MENERIMA PERBEDAAN SEBAGAI KEKUATAN

“Kita harus sadar dan yakin bahwa kesejahteraan dan kedamaian adalah hasil dari kolaborasi yang penuh toleransi, bukan hasil dari kompetisi yang saling meniadakan.”~Djajendra

Bumi ini adalah rumah kita bersama. Kita harus sadar bahwa kesejahteraan, kedamaian, kemakmuran, keamanan, dan kenyamanan di planet ini hanya dapat diwujudkan kalau kita ikhlas dan bersyukur untuk hidup berdampingan. Perbedaan bukan untuk diperdebatkan dan dijadikan konflik. Perbedaan adalah keunikan kita untuk memperkaya kehidupan dari berbagai sudut pandang dan pengetahuan. Kita semua ada di bumi ini untuk saling berhubungan dan saling bergantung satu sama lain agar dapat mencapai kualitas hidup terbaik. Konflik dan permusuhan hanya akan memiskinkan kehidupan kita. Tidak mungkin kita dapat mengoptimalkan potensi dan bakat kita, jika lingkungan kehidupan kita dalam permusuhan dan tidak ada rasa aman. Perbedaan adalah anugerah dari Tuhan agar kita bisa saling mengenal dan saling belajar untuk menjadi manusia berkualitas tinggi.

Perbedaan bukan untuk dijadikan dasar dalam mencari siapa yang paling benar, tetapi dasar untuk saling mengagumi dan mencintai karena kita semua diciptakan oleh Tuhan yang sama. Secara fisik, mental, dan emosional kita kadang-kadang berbeda; tetapi, ini semua bukan alasan untuk saling membenci. Perilaku membenci hanya akan merugikan diri sendiri. Karena itu, jangan membenci orang yang berbeda darimu, karena rasa benci itu ada di dalam hatimu, dan rasa benci itu hanya akan menggerogoti kebahagianmu. Sedangkan, orang yang kau benci selalu akan baik-baik saja, hanya dirimu yang suka membenci akan mengalami penderitaan. Belajarlah untuk mencari kesamaan dari perbedaan. Jangan fokus pada perbedaan dan mengabaikan kesamaan yang mungkin jauh lebih banyak dari pada perbedaan. Hidup yang cerdas adalah pintar mencari kesamaan, sehingga kita bisa bersatu membangun kesejahteraan dan kedamaian. Jangan pernah membiarkan hatimu fokus pada perbedaan, sebab itu akan merugikan hidupmu yang singkat ini.

Semua sifat buruk kita harus patuh pada etika kehidupan sosial yang harmonis. Kita harus sadar dan yakin bahwa kesejahteraan dan kedamaian adalah hasil dari kolaborasi yang penuh toleransi, bukan hasil dari kompetisi yang saling meniadakan. Sifat buruk di dalam diri kita adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Tidak mungkin diri kita bersih tanpa ada energi negatif, sebab kehidupan terjadi karena bertempur-nya energi negatif dan energi positif untuk menghasilkan hidup. Tetapi, kita punya kesadaran dan empati untuk menciptakan kebaikan dan tidak membiarkan keburukan keluar dari diri kita. Semua sifat baik kita, seperti: kepedulian, kasih sayang, perhatian, pelayanan prima, kebaikan, toleransi, empati, dan semangat untuk membuat orang lain bahagia adalah sifat-sifat yang akan menjadikan hidup kita sejahtera dan damai. Dari sini kita bisa belajar bahwa sesungguhnya perbedaan itu adalah kekuatan untuk hidup bersama sebagai saudara yang saling memiliki dan berbagi pengetahuan, yang membuat kaya hidup kita semua. Perilaku yang hanya fokus pada kepentingan dan keyakinan diri sendiri, serta mengabaikan semangat untuk hidup bersama sebagai satu kekuatan yang besar, adalah perilaku yang sudah ketinggalan jaman. Sekarang, kita sedang memasuki atau sedang hidup di jaman kolaborasi dan bersama-sama bekerja cerdas untuk menikmati kesejahteraan dan kedamaian di muka bumi ini.

Dunia pendidikan harus mulai memberikan materi pelajaran tentang toleransi, empati, kasih sayang, cinta, keadilan, kedamaian, etika, kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, saling membantu, saling peduli, kerendahan hati, optimisme, teliti, tekun, disiplin, integritas. Dan, sejak sekolah dasar anak-anak harus diberikan pendidikan kolaborasi dengan kinerja terbaik di tengah-tengah kehidupan yang beragam dan berbeda. Jika jenis pendidikan ini tidak masuk dalam kurikulum sekolah, maka sekolah hanya akan menghasilkan orang-orang yang siap berkonflik dalam perbedaan dan menjadikan kehidupan mereka semakin miskin karena semua energi terkuras untuk konflik, bukan untuk membangun kesejahteraan dan kedamaian. Masa depan yang cemerlang ada pada kemampuan kita untuk hidup dalam tingkat toleransi yang sangat tinggi. Kualitas-kualitas, seperti: empati, kasih sayang, dan nilai-nilai sopan santun dalam pergaulan sosial haruslah diajarkan kepada semua orang agar orang-orang tersebut bisa memiliki masa depan yang penuh kemakmuran, kedamaian, kesejahteraan, dan kegembiraan.

Perbedaan adalah kekuatan dan tidak boleh membiarkan perbedaan dalam sikap intoleransi. Perilaku intoleransi terhadap perbedaan pasti menyebabkan konflik, kemarahan, kebencian, perpecahan, permusuhan, kekerasan. Dan, semua ini akan menghilangkan rasa kesatuan, rasa kemanusiaan, rasa kasih sayang. Pada akhirnya, membuat kehidupan tanpa dialog, tetapi penuh kekerasan dalam kebencian. Hasil akhirnya, jelas, yaitu: masyarakat yang terkebelakang dan miskin di semua sektor kehidupan. Jadi, marilah kita sadar bahwa perbedaan adalah kekuatan yang harus kita manfaatkan melalui toleransi dan empati, agar kita semua bisa hidup sejahtera dalam peradaban yang tinggi.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

ETIKA SANGAT DIPERLUKAN ORGANISASI UNTUK MEWUJUDKAN VISI DAN MENCAPAI HASIL TERBAIK

 “Etika tidak sebatas tentang benar dan salah atau baik dan buruk, tetapi lebih kepada kelanjutan organisasi untuk mewujudkan visi dan mencapai hasil terbaik.”~Djajendra

Menjalankan etika bukanlah sesuatu yang mudah, kadang-kadang orang menganggapnya sebagai filsafat moral yang tidak bermanfaat. Padahal, etika adalah nilai-nilai kehidupan dasar yang sudah Tuhan titipkan di kedalaman kesadaran tertinggi kita. Sering sekali, etika di tempatkan sebagai sesuatu yang normatif dan sebatas teori saja. Memang tidak semua orang menemukan kesadaran tentang etika yang sudah ada di kedalaman dirinya. Dan juga, jika etika dianggap sebagai sesuatu di luar diri, maka orang pun menjadi sangat malas dan mungkin tidak memiliki niat sama sekali untuk mentransformasi etika dari teori menjadi perilaku nyata dalam kehidupan. Walau pun pada akhirnya etika selalu membuktikan bahwa dia bukan sebatas teori atau sesuatu yang normatif saja, tetapi tentang kebenaran ini biasanya baru disadari ketika semuanya sudah terlambat. Etika adalah pilihan perilaku yang harus dipilih menjadi perilaku sehari-hari agar kita tidak tersesat dalam perjalanan hidup. Bersama perilaku etis, kita mampu menjaga diri kita agar tidak jatuh di jalan yang salah atau sesat. Bersama etika kita dapat membentuk perilaku positif yang jujur, tidak suka berbohong, disiplin, bertanggung jawab, tidak menyakiti siapa pun, tidak mengambil yang bukan hak, tidak melakukan hal-hal curang, dan memiliki kesadaran yang tinggi untuk memberi kebaikan dalam semua tindakan.

Etika menghasilkan perasaan baik dan aman di tempat kerja. Ketika etika menjadi bagian nyata dari perilaku dan budaya kerja, maka kepercayaan dan tanggung jawab akan meningkatkan kualitas kerja. Perilaku dan tindakan etis dari setiap individu di tempat kerja menghadirkan hal-hal positif, untuk keharmonisan dan kolaborasi dari hati yang paling tulus. Perilaku etis bersumber dari kesadaran dan hati nurani yang konsisten untuk memberikan kebaikan bagi organisasi. Kebaikan dalam bentuk motivasi dan disiplin yang tinggi untuk membuat budaya kerja yang efektif dan produktivitas organisasi yang paling tinggi. Jadi, perilaku etis itu membawa energi kemajuan dan energi perjuangan untuk mencapai hal-hal terbaik di sepanjang proses kerja.

Perilaku dan tindakan yang tidak etis merupakan sumber kekacauan dan hilangnya moral kerja yang baik. Ketika etika diabaikan, maka perilaku buruk yang merusak organisasi akan menjadi kekuatan dominan. Individu dengan perilaku etis yang lemah menjadi kurang fokus, kurang disiplin, kurang teliti, dan tidak mau bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Mereka yang tidak memiliki perilaku etis tidak akan mampu membuat tindakan dan keputusan etis, mereka juga lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya dari pada kepentingan yang menguntungkan organisasi. Mereka yang kurang memiliki perilaku etis suka mengabaikan tugas yang harus dikerjakan dan merasa tidak penting dengan hal-hal yang paling penting. Jadi, etika ini tidak sebatas tentang benar dan salah atau baik dan buruk, tetapi lebih kepada kelanjutan organisasi untuk mewujudkan visi dan mencapai hasil terbaik.

Etika sangat penting untuk menjaga kehidupan kerja dalam produktivitas yang tinggi. Etika mendorong semua orang hadir dengan perilaku kerja berlandaskan nilai-nilai moral yang baik; mampu beradaptasi dan menjalankan nilai-nilai organisasi dengan sempurna; memiliki kepekaan dan empati terhadap sistem dan struktur organisasi; memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap apa yang dikerjakan dan apa yang menjadi tanggung jawab; memiliki disiplin yang tinggi untuk menjalankan kode etik, kebijakan, dan semua peraturan yang mengikat proses kerja.

Perilaku etis membuat organisasi mendapatkan integritas, kebaikan, keadilan, kebenaran, disiplin, tanggung jawab, ketekunan, keuletan, perjuangan, kerja keras, kejujuran, keikhlasan, totalitas, kemurahan hati, sepenuh hati, mencintai pekerjaan dan organisasi, tidak pernah mengambil keuntungan pribadi atau kelompok dalam bentuk apa pun. Etika dalam kepribadian yang ikhlas menjadikan pribadi tersebut benar-benar totalitas dan penuh disiplin, untuk memberikan kualitas dan kompetensi dari integritas pengabdian yang tinggi. Jadi, orang-orang dengan perilaku etis yang baik adalah harta yang bernilai sangat tinggi bagi organisasi dan stakeholder. Perilaku dan tindakan etis sangat menguntungkan bagi semua orang di tempat kerja, serta secara nyata menghadirkan orang-orang berbudi luhur dalam tingkat tinggi moralitas.

Praktik-praktik tidak etis merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya bagi kemajuan dan kesejahteraan hidup. Ketika perilaku dan tindakan tidak etis menjadi dominan dalam masyarakat, maka janganlah pernah bermimpi kesejahteraan dan kedamaian hidup dapat terwujud. Perilaku tidak etis adalah sesuatu yang bersifat sangat buruk, sehingga perilaku tersebut meruntuhkan moral dasar kehidupan masyarakat. Akibatnya, kehidupan memiliki budaya yang buruk dan orang-orang tidak lagi memikirkan kebaikan dan kedamaian sebagai sesuatu yang penting bagi semua. Masing-masing orang sibuk dengan ambisi dan nafsunya untuk mendapatkan segala sesuatu dengan cara apa pun, tanpa mempedulikan itu haknya atau bukan haknya, yang penting mereka dapat memiliki dan tidak peduli etis atau tidak etis.

Etika menjadikan kita orang baik yang berguna bagi kehidupan. Etika membuat kecerdasan kita mengalir dalam kejujuran, tanggung jawab, kebijaksanaan, keteraturan, kebaikan, keindahan, dan menjadikan kita selalu mengambil tindakan yang benar bahkan dalam situasi yang paling tidak menguntungkan. Etika menyadarkan kita untuk melakukan transformasi diri dalam membangun diri yang baru dengan nilai-nilai yang lebih sesuai dengan perubahan. Kita selalu mampu beradaptasi dengan tatanan dunia yang berubah dalam kecepatan yang luar biasa. Etika membuat kita mampu membangun kualitas diri berbasis nilai-nilai positif, sehingga banjir informasi yang luar biasa tidak membuat kita kehilangan jati diri. Etika membuat kita mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi zaman baru dengan diri kita yang terbaik.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

HIDUP BUKAN KOMPETISI, TAPI KOLABORASI

“Perjuangan untuk bertahan hidup bukanlah dengan persaingan, tetapi dengan kolaborasi dan kerjasama dari hati yang paling tulus.”~Djajendra

Kita tidak perlu bersaing dengan siapa pun, yang kita perlukan adalah bekerja sama dan bersatu dalam kolaborasi. Setiap orang memiliki keunikan dan bakat yang tidak dimiliki yang lain. Setiap orang diciptakan Tuhan untuk berguna dalam hidup ini. Setiap orang ada untuk membangun kehidupan yang lebih baik melalui perubahan yang abadi. Satu sama lain harus mampu menghadirkan dirinya yang rendah hati dan percaya diri untuk berinteraksi dengan yang lain. Intinya, kerjasama adalah jalan hidup manusia. Tanpa orang lain kita menjadi tidak bermakna, jadilah bagian dari kolaborasi yang alami dan damai.

Kesuksesan hidup kita sangat bergantung dari kemampuan kita melayani dan bekerja sama dengan banyak pihak. Perjuangan untuk bertahan hidup bukanlah dengan persaingan, tetapi dengan kolaborasi dan kerjasama dari hati yang paling tulus. Jika kita terus-menerus memiliki perilaku bersaing dan menganggap orang lain sebagai musuh, maka lama kelamaan kita akan kelelahan sendiri dan kalah sendiri. Kemenangan ada dalam kolaborasi dan kerja sama, jadi kemampuan untuk merangkul semua bakat dan potensi terbaik adalah keharusan dalam mencapai kemenangan.

Persaingan bukanlah jalan hidup para pemenang, tetapi pilihan dari orang-orang yang kalah. Kerja sama dan kolaborasi dari integritas yang tinggi mampu mewujudkan yang terbaik dalam kehidupan manusia. Tidak ada kekuatan yang mampu mewujudkan kemenangan selain dari kolaborasi bakat dan potensi yang siap menang. Keunggulan sudah ada dalam diri setiap orang, sekarang yang diperlukan adalah kesadaran dan sifat rendah hati agar keunggulan itu dapat dikolaborasikan untuk mencapai impian tertinggi.

Hidup bukanlah tentang menang dan kalah, tetapi bagaimana kita bisa mengendalikan keegoisan kita dan meningkatkan kesadaran bahwa bersama-sama kita lebih mampu dan lebih kuat. Jika dalam kolaborasi kita berusaha dan berjuang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, maka semua bakat dan potensi dalam kolaborasi tersebut mampu memberikan kontribusi dalam mencapai sesuatu yang terbaik. Kolaborasi tidak ingin ada yang kalah, tetapi semua merasa sebagai pemenang.

Persaingan yang terlalu serius mengakibatkan orang-orang mengabaikan etika dan keharmonisan sosial. Semua orang yang bersaing hanya memikirkan dengan cara apa pun harus mengalahkan lawan, tidak ada pikiran positif dan niat baik untuk bersaing dengan perilaku etis. Hal ini berdampak buruk terhadap integritas dalam kehidupan sosial. Pada akhirnya membahayakan kehidupan setiap orang, sebab kedamaian dan keamanan akan berkurang, dan juga keadilan menjadi sesuatu yang lebih mahal dari hasil yang didapatkan melalui kompetisi tanpa etika.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

HIDUP KITA UNTUK BERBUAT BAIK

“Niat baik kita untuk melakukan hal-hal baik harus menjadi komitmen dalam kesadaran diri kita yang paling tinggi.”~Djajendra

Hidup kita ini memiliki tujuan untuk meningkatkan rohani diri, menemukan potensi diri, menemukan kesadaran diri, mengembangkan kualitas diri, dan membangun kepribadian positif. Misi utama kita adalah menemukan siapa diri kita yang sebenarnya dan bagaimana diri ini menjadi berguna dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. Semua ini bisa dilakukan ketika kita meninggalkan keegoisan dalam semua aspek kehidupan. Kita juga harus mengerti bawah keegoisan menyebabkan penderitaan dan keterasingan dalam hubungan pribadi kita dengan siapa pun.

Kita bertanggung jawab untuk menemukan segala kebaikan dari dalam diri kita agar dapat kontribusi-kan bagi kemajuan kehidupan. Tugas utama kita adalah membersihkan hal-hal buruk yang mungkin tak terhitung banyaknya, kita pun harus bermental pemenang untuk melalui berbagai macam peristiwa kehidupan, dan pada akhirnya menyerahkan sesuatu yang baik pada kehidupan.

Kita ada untuk berbuat baik. Temukan jalan ke perbuatan baik. Tempatkan kualitas diri di atas nilai-nilai kebaikan dan temukan perilaku baik untuk diberikan dalam kehidupan. Selesaikan semua tugas dengan nilai-nilai etis yang kaya integritas. Jangan membuang waktu dan tenaga untuk melayani hal-hal buruk. Fokus dan selalu disiplin dalam menjalankan hidup melalui nilai-nilai positif. Apa pun peristiwa yang kita alami, simpanlah nilai-nilai positif di dalam memori kita. Jangan pernah menyimpan nilai-nilai negatif di dalam memori kita.

Kita harus rajin, fokus, tenang, dan tidak pernah berhenti dalam mengejar tujuan. Siapkan kualitas diri untuk mengalir ke bawah dan ke atas dengan penuh percaya diri. Jangan berkeluh-kesah atau pun menyerah ketika mengalir ke bawah, dan jangan juga terlalu gembira ketika mengalir ke atas. Semua peristiwa yang kita alami selama perjalanan menuju tujuan bersifat sementara, jadi tidak perlu bersikap berlebihan. Tetaplah fokus dan rajin untuk bisa sampai ke tujuan. Setelah sampai di tujuan, di sana juga bersifat sementara, kita harus bersiap-siap untuk tujuan yang lebih tinggi, dan seterusnya seperti itu.

Pengalaman baik dan buruk merupakan bagian dari perjalanan kita menuju tujuan. Tidak perlu membuang-buang waktu dalam khayalan dan keyakinan buta. Hadapi kenyataan hidup dan kerjakan hal-hal baik di sepanjang kenyataan yang sedang dilalui. Kuatkan mental diri dalam menghadapi provokasi dari energi negatif kehidupan. Kuatkan kualitas iman yang tak tergoyahkan kepada Tuhan. Rintangan dan keadaan sulit akan hilang ketika kita menghadapinya dengan rasa syukur dan menerimanya sebagai hadiah terindah. Tidak perlu bergantung pada siapa pun dan apa pun, cukup bergantung kepada Tuhan untuk hasil yang kita perjuangkan. Tinggalkan keegoisan diri dan jadilah rendah hati dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab.

Perbuatan baik kita akan selalu diuji dengan energi negatif. Pengalaman negatif adalah tantangan yang harus kita atasi. Pengalaman yang menyakitkan hati akan datang untuk menguji sikap baik kita, akan menguji reaksi baik kita dalam situasi yang membuat kita tersudut. Ketika kita sabar, berpikir baik, bersikap baik, dan tetap menunjukkan belas kasih kepada orang-orang yang memberikan pengalaman negatif; maka, kita pun mampu berbuat baik di sepanjang hidup kita.

Hidup kita untuk berbuat baik, dan hal ini harus dipenuhi melalui gangguan dan kesulitan yang tidak mudah. Jika kita sadar untuk menjaga emosi, pikiran, dan kecerdasan kita dari energi negatif; kita pun mampu secara konsisten berbuat baik dan menghindari balas dendam terhadap mereka yang berbuat buruk kepada kita. Diri yang menang adalah diri yang tetap bermental positif untuk mengalahkan hal-hal negatif, menjauhkan diri dari peristiwa-peristiwa buruk, bangkit dengan kesadaran untuk berbuat baik, dan mengampuni kebodohan orang yang mencoba berbuat buruk pada kita. Pada akhirnya, hidup kita di dunia ini hanya sementara, dan sangat rugi jika kita habiskan dalam dendam dan kemarahan. Ingat! Kita ada untuk berbuat baik.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

Previous post:

TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEPADA ORANG YANG SEDANG KESUSAHAN

“Jadilah tulus untuk melihat kesulitan mereka dari sudut pandang mereka, bukan dari sudut pandang Anda yang tidak dalam kesulitan seperti mereka.”~Djajendra

Kesenangan dan kesusahan adalah bagian dari hidup yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Ketika menghadapi orang yang sedang dalam kesusahan, jangan memberi nasihat apa pun. Orang dalam kesusahan sedang memikul beban penderitaan dan mereka hanya membutuhkan bantuan, empati, kepedulian, dan pengertian. Mereka tidak membutuhkan nasihat atau pendapat dari siapa pun. Jadilah pendengar yang baik, pahami dan mengerti keadaan mereka dengan empati Anda, kemudian lakukan sesuatu semampu Anda. Jangan pernah terdorong untuk memotivasi mereka menjadi lebih kuat atau memberitahu mereka untuk lebih sabar dalam menghadapi hidup yang sulit.

Mungkin Anda juga tidak memiliki kemampuan untuk membantu orang yang sedang dalam kesulitan, maka paling tidak Anda bisa membantu mereka dengan menjadi pendengar yang sabar, serta tidak menghakimi sikap mereka yang menurut Anda keliru. Tunjukkan empati Anda dan munculkan benih kepedulian dari hati Anda yang paling dalam untuk melakukan sesuatu yang mungkin bisa meringankan beban kesulitan mereka. Di dalam hati pun Anda tidak boleh menilai kenyataan hidup mereka melalui persepsi Anda. Jadilah tulus untuk melihat kesulitan mereka dari sudut pandang mereka, bukan dari sudut pandang Anda yang tidak dalam kesulitan seperti mereka. Pengalaman kesulitan Anda tidak bisa menjadi solusi untuk kesulitan yang sedang mereka alami. Karena itu, jangan membiarkan pikiran dan emosi Anda bermain-main dengan realitas orang lain. Menenangkan pikiran Anda hanya untuk mendengarkan mereka dengan seluruh kesadaran Anda yang bersumber dari empati. Dengarkan saja cerita kesulitan dan penderitaan mereka, terima saja apa yang mereka sampaikan dengan menggunakan emosi empati Anda. Jangan menilai mereka yang sedang dalam kesulitan, tugas Anda hanya membantu jika Anda mampu, bukan menilai atau menghakimi realitas mereka dengan persepsi dan keyakinan hidup Anda.

Tuhan sudah memberikan Anda emosi empati, yang bertujuan untuk memahami keadaan orang lain secara utuh dari orang tersebut. Emosi empati tidak membutuhkan reaksi dari pikiran, kecerdasan, logika, memori, atau ego Anda. Emosi empati hanya membutuhkan sikap Anda yang tulus dan ikhlas untuk mendengarkan saja, tanpa intervensi dari diri Anda terhadap realitas orang lain. Ketika emosi empati Anda mampu mendengarkan kesulitan dan penderitaan orang lain; saat itu juga energi positif Anda mampu memahami tantangan, kesulitan, dan rasa sakit mereka. Setelah Anda memahami dan mengerti harus melakukan apa, Anda pun tanpa banyak berkata-kata mampu melakukan sesuatu untuk meringankan beban penderitaan mereka. Anda tidak perlu memiliki obsesi untuk menjadi solusi bagi kesulitan mereka, karena hal itu tidak mungkin terjadi. Hanya sikap dan emosi mereka sendiri yang mampu menjadi solusi atas kesulitan yang sedang mereka hadapi. Sedangkan Anda, hanya mampu memberikan sesuatu yang baik pada momen mereka berbicara kesulitan dan penderitaan mereka kepada Anda.

Penderitaan dan kesulitan adalah sebuah tanda agar kita lebih menyerahkan diri kepada Tuhan. Tuhan adalah Maha Penyayang dan Maha Membantu. Tidak ada apa pun yang bisa kita lakukan tanpa se-ijin Tuhan. Jadi, saat kita sedang mengalami kesulitan dan penderitaan, kita sebaiknya kembali kepada sumber kita, yaitu:TUHAN. Tidak perlu membuang-buang waktu dan tenaga untuk curhat atau cerita sana-cerita sini tentang penderitaan kita, fokus-kan semua energi untuk menjadi positif dan pasrah-kan semua persoalan pada kehendak Tuhan. Biarlah yang harus terjadi, terjadi!; yang bukan bagian kita tidak mungkin terjadi, tetapi kalau itu menjadi bagian dari jalan hidup kita, tidak mungkin dapat kita hindari. Terima saja semua kesulitan dan penderitaan untuk memperbaiki diri, dan berbicaralah kepada Tuhan untuk meminta bantuan, jangan berbicara kepada siapa pun kecuali kepada Tuhan.

Jangan membandingkan penderitaan yang pernah Anda alami dengan penderitaan yang sedang dialami oleh orang yang sedang curhat kepada Anda. Emosi empati bukan untuk membanding-bandingkan, tetapi hanya untuk mengerti dan memahami realitas orang lain tanpa penghakiman, nasihat, penilaian, atau pun motivasi. Emosi empati digunakan untuk melakukan hal-hal baik, seperti: kepedulian, kasih sayang, perhatian, pertolongan; dan semua ini dilakukan hanya dengan memahami kenyataan yang ada di dalam diri mereka yang perlu pertolongan. Intinya, emosi empati adalah perilaku kita untuk menunjukkan sikap yang memberikan bantuan tanpa menyakiti atau menambah beban penderitaan mereka. Ini semua adalah tentang cara kita menunjukkan perilaku belas kasih dan kepedulian yang membuat orang lain merasa didengarkan dan di-peduli-kan.

Kadang-kadang mungkin Anda harus menerima curhat penderitaan dari orang-orang yang pernah berbuat jahat kepada Anda. Di sinilah Anda sedang diuji, apakah Anda memiliki cinta dan belas kasih di kedalaman hati Anda, atau sebaliknya masih banyak kotoran hati yang belum bersih. Ketika Anda masih egois dan masih banyak kotoran di dalam hati, jelas Anda akan mengingat kembali perbuatan jahat mereka kepada Anda, tetapi ketika hati Anda penuh cinta dan emosi empati hadir untuk memberikan yang terbaik bagi orang tersebut, maka Anda dapat memberikan kebajikan bagi mereka yang pernah jahat kepada Anda. Memaafkan itu baik, walau hal itu tidak mudah dilakukan ketika egois masih menguasai kita. Membersihkan diri sendiri dari berbagai kotoran hati bukanlah perkara yang mudah. Kita harus benar-benar bersikap penyerahan diri secara total kepada Tuhan agar kita bisa memulai proses pembersihan semua kotoran di hati. Biasanya, sangat banyak godaan yang akan mencoba menggagalkan kerja keras kita untuk membersihkan kotoran hati. Godaan bisa bersumber dari kecerdasan kita, memori kita, akal sehat kita, logika kita, pikiran kita, emosi kita, dan panca indera kita. Kadang-kadang, suara hati kita pun bisa memunculkan penghalang untuk membersihkan kotoran hati. Jadi, benar-benar bukan pekerjaan mudah untuk membersihkan kotoran hati. Anda harus sangat ikhlas untuk menyerahkan diri sejati Anda kepada kehendak Tuhan, barulah Anda berpotensi mendapatkan pengetahuan dari kedalaman hati Anda untuk membersihkan semua kotoran hati dan sekaligus kotoran pikiran.

Semakin Anda ikhlas dan sepenuh hati menyerahkan diri di jalan kehendak Tuhan, semakin berkualitas emosi empati Anda dalam memahami orang lain. Empati, kepedulian, cinta, belas kasih, dan energi positif yang lainnya secara otomatis mampu menciptakan kepribadian Anda yang indah. Semua perbedaan Anda dengan orang lain akan menjadi pengalaman yang indah dan menyenangkan. Energi positif yang Anda pancar-kan dari kedalaman hati Anda mampu mendengarkan penderitaan dan kesulitan siapa pun. Anda pun tampil dengan tenang dan santai, tanpa banyak berkata-kata dan memberikan energi positif Anda bagi mereka yang sedang dalam penderitaan dan kesulitan. Anda sudah tidak memiliki kata-kata, Anda hanya memiliki perilaku dan sikap yang bersumber dari energi positif Anda untuk melakukan kebaikan dan kepedulian kepada mereka yang menderita.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

Previous post:

BELAJAR MENDENGARKAN

“Berbicara itu mudah, mendengarkan itu tidak mudah.”~Djajendra

Sikap yang paling penting dalam hidup adalah sikap mendengarkan. Mendengarkan adalah cara untuk mendapatkan banyak pengetahuan dan pengertian tentang hidup. Saat mendengar tugas pikiran hanya menerima, tugas akal hanya menerima, tugas kecerdasan hanya menerima, tugas logika hanya menerima, tugas emosi hanya menerima. Mendengarkan berarti menerima segala sesuatu apa adanya, tanpa intervensi dari pemahaman kita.

Jangan pernah berpikir bahwa kita memahami segala sesuatu tentang hidup ini, sesungguhnya sangat sedikit yang kita ketahui. Seberapa tinggi pun pendidikan kita; seberapa banyak buku pun yang sudah kita baca; seberapa banyak orang bijak pun yang sudah kita dengar, bukanlah berarti kita mengetahui segalanya. Sangat sedikit yang kita ketahui. Karena itu, dengarkanlah dengan tenang dan siapkan diri untuk menerima kebijaksanaan dari apa yang kita dengar.

Dengarkan, karenanya, kita tidak perlu menciptakan jawaban, terima saja dengan ikhlas dan membiarkan energi positif dari kesadaran kita membuat pengetahuan dari hal-hal yang kita dengarkan. Dan ini adalah rahasia dari belajar untuk mendapatkan pengetahuan tertinggi. Mendengarkan membuat kita mendapatkan kebenaran yang dapat kita rasakan dalam kesadaran yang tenang.

Ketika kita terlatih untuk mendengarkan dengan tenang dan ikhlas, maka kecerdasan kita akan semakin meningkat kualitasnya. Jangan pernah mendorong ego kita untuk mendengarkan seperti yang ingin kita dengarkan. Kita harus berusaha mendengarkan sebagaimana adanya, jadi tidak memaksakan kehendak kita pada hal-hal yang kita dengarkan. Belajarlah untuk melepaskan keinginan dan kepentingan, belajarlah untuk tidak memahami apa yang kita dengar dengan persepsi atau logika kita. Dengarkan saja seperti pohon bunga yang diam saat kita berbicara kepadanya.

Mendengarkan adalah keadaan kesadaran yang kuat dicapai dengan menenangkan dan memusatkan pikiran hanya untuk menerima hal-hal yang didengarkan. Ini adalah perjalanan kita menuju pusat pengetahuan yang berada di dalam diri kita, suatu proses yang sangat alami untuk meningkatkan kecerdasan dan pemahaman kita tentang hal-hal yang kita dengarkan.

Jika kita sangat terlatih untuk mendengarkan dengan kesadaran ikhlas yang tinggi, maka kita mampu membuang kebiasaan-kebiasaan dan sikap-sikap yang mencegah kita untuk mengalami atau pun merasakan pengetahuan dan kebijaksanaan dari hal-hal yang kita dengarkan. Keadaan mendengarkan dengan kesadaran yang ikhlas membuat kita mampu memahami dan mengerti hal-hal yang kita dengar secara bijaksana.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MENGUCAPKAN KATA-KATA YANG BAIK, MENDAPATKAN KEHIDUPAN YANG BAIK

“Tidak ada kebenaran dan kebaikan dalam kata-kata yang menghina atau merendahkan orang lain. Kita semua disatukan melalui kata-kata yang baik dan kita semua dipisahkan melalui kata-kata yang buruk.”~Djajendra

Menjaga kata-kata yang baik dalam setiap ucapan kita akan memberi kehidupan yang indah dan bahagia. Setiap ucapan kita memberi kehidupan pada apa yang kita katakan. Masa depan yang baik ada dalam kuasa kata-kata dan ucapan yang baik. Jika setiap kata-kata yang kita ucapkan positif dan optimis, maka masa depan kita sedang menuju pada kecemerlangan dan penuh kekayaan.

Kata-kata yang sering kita ucapkan memiliki kekuatan untuk menjadi kenyataan. Oleh karena itu, pilih kata-kata positif untuk mengatakan apa pun, jangan sekali pun menggunakan kata-kata negatif atau pesimis untuk menyatakan sesuatu. Demikian juga dengan pola pikir, jangan membiarkan pola pikir dikuasai oleh kata-kata negatif. Pola pikir yang positif, suasana hati yang positif, kesadaran yang yakin dan percaya pada masa depan yang indah, serta ucapan yang dikuasai oleh kata-kata positif dan optimis, adalah jalan menuju kehidupan yang sejahtera dan bahagia.

Kata-kata positif yang menguasai jiwa raga kita mampu meruntuhkan penghalang hidup kita. Kita yang positif dan optimis mampu terhubung dengan energi sukses. Kita yang berkata-kata positif dan optimis mampu mengalahkan masa sulit, kemudian menciptakan perubahan dengan kehidupan yang lebih kaya dan bahagia. Kita yang berkata-kata positif dan optimis selalu menemukan solusi di tengah-tengah ketidakpastian. Kata-kata yang baik, ucapan yang baik, pikiran yang baik, emosi yang baik, adalah potensi di dalam diri untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup kita.

Kata-kata dapat menciptakan kebaikan dan juga menghancurkan kebaikan. Semua kata-kata negatif dan kata-kata buruk dapat menghancurkan kebaikan dan keindahan yang sudah kita bangun. Kebersamaan dan persatuan kita dapat diruntuhkan hanya oleh ucapan dengan kata-kata yang buruk. Tidak ada kebenaran di dalam kata-kata yang menghina atau merendahkan orang lain. Tidak ada kebaikan di dalam ucapan dan kata-kata yang membuat orang lain sakit hati. Kita semua disatukan melalui kata-kata yang baik dan kita semua dipisahkan melalui kata-kata yang buruk.

Menjadi orang yang sangat cerdas dengan banyak pengikut jika belum mampu berkata-kata positif, maka akan menjadi musibah bagi kedamaian hidup. Orang hebat adalah orang yang bijak dan berhati-hati menggunakan kata-kata, sehingga tidak melukai hati orang lain. Oleh karena itu, setiap kata atau kalimat yang kita ucapkan harus betul-betul bersumber dari hati nurani kita yang baik. Pikirkan dan rasakan dengan empati sebelum mengucapkan sesuatu. Kata-kata yang kita ucapkan sedang menjelaskan siapa diri kita yang sesungguhnya. Kata-kata yang kita ucapkan sedang menjelaskan apa yang ada di dalam pola pikir kita. Kata-kata yang paling menyakitkan dapat menciptakan dendam dan permusuhan. Kata-kata positif dapat menyatukan perbedaan.

Setiap kata yang penuh dengan energi baik dan penuh kasih mampu membangun kehidupan yang damai. Cara berbicara yang ramah dan penuh hormat adalah jalan untuk menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan bersama. Setiap ide, konsep, pemikiran, perasaan, ingatan, tindakan, dan perilaku haruslah tercipta dari kata-kata yang baik. Untuk itu, setiap hari kita harus memeriksa kata-kata apa saja yang kita gunakan, jika ada kata-kata yang kurang baik, maka segera dihapus dan diganti dengan kata-kata yang baik. Kendalikan setiap ucapan yang keluar dari mulut kita, jangan membiarkan mulut kita mengeluarkan kata-kata yang memperburuk kehidupan sosial kita. Kata-kata kita yang baik dapat memberikan rahmat bagi kesejahteraan kita dan juga memberikan kesejukan bagi yang mendengarkan.

Ucapan kita adalah energi untuk memperkuat kebaikan atau keburukan. Jika semua orang di dalam rumah mengucapkan kata-kata yang baik, maka energi positif yang kuat akan tercipta untuk memberikan kesejahteraan dan kedamaian di dalam rumah. Ucapan positif yang kuat mampu menghidupkan cahaya terang yang membawa perasaan kasih sayang , perhatian, persahabatan, cinta, empati, toleransi, dan kepedulian. Ini membantu kehidupan di rumah selalu positif dan terhindar dari energi negatif yang merusak kedamaian. Kata-kata positif dapat menyembuhkan hati yang terluka. Kata-kata positif dapat memotivasi seseorang untuk bangkit dari kegagalan. Kata-kata positif mampu mendorong kita untuk melakukan hal-hal hebat, sehingga kita mampu menjemput prestasi terbaik kita. Kata-kata positif mampu membuat kita kuat dan tegar untuk melalui jalan yang penuh tantangan dengan optimis dan percaya diri. Kata-kata positif adalah energi kemenangan untuk memenangkan segala sesuatu di dalam kehidupan yang kita alami.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

SEMUA ORANG HEBAT, JANGAN PERNAH MEREMEHKAN SIAPA PUN

“Ketika Anda meremehkan seseorang, Anda sedang mengalami kekalahan dan kemunduran dalam hidup.”~Djajendra

Setiap orang sangat penting menurut tujuannya yang unik. Setiap orang ada untuk memberikan sesuatu yang indah bagi hidupnya. Setiap orang harus belajar melalui energi positif untuk menemukan kesuksesan abadi dalam hidupnya. Lebih baik mengagumi seseorang daripada meremehkan mereka. Jika Anda mengagumi berarti Anda mampu melihat kehebatan, jika Anda meremehkan berarti Anda tidak mampu melihat kehebatan. Kesombongan adalah sesuatu yang tidak pernah menguntungkan diri sendiri, hanya sikap rendah hati dan percaya diri yang bisa membantu Anda untuk mencapai impian. Mungkin hari ini seseorang tidak berdaya dan tidak mampu berbuat apa-apa, tetapi besok mungkin dia menemukan jalan dan cara untuk menjadi lebih hebat dari Anda. Demikian juga, sesuatu yang Anda kuasai dengan sempurna, suatu saat nanti juga akan hilang kesempurnaan-nya. Anda tidak pernah tahu kapan waktu akan mengambil semua yang Anda merasa memilikinya. Jadi, jangan pernah meremehkan siapa pun, hidup itu seperti roda berputar. Jadilah pelajar yang setiap saat dengan rendah hati belajar dari orang-orang yang Anda temui.

Keberhasilan dalam hidup tergantung pada kecerdasan membangun hubungan. Untuk merawat hubungan yang baik, Anda harus mampu melihat kehebatan dan kelebihan di dalam diri orang lain, bukan kekurangan untuk Anda meremehkan. Jika Anda suka meremehkan orang lain, itu artinya kemampuan Anda sangat dangkal dan hanya mampu melihat kekurangan orang lain. Sifat Anda ini secara perlahan-lahan sedang membuang semua kekuatan sukses Anda, sehingga pada suatu saat nanti, Anda akan kehilangan kemampuan untuk menemukan kekuatan diri sendiri dan orang lain untuk membantu kesuksesan Anda.

Anda tidak perlu memuji orang lain, Anda tidak perlu meremehkan orang lain, tetapi Anda perlu belajar tentang kekuatan dan kelebihan dari orang-orang yang Anda temui. Mendengarkan orang lain tanpa membatasinya dengan pola pikir Anda, adalah langkah yang hebat untuk membawa Anda menuju sukses tanpa batas. Lupakan energi negatif orang lain, dan belajarlah sesuatu yang bermanfaat bagi hidup Anda dari energi positif orang lain. Merindukan hal-hal indah, melupakan hal-hal tak indah, adalah cara terbaik untuk menjaga kekuatan diri dalam mencapai kesuksesan.

Hiduplah di lingkungan orang-orang positif. Anda harus membiasakan diri untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan diri Anda yang positif, dengan Tuhan, dan dengan orang-orang positif. Isi ruang dan waktu Anda dengan energi positif. Doa-doa yang penuh rasa syukur kepada Tuhan, afirmasi positif yang setiap saat membuat diri Anda hebat untuk menggali potensi dan bakat dari dalam diri, serta belajar dari orang-orang positif untuk memperkuat motivasi dan kepercayaan diri Anda di setiap momen kehidupan. Ketika Anda menjadi energi positif yang kuat, Anda akan menemukan jalan Anda ke tujuan Anda untuk mendapatkan kesuksesan.

Orang bijak mengatakan bahwa tidak peduli berapa kali gigi menggigit lidah, mereka tetap bersatu dalam satu mulut. Itulah kesadaran bahwa hidup itu saling memerlukan, jika Anda meremehkan orang lain, Anda sedang membuang kekuatan yang sangat penting dalam hidup Anda. Banyak orang gagal dalam hidup karena suka membuang sesuatu yang sangat penting bagi kesuksesan hidupnya. Sifat tinggi hati dan merasa memahami semua hal adalah tanda bahwa diri Anda sedang menjadi orang bodoh. Cintai dan maafkan bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi sesuatu yang akan menjadikan Anda lebih hebat. Jika Anda tulus dan ikhlas membantu mereka dengan apa pun yang Anda miliki untuk membuat mereka bahagia, maka energi positif Anda itu akan membuat Anda lebih bahagia. Ketika Anda merasa bahwa setiap orang adalah spesial, maka Anda mampu melihat kehebatan yang ada di dalam diri mereka.  

Satu orang bisa melakukan, tetapi bersama-sama bisa melakukan lebih banyak daripada satu orang. Hidup itu saling terkait antara satu orang dengan orang yang lain. Hidup itu bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk menjadi berguna bagi sesama manusia. Kita semua bukan apa-apa tanpa satu sama lain. Hubungan baik dalam sopan-santun yang tinggi akan menciptakan harmonis di antara kita semua. Sama seperti dua bola mata kita, keduanya mampu melihat dan menceritakan sesuatu kepada kita, tetapi keduanya tidak dapat saling memandang, walau keduanya memiliki fungsi dan tujuan yang sama. Jadi, dalam hidup ini, kita manusia sama seperti dua bola mata kita, walaupun kita tidak pernah terhubung, tetapi kita memiliki fungsi dan tujuan yang sama dalam hidup ini. Seperti kata orang bijak, “Pisau cukur itu tajam tetapi tidak bisa menebang pohon; kapak itu kuat tetapi tidak bisa memotong rambut.”

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGHADAPI PERILAKU TIDAK TULUS

“Ketidaktulusan adalah kegelapan dalam hidup di mana kebaikan ditutupi dengan niat yang tidak benar.”~Djajendra

Ketulusan adalah cahaya kehidupan di mana sifat baik hadir, dan semua hal ada dalam kejelasan yang terang. Ketulusan menciptakan transparansi dalam segala hal, dan tidak ada lagi yang tidak jelas. Ketidaktulusan adalah kegelapan dalam hidup di mana kebaikan ditutupi dengan niat yang tidak benar. Ketidaktulusan menunjukkan kehidupan dalam rasa takut dan curiga karena ada yang disembunyikan dalam kerahasiaan hati, dalam kepentingan masing-masing, dalam kurangnya pengertian, dan dalam niat yang ingin mencurangi yang lain. Orang-orang yang memiliki hati yang tulus selalu menampilkan perilaku yang tulus. Mereka mencintai hidup mereka dan lingkungan mereka. Mereka sadar bahwa tidak mudah berharap kejujuran dan cinta dari orang lain. Oleh karena itu, prinsip hidup mereka membuat cinta dan kejujuran mereka tidak bergantung pada pihak di luar diri mereka. Mereka ikhlas dan tulus untuk memberikan cinta, kejujuran, integritas, dan toleransi pada kehidupan dunia yang singkat.

Menghadapi perilaku tidak tulus bukanlah sesuatu yang mudah. Padahal kehidupan yang damai dan harmonis membutuhkan perilaku tulus untuk saling menjaga hubungan dalam cinta dan kebaikan. Kita boleh berbeda ide, keyakinan, kepercayaan, dan pemikiran; tetapi, kita harus tetap tulus untuk menciptakan kebersamaan dalam cinta dan kesepakatan bersama. Persoalannya, sifat manusia berada dalam sebab-akibat, manusia tidak mungkin konsisten dalam memberikan cinta. Jika suka cinta bisa mengalir dan jika tidak suka cinta berhenti mengalir. Jika diperhatikan mungkin akan memperhatikan, jika tidak diperhatikan mungkin akan melupakan. Perilaku tulus membutuhkan cinta yang konsisten dalam segala situasi.

Perilaku tulus seperti cahaya yang memperlihatkan kejujuran, cinta, integritas, kepedulian, empati, dan toleransi dengan jelas. Jika tidak ada perilaku tulus, jangan berharap integritas tumbuh dan menguat. Jika tidak ada perilaku tulus, jangan berharap toleransi dan kepedulian dirasakan bersama. Jika tidak ada perilaku tulus, jangan berharap cinta dan kejujuran dapat terlihat dalam keterusterangan. Perilaku tulus membuat ucapan, tindakan, dan pilihan kata yang sesuai dengan kenyataan. Tidak ada kebohongan, tidak ada kepura-puraan, emosi dan mental selalu dalam energi positif. Tidak ada yang disembunyikan karena kepentingan, kemurnian sikap atas fakta benar-benar hadir dari pengetahuan dan kecerdasan yang transparan.

Perilaku tulus dapat kita miliki jika dengan sengaja kita tumbuh dan berkembang dari kebijaksanaan dan cinta. Ketika kita memperoleh semua pengetahuan dan kecerdasan dari kebijaksanaan dan cinta, maka pikiran kita selalu positif dan persepsi kita mampu melihat atau pun merasakan hal-hal indah di semua fakta kehidupan. Ketidaktahuan, kesombongan, ketakutan, keraguan, kebohongan, kelicikan, keserakahan, kebodohan, dan semua hal-hal yang tidak bijaksana dan tidak dalam kuasa cinta akan lenyap dalam kesadaran dan kecerdasan diri. Kita pun mampu memahami orang lain yang berbeda dengan kita, dan berinteraksi dari perilaku tulus. Kita tidak akan pernah mempunyai niat untuk mengambil keuntungan secara licik dari orang lain, karena kita sadar bahwa hanya Tuhan yang memberi kita keuntungan dan rezeki berlimpah, bukan oleh orang-orang yang kita temui.

Perilaku tulus mampu menyatukan hati dalam kebahagiaan dan kedamaian. Perilaku tidak tulus sangat mungkin menyakiti hati dan meninggalkan kesan negatif. Siapa pun yang tidak tulus akan memanen penderitaan di masa depan. Siapa pun yang tidak tulus sedang memadamkan potensi hebat di dalam diri. Siapa pun yang tidak tulus sedang mematikan cahaya kesadaran dari hati dan pikiran. Setiap orang pasti menyukai orang-orang yang berperilaku tulus, jujur, dan kaya sikap baik. Jika Anda suka dengan orang-orang yang tulus, ikhlas, sabar, baik, rendah hati, jujur, dan menyenangkan; maka, itu artinya, semua orang juga sama seperti Anda, menyukai orang-orang yang seperti Anda sukai. Perilaku tulus memberikan energi untuk kehidupan yang damai, indah, bahagia, dan sejahtera.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN YANG MENDENGARKAN

“Mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar.”~Djajendra

Salah satu keterampilan dasar kepemimpinan adalah mendengarkan. Pada intinya, ini adalah keterampilan untuk membantu pemimpin lebih mudah berinteraksi dan berkomunikasi dengan bermacam karakter dan kepribadian. Ini dapat mempermudah pemimpin untuk mobilisasi dan memanfaatkan semua potensi terbaik dari orang-orang yang membantu pemimpin. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang apa yang disampaikan oleh orang lain memungkinkan pemimpin untuk melakukan tugas sehari-hari dengan efektif.

Empati adalah dasar untuk dapat menjadi pendengar yang baik. Kemampuan untuk menunjukkan empati haruslah benar-benar berkualitas dan bersumber dari kecerdasan emosional yang tinggi. Kepemimpinan yang mendengarkan harus mampu mengendalikan amarah dan ego yang suka menerima pujian. Harus benar-benar tenang dalam pengendalian diri untuk dapat mendengarkan apa pun dengan jernih dan sabar. Empati yang kuat dengan kecerdasan untuk menyerap semua makna dari apa yang disampaikan, menjadikan kepemimpinan selalu kuat dan unggul.

Menjadi pendengar yang baik tentu sangat menguntungkan bagi kepemimpinan. Sebab, dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami apa yang sebenarnya ingin dicapai oleh karyawan, mitra, klien, dan stakeholder lainnya. Kemampuan untuk menangkap semua emosi, potensi, dan harapan orang lain haruslah menjadi inti dari kepemimpinan. Ketika kepemimpinan mampu menggunakan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, etos kerja, dan gairah setiap orang secara efektif, maka mereka semua dapat memberi hasil terbaik untuk tujuan yang diperjuangkan. Intinya, untuk menjadi pemimpin yang berkualitas tinggi, Anda harus menjadi pendengar yang bersumber dari empati dan kecerdasan emosional yang tinggi.

Dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami bagaimana orang lain memandang tindakannya. Jadi, mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar. Ketika pemimpin tahu tentang bagaimana orang lain melihat dirinya, maka pemimpin dapat menyiapkan strategi yang tepat untuk menjalankan kepemimpinan yang efektif. Jadi, tidak ada lagi asumsi dan narasi pribadi yang ditonjolkan, tetapi realitas yang langsung didengarkan dari orang-orang yang memandang tindakan pemimpin itu seperti apa. Mendengarkan membantu pemimpin memahami persepsi dan keyakinan dari orang-orang yang terlibat membantu kepemimpinan-nya. Jika nantinya, ada orang-orang yang tidak sejalan dengan visi kepemimpinan, maka dengan mudah pemimpin dapat melakukan pergantian, dan secepat mungkin menemukan orang-orang yang paling siap untuk menjalankan visi kepemimpinan.

Mendengarkan berarti menerima dengan tenang semua narasi, emosi, persepsi, dan situasi; tanpa mengesampingkan proses berpikir khas yang bersumber dari diri sejati pemimpin. Mendengarkan berarti tidak memberi respons melawan atau menolak, hanya mendengarkan dan tidak memberikan reaksi yang menghentikan proses mendengarkan. Setelah selesai mendengar, pemimpin perlu menilai semua yang didengar dengan situasi nyata. Keputusan akhir bukan dari apa yang didengar, tetapi apa yang diyakini dan dirasakan benar oleh pemimpin. Intinya, mendengarkan itu hanya untuk memahami orang lain, merasakan keyakinan dan persepsi mereka, serta melibatkan mereka untuk kepemimpinan yang efektif. Pada akhirnya, semua keputusan ditentukan oleh intuisi dan pengetahuan pemimpin.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com