HIDUP KITA UNTUK BERBUAT BAIK

“Niat baik kita untuk melakukan hal-hal baik harus menjadi komitmen dalam kesadaran diri kita yang paling tinggi.”~Djajendra

Hidup kita ini memiliki tujuan untuk meningkatkan rohani diri, menemukan potensi diri, menemukan kesadaran diri, mengembangkan kualitas diri, dan membangun kepribadian positif. Misi utama kita adalah menemukan siapa diri kita yang sebenarnya dan bagaimana diri ini menjadi berguna dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. Semua ini bisa dilakukan ketika kita meninggalkan keegoisan dalam semua aspek kehidupan. Kita juga harus mengerti bawah keegoisan menyebabkan penderitaan dan keterasingan dalam hubungan pribadi kita dengan siapa pun.

Kita bertanggung jawab untuk menemukan segala kebaikan dari dalam diri kita agar dapat kontribusi-kan bagi kemajuan kehidupan. Tugas utama kita adalah membersihkan hal-hal buruk yang mungkin tak terhitung banyaknya, kita pun harus bermental pemenang untuk melalui berbagai macam peristiwa kehidupan, dan pada akhirnya menyerahkan sesuatu yang baik pada kehidupan.

Kita ada untuk berbuat baik. Temukan jalan ke perbuatan baik. Tempatkan kualitas diri di atas nilai-nilai kebaikan dan temukan perilaku baik untuk diberikan dalam kehidupan. Selesaikan semua tugas dengan nilai-nilai etis yang kaya integritas. Jangan membuang waktu dan tenaga untuk melayani hal-hal buruk. Fokus dan selalu disiplin dalam menjalankan hidup melalui nilai-nilai positif. Apa pun peristiwa yang kita alami, simpanlah nilai-nilai positif di dalam memori kita. Jangan pernah menyimpan nilai-nilai negatif di dalam memori kita.

Kita harus rajin, fokus, tenang, dan tidak pernah berhenti dalam mengejar tujuan. Siapkan kualitas diri untuk mengalir ke bawah dan ke atas dengan penuh percaya diri. Jangan berkeluh-kesah atau pun menyerah ketika mengalir ke bawah, dan jangan juga terlalu gembira ketika mengalir ke atas. Semua peristiwa yang kita alami selama perjalanan menuju tujuan bersifat sementara, jadi tidak perlu bersikap berlebihan. Tetaplah fokus dan rajin untuk bisa sampai ke tujuan. Setelah sampai di tujuan, di sana juga bersifat sementara, kita harus bersiap-siap untuk tujuan yang lebih tinggi, dan seterusnya seperti itu.

Pengalaman baik dan buruk merupakan bagian dari perjalanan kita menuju tujuan. Tidak perlu membuang-buang waktu dalam khayalan dan keyakinan buta. Hadapi kenyataan hidup dan kerjakan hal-hal baik di sepanjang kenyataan yang sedang dilalui. Kuatkan mental diri dalam menghadapi provokasi dari energi negatif kehidupan. Kuatkan kualitas iman yang tak tergoyahkan kepada Tuhan. Rintangan dan keadaan sulit akan hilang ketika kita menghadapinya dengan rasa syukur dan menerimanya sebagai hadiah terindah. Tidak perlu bergantung pada siapa pun dan apa pun, cukup bergantung kepada Tuhan untuk hasil yang kita perjuangkan. Tinggalkan keegoisan diri dan jadilah rendah hati dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab.

Perbuatan baik kita akan selalu diuji dengan energi negatif. Pengalaman negatif adalah tantangan yang harus kita atasi. Pengalaman yang menyakitkan hati akan datang untuk menguji sikap baik kita, akan menguji reaksi baik kita dalam situasi yang membuat kita tersudut. Ketika kita sabar, berpikir baik, bersikap baik, dan tetap menunjukkan belas kasih kepada orang-orang yang memberikan pengalaman negatif; maka, kita pun mampu berbuat baik di sepanjang hidup kita.

Hidup kita untuk berbuat baik, dan hal ini harus dipenuhi melalui gangguan dan kesulitan yang tidak mudah. Jika kita sadar untuk menjaga emosi, pikiran, dan kecerdasan kita dari energi negatif; kita pun mampu secara konsisten berbuat baik dan menghindari balas dendam terhadap mereka yang berbuat buruk kepada kita. Diri yang menang adalah diri yang tetap bermental positif untuk mengalahkan hal-hal negatif, menjauhkan diri dari peristiwa-peristiwa buruk, bangkit dengan kesadaran untuk berbuat baik, dan mengampuni kebodohan orang yang mencoba berbuat buruk pada kita. Pada akhirnya, hidup kita di dunia ini hanya sementara, dan sangat rugi jika kita habiskan dalam dendam dan kemarahan. Ingat! Kita ada untuk berbuat baik.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

Previous post:

TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEPADA ORANG YANG SEDANG KESUSAHAN

“Jadilah tulus untuk melihat kesulitan mereka dari sudut pandang mereka, bukan dari sudut pandang Anda yang tidak dalam kesulitan seperti mereka.”~Djajendra

Kesenangan dan kesusahan adalah bagian dari hidup yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Ketika menghadapi orang yang sedang dalam kesusahan, jangan memberi nasihat apa pun. Orang dalam kesusahan sedang memikul beban penderitaan dan mereka hanya membutuhkan bantuan, empati, kepedulian, dan pengertian. Mereka tidak membutuhkan nasihat atau pendapat dari siapa pun. Jadilah pendengar yang baik, pahami dan mengerti keadaan mereka dengan empati Anda, kemudian lakukan sesuatu semampu Anda. Jangan pernah terdorong untuk memotivasi mereka menjadi lebih kuat atau memberitahu mereka untuk lebih sabar dalam menghadapi hidup yang sulit.

Mungkin Anda juga tidak memiliki kemampuan untuk membantu orang yang sedang dalam kesulitan, maka paling tidak Anda bisa membantu mereka dengan menjadi pendengar yang sabar, serta tidak menghakimi sikap mereka yang menurut Anda keliru. Tunjukkan empati Anda dan munculkan benih kepedulian dari hati Anda yang paling dalam untuk melakukan sesuatu yang mungkin bisa meringankan beban kesulitan mereka. Di dalam hati pun Anda tidak boleh menilai kenyataan hidup mereka melalui persepsi Anda. Jadilah tulus untuk melihat kesulitan mereka dari sudut pandang mereka, bukan dari sudut pandang Anda yang tidak dalam kesulitan seperti mereka. Pengalaman kesulitan Anda tidak bisa menjadi solusi untuk kesulitan yang sedang mereka alami. Karena itu, jangan membiarkan pikiran dan emosi Anda bermain-main dengan realitas orang lain. Menenangkan pikiran Anda hanya untuk mendengarkan mereka dengan seluruh kesadaran Anda yang bersumber dari empati. Dengarkan saja cerita kesulitan dan penderitaan mereka, terima saja apa yang mereka sampaikan dengan menggunakan emosi empati Anda. Jangan menilai mereka yang sedang dalam kesulitan, tugas Anda hanya membantu jika Anda mampu, bukan menilai atau menghakimi realitas mereka dengan persepsi dan keyakinan hidup Anda.

Tuhan sudah memberikan Anda emosi empati, yang bertujuan untuk memahami keadaan orang lain secara utuh dari orang tersebut. Emosi empati tidak membutuhkan reaksi dari pikiran, kecerdasan, logika, memori, atau ego Anda. Emosi empati hanya membutuhkan sikap Anda yang tulus dan ikhlas untuk mendengarkan saja, tanpa intervensi dari diri Anda terhadap realitas orang lain. Ketika emosi empati Anda mampu mendengarkan kesulitan dan penderitaan orang lain; saat itu juga energi positif Anda mampu memahami tantangan, kesulitan, dan rasa sakit mereka. Setelah Anda memahami dan mengerti harus melakukan apa, Anda pun tanpa banyak berkata-kata mampu melakukan sesuatu untuk meringankan beban penderitaan mereka. Anda tidak perlu memiliki obsesi untuk menjadi solusi bagi kesulitan mereka, karena hal itu tidak mungkin terjadi. Hanya sikap dan emosi mereka sendiri yang mampu menjadi solusi atas kesulitan yang sedang mereka hadapi. Sedangkan Anda, hanya mampu memberikan sesuatu yang baik pada momen mereka berbicara kesulitan dan penderitaan mereka kepada Anda.

Penderitaan dan kesulitan adalah sebuah tanda agar kita lebih menyerahkan diri kepada Tuhan. Tuhan adalah Maha Penyayang dan Maha Membantu. Tidak ada apa pun yang bisa kita lakukan tanpa se-ijin Tuhan. Jadi, saat kita sedang mengalami kesulitan dan penderitaan, kita sebaiknya kembali kepada sumber kita, yaitu:TUHAN. Tidak perlu membuang-buang waktu dan tenaga untuk curhat atau cerita sana-cerita sini tentang penderitaan kita, fokus-kan semua energi untuk menjadi positif dan pasrah-kan semua persoalan pada kehendak Tuhan. Biarlah yang harus terjadi, terjadi!; yang bukan bagian kita tidak mungkin terjadi, tetapi kalau itu menjadi bagian dari jalan hidup kita, tidak mungkin dapat kita hindari. Terima saja semua kesulitan dan penderitaan untuk memperbaiki diri, dan berbicaralah kepada Tuhan untuk meminta bantuan, jangan berbicara kepada siapa pun kecuali kepada Tuhan.

Jangan membandingkan penderitaan yang pernah Anda alami dengan penderitaan yang sedang dialami oleh orang yang sedang curhat kepada Anda. Emosi empati bukan untuk membanding-bandingkan, tetapi hanya untuk mengerti dan memahami realitas orang lain tanpa penghakiman, nasihat, penilaian, atau pun motivasi. Emosi empati digunakan untuk melakukan hal-hal baik, seperti: kepedulian, kasih sayang, perhatian, pertolongan; dan semua ini dilakukan hanya dengan memahami kenyataan yang ada di dalam diri mereka yang perlu pertolongan. Intinya, emosi empati adalah perilaku kita untuk menunjukkan sikap yang memberikan bantuan tanpa menyakiti atau menambah beban penderitaan mereka. Ini semua adalah tentang cara kita menunjukkan perilaku belas kasih dan kepedulian yang membuat orang lain merasa didengarkan dan di-peduli-kan.

Kadang-kadang mungkin Anda harus menerima curhat penderitaan dari orang-orang yang pernah berbuat jahat kepada Anda. Di sinilah Anda sedang diuji, apakah Anda memiliki cinta dan belas kasih di kedalaman hati Anda, atau sebaliknya masih banyak kotoran hati yang belum bersih. Ketika Anda masih egois dan masih banyak kotoran di dalam hati, jelas Anda akan mengingat kembali perbuatan jahat mereka kepada Anda, tetapi ketika hati Anda penuh cinta dan emosi empati hadir untuk memberikan yang terbaik bagi orang tersebut, maka Anda dapat memberikan kebajikan bagi mereka yang pernah jahat kepada Anda. Memaafkan itu baik, walau hal itu tidak mudah dilakukan ketika egois masih menguasai kita. Membersihkan diri sendiri dari berbagai kotoran hati bukanlah perkara yang mudah. Kita harus benar-benar bersikap penyerahan diri secara total kepada Tuhan agar kita bisa memulai proses pembersihan semua kotoran di hati. Biasanya, sangat banyak godaan yang akan mencoba menggagalkan kerja keras kita untuk membersihkan kotoran hati. Godaan bisa bersumber dari kecerdasan kita, memori kita, akal sehat kita, logika kita, pikiran kita, emosi kita, dan panca indera kita. Kadang-kadang, suara hati kita pun bisa memunculkan penghalang untuk membersihkan kotoran hati. Jadi, benar-benar bukan pekerjaan mudah untuk membersihkan kotoran hati. Anda harus sangat ikhlas untuk menyerahkan diri sejati Anda kepada kehendak Tuhan, barulah Anda berpotensi mendapatkan pengetahuan dari kedalaman hati Anda untuk membersihkan semua kotoran hati dan sekaligus kotoran pikiran.

Semakin Anda ikhlas dan sepenuh hati menyerahkan diri di jalan kehendak Tuhan, semakin berkualitas emosi empati Anda dalam memahami orang lain. Empati, kepedulian, cinta, belas kasih, dan energi positif yang lainnya secara otomatis mampu menciptakan kepribadian Anda yang indah. Semua perbedaan Anda dengan orang lain akan menjadi pengalaman yang indah dan menyenangkan. Energi positif yang Anda pancar-kan dari kedalaman hati Anda mampu mendengarkan penderitaan dan kesulitan siapa pun. Anda pun tampil dengan tenang dan santai, tanpa banyak berkata-kata dan memberikan energi positif Anda bagi mereka yang sedang dalam penderitaan dan kesulitan. Anda sudah tidak memiliki kata-kata, Anda hanya memiliki perilaku dan sikap yang bersumber dari energi positif Anda untuk melakukan kebaikan dan kepedulian kepada mereka yang menderita.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

Previous post:

BELAJAR MENDENGARKAN

“Berbicara itu mudah, mendengarkan itu tidak mudah.”~Djajendra

Sikap yang paling penting dalam hidup adalah sikap mendengarkan. Mendengarkan adalah cara untuk mendapatkan banyak pengetahuan dan pengertian tentang hidup. Saat mendengar tugas pikiran hanya menerima, tugas akal hanya menerima, tugas kecerdasan hanya menerima, tugas logika hanya menerima, tugas emosi hanya menerima. Mendengarkan berarti menerima segala sesuatu apa adanya, tanpa intervensi dari pemahaman kita.

Jangan pernah berpikir bahwa kita memahami segala sesuatu tentang hidup ini, sesungguhnya sangat sedikit yang kita ketahui. Seberapa tinggi pun pendidikan kita; seberapa banyak buku pun yang sudah kita baca; seberapa banyak orang bijak pun yang sudah kita dengar, bukanlah berarti kita mengetahui segalanya. Sangat sedikit yang kita ketahui. Karena itu, dengarkanlah dengan tenang dan siapkan diri untuk menerima kebijaksanaan dari apa yang kita dengar.

Dengarkan, karenanya, kita tidak perlu menciptakan jawaban, terima saja dengan ikhlas dan membiarkan energi positif dari kesadaran kita membuat pengetahuan dari hal-hal yang kita dengarkan. Dan ini adalah rahasia dari belajar untuk mendapatkan pengetahuan tertinggi. Mendengarkan membuat kita mendapatkan kebenaran yang dapat kita rasakan dalam kesadaran yang tenang.

Ketika kita terlatih untuk mendengarkan dengan tenang dan ikhlas, maka kecerdasan kita akan semakin meningkat kualitasnya. Jangan pernah mendorong ego kita untuk mendengarkan seperti yang ingin kita dengarkan. Kita harus berusaha mendengarkan sebagaimana adanya, jadi tidak memaksakan kehendak kita pada hal-hal yang kita dengarkan. Belajarlah untuk melepaskan keinginan dan kepentingan, belajarlah untuk tidak memahami apa yang kita dengar dengan persepsi atau logika kita. Dengarkan saja seperti pohon bunga yang diam saat kita berbicara kepadanya.

Mendengarkan adalah keadaan kesadaran yang kuat dicapai dengan menenangkan dan memusatkan pikiran hanya untuk menerima hal-hal yang didengarkan. Ini adalah perjalanan kita menuju pusat pengetahuan yang berada di dalam diri kita, suatu proses yang sangat alami untuk meningkatkan kecerdasan dan pemahaman kita tentang hal-hal yang kita dengarkan.

Jika kita sangat terlatih untuk mendengarkan dengan kesadaran ikhlas yang tinggi, maka kita mampu membuang kebiasaan-kebiasaan dan sikap-sikap yang mencegah kita untuk mengalami atau pun merasakan pengetahuan dan kebijaksanaan dari hal-hal yang kita dengarkan. Keadaan mendengarkan dengan kesadaran yang ikhlas membuat kita mampu memahami dan mengerti hal-hal yang kita dengar secara bijaksana.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MENGUCAPKAN KATA-KATA YANG BAIK, MENDAPATKAN KEHIDUPAN YANG BAIK

“Tidak ada kebenaran dan kebaikan dalam kata-kata yang menghina atau merendahkan orang lain. Kita semua disatukan melalui kata-kata yang baik dan kita semua dipisahkan melalui kata-kata yang buruk.”~Djajendra

Menjaga kata-kata yang baik dalam setiap ucapan kita akan memberi kehidupan yang indah dan bahagia. Setiap ucapan kita memberi kehidupan pada apa yang kita katakan. Masa depan yang baik ada dalam kuasa kata-kata dan ucapan yang baik. Jika setiap kata-kata yang kita ucapkan positif dan optimis, maka masa depan kita sedang menuju pada kecemerlangan dan penuh kekayaan.

Kata-kata yang sering kita ucapkan memiliki kekuatan untuk menjadi kenyataan. Oleh karena itu, pilih kata-kata positif untuk mengatakan apa pun, jangan sekali pun menggunakan kata-kata negatif atau pesimis untuk menyatakan sesuatu. Demikian juga dengan pola pikir, jangan membiarkan pola pikir dikuasai oleh kata-kata negatif. Pola pikir yang positif, suasana hati yang positif, kesadaran yang yakin dan percaya pada masa depan yang indah, serta ucapan yang dikuasai oleh kata-kata positif dan optimis, adalah jalan menuju kehidupan yang sejahtera dan bahagia.

Kata-kata positif yang menguasai jiwa raga kita mampu meruntuhkan penghalang hidup kita. Kita yang positif dan optimis mampu terhubung dengan energi sukses. Kita yang berkata-kata positif dan optimis mampu mengalahkan masa sulit, kemudian menciptakan perubahan dengan kehidupan yang lebih kaya dan bahagia. Kita yang berkata-kata positif dan optimis selalu menemukan solusi di tengah-tengah ketidakpastian. Kata-kata yang baik, ucapan yang baik, pikiran yang baik, emosi yang baik, adalah potensi di dalam diri untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup kita.

Kata-kata dapat menciptakan kebaikan dan juga menghancurkan kebaikan. Semua kata-kata negatif dan kata-kata buruk dapat menghancurkan kebaikan dan keindahan yang sudah kita bangun. Kebersamaan dan persatuan kita dapat diruntuhkan hanya oleh ucapan dengan kata-kata yang buruk. Tidak ada kebenaran di dalam kata-kata yang menghina atau merendahkan orang lain. Tidak ada kebaikan di dalam ucapan dan kata-kata yang membuat orang lain sakit hati. Kita semua disatukan melalui kata-kata yang baik dan kita semua dipisahkan melalui kata-kata yang buruk.

Menjadi orang yang sangat cerdas dengan banyak pengikut jika belum mampu berkata-kata positif, maka akan menjadi musibah bagi kedamaian hidup. Orang hebat adalah orang yang bijak dan berhati-hati menggunakan kata-kata, sehingga tidak melukai hati orang lain. Oleh karena itu, setiap kata atau kalimat yang kita ucapkan harus betul-betul bersumber dari hati nurani kita yang baik. Pikirkan dan rasakan dengan empati sebelum mengucapkan sesuatu. Kata-kata yang kita ucapkan sedang menjelaskan siapa diri kita yang sesungguhnya. Kata-kata yang kita ucapkan sedang menjelaskan apa yang ada di dalam pola pikir kita. Kata-kata yang paling menyakitkan dapat menciptakan dendam dan permusuhan. Kata-kata positif dapat menyatukan perbedaan.

Setiap kata yang penuh dengan energi baik dan penuh kasih mampu membangun kehidupan yang damai. Cara berbicara yang ramah dan penuh hormat adalah jalan untuk menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan bersama. Setiap ide, konsep, pemikiran, perasaan, ingatan, tindakan, dan perilaku haruslah tercipta dari kata-kata yang baik. Untuk itu, setiap hari kita harus memeriksa kata-kata apa saja yang kita gunakan, jika ada kata-kata yang kurang baik, maka segera dihapus dan diganti dengan kata-kata yang baik. Kendalikan setiap ucapan yang keluar dari mulut kita, jangan membiarkan mulut kita mengeluarkan kata-kata yang memperburuk kehidupan sosial kita. Kata-kata kita yang baik dapat memberikan rahmat bagi kesejahteraan kita dan juga memberikan kesejukan bagi yang mendengarkan.

Ucapan kita adalah energi untuk memperkuat kebaikan atau keburukan. Jika semua orang di dalam rumah mengucapkan kata-kata yang baik, maka energi positif yang kuat akan tercipta untuk memberikan kesejahteraan dan kedamaian di dalam rumah. Ucapan positif yang kuat mampu menghidupkan cahaya terang yang membawa perasaan kasih sayang , perhatian, persahabatan, cinta, empati, toleransi, dan kepedulian. Ini membantu kehidupan di rumah selalu positif dan terhindar dari energi negatif yang merusak kedamaian. Kata-kata positif dapat menyembuhkan hati yang terluka. Kata-kata positif dapat memotivasi seseorang untuk bangkit dari kegagalan. Kata-kata positif mampu mendorong kita untuk melakukan hal-hal hebat, sehingga kita mampu menjemput prestasi terbaik kita. Kata-kata positif mampu membuat kita kuat dan tegar untuk melalui jalan yang penuh tantangan dengan optimis dan percaya diri. Kata-kata positif adalah energi kemenangan untuk memenangkan segala sesuatu di dalam kehidupan yang kita alami.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

SEMUA ORANG HEBAT, JANGAN PERNAH MEREMEHKAN SIAPA PUN

“Ketika Anda meremehkan seseorang, Anda sedang mengalami kekalahan dan kemunduran dalam hidup.”~Djajendra

Setiap orang sangat penting menurut tujuannya yang unik. Setiap orang ada untuk memberikan sesuatu yang indah bagi hidupnya. Setiap orang harus belajar melalui energi positif untuk menemukan kesuksesan abadi dalam hidupnya. Lebih baik mengagumi seseorang daripada meremehkan mereka. Jika Anda mengagumi berarti Anda mampu melihat kehebatan, jika Anda meremehkan berarti Anda tidak mampu melihat kehebatan. Kesombongan adalah sesuatu yang tidak pernah menguntungkan diri sendiri, hanya sikap rendah hati dan percaya diri yang bisa membantu Anda untuk mencapai impian. Mungkin hari ini seseorang tidak berdaya dan tidak mampu berbuat apa-apa, tetapi besok mungkin dia menemukan jalan dan cara untuk menjadi lebih hebat dari Anda. Demikian juga, sesuatu yang Anda kuasai dengan sempurna, suatu saat nanti juga akan hilang kesempurnaan-nya. Anda tidak pernah tahu kapan waktu akan mengambil semua yang Anda merasa memilikinya. Jadi, jangan pernah meremehkan siapa pun, hidup itu seperti roda berputar. Jadilah pelajar yang setiap saat dengan rendah hati belajar dari orang-orang yang Anda temui.

Keberhasilan dalam hidup tergantung pada kecerdasan membangun hubungan. Untuk merawat hubungan yang baik, Anda harus mampu melihat kehebatan dan kelebihan di dalam diri orang lain, bukan kekurangan untuk Anda meremehkan. Jika Anda suka meremehkan orang lain, itu artinya kemampuan Anda sangat dangkal dan hanya mampu melihat kekurangan orang lain. Sifat Anda ini secara perlahan-lahan sedang membuang semua kekuatan sukses Anda, sehingga pada suatu saat nanti, Anda akan kehilangan kemampuan untuk menemukan kekuatan diri sendiri dan orang lain untuk membantu kesuksesan Anda.

Anda tidak perlu memuji orang lain, Anda tidak perlu meremehkan orang lain, tetapi Anda perlu belajar tentang kekuatan dan kelebihan dari orang-orang yang Anda temui. Mendengarkan orang lain tanpa membatasinya dengan pola pikir Anda, adalah langkah yang hebat untuk membawa Anda menuju sukses tanpa batas. Lupakan energi negatif orang lain, dan belajarlah sesuatu yang bermanfaat bagi hidup Anda dari energi positif orang lain. Merindukan hal-hal indah, melupakan hal-hal tak indah, adalah cara terbaik untuk menjaga kekuatan diri dalam mencapai kesuksesan.

Hiduplah di lingkungan orang-orang positif. Anda harus membiasakan diri untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan diri Anda yang positif, dengan Tuhan, dan dengan orang-orang positif. Isi ruang dan waktu Anda dengan energi positif. Doa-doa yang penuh rasa syukur kepada Tuhan, afirmasi positif yang setiap saat membuat diri Anda hebat untuk menggali potensi dan bakat dari dalam diri, serta belajar dari orang-orang positif untuk memperkuat motivasi dan kepercayaan diri Anda di setiap momen kehidupan. Ketika Anda menjadi energi positif yang kuat, Anda akan menemukan jalan Anda ke tujuan Anda untuk mendapatkan kesuksesan.

Orang bijak mengatakan bahwa tidak peduli berapa kali gigi menggigit lidah, mereka tetap bersatu dalam satu mulut. Itulah kesadaran bahwa hidup itu saling memerlukan, jika Anda meremehkan orang lain, Anda sedang membuang kekuatan yang sangat penting dalam hidup Anda. Banyak orang gagal dalam hidup karena suka membuang sesuatu yang sangat penting bagi kesuksesan hidupnya. Sifat tinggi hati dan merasa memahami semua hal adalah tanda bahwa diri Anda sedang menjadi orang bodoh. Cintai dan maafkan bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi sesuatu yang akan menjadikan Anda lebih hebat. Jika Anda tulus dan ikhlas membantu mereka dengan apa pun yang Anda miliki untuk membuat mereka bahagia, maka energi positif Anda itu akan membuat Anda lebih bahagia. Ketika Anda merasa bahwa setiap orang adalah spesial, maka Anda mampu melihat kehebatan yang ada di dalam diri mereka.  

Satu orang bisa melakukan, tetapi bersama-sama bisa melakukan lebih banyak daripada satu orang. Hidup itu saling terkait antara satu orang dengan orang yang lain. Hidup itu bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk menjadi berguna bagi sesama manusia. Kita semua bukan apa-apa tanpa satu sama lain. Hubungan baik dalam sopan-santun yang tinggi akan menciptakan harmonis di antara kita semua. Sama seperti dua bola mata kita, keduanya mampu melihat dan menceritakan sesuatu kepada kita, tetapi keduanya tidak dapat saling memandang, walau keduanya memiliki fungsi dan tujuan yang sama. Jadi, dalam hidup ini, kita manusia sama seperti dua bola mata kita, walaupun kita tidak pernah terhubung, tetapi kita memiliki fungsi dan tujuan yang sama dalam hidup ini. Seperti kata orang bijak, “Pisau cukur itu tajam tetapi tidak bisa menebang pohon; kapak itu kuat tetapi tidak bisa memotong rambut.”

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGHADAPI PERILAKU TIDAK TULUS

“Ketidaktulusan adalah kegelapan dalam hidup di mana kebaikan ditutupi dengan niat yang tidak benar.”~Djajendra

Ketulusan adalah cahaya kehidupan di mana sifat baik hadir, dan semua hal ada dalam kejelasan yang terang. Ketulusan menciptakan transparansi dalam segala hal, dan tidak ada lagi yang tidak jelas. Ketidaktulusan adalah kegelapan dalam hidup di mana kebaikan ditutupi dengan niat yang tidak benar. Ketidaktulusan menunjukkan kehidupan dalam rasa takut dan curiga karena ada yang disembunyikan dalam kerahasiaan hati, dalam kepentingan masing-masing, dalam kurangnya pengertian, dan dalam niat yang ingin mencurangi yang lain. Orang-orang yang memiliki hati yang tulus selalu menampilkan perilaku yang tulus. Mereka mencintai hidup mereka dan lingkungan mereka. Mereka sadar bahwa tidak mudah berharap kejujuran dan cinta dari orang lain. Oleh karena itu, prinsip hidup mereka membuat cinta dan kejujuran mereka tidak bergantung pada pihak di luar diri mereka. Mereka ikhlas dan tulus untuk memberikan cinta, kejujuran, integritas, dan toleransi pada kehidupan dunia yang singkat.

Menghadapi perilaku tidak tulus bukanlah sesuatu yang mudah. Padahal kehidupan yang damai dan harmonis membutuhkan perilaku tulus untuk saling menjaga hubungan dalam cinta dan kebaikan. Kita boleh berbeda ide, keyakinan, kepercayaan, dan pemikiran; tetapi, kita harus tetap tulus untuk menciptakan kebersamaan dalam cinta dan kesepakatan bersama. Persoalannya, sifat manusia berada dalam sebab-akibat, manusia tidak mungkin konsisten dalam memberikan cinta. Jika suka cinta bisa mengalir dan jika tidak suka cinta berhenti mengalir. Jika diperhatikan mungkin akan memperhatikan, jika tidak diperhatikan mungkin akan melupakan. Perilaku tulus membutuhkan cinta yang konsisten dalam segala situasi.

Perilaku tulus seperti cahaya yang memperlihatkan kejujuran, cinta, integritas, kepedulian, empati, dan toleransi dengan jelas. Jika tidak ada perilaku tulus, jangan berharap integritas tumbuh dan menguat. Jika tidak ada perilaku tulus, jangan berharap toleransi dan kepedulian dirasakan bersama. Jika tidak ada perilaku tulus, jangan berharap cinta dan kejujuran dapat terlihat dalam keterusterangan. Perilaku tulus membuat ucapan, tindakan, dan pilihan kata yang sesuai dengan kenyataan. Tidak ada kebohongan, tidak ada kepura-puraan, emosi dan mental selalu dalam energi positif. Tidak ada yang disembunyikan karena kepentingan, kemurnian sikap atas fakta benar-benar hadir dari pengetahuan dan kecerdasan yang transparan.

Perilaku tulus dapat kita miliki jika dengan sengaja kita tumbuh dan berkembang dari kebijaksanaan dan cinta. Ketika kita memperoleh semua pengetahuan dan kecerdasan dari kebijaksanaan dan cinta, maka pikiran kita selalu positif dan persepsi kita mampu melihat atau pun merasakan hal-hal indah di semua fakta kehidupan. Ketidaktahuan, kesombongan, ketakutan, keraguan, kebohongan, kelicikan, keserakahan, kebodohan, dan semua hal-hal yang tidak bijaksana dan tidak dalam kuasa cinta akan lenyap dalam kesadaran dan kecerdasan diri. Kita pun mampu memahami orang lain yang berbeda dengan kita, dan berinteraksi dari perilaku tulus. Kita tidak akan pernah mempunyai niat untuk mengambil keuntungan secara licik dari orang lain, karena kita sadar bahwa hanya Tuhan yang memberi kita keuntungan dan rezeki berlimpah, bukan oleh orang-orang yang kita temui.

Perilaku tulus mampu menyatukan hati dalam kebahagiaan dan kedamaian. Perilaku tidak tulus sangat mungkin menyakiti hati dan meninggalkan kesan negatif. Siapa pun yang tidak tulus akan memanen penderitaan di masa depan. Siapa pun yang tidak tulus sedang memadamkan potensi hebat di dalam diri. Siapa pun yang tidak tulus sedang mematikan cahaya kesadaran dari hati dan pikiran. Setiap orang pasti menyukai orang-orang yang berperilaku tulus, jujur, dan kaya sikap baik. Jika Anda suka dengan orang-orang yang tulus, ikhlas, sabar, baik, rendah hati, jujur, dan menyenangkan; maka, itu artinya, semua orang juga sama seperti Anda, menyukai orang-orang yang seperti Anda sukai. Perilaku tulus memberikan energi untuk kehidupan yang damai, indah, bahagia, dan sejahtera.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN YANG MENDENGARKAN

“Mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar.”~Djajendra

Salah satu keterampilan dasar kepemimpinan adalah mendengarkan. Pada intinya, ini adalah keterampilan untuk membantu pemimpin lebih mudah berinteraksi dan berkomunikasi dengan bermacam karakter dan kepribadian. Ini dapat mempermudah pemimpin untuk mobilisasi dan memanfaatkan semua potensi terbaik dari orang-orang yang membantu pemimpin. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang apa yang disampaikan oleh orang lain memungkinkan pemimpin untuk melakukan tugas sehari-hari dengan efektif.

Empati adalah dasar untuk dapat menjadi pendengar yang baik. Kemampuan untuk menunjukkan empati haruslah benar-benar berkualitas dan bersumber dari kecerdasan emosional yang tinggi. Kepemimpinan yang mendengarkan harus mampu mengendalikan amarah dan ego yang suka menerima pujian. Harus benar-benar tenang dalam pengendalian diri untuk dapat mendengarkan apa pun dengan jernih dan sabar. Empati yang kuat dengan kecerdasan untuk menyerap semua makna dari apa yang disampaikan, menjadikan kepemimpinan selalu kuat dan unggul.

Menjadi pendengar yang baik tentu sangat menguntungkan bagi kepemimpinan. Sebab, dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami apa yang sebenarnya ingin dicapai oleh karyawan, mitra, klien, dan stakeholder lainnya. Kemampuan untuk menangkap semua emosi, potensi, dan harapan orang lain haruslah menjadi inti dari kepemimpinan. Ketika kepemimpinan mampu menggunakan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, etos kerja, dan gairah setiap orang secara efektif, maka mereka semua dapat memberi hasil terbaik untuk tujuan yang diperjuangkan. Intinya, untuk menjadi pemimpin yang berkualitas tinggi, Anda harus menjadi pendengar yang bersumber dari empati dan kecerdasan emosional yang tinggi.

Dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami bagaimana orang lain memandang tindakannya. Jadi, mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar. Ketika pemimpin tahu tentang bagaimana orang lain melihat dirinya, maka pemimpin dapat menyiapkan strategi yang tepat untuk menjalankan kepemimpinan yang efektif. Jadi, tidak ada lagi asumsi dan narasi pribadi yang ditonjolkan, tetapi realitas yang langsung didengarkan dari orang-orang yang memandang tindakan pemimpin itu seperti apa. Mendengarkan membantu pemimpin memahami persepsi dan keyakinan dari orang-orang yang terlibat membantu kepemimpinan-nya. Jika nantinya, ada orang-orang yang tidak sejalan dengan visi kepemimpinan, maka dengan mudah pemimpin dapat melakukan pergantian, dan secepat mungkin menemukan orang-orang yang paling siap untuk menjalankan visi kepemimpinan.

Mendengarkan berarti menerima dengan tenang semua narasi, emosi, persepsi, dan situasi; tanpa mengesampingkan proses berpikir khas yang bersumber dari diri sejati pemimpin. Mendengarkan berarti tidak memberi respons melawan atau menolak, hanya mendengarkan dan tidak memberikan reaksi yang menghentikan proses mendengarkan. Setelah selesai mendengar, pemimpin perlu menilai semua yang didengar dengan situasi nyata. Keputusan akhir bukan dari apa yang didengar, tetapi apa yang diyakini dan dirasakan benar oleh pemimpin. Intinya, mendengarkan itu hanya untuk memahami orang lain, merasakan keyakinan dan persepsi mereka, serta melibatkan mereka untuk kepemimpinan yang efektif. Pada akhirnya, semua keputusan ditentukan oleh intuisi dan pengetahuan pemimpin.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

RAHASIA MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN

“Apa pun yang kita rasakan dari orang lain itu adalah apa yang ada dalam diri kita.”~Djajendra

Kita harus sadar dan memahami dengan benar bahwa setiap kata, perasaan, tindakan, pikiran kita tentang seseorang berasal dari dalam diri kita. Reaksi kita, respons kita, sikap kita, tindakan kita, semuanya berbicara tentang diri kita. Hidup kita bukan untuk menghakimi orang lain, tetapi untuk memanfaatkan hubungan baik dalam meningkatkan kualitas kita. Semua kesan buruk tentang orang lain, semua pembicaraan yang menyudutkan orang lain, dan semua kata-kata yang mencoba menyudutkan orang lain, hanya merusak kebaikan dan keindahan di dalam diri kita. Hidup kita menjadi sangat buruk jika energi negatif menguasai kepribadian kita.

Semua perasaan dan persepsi kita pada orang lain berasal dari diri kita sendiri, bukan berasal dari orang yang kita temui. Orang-orang yang kita temui memberitahukan sesuatu tentang diri kita, tentang siapa kita yang sesungguhnya. Oleh karena itu, kita selalu menyikapi setiap hubungan secara berbeda dan tidak pernah sama antara satu orang dengan yang lainnya. Hubungan kita dengan orang lain bersifat dinamis dan tidak pernah sama. Setiap orang yang kita temui memiliki energi untuk memberitahu ada apa saja di dalam kepribadian kita.

Ketika kita gembira saat ketemu seseorang, itu artinya orang tersebut memberitahu kita tentang apa yang kita suka. Ketika kita marah dan kesal dengan seseorang, itu artinya orang tersebut memberitahu kita tentang apa yang membuat kita tidak suka. Semua orang yang kita temui adalah guru yang memberitahu ada apa saja di dalam diri kita, sehingga jika kita sadar dan mau memperbaiki kualitas hidup, kita dapat memulai dari memahami siapa kita yang sebenarnya. Karena hubungan adalah bertemunya energi untuk memberitahu siapa diri kita yang sebenarnya, maka kita harus memahami jenis energi apa yang paling menguasai hidup kita, apakah energi positif atau energi negatif?

Membangun hubungan adalah tentang diri kita yang asli, yang hadir dengan cinta dan empati saat merespon energi dari orang-orang yang kita temui. Jika kita menggunakan pencitraan diri atau bukan diri yang asli, maka setiap ketemu orang kita menampilkan wajah baru dalam sandiwara yang bermain karakter. Semua hal baik dan buruk tanpa kita sadari kita mengekspresikan dalam setiap hubungan dengan orang lain. Kita hadir seperti seorang bintang film yang bermain karakter yang disutradarai oleh energi yang dibawah oleh orang-orang yang kita temui. Kepribadian kita yang asli dikalahkan atau ditenggelamkan oleh karakter sandiwara kita. Jadi, kita tidak pernah hadir dari ke kedalaman jiwa yang penuh kasih untuk merespon setiap jenis energi yang dibawah oleh orang-orang yang kita temui.

Apa pun yang kita rasakan dari orang lain itu adalah apa yang ada dalam diri kita. Tujuan hidup adalah untuk menciptakan diri kita yang lebih berkualitas dan lebih positif setiap saat. Kita harus berterima kasih dengan semua orang yang kita temui, karena mereka telah memberitahu apa yang perlu kita perbaiki agar kualitas hidup kita terus-menerus disempurnakan. Jika pola pikir kita terbatas dan lebih memilih untuk tetap waspada, melindungi  diri kita dari semua orang lain selain diri kita sendiri, maka kita tidak pernah memiliki kualitas hubungan yang membuat kita mampu menghasilkan hal-hal produktif dan terbaik dengan siapa pun. Walaupun cara berpikir, kepentingan, visi, dan kepribadian kita berbeda; tetapi jika kualitas hubungan kita positif, maka semua perbedaan itu menjadi tidak berarti apa-apa.

Membangun hubungan adalah sesuatu yang sangat pribadi, semuanya ditentukan dari kemampuan untuk mengelola diri sendiri. Kita harus mengawasi diri sendiri agar tidak dikuasai oleh energi negatif. Kita harus menjaga kata-kata dan ucapan agar tidak melukai orang lain. Kita harus berhati-hati dan memiliki pengetahuan yang benar dalam memberi pendapat. Kita harus memiliki empati dan toleransi dalam melakukan penilaian, apalagi terhadap orang-orang yang berbeda pandangan dengan kita. Kita harus memiliki intuisi dan pengetahuan yang benar untuk membuat keputusan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

UCAPAN BURUK KITA MERUGIKAN HIDUP KITA

“Kendalikan marah yang tak terkendali dengan cara tidak mengeluarkan satu kata pun atau ekspresi negatif.”~Djajendra

Ucapan buruk adalah musuh yang paling berbahaya. Sebuah kata dan ucapan yang negatif dapat menghancurkan reputasi kita. Lebih baik diam dalam kesabaran daripada mengucapkan kata atau kalimat yang menyakiti hati dan harga diri orang lain. Kendalikan pikiran untuk tidak menciptakan persepsi buruk tentang orang lain. Semakin kita memusuhi sesuatu, semakin banyak keinginan kita untuk mengucapkan sesuatu yang buruk terhadapnya. Semakin banyak kita mengeluarkan kata-kata negatif untuk merendahkan orang lain, semakin tenggelam diri kita di dalam keburukan hidup.

Ucapan dan kata-kata buruk kita menjadi bagian dari keberadaan kita. Hidup kita pun akan berkembang melalui energi negatif yang dihasilkan oleh kata-kata buruk kita. Jadi, semua ucapan dan kata-kata buruk yang kita lemparkan pada orang lain, akan menjadi benih di dalam diri kita sendiri dan tumbuh untuk merampas semua kedamaian dan kebahagiaan hidup kita. Oleh karena itu, sangatlah cerdas dan hebat diri kita ketika kita mampu mengendalikan pikiran dan perasaan untuk hanya mengeluarkan kata dan ucapan positif. Jadilah pribadi positif dengan sopan-santun dan ucapan yang konsisten positif. Kendalikan marah yang tak terkendali dengan cara tidak mengeluarkan satu kata atau ekspresi negatif.

Kendalikan diri untuk tidak terpengaruh dengan kata atau ucapan negatif. Ketika ada orang yang mencoba melemparkan kata dan ucapan negatif untuk menghancurkan pertahanan diri kita, maka kita harus menenangkan ego dan menjauhkan marah. Sebab, jika ego dan marah bersatu, maka kita akan meledakkan energi negatif yang luar biasa besarnya, sehingga konflik yang hebat pasti terjadi. Pemenang sejati tidak akan mampu dikalahkan oleh kata dan ucapan yang mencoba merendahkan atau mempermalukan dirinya. Pemenang sejati terlalu kuat untuk bisa digoyang kepribadiannya dengan kata dan ucapan negatif.

Energi kehidupan hanya mengikuti sifat kita yang asli. Jika kita selalu merasa hidup kita dalam ketidakadilan, penuh tekanan, penuh ancaman, ketidakjujuran; maka, hidup kita akan diisi oleh pikiran dan perasaan tidak adil, tidak jujur, serta berbagai perasaan negatif yang tercipta dari rasa tidak adil dan tidak jujur itu. Kondisi ini akan memicu keyakinan di dalam diri kita untuk memelihara musuh-musuh yang kita anggap sebagai sumber dari perasaan tidak adil dan tidak jujur tersebut. Realitas ini menciptakan persepsi kita yang selalu memikirkan hal-hal buruk, sehingga tanpa sadar kata dan ucapan buruk terbentuk dalam pola pikir kita. Akibatnya, di sepanjang hidup, begitu murah dan mudah mulut kita mengucapkan kata-kata buruk untuk menyinggung hati dan harga diri orang lain. Dalam hal ini, kita tidak pernah merasa bersalah dan selalu menganggap benar dengan semua kata atau ucapan buruk kita tersebut. Jelas, kondisi kita ini adalah potensi negatif yang selalu membuat hidup kita kalah dengan realitas.

Kata dan ucapan kita yang menyakiti orang lain adalah racun yang sedang merusak diri kita sendiri. Jika orang yang coba kita sakiti itu tidak peduli dengan ucapan buruk kita, maka racun tersebut tidak akan pernah masuk ke dalam diri orang yang coba kita sakiti itu. Ucapan dan kata-kata buruk kita adalah sumber energi negatif bagi diri kita sendiri. Jika orang-orang tidak peduli dan tidak melayani energi negatif yang kita lemparkan, maka hidup mereka tetap damai dan bahagia, tanpa pernah terganggu dengan energi negatif kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENDENGAR DENGAN BENAR

“Mendengar dengan benar adalah saat Anda mendengarkan dengan pikiran positif, hati yang penuh cinta, dan perilaku yang cinta damai.”~Djajendra

Kata-kata itu mungkin milik siapa saja, tetapi makna yang diberikan kepadanya adalah milik Anda. Anda yang memberi arti terhadap semua kata-kata yang Anda dengar. Anda harus bijak dan cerdas untuk menafsirkan semua kata-kata yang Anda dengar agar membawa kebaikan bagi hidup Anda. Kesadaran Anda untuk hidup damai dan bahagia harus menjadi pedoman dasar dalam mendengarkan apa pun.

Seburuk apa pun kata-kata dan tujuannya yang Anda dengar, Anda harus bijak dan cerdas menafsirkannya. Tidak pernah kedamaian dan kebaikan dihasilkan dari tindakan yang bersumber dari kata-kata yang penuh kebencian dan kemarahan. Semua emosi negatif yang disalurkan melalui kata-kata yang buruk, yang terpaksa harus Anda dengar, Anda harus bijak memahaminya sehingga makna positif yang Anda dapatkan.

Ketika Anda tidak mampu mendengar dengan benar, Anda akan dimanfaatkan oleh orang-orang tidak benar untuk tujuan hidup mereka. Anda harus sadar semua orang yang mendengarkan sebuah pembicaraan tidak pernah mencapai pemahaman yang sama. Hal ini dapat Anda buktikan ketika mendiskusikannya dengan orang lain, Anda akan menyadari bahwa semua orang tidak mendengarkan hal yang sama. Semua orang selalu akan berdebat satu sama lain tentang sesuatu yang sama-sama didengarkan. Ini menunjukkan bahwa masing-masing orang menafsirkan apa yang dia dengar dengan caranya sendiri.

Ketika sedang mendengar jangan mendengarkan pikiran sendiri. Ketika Anda mendengarkan pikiran sendiri dan mengkritisi kata-kata yang Anda dengar, maka Anda tidak pernah menambah pengetahuan baru ke dalam memori Anda. Kecerdasan Anda pun menjadi sangat terbatas, sebatas pikiran Anda. Bukalah hati dan pikiran untuk mendengarkan. Anda memiliki telinga untuk mendengarkan, dengarkan apa saja dengan pikiran positif dan dengan jiwa yang selalu cinta damai.

Apa yang Anda dengar tidak boleh memberikan pengaruh buruk bagi kedamaian hidup Anda. Kedamaian dan kebahagiaan adalah hal terpenting dalam hidup. Semua yang Anda dengarkan hanya sebatas pengetahuan dan informasi yang harus Anda maknai secara positif. Pertimbangkan secara bijak tentang dampak yang diberikan oleh kata-kata yang Anda dengarkan. Hanya ketika pikiran positif dan hati penuh cinta, Anda dapat mendengarkan apa yang dikatakan. Anda berhak mempertimbangkan apa yang Anda dengar, tetapi dengarkan apa pun sebatas pengetahuan yang pengaruhnya ditentukan oleh kesadaran Anda.

Ketika mendengar jangan membantah, dengarkan saja. Anda yang rendah hati dan pembelajar tidak akan membantah atau menolak terhadap kata-kata yang didengarkan. Suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, dengarkan saja. Tidak perlu bereaksi terhadap yang Anda setuju maupun yang tidak setuju, dengarkan saja. Jika ini terjadi, ketahuilah bahwa Anda telah terlatih untuk mendengarkan. Kemampuan Anda untuk mendengarkan akan menjadikan Anda bijak dan cerdas.

Mendengarkan tidak berarti Anda harus mempercayainya. Kecerdasan dan logika Anda harus mempertimbangkan apa pun yang sudah Anda dengar. Kebijaksanaan jiwa dan pikiran baik harus hadir saat Anda bersikap atas apa yang Anda dengar. Jika Anda merasa apa yang Anda dengar berharga dan baik untuk kehidupan Anda, terimalah itu dengan sukacita. Jika tidak baik untuk Anda, tinggalkan itu dan jadikan sebatas pengetahuan untuk pengembangan diri Anda.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com