JANGAN MENUNTUT ORANG LAIN UNTUK MEMENUHI HARAPAN ANDA

“Kita tidak akan mendapatkan yang terbaik dalam hidup jika kita berharap orang lain untuk memenuhinya.”~Djajendra

Kita tidak pernah tahu ada tantangan apa yang harus kita hadapi untuk dapat memenuhi harapan kita. Jika kita sendiri tidak pernah tahu ada tantangan apa di depan kita, bagaimana mungkin kita berharap orang lain yang memenuhinya. Jangan terlalu terobsesi dengan keinginan dan harapan, sebab hal ini akhirnya membuat hati dan pikiran kita terikat pada rasa takut saat menghadapi tantangan yang tidak diketahui. Semua ini berpotensi menghalangi kemampuan kita untuk memahami realitas dan mau menerimanya dengan ikhlas. Kita harus ingat bahwa semua harapan dan impian kita berada dalam kesadaran kita sendiri. Jika di sepanjang hidup kita selalu percaya diri dan penuh semangat mengerjakan harapan kita, maka kita memiliki peluang untuk mendapatkannya. Hati, pikiran, dan perasaan kita harus meyakinkan diri kita untuk tidak seratus persen berharap orang lain melakukan harapan kita. Jaga suara hati yang merasa yakin untuk memenuhi harapan, sehingga pikiran dan perasaan mampu mengikuti suara hati untuk mewujudkan harapan. Di samping itu, keadaan pikiran kita perlu dijaga agar tidak dipengaruhi oleh hubungan dan peristiwa di luar diri kita. Biasanya, hal ini tidak mudah, tetapi kita harus sadar untuk bertanggung jawab atas kebahagiaan diri kita sendiri. Selalu bersemangat, tidak punya niat untuk menyerah, tidak memikirkan balas dendam, tidak berharap pada siapa pun, tidak menyalahkan, tidak mengeluh, selalu optimis dan percaya diri, adalah jalan terbaik dalam mencapai harapan.

Kita tidak akan pernah mendapatkan yang terbaik dalam hidup jika kita menuntut orang lain untuk memenuhinya. Lepaskan harapan pada siapa pun, terimalah apa pun dengan gembira, tetaplah merdeka dalam mewujudkan harapan. Hidup bukan untuk menuntut atau berharap orang lain dapat memenuhi semua harapan kita. Hidup adalah untuk menemukan diri sendiri di dalam kehidupan dunia yang menggoda kita dengan kepalsuannya. Tingkatkan kesadaran untuk mengetahui kebenaran dari harapan dan keinginan yang sedang kita perjuangkan. Jika harapan dan keinginan kita tersebut betul-betul bermanfaat dan memberikan kebaikan bagi hidup kita, maka perjuangkan dari hati yang sadar, bukan memperjuangkannya dari ego yang penuh nafsu. Pastikan selalu bekerja dan memimpin dengan hati yang tulus. Kejernihan pikiran berasal dari hati yang tulus dan penuh cinta pada apa yang dikerjakan. Tenangkan hati dalam kuasa energi positif, biarkan pikiran mengikuti hati yang tenang dan santai dalam setiap proses untuk mewujudkan harapan. Pada akhirnya, pengabdian sangat penting bagi keberhasilan pencapaian. Ketika hati tenang dan terpusat pada rasa cinta terhadap pekerjaan, pikiran juga tenang, tidak akan ada perasaan gelisah untuk mengganggu proses pencapaian.

Sangat banyak orang yang kehilangan ketenangan hidup karena berharap orang lain melakukan keinginan dan kebutuhan mereka. Lepaskan harapan dari semua orang. Tidak perlu lagi buang-buang energi dan waktu, untuk marah-marah atau kesal dengan orang lain yang tidak bekerja sesuai harapan kita. Marilah fokus di tujuan dan menerima semua orang apa adanya mereka. Jika orang yang kita pekerjakan sudah tidak bisa lagi diberikan saran, maka segera cari orang lain yang mau menuruti semua instruksi dan saran kita. Jangan pernah kehilangan harapan karena orang lain yang menolak mengerjakan yang kita minta. Tetaplah bersemangat dan nikmati realitas hari ini dengan bahagia. Ketika kita berharap seratus persen kepada orang lain untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan tepat waktu, maka kita akan merasakan kekecewaan. Bergantung pada orang lain menyebabkan kita kehilangan kemampuan dan kemerdekaan. Jangan pernah bergantung pada siapa pun dan untuk apa pun, sebab ketika Anda meminta bantuannya, dan mereka menolak, Anda pasti marah ditambah stres. Demikian juga, jika Anda berharap sikap dan perilaku orang lain harus sesuai dengan keinginan Anda, maka Anda juga menjadi mudah marah dan stres. Karena itu, mulai sekarang, apa pun yang bisa dikerjakan sendiri kerjakan dengan gembira, upayakan ketergantungan Anda kepada orang lain seminimal mungkin. Hal yang betul-betul tidak Anda pahami dan tidak mampu Anda kerjakan boleh meminta bantuan kepada orang lain, tetapi untuk hasil terbaik jangan pernah berharap kepada mereka untuk memenuhinya.

“Ketika hati tenang dan terpusat pada rasa cinta terhadap pekerjaan, pikiran juga diam dan tenang, tidak akan ada perasaan gelisah untuk mengganggu proses pencapaian, tidak akan ada rasa takut saat menghadapi tantangan yang tidak diketahui.”~Djajendra

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MENERIMA PERBEDAAN SEBAGAI KEKUATAN

“Kita harus sadar dan yakin bahwa kesejahteraan dan kedamaian adalah hasil dari kolaborasi yang penuh toleransi, bukan hasil dari kompetisi yang saling meniadakan.”~Djajendra

Bumi ini adalah rumah kita bersama. Kita harus sadar bahwa kesejahteraan, kedamaian, kemakmuran, keamanan, dan kenyamanan di planet ini hanya dapat diwujudkan kalau kita ikhlas dan bersyukur untuk hidup berdampingan. Perbedaan bukan untuk diperdebatkan dan dijadikan konflik. Perbedaan adalah keunikan kita untuk memperkaya kehidupan dari berbagai sudut pandang dan pengetahuan. Kita semua ada di bumi ini untuk saling berhubungan dan saling bergantung satu sama lain agar dapat mencapai kualitas hidup terbaik. Konflik dan permusuhan hanya akan memiskinkan kehidupan kita. Tidak mungkin kita dapat mengoptimalkan potensi dan bakat kita, jika lingkungan kehidupan kita dalam permusuhan dan tidak ada rasa aman. Perbedaan adalah anugerah dari Tuhan agar kita bisa saling mengenal dan saling belajar untuk menjadi manusia berkualitas tinggi.

Perbedaan bukan untuk dijadikan dasar dalam mencari siapa yang paling benar, tetapi dasar untuk saling mengagumi dan mencintai karena kita semua diciptakan oleh Tuhan yang sama. Secara fisik, mental, dan emosional kita kadang-kadang berbeda; tetapi, ini semua bukan alasan untuk saling membenci. Perilaku membenci hanya akan merugikan diri sendiri. Karena itu, jangan membenci orang yang berbeda darimu, karena rasa benci itu ada di dalam hatimu, dan rasa benci itu hanya akan menggerogoti kebahagianmu. Sedangkan, orang yang kau benci selalu akan baik-baik saja, hanya dirimu yang suka membenci akan mengalami penderitaan. Belajarlah untuk mencari kesamaan dari perbedaan. Jangan fokus pada perbedaan dan mengabaikan kesamaan yang mungkin jauh lebih banyak dari pada perbedaan. Hidup yang cerdas adalah pintar mencari kesamaan, sehingga kita bisa bersatu membangun kesejahteraan dan kedamaian. Jangan pernah membiarkan hatimu fokus pada perbedaan, sebab itu akan merugikan hidupmu yang singkat ini.

Semua sifat buruk kita harus patuh pada etika kehidupan sosial yang harmonis. Kita harus sadar dan yakin bahwa kesejahteraan dan kedamaian adalah hasil dari kolaborasi yang penuh toleransi, bukan hasil dari kompetisi yang saling meniadakan. Sifat buruk di dalam diri kita adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Tidak mungkin diri kita bersih tanpa ada energi negatif, sebab kehidupan terjadi karena bertempur-nya energi negatif dan energi positif untuk menghasilkan hidup. Tetapi, kita punya kesadaran dan empati untuk menciptakan kebaikan dan tidak membiarkan keburukan keluar dari diri kita. Semua sifat baik kita, seperti: kepedulian, kasih sayang, perhatian, pelayanan prima, kebaikan, toleransi, empati, dan semangat untuk membuat orang lain bahagia adalah sifat-sifat yang akan menjadikan hidup kita sejahtera dan damai. Dari sini kita bisa belajar bahwa sesungguhnya perbedaan itu adalah kekuatan untuk hidup bersama sebagai saudara yang saling memiliki dan berbagi pengetahuan, yang membuat kaya hidup kita semua. Perilaku yang hanya fokus pada kepentingan dan keyakinan diri sendiri, serta mengabaikan semangat untuk hidup bersama sebagai satu kekuatan yang besar, adalah perilaku yang sudah ketinggalan jaman. Sekarang, kita sedang memasuki atau sedang hidup di jaman kolaborasi dan bersama-sama bekerja cerdas untuk menikmati kesejahteraan dan kedamaian di muka bumi ini.

Dunia pendidikan harus mulai memberikan materi pelajaran tentang toleransi, empati, kasih sayang, cinta, keadilan, kedamaian, etika, kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, saling membantu, saling peduli, kerendahan hati, optimisme, teliti, tekun, disiplin, integritas. Dan, sejak sekolah dasar anak-anak harus diberikan pendidikan kolaborasi dengan kinerja terbaik di tengah-tengah kehidupan yang beragam dan berbeda. Jika jenis pendidikan ini tidak masuk dalam kurikulum sekolah, maka sekolah hanya akan menghasilkan orang-orang yang siap berkonflik dalam perbedaan dan menjadikan kehidupan mereka semakin miskin karena semua energi terkuras untuk konflik, bukan untuk membangun kesejahteraan dan kedamaian. Masa depan yang cemerlang ada pada kemampuan kita untuk hidup dalam tingkat toleransi yang sangat tinggi. Kualitas-kualitas, seperti: empati, kasih sayang, dan nilai-nilai sopan santun dalam pergaulan sosial haruslah diajarkan kepada semua orang agar orang-orang tersebut bisa memiliki masa depan yang penuh kemakmuran, kedamaian, kesejahteraan, dan kegembiraan.

Perbedaan adalah kekuatan dan tidak boleh membiarkan perbedaan dalam sikap intoleransi. Perilaku intoleransi terhadap perbedaan pasti menyebabkan konflik, kemarahan, kebencian, perpecahan, permusuhan, kekerasan. Dan, semua ini akan menghilangkan rasa kesatuan, rasa kemanusiaan, rasa kasih sayang. Pada akhirnya, membuat kehidupan tanpa dialog, tetapi penuh kekerasan dalam kebencian. Hasil akhirnya, jelas, yaitu: masyarakat yang terkebelakang dan miskin di semua sektor kehidupan. Jadi, marilah kita sadar bahwa perbedaan adalah kekuatan yang harus kita manfaatkan melalui toleransi dan empati, agar kita semua bisa hidup sejahtera dalam peradaban yang tinggi.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

INTI DARI BEKERJA ADALAH MELAYANI DAN BEKERJA SAMA DENGAN ORANG LAIN

Melakukan pekerjaan dengan disiplin dan tanggung jawab bukanlah prestasi. Setiap hari terlihat sangat sibuk dan selalu terburu-buru dalam setiap aspek kerja bukanlah prestasi. Prestasi tertinggi dalam bekerja adalah mampu memberikan pelayanan berkualitas dan bekerja sama dengan orang lain secara efektif dan produktif. Prestasi terbaik dalam bekerja adalah kemampuan dan semangat untuk melengkapi apa yang telah dimulai dengan kinerja terbaik.

Bekerja tidak sekedar untuk mencari nafkah; bekerja tidak sekedar mengejar karir dan jabatan dengan segala cara; bekerja yang benar adalah memiliki hati yang tulus dan ikhlas untuk melayani dan bekerja sama dengan orang lain. Kita harus rajin, fokus, tekun, teliti, disiplin, dan memulai pekerjaan dengan niat untuk hasil terbaik; dan yang paling penting, kita harus mengakhiri pekerjaan kita dengan lebih baik dari sebelumnya.

Kuatkan energi positif di dalam diri untuk bisa melayani dan bekerja sama dengan orang lain. Jadilah lebih berhati-hati dan lebih bijaksana untuk memilih kata-kata saat berinteraksi dengan orang lain. Hargai dan hormati orang lain dengan sikap yang penuh sopan santun dan toleransi. Jadilah pribadi yang menghormati semua komitmen yang telah dibuat. Apa pun janji yang sudah diucapkan kepada orang lain dapat dipenuhi tepat waktu.

Datanglah ke tempat kerja tepat waktu dengan kondisi mental dan fisik yang bugar. Hadir ke tempat kerja dengan niat dan semangat yang sangat kuat untuk memberikan hasil kerja yang terbaik. Ketika kita memiliki niat dan semangat untuk melakukan pekerjaan dengan totalitas, maka niat dan semangat kita tersebut akan menggerakkan energi positif untuk kesuksesan pada momen tersebut. Semakin positif pikiran, niat, emosi, dan kecerdasan kita; semakin kita mendapatkan kekuatan tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan prestasi terbaik. Sebaliknya, semangat kerja yang rendah dan sifat malas akan membuat kita gagal dalam menyelesaikan tugas.

Pekerjaan yang kita lakukan membutuhkan kinerja dan prestasi terbaik. Oleh karena itu, dibutuhkan diri kita yang berkualitas tinggi agar dapat memberikan hasil terbaik. Kontribusi dan pelayanan prima kita dalam setiap situasi proses kerja adalah sebuah tanggung jawab dalam integritas dan disiplin yang tinggi. Jika kita ingin bekerja untuk prestasi dan kinerja terbaik; maka kita harus benar-benar fokus dalam perilaku kerja yang memiliki ketenangan, konsentrasi tinggi, kreativitas yang cerdas, keberanian untuk bersikap jujur, dan selalu siap dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk meraih hasil terbaik.

Kita harus selalu menjaga diri kita agar tidak jatuh dalam kemalasan. Disiplin terhadap tanggung jawab dan waktu, atau kepatuhan kita terhadap jadwal kerja sangatlah penting untuk meraih yang terbaik. Jangan pernah meremehkan rasa malas, rasa bosan, dan rasa yang menganggap pekerjaan kita itu tidak penting. Semua rasa yang bersumber dari sesuatu yang tidak mendukung prestasi haruslah dihentikan segera. Jika kita membiarkan energi negatif menguasai kualitas kerja kita, maka kita benar-benar hanya menjadi bagian yang merugikan diri sendiri dan organisasi tempat kita bekerja.

Jangan tergoda untuk mengklaim bahwa prestasi kita adalah hasil kerja keras kita sendiri. Diri kita tanpa orang lain bukan apa-apa, prestasi kita adalah hasil kerja keras dari banyak orang. Jadilah lebih rendah hati dan penuh pengertian kepada orang lain. Miliki idealisme yang cerdas mengalir dalam praktis dan realitas. Rasakan bahwa kehadiran ide-ide dan orang-orang di sekitar kita sebagai kekuatan untuk memulai hasil terbaik. Bekerjalah dengan lebih kreatif, mintalah bantuan dan pertolongan dari TUHAN setiap saat. Gunakan waktu di tempat kerja untuk memberikan kebaikan, kualitas, bakat, kompetensi, dan kemampuan terbaik. Hadapi setiap tantangan dengan doa dan pengetahuan yang tepat agar mendapatkan jalan keluar terbaik.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MELAKUKAN PEKERJAAN YANG DITUGASKAN DENGAN DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB

“Kita harus sadar dan mengerti bahwa tugas yang diberikan kepada kita adalah kinerja dan prestasi yang diharapkan dari tugas kita itu.”~Djajendra

Pekerjaan yang kita lakukan haruslah dalam konsep holistik. Kita harus mampu melihat ke semua tanggung jawab. Kita harus mampu dan ikhlas untuk menjalankan proses kerja dengan benar dan etis. Kita harus sadar bahwa pekerjaan kita merupakan bagian penting dari seluruh perjalanan keberadaan kita. Kesadaran kita untuk bekerja dan melayani sistem kerja dengan disiplin, patuh, taat, pengabdian total, pelayanan sepenuh hati, dan mengikuti semua perubahan dengan cerdas, adalah tugas yang bersifat pribadi di tingkat kesadaran diri. Jadi, sangat penting bagi kita untuk benar-benar fokus melakukan pekerjaan yang ditugaskan. Kita juga harus menyiapkan mental, moralitas, kualitas, dan kompetensi untuk dapat berubah dari waktu ke waktu. Apa pun situasi dan kondisi yang harus dihadapi, kita siap dan mampu melakukannya dengan totalitas kita dan kualitas tinggi.

Kita semua terkait dalam kolaborasi dan komitmen yang tulus dari keberadaan kita untuk menjalankan tugas dengan totalitas. Pekerjaan kita bersifat pribadi di bidang tugas yang menjadi tanggung jawab kita. Karena bersifat pribadi, maka kita harus mampu menciptakan etos dari budi luhur dan moralitas kita yang berkualitas tinggi. Sifat pribadi tersebut membuat kita mampu mengambil tanggung jawab penuh atas hal-hal yang ditugaskan kepada kita. Kita harus sadar dan mengerti bahwa tugas yang diberikan kepada kita adalah kinerja dan prestasi yang diharapkan dari tugas kita itu. Dalam menjalankan tugas, kita harus sadar bahwa semua stakeholder saling berhubungan dan memiliki kepentingannya masing-masing. Kesadaran kita bahwa setiap orang di lingkungan kerja saling bergantung dengan orang lain, membuat kita harus lebih meningkatkan kualitas empati dan toleransi agar semua tantangan dan masalah dapat diselesaikan secara cerdas dan bijak.

Sekarang ini, bukan jaman-nya lagi mengejar kepentingan diri sendiri, siapa pun yang hanya sibuk mengurusi ambisi dan nafsunya dijamin gagal. Mengejar ambisi dan nafsu pribadi sudah ketinggalan jaman, dan juga sudah tidak realistis dalam jaman informasi dan perubahan yang cepat ini. Kita sedang berada dalam jaman kolaborasi dan hidup bersama untuk mencapai prestasi terbaik. Semua kekuatan harus bersatu dalam kolaborasi, saling mengerti, memiliki empati, memiliki toleransi, memiliki kedamaian hati, kasih sayang, perhatian, keadilan yang lebih bijaksana, kreativitas, inovasi, serta menjadi tim kerja yang solid dari kerendahan hati dan kepercayaan diri yang konsisten.

Etika berorganisasi dan etika bekerja sama harus betul-betul diperkuat untuk membantu mengatasi perpecahan dan prasangka buruk di lingkungan kerja. Kita membutuhkan etika berorganisasi yang dapat menerima perbedaan dan keragaman sebagai kekuatan untuk menjadi lebih baik. Budaya organisasi yang kuat dan siap dalam perubahan akan sadar untuk menanamkan nilai-nilai, seperti: keadilan, perhatian, kepedulian, toleransi, kedamaian, kasih sayang, pengampunan; serta meningkatkan pembelajaran organisasi dalam bidang etis, emosional, hati nurani, kesadaran, kecerdasan sosial, dan pikiran positif. Jadi, organisasi masa depan pasti sudah mulai mendidik sumber daya manusianya dalam memperkuat nilai-nilai positif yang memampukan seseorang, untuk bangkit dari dalam dirinya sendiri saat menghadapi tantangan dan kehilangan arah.

Lingkungan kerja masa depan adalah yang penuh dengan toleransi, cinta, hati yang peduli, dan rasa kesatuan untuk bersama-sama membangun prestasi dan kinerja terbaik. Tidak ada lagi kata-kata kasar, tidak ada lagi pikiran buruk, tidak ada lagi perbuatan atau tindakan yang kurang etis. Semua orang akan sadar untuk tumbuh dan berkembang melalui gagasan dan dialog yang saling membangun. Tidak ada lagi kebencian, tidak ada lagi kekerasan, tidak ada lagi konflik, yang ada hanya bersatu dalam kedamaian untuk mencapai kinerja dan prestasi terbaik. Jadi, semua orang perlu meningkatkan dan menerapkan etika dalam segala hal yang dilakukan. Jika semua orang di lingkungan kerja mulai bekerja, berpikir, dan berkata-kata dalam perilaku etis; maka kerja sama dan kolaborasi akan menguat di dalam kegembiraan kerja. Pada akhirnya, kesadaran akan muncul bahwa kemajuan dan sukses itu tidak dihasilkan dari kompetisi, tetapi dari kolaborasi yang tulus dan sepenuh hati.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

HIDUP BUKAN KOMPETISI, TAPI KOLABORASI

“Perjuangan untuk bertahan hidup bukanlah dengan persaingan, tetapi dengan kolaborasi dan kerjasama dari hati yang paling tulus.”~Djajendra

Kita tidak perlu bersaing dengan siapa pun, yang kita perlukan adalah bekerja sama dan bersatu dalam kolaborasi. Setiap orang memiliki keunikan dan bakat yang tidak dimiliki yang lain. Setiap orang diciptakan Tuhan untuk berguna dalam hidup ini. Setiap orang ada untuk membangun kehidupan yang lebih baik melalui perubahan yang abadi. Satu sama lain harus mampu menghadirkan dirinya yang rendah hati dan percaya diri untuk berinteraksi dengan yang lain. Intinya, kerjasama adalah jalan hidup manusia. Tanpa orang lain kita menjadi tidak bermakna, jadilah bagian dari kolaborasi yang alami dan damai.

Kesuksesan hidup kita sangat bergantung dari kemampuan kita melayani dan bekerja sama dengan banyak pihak. Perjuangan untuk bertahan hidup bukanlah dengan persaingan, tetapi dengan kolaborasi dan kerjasama dari hati yang paling tulus. Jika kita terus-menerus memiliki perilaku bersaing dan menganggap orang lain sebagai musuh, maka lama kelamaan kita akan kelelahan sendiri dan kalah sendiri. Kemenangan ada dalam kolaborasi dan kerja sama, jadi kemampuan untuk merangkul semua bakat dan potensi terbaik adalah keharusan dalam mencapai kemenangan.

Persaingan bukanlah jalan hidup para pemenang, tetapi pilihan dari orang-orang yang kalah. Kerja sama dan kolaborasi dari integritas yang tinggi mampu mewujudkan yang terbaik dalam kehidupan manusia. Tidak ada kekuatan yang mampu mewujudkan kemenangan selain dari kolaborasi bakat dan potensi yang siap menang. Keunggulan sudah ada dalam diri setiap orang, sekarang yang diperlukan adalah kesadaran dan sifat rendah hati agar keunggulan itu dapat dikolaborasikan untuk mencapai impian tertinggi.

Hidup bukanlah tentang menang dan kalah, tetapi bagaimana kita bisa mengendalikan keegoisan kita dan meningkatkan kesadaran bahwa bersama-sama kita lebih mampu dan lebih kuat. Jika dalam kolaborasi kita berusaha dan berjuang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, maka semua bakat dan potensi dalam kolaborasi tersebut mampu memberikan kontribusi dalam mencapai sesuatu yang terbaik. Kolaborasi tidak ingin ada yang kalah, tetapi semua merasa sebagai pemenang.

Persaingan yang terlalu serius mengakibatkan orang-orang mengabaikan etika dan keharmonisan sosial. Semua orang yang bersaing hanya memikirkan dengan cara apa pun harus mengalahkan lawan, tidak ada pikiran positif dan niat baik untuk bersaing dengan perilaku etis. Hal ini berdampak buruk terhadap integritas dalam kehidupan sosial. Pada akhirnya membahayakan kehidupan setiap orang, sebab kedamaian dan keamanan akan berkurang, dan juga keadilan menjadi sesuatu yang lebih mahal dari hasil yang didapatkan melalui kompetisi tanpa etika.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN HUBUNGAN KERJA YANG PRODUKTIF DAN KOMPAK

“Kita semua hadir ke dalam lingkungan kerja, untuk mengisi energi positif dan produktif, dalam setiap proses kerja yang saling bergantung dan mendukung.”~Djajendra

Hubungan kerja yang harmonis, kompak, dan produktif itu sangat penting agar setiap orang mampu merasakan kebahagiaan dalam lingkungan kerja. Persoalan utama dalam hubungan kerja adalah ego masing-masing orang yang tidak mau menghargai kualitas dan kepribadian dari orang lain. Pada umumnya, orang merasa sangat sulit untuk memberi respek dan pujian yang tulus kepada sesama rekan kerja. Demikianlah keadaan dari hubungan kerja di semua lingkungan kerja, sehingga keharmonisan dalam hubungan kerja sangat sulit diwujudkan.

Ketika kita melepaskan keegoisan kita, sebagai hasilnya kita menerima kebahagiaan dan keharmonisan. Kebaikan dan integritas kita di setiap situasi dan keadaan kerja memberikan keharmonisan dan keindahan. Jika kita sadar bahwa setiap orang dalam lingkungan kerja kita adalah satu dengan diri kita, maka empati kita tidak akan menyakiti orang lain, tidak akan merugikan orang lain, dan tidak akan membuat kesedihan bagi orang lain. Empati kita mampu menciptakan kebaikan untuk membantu orang lain melalui kontribusi kerja yang produktif dan penuh kualitas terbaik.

Keberadaan manajemen dalam lingkungan kerja dimaksudkan untuk menumbuhkan perdamaian dan rasa persatuan di antara stakeholders. Setiap individu dan kelompok menjadi alat bagi manajemen dalam menyebarkan energi positif dan produktif. Jika manajemen mematuhi prinsip-prinsip dasar manajemen dengan pikiran dan hati yang bersih, maka manajemen mampu membangun jalan menuju keharmonisan kerja yang produktif dan kreatif.

Setiap orang sebagai bagian dari diri kita sendiri. Kemampuan untuk merasakan apa yang dikerjakan oleh semua pihak sebagai milik kita sendiri, semangat yang intens untuk membantu proses kerja, serta membangkitkan diri sendiri agar berkontribusi secara optimal, haruslah menjadi realitas sehari-hari di tempat kerja.

Tujuan utama dari sebuah lingkungan kerja adalah meningkatkan kinerja, merawat keharmonisan, mengatasi keegoisan kita, melayani dengan hati yang ikhlas dan tulus, mencintai pekerjaan dan memperlihatkan prestasi, menumbuhkan nilai-nilai sopan santun dan etika, serta membangkitkan motivasi dan energi positif dari dalam diri untuk menjawab tantangan dan masa depan.

Kesadaran hati dan ketenangan pikiran mampu membawa diri kita ke kedalaman diri sendiri, dan jauh di lubuk hati kita ada suara hati yang mengerti tentang kebenaran sejati. Kebenaran sejati adalah kita bertanggung jawab untuk menemukan keindahan, kedamaian, cinta, prestasi, kebahagiaan, energi kreatif, rasa syukur, empati, dan integritas yang ada di dalam diri kita sendiri. Dan, kita harus yakin bahwa semua yang kita miliki itu ada juga di dalam diri setiap orang yang bekerja sama dengan kita di tempat kerja.

Setelah kita menemukan kualitas kita dari ke kedalaman diri sendiri. Pekerjaan selanjutnya, kita harus mampu menghubungkannya dengan kualitas orang lain. Inti dari proses kerja adalah terhubungnya kualitas dari masing-masing orang melalui kolaborasi yang ikhlas. Pengendalian diri menambah nilai positif bagi setiap orang saat membangun hubungan kerja yang harmonis dan produktif. Semua rintangan dan hambatan, baik pada tingkat pemikiran maupun tingkat perasaan, haruslah diselesaikan melalui kesadaran dan kecerdasan yang tercerahkan.

Mengenal diri sendiri secara baik menjadi sangat penting untuk membangun hubungan kerja yang harmonis, produktif, dan kompak. Jika kita sudah tahu siapa diri kita yang sesungguhnya, maka hubungan kita dengan siapa pun terbangun di atas fondasi yang sangat kuat oleh kepercayaan diri kita. Energi positif di dalam diri kita mampu memfokuskan kekuatan dan kepercayaan diri kita dalam hubungan yang produktif. Kita tidak akan memfokuskan perhatian pada kelemahan orang lain, tetapi memfokuskan pada kekuatan orang lain dan membantu orang lain agar kelemahan mereka dapat diatasi oleh kekuatan dirinya sendiri. Energi positif dan kepercayaan diri kita tidak lagi menilai dan menghakimi orang lain secara negatif. Kita memiliki kualitas diri yang hebat untuk menemukan kualitas yang hebat pada diri setiap orang. Kualitas dari diri yang asli dan unik sudah ada di dalam diri setiap manusia. Jika semua kebaikan dari ke kedalaman diri sendiri saling terhubung dengan ke kedalaman diri masing-masing orang, maka prestasi dan kinerja terbaik menjadi sesuatu yang mudah untuk diwujudkan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

SEKARANG INI ZAMAN KOLABORASI, BUKAN LAGI ZAMAN KOMPETISI

“Ketika orang hidup bersama tanpa saling memahami, naluri bertahan hidup mereka mengubah segalanya menjadi pertarungan.“~ Sadhguru

Bersama-sama kita kuat, bercerai-berai kita lemah. Orang yang tidak bisa kolaborasi adalah orang-orang yang sulit meraih hal-hal terbaik. Orang yang tidak terbiasa kolaborasi adalah orang yang tidak mengetahui keuntungan dari kolaborasi. Melalui kolaborasi kita mendapatkan rejeki, karir, dan kehidupan terbaik. Kolaborasi membuat kita mampu bekerja sama dengan orang lain, baik kerja sama langsung maupun yang tidak langsung, yang mendatangkan keuntungan bagi hidup kita.

Semangat kerjasama menghasilkan kesehatan dan kegembiraan bagi kita. Kolaborasi adalah pengabul keinginan, sebab hal-hal yang tidak mampu kita kerjakan atau hal-hal yang tidak kita miliki bisa kita dapatkan dari orang lain. Kehidupan yang berkualitas tidak mungkin tanpa kolaborasi. Tidak seorang pun yang dapat hidup tanpa semangat kerja sama. Walaupun secara pribadi kita tidak suka kepada seseorang, tetapi kita tetap membutuhkan kekuatan mereka agar tujuan kita dapat tercapai. Kolaborasi menyatukan yang tidak bisa bersatu. Kolaborasi adalah tanda kedewasaan dalam menyikapi realitas hidup.

Untuk prestasi individu, kita semua berhak memiliki semangat kompetisi, tetapi untuk mendapatkan hasil terbaik kita semua harus memiliki semangat kerja kooperatif agar pekerjaan besar dapat kita tuntaskan secara bersama-sama. Kemakmuran dan kesejahteraan adalah hasil dari kolaborasi. Walaupun kita berbeda paham dan keyakinan, tetapi untuk urusan kesejahteraan dan kemakmuran kita tidak mungkin bekerja sendiri-sendiri dengan memusuhi yang berbeda dengan kita. Bersatu dalam kolaborasi akan menciptakan kekuatan dan sumber daya yang besar untuk menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup bersama.

Semua pekerjaan besar tidak dicapai dengan seorang diri, tetapi dicapai dengan tim yang hebat dalam kolaborasi. Uang yang kita terima sebagai penghasilan adalah hasil kolaborasi. Semua kebesaran individual adalah hasil kolaborasi. Kolaborasi menjadikan kita mau bekerja sama dengan semua pihak untuk memajukan tujuan pribadi kita. Semangat persaingan harus digantikan oleh semangat kolaborasi agar kita mampu mendapatkan yang terbaik di dalam hidup kita. Bersaing terus-menerus atau bermusuhan terus-menerus hanya akan menjadikan kita kecil dan kalah di sepanjang hidup. Energi kita akan habis di dalam persaingan dan pemusuhan, sehingga kita tidak memiliki energi untuk bekerja menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran.

Kolaborasi meningkatkan keharmonisan dalam hubungan antar pribadi. Jadi, walaupun berbeda tetap dapat saling bermanfaat dan saling melengkapi. Kedewasaan berpikir dan jiwa besar sangat diperlukan dalam kolaborasi. Empati, toleransi, dan komunikasi positif merupakan fondasi dalam kolaborasi. Kolaborasi juga memberikan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas bagi setiap individu. Melalui kolaborasi, semua pengetahuan yang berbeda-beda itu dapat disatukan dan dimanfaatkan bagi kesejahteraan dan kemakmuran hidup bersama.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

MASA DEPAN MEMBUTUHKAN ORANG-ORANG YANG PINTAR BERKOLABORASI, KREATIF, UNIK DAN CERDAS

“Jangan menghabiskan waktu dan energi untuk memperdebatkan perbedaan, ini adalah jaman kolaborasi, bukan jaman memperuncing perbedaan. Walau kita semua tidak sama, tetapi kita semua harus bersatu untuk mengambil lompatan besar agar kemajuan dapat kita kuasai.”~Djajendra

Orang yang cerdas, kreatif, dan unik sangat mengenal dirinya sendiri. Mereka menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan pikiran mereka, sehingga pikiran tidak liar kesana-kesini. Mereka tenang dan fokus dalam mencari jawaban di dalam diri sendiri. Ide-ide hebat terakumulasi di alam bawah sadar mereka. Sifat mereka sebagai pembelajar yang rendah hati memungkinkan masuknya berbagai pengetahuan dari banyak sumber ke alam bawah sadar mereka.

Orang yang cerdas dan kreatif mampu menumbuhkan suara positif di dalam dirinya untuk terhubung dalam kolaborasi kehidupan. Mereka memiliki hubungan yang hebat dengan diri sendiri, dan hubungan dengan diri sendiri ini membentuk dasar untuk segala hal kreatif dalam hidup mereka. Mereka cerdas menggunakan waktu untuk memahami perubahan yang sedang terjadi. Mereka tidak mau membuang waktu dengan mencampuri kehidupan orang lain. Mereka memfokuskan waktu dan energi untuk menumbuhkan diri sendiri agar dapat beradaptasi dengan perubahan. Mereka rajin melakukan kontemplasi dan refleksi yang mendalam terhadap kemampuan diri sendiri untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Masa depan terwujud melalui perubahan dan kemampuan untuk beradaptasi. Siapa pun yang tidak mau berubah akan dimakan zaman, dan menjadi orang asing di dunia baru. Seperti kata filsuf Yunani Heraclitus, “Satu-satunya hal yang konstan adalah perubahan.” Jadi, perubahan itu pasti dan zaman baru sudah hadir untuk semua orang. Pikiran dan hati yang tidak mau berkolaborasi di dalam kehidupan besar akan terisolasi dalam kehidupan baru. Dunia baru membutuhkan orang-orang yang cerdas, kreatif, dan hebat dalam kolaborasi. Intinya, sekarang ini adalah zaman kolaborasi, bukan lagi jaman kompetisi. Bersatu dalam perbedaan adalah kunci sukses di masa depan.

Keberanian, ketenangan, dan mau belajar dari keadaan adalah cara terbaik dalam menerima perubahan. Jangan menjadikan perubahan sebagai sesuatu yang menakutkan hidup Anda, sebab perubahan itu pasti dan tidak seorang pun yang bisa menghindari perubahan. Ketika Anda mengalami perubahan, terimalah perubahan itu dengan berani dan penuh percaya diri untuk kehidupan yang lebih baik. Ingatlah selalu bahwa segala sesuatu dalam kehidupan ini akan mengalami perubahan. Dan, orang-orang kreatif adalah satu-satunya kekuatan yang dapat memutuskan dan mengelola perubahan untuk keuntungannya.

Sifat dari orang-orang cerdas dan kreatif adalah tidak membiarkan siapa pun yang mendorong mereka ke sebuah situasi yang membuat mereka tidak tumbuh bersama keunikannya. Mereka lebih suka mendengarkan suara hati dan mencoba menemukan cara baru untuk melakukan sesuatu atas tantangan yang dihadapi. Mereka mempertajam ide-ide baru dengan akal sehat, hati nurani, dan selalu bekerja di luar zona amannya. Orang cerdas dan kreatif tidak sekedar mempercayai semua yang mereka dengar. Mereka selalu mengevaluasi semua pengetahuan dan sistem agar siap beradaptasi dengan zaman baru.

Guru orang kreatif adalah dirinya sendiri. Orang cerdas dan kreatif selalu berbicara dengan dirinya sendiri. Mereka tidak akan mengikuti pendapat siapapun, mereka selalu mencari secara kreatif dari kehidupan yang sedang dijalani. Mereka membiarkan semua pengetahuan dari berbagai sumber hadir ke dalam wawasan mereka. Mereka tidak membatasi sumber pengetahuan, sehingga dari mana saja bisa hadir dan semuanya harus berhadapan dengan kekuatan kreatif yang ada di dalam diri mereka.

Sifat utama orang cerdas dan kreatif adalah selalu belajar dengan rendah hati dan terus-menerus mencari pengetahuan baru.Tidak ada hari tanpa belajar. Rasa ingin tahu yang besar terus-menerus memicu semangat mereka, untuk terlibat dalam proses belajar di semua tingkatan. Tidak pernah merasa puas dengan apa yang mereka ketahui, rasa ingin tahu membuat mereka terdorong ke dalam proses lebih lanjut dan mengalami lebih banyak. Mereka menikmati ketidakpastian dan tantangan. Pikiran mereka selalu terlibat dalam percakapan dengan hati nurani, sehingga mendapatkan kekuatan dari dalam diri untuk bertindak dengan berani ketika harus mewujudkan sesuatu yang baru.

Orang cerdas dan kreatif selalu berkolaborasi dan tidak akan memilih berkompetisi dengan siapapun. Mereka yakin bahwa mengubah pikiran kreatif menjadi tindakan memerlukan orang-orang yang hebat di lapangan. Dalam hal ini, mereka percaya bahwa kolaborasi adalah sebuah kekuatan untuk mewujudkan semua hasil kreativitas. Rencana besar dengan energi kreatif membutuhkan dukungan dari semua pihak, kolaborasi mampu mewujudkan rencana besar dengan sempurna.

Untuk seminar/training hubungi 081213188899 / email:training@djajendra-motivator.com

MENINGKATKAN KERJASAMA ANTAR DIVISI DI TEMPAT KERJA

“Ketika hati para pemimpin divisi dikuasai energi kegelapan, maka tidak ada terang yang bisa mengharmoniskan hubungan kerja. Nyalakan cahaya agar terang menemani kerja sama antar divisi untuk kinerja terbaik.”~Djajendra

Semua divisi dalam struktur organisasi bertanggung jawab untuk bergerak ke satu arah, yaitu ke arah visi yang sama. Walaupun fungsi dari masing-masing divisi berbeda, mereka tidak diciptakan untuk menjadi berbeda. Semua divisi diciptakan untuk bersatupadu melalui kolaborasi agar dapat menghasilkan kinerja terbaik. Intinya, tidak boleh ada penghalang untuk kolaborasi di tempat kerja. Setiap devisi harus memiliki kesadaran untuk beradaptasi dengan cara kerja masing-masing fungsi yang berbeda. Perbedaan masing-masing divisi sesungguhnya untuk memperkuat keamanan dan memperkecil resiko organisasi, bukan untuk menonjolkan ego sektoral atau ego fungsinya.  

Sebuah kenyataan bahwa semua divisi dibentuk untuk menjadi kekuatan eksekusi dalam mencapai kinerja terbaik. Ini adalah kenyataan yang harus bekerja di dalam organisasi, bukan setiap divisi saling menonjolkan ego dan melemahkan proses pencapaian kinerja. Produktivitas dan kinerja adalah dua hal yang harus dimiliki dan diperjuangkan secara bersama-sama oleh setiap divisi. Kesadaran para pemimpin divisi untuk bersatupadu di dalam kolaborasi yang solid dan kompak, adalah sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan integritas.

Manajemen difokuskan untuk menyatukan semua kekuatan divisi dalam mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Saling mendukung, saling tolong menolong, proaktif, dan saling membantu menyelesaikan semua prioritas kerja, haruslah menjadi etos dari semua divisi. Kurangnya kerja sama dan empati antara divisi berdampak negatif terhadap pencapaian kinerja. Semua pimpinan divisi harus meninggalkan ego masing-masing, serta mampu mengalir di dalam kolaborasi dan koordinasi yang produktif bagi pencapaian terbaik.

Koordinasi dan kolaborasi adalah kekuatan yang tidak boleh diabaikan. Bila diabaikan, maka perusahaan berpotensi kehilangan produktivitas kerja. Akibatnya, proses kerja menjadi tidak efektif dan produktif; masalah akan menumpuk tanpa mendapatkan solusi yang tepat. Di samping itu, moralitas dan disiplin kerja akan turun, dan semua orang bekerja seadanya tanpa memiliki fokus dan gairah untuk mencapai target.

Mengembangkan sikap positif dan menciptakan budaya kerja yang fokus pada pencapaian terbaik. Untuk itu, setiap divisi harus dibukakan hati dan pikirannya agar mereka sadar tentang keberadaan mereka di tempat kerja. Semangat untuk selalu bekerja sama, melayani, berkontribusi, dan menyumbangkan ide-ide atau solusi yang tepat, haruslah menjadi perilaku kerja sehari-hari. Kebersamaan di dalam perbedaan fungsi kerja harus dijaga demi menciptakan budaya kerja yang unggul. Kesadaran untuk mengembangkan sikap rendah hati dan ikhlas melayani yang lain menjadi sesuatu yang penting.

Salah satu penyebab perusahaan menjadi tidak sehat karena rasa tinggi hati dari masing-masing pimpinan divisi terhadap pemimpin divisi yang lain. Saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat istimewa di hati dewan direksi menjadikan kerja divisi kurang berkolaborasi. Bila hal ini terus-menerus berlangsung, maka perusahaan berpotensi menderita kerugian dan kehilangan peluang untuk mencapai kinerja terbaik. Oleh karena itu, peran direksi untuk mengkoordinasi semua divisi secara adil dan profesional, serta memotivasi semua pimpinan divisi untuk selalu bekerjasama dan berkolaborasi dengan baik, akan meningkatkan kinerja divisi.

Para pimpinan divisi harus saling percaya satu sama lain, dan menyatukan staf-stafnya di dalam hubungan kerja yang saling melengkapi. Semua pimpinan divisi harus bersama-sama bergerak secara efektif dan produktif untuk mencapai tujuan perusahaan. Hindari konflik sejauh mungkin, sebab konflik dari pimpinan divisi bisa mempengaruhi dan menarik karyawan dan manajemen ke dalam konflik. Dan harus diingat bahwa konflik hanya memperbesar masalah dan menyulitkan penyelesaian pekerjaan. Dampaknya, produktivitas akan turun dan etos kerja menghilang.

Hubungan kerja yang produktif tidak pernah dibangun dari hubungan antagonis; hubungan yang penuh cinta dan peduli di dalam perusahaan akan meningkatkan produktivitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGKOORDINASI DAN TERKONEKSI SECARA SOLID UNTUK BISA MENGEKSEKUSI RENCANA MENJADI TINDAKAN YANG TEPAT

VISI 29022016

“Visi adalah harapan. Visi adalah masa depan. Tanpa visi yang jelas sulit melangkah menuju masa depan.”~Djajendra

Dengan mengkomunikasikan visi, pemimpin menempatkan dirinya untuk bekerja sesuai arah, serta mampu menghubungkan karyawan dengan tujuan perusahaan yang lebih besar. Pemimpin menyediakan nilai-nilai yang tepat bagi karyawan untuk menjadi perilaku kerja yang menguatkan budaya kerja. Pemimpin menyediakan misi yang jelas agar setiap karyawan mampu bertindak dan membantu rutinitas yang ditargetkan. Nilai-nilai budaya kerja yang tepat mampu menciptakan perilaku kerja yang menggeser fokus dari ketakutan akan kegagalan menjadi fokus pada keyakinan untuk mencapai kemenangan. Pada saat nilai-nilai budaya kerja menyatu dengan suara hati, maka setiap karyawan mampu saling bekerja bersama dalam misi mereka. Mereka dengan mudah saling terkoneksi, dan pemimpin dapat melakukan koordinasi secara tepat.

Cara menggunakan visi, nilai-nilai, dan misi hanya efektif pada saat koordinasi dan koneksi dijalankan secara tepat dan produktif. Hal inilah yang bisa menciptakan budaya eksekusi yang kuat dan produktif. Hubungan antar manusia dalam ikatan nilai-nilai budaya kerja menciptakan keunggulan kompetitif dalam proses. Proses kerja yang berkualitas dihasilkan dari budaya koneksi yang meningkatkan kolaborasi bersama, serta semua bagian kerja harus mampu memperlihatkan keunggulan melalui fungsi dan perannya masing-masing.

Pemimpin bekerja dengan menciptakan budaya yang menghubungkan satu sama lain di dalam visi bersama. Visi bersama dikomunikasikan, serta dimotivasi kepada semua karyawan agar mereka terinspirasi untuk bekerja sepenuh hati dalam mencapai tujuan. Setiap karyawan dalam budaya koneksi dan koordinasi mampu bekerja dengan lebih produktif karena mereka bisa terhubung satu sama lain dengan mudah. Tidak ada penghalang. Tidak ada penghambat. Dalam hal ini, seluruh kepemimpinan di dalam perusahaan, di semua level kepemimpinan, harus tegas dan peduli untuk berkoordinasi dan terkoneksi dari hati ke hati agar tindakan yang tepat dapat segera dilakukan, untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Koordinasi dan koneksi dari hati ke hati mempererat hubungan kerja, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja masing-masing individu. Hubungan kerja antar pribadi yang positif meningkatkan kualitas empati dan toleransi. Semua orang dalam hubungan kerja yang sehat merasakan bahagia, tenang, sehat, dan bisa fokus pada pencapaian prestasi terbaik. Persatuan dan koordinasi yang tepat adalah kunci untuk mencapai kesuksesan di dalam organisasi.

Visi membutuhkan persatuan dan koordinasi yang solid dan tepat, hanya dengan persahabatan kerja yang solid dapat mencapai kinerja terbaik. Oleh karena itu, seseorang sebelum bergabung dengan perusahaan, dia harus bisa meyakinkan dirinya sendiri untuk menjadi pribadi yang tunduk dan bekerja sesuai dengan nilai-nilai budaya kerja. Hubungan antar pribadi yang positif adalah salah satu bagian terpenting dalam membangun budaya organisasi yang kuat. Hubungan yang terkoneksi dengan sempurna dapat meningkatkan keterlibatan karyawan, meningkatkan suasana kerja yang harmonis dan penuh semangat, meningkatkan kinerja, meningkatkan produktivitas, meningkatkan inovasi, serta meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan setiap individu.

Koordinasi kepemimpinan tidak hanya menyatukan orang secara fisik, tetapi juga mampu mengartikulasikan visi yang jelas berdasarkan fondasi nilai-nilai inti organisasi, sehingga karyawan dapat menggunakan nilai-nilai inti perusahaan sebagai fondasi perilaku dan karakter kerja sehari-hari. Di samping itu, pernyataan misi juga harus sederhana dan jelas sehingga mudah dipahami dan dapat ditindaklanjutkan dengan aksi yang tepat.

Visi adalah harapan. Visi adalah masa depan. Tanpa visi yang jelas sulit melangkah menuju masa depan. Tugas pemimpin adalah menjelaskan visi dan memotivasi karyawan agar tidak mengabaikan misi, serta mengajari karyawan untuk menjadikan nilai-nilai budaya kerja sebagai perilaku sejati di tempat kerja. Dan, untuk semua ini, membutuhkan koordinasi dan koneksi yang solid dan utuh dari hati ke hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com