JANGAN MENUNTUT ORANG LAIN UNTUK MEMENUHI HARAPAN ANDA

“Kita tidak akan mendapatkan yang terbaik dalam hidup jika kita berharap orang lain untuk memenuhinya.”~Djajendra

Kita tidak pernah tahu ada tantangan apa yang harus kita hadapi untuk dapat memenuhi harapan kita. Jika kita sendiri tidak pernah tahu ada tantangan apa di depan kita, bagaimana mungkin kita berharap orang lain yang memenuhinya. Jangan terlalu terobsesi dengan keinginan dan harapan, sebab hal ini akhirnya membuat hati dan pikiran kita terikat pada rasa takut saat menghadapi tantangan yang tidak diketahui. Semua ini berpotensi menghalangi kemampuan kita untuk memahami realitas dan mau menerimanya dengan ikhlas. Kita harus ingat bahwa semua harapan dan impian kita berada dalam kesadaran kita sendiri. Jika di sepanjang hidup kita selalu percaya diri dan penuh semangat mengerjakan harapan kita, maka kita memiliki peluang untuk mendapatkannya. Hati, pikiran, dan perasaan kita harus meyakinkan diri kita untuk tidak seratus persen berharap orang lain melakukan harapan kita. Jaga suara hati yang merasa yakin untuk memenuhi harapan, sehingga pikiran dan perasaan mampu mengikuti suara hati untuk mewujudkan harapan. Di samping itu, keadaan pikiran kita perlu dijaga agar tidak dipengaruhi oleh hubungan dan peristiwa di luar diri kita. Biasanya, hal ini tidak mudah, tetapi kita harus sadar untuk bertanggung jawab atas kebahagiaan diri kita sendiri. Selalu bersemangat, tidak punya niat untuk menyerah, tidak memikirkan balas dendam, tidak berharap pada siapa pun, tidak menyalahkan, tidak mengeluh, selalu optimis dan percaya diri, adalah jalan terbaik dalam mencapai harapan.

Kita tidak akan pernah mendapatkan yang terbaik dalam hidup jika kita menuntut orang lain untuk memenuhinya. Lepaskan harapan pada siapa pun, terimalah apa pun dengan gembira, tetaplah merdeka dalam mewujudkan harapan. Hidup bukan untuk menuntut atau berharap orang lain dapat memenuhi semua harapan kita. Hidup adalah untuk menemukan diri sendiri di dalam kehidupan dunia yang menggoda kita dengan kepalsuannya. Tingkatkan kesadaran untuk mengetahui kebenaran dari harapan dan keinginan yang sedang kita perjuangkan. Jika harapan dan keinginan kita tersebut betul-betul bermanfaat dan memberikan kebaikan bagi hidup kita, maka perjuangkan dari hati yang sadar, bukan memperjuangkannya dari ego yang penuh nafsu. Pastikan selalu bekerja dan memimpin dengan hati yang tulus. Kejernihan pikiran berasal dari hati yang tulus dan penuh cinta pada apa yang dikerjakan. Tenangkan hati dalam kuasa energi positif, biarkan pikiran mengikuti hati yang tenang dan santai dalam setiap proses untuk mewujudkan harapan. Pada akhirnya, pengabdian sangat penting bagi keberhasilan pencapaian. Ketika hati tenang dan terpusat pada rasa cinta terhadap pekerjaan, pikiran juga tenang, tidak akan ada perasaan gelisah untuk mengganggu proses pencapaian.

Sangat banyak orang yang kehilangan ketenangan hidup karena berharap orang lain melakukan keinginan dan kebutuhan mereka. Lepaskan harapan dari semua orang. Tidak perlu lagi buang-buang energi dan waktu, untuk marah-marah atau kesal dengan orang lain yang tidak bekerja sesuai harapan kita. Marilah fokus di tujuan dan menerima semua orang apa adanya mereka. Jika orang yang kita pekerjakan sudah tidak bisa lagi diberikan saran, maka segera cari orang lain yang mau menuruti semua instruksi dan saran kita. Jangan pernah kehilangan harapan karena orang lain yang menolak mengerjakan yang kita minta. Tetaplah bersemangat dan nikmati realitas hari ini dengan bahagia. Ketika kita berharap seratus persen kepada orang lain untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan tepat waktu, maka kita akan merasakan kekecewaan. Bergantung pada orang lain menyebabkan kita kehilangan kemampuan dan kemerdekaan. Jangan pernah bergantung pada siapa pun dan untuk apa pun, sebab ketika Anda meminta bantuannya, dan mereka menolak, Anda pasti marah ditambah stres. Demikian juga, jika Anda berharap sikap dan perilaku orang lain harus sesuai dengan keinginan Anda, maka Anda juga menjadi mudah marah dan stres. Karena itu, mulai sekarang, apa pun yang bisa dikerjakan sendiri kerjakan dengan gembira, upayakan ketergantungan Anda kepada orang lain seminimal mungkin. Hal yang betul-betul tidak Anda pahami dan tidak mampu Anda kerjakan boleh meminta bantuan kepada orang lain, tetapi untuk hasil terbaik jangan pernah berharap kepada mereka untuk memenuhinya.

“Ketika hati tenang dan terpusat pada rasa cinta terhadap pekerjaan, pikiran juga diam dan tenang, tidak akan ada perasaan gelisah untuk mengganggu proses pencapaian, tidak akan ada rasa takut saat menghadapi tantangan yang tidak diketahui.”~Djajendra

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

PRESTASI MILIK ORANG-ORANG YANG ANTUSIAS DAN DISIPLIN DENGAN PEKERJAANNYA

“Jangan bekerja karena uang atau demi janji yang diberikan oleh orang lain, bekerjalah karena rasa cinta dan bahagia dengan pekerjaan tersebut.”~Djajendra

Bekerja adalah bagian dari keberadaan diri kita. Bekerja tanpa pamrih dan sepenuh hati melayani untuk kesejahteraan dan kedamaian hidup adalah prestasi tertinggi. Intinya, apa pun itu pekerjaan yang kita lakukan, selama pekerjaan itu bermanfaat untuk kebaikan dan kebahagiaan hidup banyak orang, maka wajib kita kerjakan dengan gembira. Jangan pernah bekerja karena uang atau demi janji yang diberikan oleh orang lain, bekerjalah karena rasa cinta dan bahagia dengan pekerjaan tersebut.

Orang-orang yang mudah mendapatkan prestasi terbaik adalah mereka yang dengan ikhlas, antusias, dan disiplin bekerja dengan kesadaran diri sendiri. Mereka tidak perlu dibujuk atau diiming-iming dengan hadiah atau materi apa pun. Mereka adalah orang-orang yang hadir ke lingkungan kerja dengan etos terbaik dan niat untuk memberikan kualitas terbaik. Mereka selalu gembira untuk melakukan tugas apa pun, serta tidak pernah berkeluh-kesah untuk kesulitan dan penderitaan selama melakukan tugas.

Dalam lingkungan kerja ada banyak karakter dan sifat yang menjadikan budaya organisasi tidak dapat bekerja sempurna. Jika saja semua orang memiliki karakter kerja yang ikhlas, antusias, disiplin, tekun, dan bekerja untuk melayani dengan sepenuh hati; maka, budaya organisasi mampu menghadirkan lingkungan kerja dengan energi positif yang siap menghasilkan prestasi tertinggi. Sayangnya, orang-orang dengan karakter yang baik ini jumlahnya paling kecil di lingkungan kerja, sehingga kadang-kadang tidak memberikan pengaruh atau dampak yang besar bagi kemajuan organisasi.

Realitas di lingkungan kerja tidak seperti yang kita angan-angankan. Di mana, semua orang hadir dengan etos terbaik dan kepribadian yang sangat sadar untuk memberikan pelayanan terbaik bagi organisasi. Faktanya, dalam realitas di lingkungan kerja selalu saja ada orang-orang yang harus diberitahu untuk melakukan sebuah pekerjaan, mereka adalah golongan yang miskin inisiatif dan tidak kreatif dalam hal apa pun. Mereka dapat diandalkan, tetapi harus dirawat dan dikelola dengan rajin. Jika manajemen lalai merawat dan mengelola mereka, maka mereka akan lupa diri untuk bekerja pada jalur prestasi.

Ada juga orang-orang yang harus diminta, dimotivasi, dibujuk, dan dijanjikan sesuatu agar mereka mau melakukan tugas mereka dengan baik. Mereka ini jumlahnya mayoritas dalam lingkungan kerja, sehingga manajemen benar-benar perlu bekerja sangat keras untuk memastikan mereka memperkuat budaya organisasi. Kunci kemajuan dan pencapaian prestasi organisasi ada di orang-orang ini. Jika kelompok ini mampu diperhatikan dan ditingkatkan kualitasnya secara berkelanjutan, maka kelompok ini mampu memberikan kontribusi yang positif untuk memperkuat budaya organisasi dan kinerja.

Ada juga orang-orang yang dasarnya sangat malas, tidak punya disiplin, tidak punya etika, tidak punya etos kerja yang baik, tidak berfungsi, menjadi beban organisasi, selalu masa bodoh dengan tugas dan instruksi, serta suka menuntut terlalu banyak kepada organisasi. Karakter seperti ini tidak terlalu banyak, tetapi dapat mempengaruhi orang-orang yang mau bekerja dengan baik, sehingga mereka ini adalah perusak budaya kerja dan budaya organisasi. Akibatnya, prestasi dan kinerja terbaik hanya ada dalam mimpi dan angan-angan. Kelompok ini memang tidak mudah untuk diatur apalagi diharapkan. Biasanya, organisasi harus memangkas jumlah kelompok ini, sehingga tidak membebani organisasi dengan hal-hal negatif dalam proses mencapai prestasi terbaik.

Mencapai prestasi dan membangun organisasi yang kuat adalah harapan para pemimpin. Harapan ini harus memperhatikan realitas dari sifat dan karakter kerja di lingkungan kerja. Tidak mungkin kita berharap profesionalisme yang berkualitas dari orang-orang yang tidak memahami cara mencapai puncak profesi mereka. Kecerdasan dan kesadaran manajemen dalam memahami sifat dan karakter kerja dapat membawa organisasi maju ke puncak tertinggi. Jika mengabaikan sifat dan karakter kerja, dan hanya sekedar menuntut  atau memberikan janji-janji kepada orang-orang yang tidak mengerti cara mencapai puncak profesi mereka dengan kualitas terbaik, maka organisasi tidak akan pernah maju dan manajemen pun akan gagal mengelola organisasi.

Organisasi yang cerdas sangat sadar untuk memperbanyak jumlah orang-orang yang menghargai dan mencintai pekerjaannya. Orang-orang yang cinta dengan apa yang dikerjakan mampu fokus dan terpusat dalam mengejar target. Ketika dalam proses ada kesulitan dan tantangan mereka tidak kehilangan keberanian untuk melakukannya secara kreatif, sehingga mendapatkan solusi melalui berbagai cara terbaik dalam ruang etika. Rasa cinta mereka pada pekerjaan membuat mereka menghormati pencapaian dengan gembira dan tetap fokus pada pekerjaan berkualitas. Mereka tahu dan sadar bahwa perubahan dan ketidakpastian adalah bagian nyata dari proses kerja, sehingga realitas sukses dan gagal selalu disikapi dengan positif, tanpa kehilangan kehati-hatian dalam tindakan yang profesional.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

DISIPLIN DIRI MEMBUAT SESEORANG TIDAK BISA DIHENTIKAN UNTUK MENCAPAI IMPIAN

“Disiplin itu seperti nafas yang tidak pernah berhenti selama kita masih hidup.”~Djajendra

Tidaklah mungkin membuat diri kita disiplin dalam satu hari. Disiplin adalah tentang niat yang tidak pernah berubah untuk mewujudkan impian atau tujuan, walau seribu kegagalan dan kesulitan masih menghadang kita untuk mencapai impian. Disiplin membuat diri kita selalu memiliki cara baru untuk mengatasi kegagalan dan kesalahan. Disiplin membuat diri kita selalu sadar untuk memanfaatkan waktu dan tenaga dengan sebaik mungkin, tanpa terjebak dalam keluh-kesah atau perasaan tidak mampu. Mental kita yang kaya disiplin selalu mengerti bahwa kegagalan adalah sebuah peristiwa biasa yang memang harus dialami kalau kita mau mencapai sesuatu yang lebih besar. Dari waktu ke waktu disiplin diri semakin menguatkan mental kemenangan kita karena kita tidak menganggap kegagalan dan kesalahan sebagai peristiwa yang merugikan.

Disiplin membuat kita tidak pernah membuang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagian besar waktu dan tenaga digunakan untuk melanjutkan prestasi yang lebih baik. Kehidupan sehari-hari dijalankan dengan percaya diri, rendah hati, penuh rasa syukur, dan kaya semangat. Tidak pernah malas atau duduk-duduk santai di depan TV atau pun menghabiskan waktu berselancar di media sosial untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Selalu konsisten dengan niat untuk menjalani kehidupan yang fokus dalam mencapai tujuan dan impian. Tidak pernah berhenti sebelum impian terwujud. Intinya, disiplin itu seperti nafas yang tidak pernah berhenti selama kita masih hidup.

Seberat apa pun sebuah tujuan, seseorang dengan disiplin diri yang baik mampu memulainya dengan hal-hal yang paling mudah dan paling kecil. Disiplin membuat orang bergerak dan tidak sekedar diam sambil mencari alasan-alasan untuk tidak bergerak. Disiplin adalah tentang konsistensi dan keberlanjutan melalui upaya dan kerja keras tanpa henti untuk hasil terbaik. Kesabaran, ketekunan, rajin, kemauan, tekad, dan siap mental untuk mengubah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari disiplin diri. Seseorang dengan disiplin yang baik tidak akan membuat dirinya kesulitan sendiri dengan ambisi dan target yang muluk-muluk, tetapi mampu membangun pola pikir yang konsisten untuk melakukan segala sesuatu sesuai prioritas, serta tidak pernah mengalahkan niat untuk mewujudkan impian dan tujuan terbaik.

Disiplin diri membuat orang tidak pernah menyerah atas apa pun yang dikerjakan atau diperjuangkan. Jika hari ini semua jalan tertutup dan tidak memiliki peluang untuk melakukan apa pun, maka semua rencana dan hasil kerja akan dievaluasi kembali untuk kemudian ditentukan strategi baru agar tetap dapat mencapai impian dan tujuan tersebut. Disiplin diri yang sudah menyatu dalam rasa selalu sadar bahwa kegagalan adalah cara lain untuk menemukan strategi yang lebih baik dalam mencapai kesuksesan. Oleh karena itu, orang dengan disiplin diri yang tinggi tidak pernah merasa gagal, selalu memperbaiki kualitas diri dan faktor-faktor yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan. Kesalahan dan kegagalan bukanlah alasan untuk berhenti dan menyerah di tengah jalan, tetapi untuk merenungkan kembali apa yang sudah dilakukan, kemudian mengatur kembali dari awal untuk memulai perjalanan menuju tujuan dan impian.

Disiplin diri bukanlah tentang kesempurnaan semua rencana dan kualitas diri kita, tetapi tentang ketidaksempurnaan rencana dan kualitas diri kita. Jadi, ini tentang kesadaran kita bahwa kita perlu disiplin karena apa pun yang kita lakukan bersumber dari ketidaksempurnaan. Oleh karena itu, kita tidak perlu takut atau khawatir tentang hasil yang tidak sesuai harapan. Disiplin diperlukan agar kita melakukan sesuatu yang lebih baik pada hari ini daripada kemarin. Secara bertahap melalui disiplin yang baik kita mampu mencapai sesuatu sesuai rencana dan target.

Dalam setiap langkah kita harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi apa yang ingin kita lakukan secara baik. Sepintar apa pun diri kita, kita tidak boleh tinggi hati atau merasa mampu. Kita harus sadar bahwa banyak hal yang tidak kita pahami bisa muncul dalam proses melakukan sesuatu. Intinya, kita tidak akan pernah pintar atau mengetahui semua hal. Kemampuan dan kecerdasan kita terbatas, tetapi potensi kita tidak terbatas untuk melakukan hal-hal terbaik di sepanjang hidup kita. Disiplin adalah sejenis perilaku yang membuat kita selalu hati-hati, teliti, rajin, tekun, dan tidak mencari alasan untuk tidak melakukan sesuatu yang harus kita lakukan. Jadi, disiplin artinya tetap bergerak dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai impian walau banyak hal yang membatasi langkah kita.

Orang-orang dengan disiplin adalah orang-orang yang terus-menerus bergerak menuju tujuan walaupun hambatan dan kesulitan mengepung hidup mereka. Disiplin diri membuat seseorang tidak bisa dihentikan untuk mencapai impian dan tujuan. Badai kesulitan, penderitaan, kegagalan, dan apa pun itu tidak pernah mampu menghentikan seseorang yang memiliki disiplin yang tinggi; hanya kematian yang bisa menghentikan dia untuk terus bergerak bersama energi positifnya menuju tujuan. Walaupun semuanya habis dalam kegagalan, disiplin bisa mendorong kualitas diri untuk memulai dari yang paling kecil agar bisa kembali bergerak menuju tujuan dan impian. Intinya, tidak ada kata berhenti atau menyerah bagi disiplin diri yang kuat, selalu mampu melakukan sesuatu yang baru untuk memulai lagi perjalanan menuju impian.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

BEKERJA DI LINGKUNGAN KERJA YANG MEMILIKI MEDAN ENERGI POSITIF

“Bukan ketidakmampuan atau kurangnya kompetensi yang bisa menjadi penghalang dalam pertumbuhan seseorang untuk mencapai prestasi kerja terbaik, tetapi keterikatan dirinya pada energi negatif adalah sumber halangan untuk mencapai yang terbaik dalam proses kerja.”~Djajendra

Datanglah ke tempat kerja dengan niat tulus untuk memberikan hal-hal terbaik bagi organisasi dan orang-orang yang bekerja di sana. Datanglah ke tempat kerja dengan pikiran positif, tubuh yang bugar, emosi yang gembira, dan jiwa yang penuh semangat untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi proses kerja. Jadilah bagian dari medan energi positif di lingkungan kerja Anda. Semua kebaikan yang Anda keluarkan dari perilaku terpuji dan etis akan memancarkan energi positif bagi semua stakeholder di lingkungan kerja Anda. Jadilah cahaya yang menyinari lingkungan kerja Anda dengan prestasi dan kinerja terbaik, yang bersumber dari kualitas diri Anda yang tertinggi.

Ketika semua orang yang datang ke tempat kerja memikirkan hal-hal yang baik untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dengan gembira dan totalitas, maka medan energi positif yang kuat akan terbentuk untuk memberikan kebahagiaan dan prestasi terbaik bagi semua orang. Dasar untuk menciptakan medan energi positif yang kuat di lingkungan kerja adalah saat Anda berada di lingkungan kerja, hati Anda yang penuh pengabdian dan Anda berada pada perilaku kerja terbaik Anda; pikiran dan etos Anda benar-benar terfokus pada tujuan dan visi organisasi; jiwa Anda seratus persen ikhlas dan bersyukur dengan apa pun peristiwa yang Anda alami di lingkungan kerja. Saat energi positif dari semua orang di lingkungan kerja membentuk medan kebaikan; saat itu, semua orang merasakan keharmonisan, kegembiraan, ketenangan, kesabaran, kedamaian, kerendahan hati, penghiburan, serta rasa kebersamaan yang kuat dalam kolaborasi dan penyelesaian kerja.

Medan energi positif di lingkungan kerja membuat semua orang tidak lagi mengeluarkan kata-kata negatif, bergosip, menyalahkan, manipulatif, terlalu argumentatif, merasa benar sendiri, membohongi tugas dan tanggung jawab, serta kritis secara berlebihan sehingga menjadikan proses kerja tidak dalam kecepatan yang tinggi. Medan energi positif secara meyakinkan membangkitkan etos kerja terbaik yang penuh kualitas, semangat tinggi, penuh kasih, jujur, mendukung dan bekerja sama dengan ikhlas, menghormati dan menghargai hasil kerja orang lain, saling membantu dan fokus pada upaya pencapaian terbaik. Ucapan dan kata-kata selalu terjaga dalam kualitas etis yang tinggi. Kesadaran hati nurani untuk tidak sembarangan mengeluarkan sikap dan kata-kata membuat kehidupan kerja lebih solid dalam perasaan gembira. Intinya, semua orang harus hadir ke tempat kerja dengan energi positif yang kuat, dan semua energi positif inilah yang berkolaborasi dalam proses kerja untuk menghasilkan prestasi dan kinerja terbaik.

Budaya kerja perlu mencabut arogansi ego dari setiap individu maupun kelompok. Budaya kerja harus membuat semua orang mengalami diri sendiri dalam tindakan menjadi sadar dengan tugas dan tanggung jawab. Sifat rendah hati, ikhlas, bersyukur, dan penuh toleransi harus menjadi inti dari kekuatan budaya kerja. Setiap orang harus mewaspadai kesadaran itu sendiri jangan sampai berubah menjadi ego sektoral, sehingga kolaborasi menjadi lemah dan kompetisi di dalam organisasi menjadi tidak terkendali. Setiap unit kerja atau fungsi kerja yang berbeda harus memiliki kesadaran bahwa mereka semua satu dalam organisasi, kemudian kesadaran ini harus mendorong semangat yang tinggi untuk bekerja bersama dalam kolaborasi dan koordinasi yang kaya prestasi. Semua orang harus sadar dan hadir di lingkungan kerja dengan mental yang sudah siap mengikuti kolaborasi dengan etos kerja berkualitas prima. Etos kerja yang mampu mendengarkan suara dari medan energi positif melalui pikiran, perasaan, sensasi, dan intuisi yang siap memberikan kualitas terbaik bagi semua stakeholder.

Bukan ketidakmampuan atau kurangnya kompetensi yang bisa menjadi penghalang dalam pertumbuhan seseorang untuk mencapai prestasi kerja terbaik, tetapi keterikatan dirinya pada energi negatif adalah sumber halangan untuk mencapai yang terbaik dalam proses kerja. Semua masalah etos kerja berakar pada pertumbuhan seseorang yang tidak dalam medan energi positif, tetapi karena mentalnya sudah terbenam dalam lumpur energi negatif. Kecerdasan bersama hadir di seluruh proses kerja saat medan energi positif betul-betul prima. Kreativitas dan inovasi yang tidak terbatas sumbernya dapat dihadirkan di lingkungan kerja saat medan energi positif benar-benar prima. Medan energi positif di lingkungan kerja akan menemukan jalan bagi semua kesulitan dan tantangan. Bahkan, setiap individu dalam melaksanakan tugasnya mampu merasakan kehadiran solusi daripada masalah. Medan energi positif memungkinkan setiap orang di lingkungan kerja merasakan kebahagiaan, ketenangan, kegembiraan, dan energi di dalam diri yang tidak habis-habis untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan stakeholder. Medan energi positif di lingkungan kerja menciptakan getaran etos kerja berkualitas tinggi di dalam diri setiap orang, sehingga dengan kesadaran yang tinggi setiap individu mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sesuai harapan.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

DISIPLIN DIRI MEMBUAT KITA MUDAH MENYELESAIKAN TUGAS SEBERAT APA PUN

“Disiplin diri membentuk kita menjadi pribadi yang sangat teratur, taat, kuat, patuh pada semua tahapan proses kerja, tanpa mengeluh atau merasa berat untuk melakukan tugas seberat apa pun.”~Djajendra

Inti kehidupan kerja adalah disiplin diri. Jika satu orang saja di lingkungan kerja kehilangan disiplin diri, maka proses kerja pasti terganggu dan hasil akhir tidak mungkin sesuai rencana. Disiplin diri adalah kunci menyelesaikan tugas yang paling berat dengan hasil terbaik. Disiplin diri membuat kita memiliki kemauan, tekad, motivasi, gairah, serta emosi positif yang mendorong semua kemampuan dan potensi untuk menyelesaikan pekerjaan.

Disiplin diri adalah perilaku yang paling penting dari keberhasilan mencapai sebuah target besar. Tanpa disiplin diri; kita menjadi malas, kita menjadi bingung, kita menjadi tidak berdaya, seolah-olah pekerjaan menjadi sangat berat dan sulit untuk diselesaikan. Disiplin diri mampu melepaskan ketakutan atas situasi yang membuat kita merasa tidak berdaya untuk melakukan apa yang ingin kita capai. Disiplin diri membuat kita mudah bergerak di antara tantangan dan peluang, dengan kemauan yang diperkaya dalam kreativitas dan inovasi, kita mampu merasa bebas dari menyalahkan orang lain atau mencari alasan untuk tidak melakukan apa-apa.

Disiplin diri dimulai dari kesadaran dan niat untuk mengelola sumber daya mental, batin, fisik, emosi kita secara efektif, serta menggunakannya untuk menangani berbagai gangguan yang berpotensi membuat kemauan dan motivasi kita hilang. Semua potensi gangguan yang bersumber dari dalam diri dan luar diri, ditangani secara sadar dan tepat agar tidak menghalangi semangat dan motivasi kita untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Disiplin diri membuat kita kuat dan membentuk kita menjadi pribadi yang sangat teratur, taat, patuh pada semua tahapan proses kerja, tanpa mengeluh atau merasa berat untuk melakukan tugas seberat apa pun.

Gangguan dan zona kenyamanan adalah dua hal yang bernilai sama, kita harus selalu berhati-hati pada dua hal tersebut. Jika kita memperkuat disiplin diri secara terus-menerus, maka gangguan dan zona kenyamanan dapat kita atasi, sehingga kinerja dan prestasi terbaik dapat kita hasilkan secara terus-menerus. Disiplin diri juga membuat kita mampu mengungkapkan kualitas diri terbaik, kompetensi dari etos terbaik kita, serta kepribadian kita yang kuat dan memiliki mental untuk menyelesaikan hal-hal yang dianggap tidak mudah untuk diselesaikan.

Selain integritas, disiplin diri haruslah menjadi nilai kerja yang paling utama bagi siapa pun. Disiplin harus menjadi dasar dari awal kehidupan kerja. Ini memastikan kelancaran arus proses kerja tanpa menghalangi kreativitas dan motivasi kerja individu. Pola pikir yang mengutamakan disiplin diri di lingkungan kerja adalah langkah pertama untuk menjadi pribadi dengan kinerja dan prestasi terbaik. Kesadaran setiap individu di lingkungan kerja harus dibangkitkan, untuk mengelola pikiran positif, dengan meningkatkan kualitas disiplin diri secara terus menerus dan berkelanjutan dalam situasi apa pun. Disiplin diri menjadikan kita bekerja secara sistematis dalam mencapai tujuan atau hasil akhir. Ini memotivasi dan menjaga semangat kerja kita di sepanjang situasi yang penuh tantangan. Disiplin diri juga membuat kita selalu fokus dan bekerja dengan prinsip kehati-hatian dalam hal-hal sekecil apapun. Kita selalu sadar untuk mempersiapkan jalan menuju kesuksesan dengan kesadaran dan ketenangan diri yang luar biasa.

Jika dalam hal-hal kecil kita tidak disiplin, maka kemungkinan dalam hal-hal besar kita sulit bergerak untuk melakukan sesuatu. Sebab, kita kehilangan kepercayaan diri saat melihat tanggung jawab besar dan tugas berat, sehingga kita tidak mengerti untuk menjadi disiplin dalam melakukan tugas tersebut. Disiplin diri membuat kita merasa tidak ada masalah kecil atau sesuatu yang tidak penting; kita selalu sadar bahwa sekecil apa pun sebuah persoalan haruslah diselesaikan dengan integritas, tanggung jawab, kredibilitas, dan motivasi yang tinggi.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

INTI DARI BEKERJA ADALAH MELAYANI DAN BEKERJA SAMA DENGAN ORANG LAIN

Melakukan pekerjaan dengan disiplin dan tanggung jawab bukanlah prestasi. Setiap hari terlihat sangat sibuk dan selalu terburu-buru dalam setiap aspek kerja bukanlah prestasi. Prestasi tertinggi dalam bekerja adalah mampu memberikan pelayanan berkualitas dan bekerja sama dengan orang lain secara efektif dan produktif. Prestasi terbaik dalam bekerja adalah kemampuan dan semangat untuk melengkapi apa yang telah dimulai dengan kinerja terbaik.

Bekerja tidak sekedar untuk mencari nafkah; bekerja tidak sekedar mengejar karir dan jabatan dengan segala cara; bekerja yang benar adalah memiliki hati yang tulus dan ikhlas untuk melayani dan bekerja sama dengan orang lain. Kita harus rajin, fokus, tekun, teliti, disiplin, dan memulai pekerjaan dengan niat untuk hasil terbaik; dan yang paling penting, kita harus mengakhiri pekerjaan kita dengan lebih baik dari sebelumnya.

Kuatkan energi positif di dalam diri untuk bisa melayani dan bekerja sama dengan orang lain. Jadilah lebih berhati-hati dan lebih bijaksana untuk memilih kata-kata saat berinteraksi dengan orang lain. Hargai dan hormati orang lain dengan sikap yang penuh sopan santun dan toleransi. Jadilah pribadi yang menghormati semua komitmen yang telah dibuat. Apa pun janji yang sudah diucapkan kepada orang lain dapat dipenuhi tepat waktu.

Datanglah ke tempat kerja tepat waktu dengan kondisi mental dan fisik yang bugar. Hadir ke tempat kerja dengan niat dan semangat yang sangat kuat untuk memberikan hasil kerja yang terbaik. Ketika kita memiliki niat dan semangat untuk melakukan pekerjaan dengan totalitas, maka niat dan semangat kita tersebut akan menggerakkan energi positif untuk kesuksesan pada momen tersebut. Semakin positif pikiran, niat, emosi, dan kecerdasan kita; semakin kita mendapatkan kekuatan tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan prestasi terbaik. Sebaliknya, semangat kerja yang rendah dan sifat malas akan membuat kita gagal dalam menyelesaikan tugas.

Pekerjaan yang kita lakukan membutuhkan kinerja dan prestasi terbaik. Oleh karena itu, dibutuhkan diri kita yang berkualitas tinggi agar dapat memberikan hasil terbaik. Kontribusi dan pelayanan prima kita dalam setiap situasi proses kerja adalah sebuah tanggung jawab dalam integritas dan disiplin yang tinggi. Jika kita ingin bekerja untuk prestasi dan kinerja terbaik; maka kita harus benar-benar fokus dalam perilaku kerja yang memiliki ketenangan, konsentrasi tinggi, kreativitas yang cerdas, keberanian untuk bersikap jujur, dan selalu siap dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk meraih hasil terbaik.

Kita harus selalu menjaga diri kita agar tidak jatuh dalam kemalasan. Disiplin terhadap tanggung jawab dan waktu, atau kepatuhan kita terhadap jadwal kerja sangatlah penting untuk meraih yang terbaik. Jangan pernah meremehkan rasa malas, rasa bosan, dan rasa yang menganggap pekerjaan kita itu tidak penting. Semua rasa yang bersumber dari sesuatu yang tidak mendukung prestasi haruslah dihentikan segera. Jika kita membiarkan energi negatif menguasai kualitas kerja kita, maka kita benar-benar hanya menjadi bagian yang merugikan diri sendiri dan organisasi tempat kita bekerja.

Jangan tergoda untuk mengklaim bahwa prestasi kita adalah hasil kerja keras kita sendiri. Diri kita tanpa orang lain bukan apa-apa, prestasi kita adalah hasil kerja keras dari banyak orang. Jadilah lebih rendah hati dan penuh pengertian kepada orang lain. Miliki idealisme yang cerdas mengalir dalam praktis dan realitas. Rasakan bahwa kehadiran ide-ide dan orang-orang di sekitar kita sebagai kekuatan untuk memulai hasil terbaik. Bekerjalah dengan lebih kreatif, mintalah bantuan dan pertolongan dari TUHAN setiap saat. Gunakan waktu di tempat kerja untuk memberikan kebaikan, kualitas, bakat, kompetensi, dan kemampuan terbaik. Hadapi setiap tantangan dengan doa dan pengetahuan yang tepat agar mendapatkan jalan keluar terbaik.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MELAKUKAN PEKERJAAN YANG DITUGASKAN DENGAN DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB

“Kita harus sadar dan mengerti bahwa tugas yang diberikan kepada kita adalah kinerja dan prestasi yang diharapkan dari tugas kita itu.”~Djajendra

Pekerjaan yang kita lakukan haruslah dalam konsep holistik. Kita harus mampu melihat ke semua tanggung jawab. Kita harus mampu dan ikhlas untuk menjalankan proses kerja dengan benar dan etis. Kita harus sadar bahwa pekerjaan kita merupakan bagian penting dari seluruh perjalanan keberadaan kita. Kesadaran kita untuk bekerja dan melayani sistem kerja dengan disiplin, patuh, taat, pengabdian total, pelayanan sepenuh hati, dan mengikuti semua perubahan dengan cerdas, adalah tugas yang bersifat pribadi di tingkat kesadaran diri. Jadi, sangat penting bagi kita untuk benar-benar fokus melakukan pekerjaan yang ditugaskan. Kita juga harus menyiapkan mental, moralitas, kualitas, dan kompetensi untuk dapat berubah dari waktu ke waktu. Apa pun situasi dan kondisi yang harus dihadapi, kita siap dan mampu melakukannya dengan totalitas kita dan kualitas tinggi.

Kita semua terkait dalam kolaborasi dan komitmen yang tulus dari keberadaan kita untuk menjalankan tugas dengan totalitas. Pekerjaan kita bersifat pribadi di bidang tugas yang menjadi tanggung jawab kita. Karena bersifat pribadi, maka kita harus mampu menciptakan etos dari budi luhur dan moralitas kita yang berkualitas tinggi. Sifat pribadi tersebut membuat kita mampu mengambil tanggung jawab penuh atas hal-hal yang ditugaskan kepada kita. Kita harus sadar dan mengerti bahwa tugas yang diberikan kepada kita adalah kinerja dan prestasi yang diharapkan dari tugas kita itu. Dalam menjalankan tugas, kita harus sadar bahwa semua stakeholder saling berhubungan dan memiliki kepentingannya masing-masing. Kesadaran kita bahwa setiap orang di lingkungan kerja saling bergantung dengan orang lain, membuat kita harus lebih meningkatkan kualitas empati dan toleransi agar semua tantangan dan masalah dapat diselesaikan secara cerdas dan bijak.

Sekarang ini, bukan jaman-nya lagi mengejar kepentingan diri sendiri, siapa pun yang hanya sibuk mengurusi ambisi dan nafsunya dijamin gagal. Mengejar ambisi dan nafsu pribadi sudah ketinggalan jaman, dan juga sudah tidak realistis dalam jaman informasi dan perubahan yang cepat ini. Kita sedang berada dalam jaman kolaborasi dan hidup bersama untuk mencapai prestasi terbaik. Semua kekuatan harus bersatu dalam kolaborasi, saling mengerti, memiliki empati, memiliki toleransi, memiliki kedamaian hati, kasih sayang, perhatian, keadilan yang lebih bijaksana, kreativitas, inovasi, serta menjadi tim kerja yang solid dari kerendahan hati dan kepercayaan diri yang konsisten.

Etika berorganisasi dan etika bekerja sama harus betul-betul diperkuat untuk membantu mengatasi perpecahan dan prasangka buruk di lingkungan kerja. Kita membutuhkan etika berorganisasi yang dapat menerima perbedaan dan keragaman sebagai kekuatan untuk menjadi lebih baik. Budaya organisasi yang kuat dan siap dalam perubahan akan sadar untuk menanamkan nilai-nilai, seperti: keadilan, perhatian, kepedulian, toleransi, kedamaian, kasih sayang, pengampunan; serta meningkatkan pembelajaran organisasi dalam bidang etis, emosional, hati nurani, kesadaran, kecerdasan sosial, dan pikiran positif. Jadi, organisasi masa depan pasti sudah mulai mendidik sumber daya manusianya dalam memperkuat nilai-nilai positif yang memampukan seseorang, untuk bangkit dari dalam dirinya sendiri saat menghadapi tantangan dan kehilangan arah.

Lingkungan kerja masa depan adalah yang penuh dengan toleransi, cinta, hati yang peduli, dan rasa kesatuan untuk bersama-sama membangun prestasi dan kinerja terbaik. Tidak ada lagi kata-kata kasar, tidak ada lagi pikiran buruk, tidak ada lagi perbuatan atau tindakan yang kurang etis. Semua orang akan sadar untuk tumbuh dan berkembang melalui gagasan dan dialog yang saling membangun. Tidak ada lagi kebencian, tidak ada lagi kekerasan, tidak ada lagi konflik, yang ada hanya bersatu dalam kedamaian untuk mencapai kinerja dan prestasi terbaik. Jadi, semua orang perlu meningkatkan dan menerapkan etika dalam segala hal yang dilakukan. Jika semua orang di lingkungan kerja mulai bekerja, berpikir, dan berkata-kata dalam perilaku etis; maka kerja sama dan kolaborasi akan menguat di dalam kegembiraan kerja. Pada akhirnya, kesadaran akan muncul bahwa kemajuan dan sukses itu tidak dihasilkan dari kompetisi, tetapi dari kolaborasi yang tulus dan sepenuh hati.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

PERBUATAN HARI INI MENENTUKAN HASIL DI MASA DEPAN

“Masa depan yang baik tidak akan ada, jika hari ini kita sibuk melakukan sesuatu yang buruk.”~Djajendra

Apa yang kita lakukan hari ini akan tumbuh untuk memberikan hasil bagi masa depan kita. Jika hari ini kita mulai belajar lebih rajin, melayani dengan ikhlas dan sepenuh hati, memberi kecerdasan dan kualitas yang terbaik, bekerja lebih disiplin, berpikir lebih positif, merasa lebih bersyukur, dan menikmati kegembiraan di setiap hal baik yang kita lakukan; maka kita sedang menciptakan sesuatu yang sangat menguntungkan hidup kita di masa depan. Perbuatan baik yang sepenuh hati pada hari ini akan menghasilkan sesuatu yang indah di masa depan.

Prasangka dan perbuatan baik tidak akan mengkhianati kemajuan hidup kita. Tidak perlu mengkhawatirkan masa depan, yang diperlukan adalah melakukan hal-hal positif pada hari ini, sehingga masa depan akan menciptakan keindahan dari semua hal-hal positif yang kita lakukan. Menyenangkan dan tidak menyenangkan hanyalah masalah selera. Jika kita mau menikmati senang dan tidak senang dengan gembira, maka energi positif tersebut akan menyebabkan sesuatu yang baik bagi masa depan kita. Sebaliknya, jika kita lebih tertarik untuk merasakan hal-hal negatif, maka semua energi negatif tersebut menyebabkan hal-hal buruk di masa depan kita. Hari ini pun energi negatif akan memberikan dampak yang membuat kita stres, depresi, gelisah, khawatir, takut, marah, dan menciptakan rasa buruk yang membuat hidup kita penuh penderitaan.

Tidak perlu berselisih dan berdebat dengan siapa pun, fokuskan semua energi untuk membangun kualitas diri dari dalam. Yang penting jangan memberi orang lain kesempatan untuk berselisih dengan kita, waktu dan energi kita diperlukan untuk membangun masa depan kita. Apa pun yang kita lakukan hari ini, lakukan perbuatan baik dan jadikan perbuatan baik itu sebagai kebiasaan hidup kita. Masa depan yang baik tidak akan ada jika hari ini kita sibuk melakukan sesuatu yang buruk. Rasakan semua hal sebagai pelajaran untuk memperbaiki kualitas diri. Jika kita harus menerima situasi yang buruk, terimalah situasi tersebut dengan jiwa besar dan hati penuh keinginan untuk belajar sesuatu yang baik darinya. Temukan kesadaran diri bahwa sesuatu yang buruk yang harus kita terima mungkin merupakan pelajaran yang sangat penting untuk kebaikan hidup kita.

Kualitas nilai-nilai dan prinsip-prinsip kehidupan kita akan menentukan kualitas hidup kita. Jika kita sadar dan tekun menanam nilai-nilai dan prinsip-prinsip hidup berkualitas tinggi untuk kebahagiaan hidup kita, maka masa depan kita pun akan menyediakan ruang dan waktu untuk membuat hidup kita bahagia. Sebelum terlambat periksalah nilai-nilai dan prinsip-prinsip apa saja yang ada di dalam diri. Jika nilai-nilai yang kurang baik masih banyak di dalam diri, maka segera bersihkan dan dengan sadar tanamkan nilai-nilai positif untuk membuat hidup kita berkualitas tinggi.

Hari ini adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan perbuatan baik dimanapun kita berada. Karena apa yang kita lakukan hari ini akan memberikan kebahagiaan bagi masa depan kita. Masa depan ada di perbuatan dan pembelajaran kita pada hari ini. Semangat belajar dari perilaku rendah hati dan semangat untuk melakukan hal-hal baik tanpa pamrih akan membentuk masa depan yang indah dan bahagia.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

PEKERJAAN KITA MEMBUTUHKAN CINTA DAN PIKIRAN YANG TENANG UNTUK MENGHASILKAN PRESTASI

“Profesionalisme dari seorang pekerja yang andal, melampaui ambisi dan egoisme, tidak ada awal dan akhir, setiap saat hadir untuk memberikan kinerja terbaik.”~Djajendra

Pribadi yang profesional sangat mengerti untuk mempersiapkan kualitas dirinya agar dapat memberikan kontribusi dan pelayanan prima dalam organisasi. Kualitas pribadi yang dimaksud adalah kepribadian yang tegar, kuat, bermental pemenang, sehat, bahagia, damai, tenang, gembira, dan hadir ke tempat kerja untuk memberikan kebaikan dan kemenangan. Kualitas pribadi yang memiliki etos untuk taat pada kode etik, sistem kerja, nilai organisasi, prinsip-prinsip kehidupan kerja, kepemimpinan, dan cara menuju pencapaian visi. Jiwa dan raga betul-betul mengikuti visi dan misi, serta pandangan logis dan rasional tentang realitas yang dihadapi.

Kepribadian yang profesional lahir dari rasa cinta pada pekerjaan dan kemampuan untuk selalu menjaga pikiran dalam kondisi yang paling tenang. Profesionalisme melampaui ambisi dan egoisme, tidak ada awal dan akhir, setiap saat hadir untuk memberikan kinerja terbaik. Kinerja dan prestasi dihasilkan dari rasa cinta untuk memberikan yang terbaik. Selalu ada pada waktu yang tepat dan secara konsisten memberikan pekerjaan berkualitas tinggi untuk mencapai yang terbaik. Mempertahankan atau menyatukan kualitas diri ke dalam proses kerja, serta bekerja berdasarkan prinsip realitas yang merupakan dasar dari keberadaan organisasi dan pelayanan.

Pribadi yang profesional selalu fokus dan hanya memperhatikan pekerjaannya dengan sepenuh hati. Tidak pernah terlibat gosip di tempat kerja, tidak pernah terlibat politik kantor, tidak pernah menciptakan kontroversi dan konflik. Selalu hadir dengan cinta dan pikiran yang paling tenang untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan kualitas tinggi. Kreativitas adalah akar dari profesionalisme. Oleh karena itu, seorang yang profesional benar-benar merasa bebas untuk mengalami kreativitas dalam mengambil solusi dan keputusan. Mampu membedakan mana urusan kerja dan urusan pribadi. Jika sudah di tempat kerja, hati dan pikiran betul-betul fokus pada pekerjaan. Tidak akan membiarkan pikiran membawa kehidupan pribadi ke tempat kerja, tidak akan membiarkan emosi dan akal membawa kehidupan rumah atau sosial ke lingkungan kerja. Jadi, di tempat kerja benar-benar secara total dan penuh rasa tanggung jawab akan mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Profesionalisme adalah tentang jiwa dan bukan tentang raga. Jadi, seseorang yang berpenampilan atau berpakaian sesuai profesinya tidak langsung bisa dikatakan dia seorang profesional. Intinya, profesionalisme dilihat dari perilaku, bukan penampilan. Jika perilaku kerjanya dapat dirasakan membawa kehormatan bagi organisasi, memberikan prestasi dan kinerja, serta membuat dirinya kompeten dan sangat diandalkan oleh organisasi, maka dia inilah yang dapat dikatakan sebagai seorang profesional sejati.

Seorang profesional harus banyak belajar dan kalau bisa setiap hari belajar untuk meningkatkan kualitas diri. Seberapa banyak pun kompetensi yang sudah dikuasai haruslah hadir dengan sikap rendah hati. Kesombongan akan menghilangkan semua kemampuan, dan menjadikan Anda tidak mahir atau cakep dalam pekerjaan. Kesombongan dan rasa mengetahui banyak hal akan membuat keterampilan dan pengetahuan menjadi usang, dunia kerja sedang berada di zaman perubahan yang membutuhkan inovasi berkelanjutan, tanpa henti. Oleh karena itu, selalu positif untuk peningkatan kualitas diri dan tidak boleh pesimis dengan realitas yang ada. Memiliki sikap yang optimis dan berusaha menjadi pemecah masalah dalam era perubahan.

Seorang profesional menyiapkan kualitas dirinya menjadi keandalan semua orang. Dia menjadi harapan dan tempat bergantung banyak orang. Dia selalu hadir tepat waktu dan menyelesaikan pekerjaan pada waktunya, serta dengan sangat cepat mengirimkan hasil kerjanya ke proses selanjutnya. Kejujurannya tidak diragukan dan sangat konsisten untuk mengatakan yang sebenarnya. Dia seorang pencari solusi yang hebat dan sangat jujur tentang di mana segalanya berada. Memiliki prinsip-prinsip dan nilai-nilai kejujuran yang sangat konsisten dalam wujud tanggung jawab dan transparansi.

Karakter kerjanya memperlakukan semua orang menjadi orang penting yang dibutuhkan. Tidak pernah merendahkan siapa pun dan selalu memimpin untuk melayani, tidak pernah meminta dilayani. Selalu hadir untuk membantu dan memberikan kegembiraan di lingkungan kerja. Lebih suka mendengarkan dan sangat teliti dalam semua hal. Tidak tergesa-gesa, selalu tenang dan memahami orang lain dengan sebaik-baiknya. Seorang profesional sejati sangat sadar dan mengerti bahwa orang-orang ingin didengar, jadi dia memberi kesempatan kepada siapa pun untuk menjelaskan ide-ide mereka dengan santai dan gembira. Di samping itu, dengan ikhlas dan tulus suka mendukung gagasan positif orang lain. Dia juga hadir sebagai mentor yang menunjukkan cara melakukan sesuatu dengan benar. Memiliki empati dan toleransi yang hebat untuk membangun kemajuan dan menciptakan kebahagiaan di lingkungan kerja.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM MELAKUKAN PEKERJAAN

“Jika etika tidak dihormati dan ditegakkan dengan profesionalisme yang kaya integritas, maka keadilan dan ketertiban di organisasi menjadi berantakan.”~Djajendra

Seorang yang menjaga etika dan profesionalisme di dalam setiap proses kerja tidak pernah mengecewakan stakeholder. Etika harus dipatuhi dan dihormati dari hati yang paling dalam. Jika etika tidak dihormati dan ditegakkan dengan profesionalisme yang tinggi, maka ketertiban dan keadilan menjadi berantakan di setiap proses kerja. Akibatnya, tidak pernah ada prestasi dan kinerja terbaik, yang ada hanya konflik dan berbagai prasangka buruk di dalam budaya kerja yang lemah.

Wujud profesionalisme adalah kepedulian dan kecintaan Anda untuk menekuni profesi kerja Anda dengan gembira dan kaya kualitas. Anda betul-betul mampu menemukan kualitas hidup terbaik dari kualitas profesi yang Anda tekuni. Anda mampu merasakan bahwa pekerjaan Anda adalah hidup Anda yang sepenuhnya, serta hidup Anda yang penuh kegembiraan dan kebahagiaan dikarenakan oleh pekerjaan Anda. Kinerja dan prestasi terbaik bukan berasal dari kerja keras dan ambisi, tetapi dari rasa cinta dan rasa memiliki profesi yang penuh kualitas terbaik.

Menjadi seorang yang profesional dibidang pekerjaan haruslah didasarkan pada kompetensi yang lengkap, perilaku yang menghormati orang lain berdasarkan empati dan toleransi yang baik, membangun kepribadian dan mindset yang mampu merasakan kegembiraan bersama profesi atau pekerjaan, merasa memiliki dan sangat setia dengan organisasi dan profesi yang ditekuni, menjaga integritas dan setiap saat menepati janji dengan sungguh-sungguh, serta selalu bekerja melampaui harapan dengan kinerja terbaik.

Profesionalisme menghasilkan perilaku kerja yang dapat diterima oleh semua pihak terkait dengan positif. Oleh karena itu, setiap orang di lingkungan kerja harus memiliki kesadaran untuk meningkatkan profesionalisme secara utuh dan lengkap. Artinya, kesadaran untuk mencintai profesi dengan menciptakan perilaku terpuji dan produktif agar dapat melayani organisasi secara penuh kualitas dan efektif. Bekerja adalah hidup Anda karena akan menghabiskan begitu banyak waktu Anda. Jadilah bahagia dan gembira di setiap momen proses kerja. Kebahagiaan dan kegembiraan Anda di dalam kualitas tertinggi profesi atau pekerjaan Anda adalah bukti bahwa Anda seorang profesional sejati.

Seorang yang profesional sangat sadar bahwa subjektivitas etika merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan jiwa besar dan hati yang ikhlas. Persepsi tentang benar dan salah bukan monopoli segolongan orang, tetapi merupakan kebebasan dalam keragaman dan keyakinan. Karena itu, Profesionalisme sangat menghargai persepsi yang berbeda tentang benar dan salah, serta menghormati dan menghargai pemahaman etika dari berbagai komunitas. Seorang yang profesional sangat konsisten dan disiplin dalam mempertahankan etika profesi dan nilai-nilai yang mengikat dirinya dalam lingkungan kerja. Kode etik dan nilai-nilai organisasi yang mengikat setiap orang haruslah menjadi perilaku etis yang konsisten dan kaya integritas melalui transformasi yang berkelanjutan.

“Kita adalah perilaku yang menceritakan siapa kita; perilaku baik menjadikan kita orang baik, perilaku buruk menjadikan kita orang yang tidak baik.”~Djajendra

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com