaan diri, tingkatkan disiplin, tingkatkan ketekunan, tingkatkan keyakinan, dan bertindaklah dari hal-hal terkecil untuk bisa kembali ke arah yang benar. Ingat selalu bahwa kesulitan dan ketidakberhasilan adalah ujian dari sekolah kehidupan untuk naik kelas. Sebagian besar keberhasilan eksekusi tercapai setelah berhasil mengalahkan potensi kegagalan. Oleh karena itu, jangan menyerah saat semua yang Anda lakukan tidak menghasilkan apapun. Jangan menyerah saat semua yang Anda kerjakan dengan penuh semangat mengalami kegagalan dan kehilangan arah. Jangan menyerah saat tujuan dan kerja keras Anda dihadang oleh pengkhianatan yang tidak terduga. Jadi, tetaplah menjadi kuat dan yakin dengan tujuan Anda. Fokuskan perhatian dan tingkatkan tekad dengan kesabaran yang luar biasa untuk mencapai sukses. Kesuksesan di wilayah ekseksui adalah milik orang-orang yang tidak pernah berhenti walau berkali-kali dihentikan oleh kegagalan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com