EKSEKUSI ADALAH PROSES MEWUJUDKAN

HASIL AKHIR“Eksekusi itu seperti permainan, bermainlah untuk menang.” ~Djajendra

Ada waktunya kita harus fokus pada pikiran untuk menghasilkan ide, konsep dan strategi yang hebat. Tetapi, ada saatnya seluruh energi, waktu, sumber daya, perhatian dan fokus harus dicurahkan untuk eksekusi. Untuk mewujudkan rencana dan strategi hanya bisa di wilayah eksekusi. Wilayah eksekusi adalah wilayah proses mewujudkan, bukan wilayah hasil.

Tidak semua orang memiliki bakat dan energi untuk bertarung di wilayah eksekusi. Dalam realitas, sangat banyak orang pintar yang berani membuat rencana dan strategi, tetapi tidak berdaya saat di wilayah eksekusi. Juga, sangat banyak orang pintar yang berani dan tegas mengambil keputusan, tetapi tak mampu berbuat apa-apa di wilayah eksekusi.

Wilayah eksekusi adalah wilayah dunia nyata, bukan wilayah dunia pikiran ataupun perasaan. Di sini, kita harus memiliki intuisi yang tajam terhadap realitas yang ada, dan juga harus cerdas sosial dalam memahami sikap dan perilaku dari orang-orang yang terlibat di dalam proses mewujudkan tersebut.

Salah satu penyebab kegagalan eksekusi adalah budaya organisasi yang suka berputar-putar walau prioritas sudah mendesak. Dari pengalaman, kami melihat sebuah keputusan yang sudah diambil masih suka diputar sampai berbulan-bulan, dan hal ini berdampak pada terlambatnya eksekusi. Komunikasi yang buruk, kepercayaan yang rendah, takut mengambil risiko, takut bertanggung jawab, adalah sebagian dari penyakit kronis yang menghambat sebuah eksekusi.  

Eksekusi yang baik dihasilkan dari pimpinan, karyawan dan anggota tim yang merasa bertanggung jawab kepada satu sama lain. Mereka bergerak bersama hati dan pikiran positif untuk berkinerja tinggi. Mereka bergerak menyiapkan kualitas, kompetensi dan karakter kerja untuk bisa menjadi profesional yang penting bagi siapapun. Mereka menjadikan eksekusi sebagai permainan yang dimainkan untuk menang. Mereka menciptakan energi, semangat untuk menang, dan selalu berkolaborasi dengan sangat fleksible agar tidak ada yang macet oleh hirarki ataupun struktur.

Eksekusi adalah proses mewujudkan. Untuk itu, diperlukan fokus, perhatian penuh, keterlibatan, kolaborasi, komunikasi, akuntabilitas, energi positif yang besar, kemampuan untuk berbagi informasi dan pengetahuan. Di samping itu, karyawan dan pimpinan harus berada dalam soliditas bersama; dalam satu visi, satu jiwa, dan satu budaya. Dan, ini semua adalah kekuatan penting untuk eksekusi yang berkinerja tinggi.

Kekuatan eksekusi ada pada perilaku dan sikap yang mudah beradaptasi dengan realitas. Dunia ilusi(strategi/rencana) akan bertemu dengan dunia realitas ( eksekusi). Begitu terjun ke dalam wilayah eksekusi: pikiran akan diisi oleh data, fakta, dan informasi dari dunia realitas. Bagi yang senang tantangan pasti akan menikmatinya, bagi yang takut tantangan pasti mengalami stres. Eksekusi bisnis yang hebat membutuhkan cara-cara luar biasa dari orang-orang biasa.

Perusahaan yang kuat selalu berusaha untuk lebih memperkuat profitabilitas, juga terus memperkuat fondasi keuangan secara keseluruhan. Perusahaan yang kuat selalu memiliki kecepatan eksekusi mulai dari yang memiliki hak keputusan untuk eksekusi; kecepatan dari orang yang berhak memberi dan menyebarluaskan informasi yang tepat dan benar; kecepatan dari orang-orang yang berperan sebagai motivator di dalam eksekusi; dan kecepatan dari struktural organisasi, sehingga walaupun semua orang sudah dibatasi dalam kotak-kotak struktur organisasi, mereka bisa bersatupadu melalui kolaborasi untuk memberikan kecepatan dan pelayanan berkualitas agar eksekusi dapat menghasilkan yang terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMPERCEPAT EKSEKUSI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN

MASA SULIT“Rencana dan strategi masih berada dalam ilusi, belum merupakan dunia nyata. Hanya eksekusi yang tepat dapat menciptakan dunia nyata.”~Djajendra

Eksekusi bisnis berada di wilayah nyata, di wilayah tindakan. Di sini, diperlukan etos dan strategi yang tepat. Sering sekali para pemimpin begitu cerdas dalam menyusun strategi, tetapi pusing tujuh keliling saat berada di wilayah eksekusi atau tindakan. Strategi itu sendiri masih berada di wilayah pikiran, jadi belum menjadi sebuah gerak atau tindakan yang melibatkan banyak orang.

Siapkan fondasi yang kuat sebelum terjun ketindakan atau eksekusi. Fondasi atau dasar yang kuat dapat dihasilkan dari budaya organisasi yang kuat. Saat budaya organisasi kuat, setiap orang akan memiliki orientasi yang sama terhadap visi dan misi perusahaan. Orientasi yang sama adalah kekuatan yang mengarahkan dan menggerakan semua energi manusia untuk mewujudkan strategi menjadi nyata.

Harapan yang tinggi hanya dapat terwujud saat orientasi yang sama menjadi solid dan bergerak di dalam tindakan. Sebuah eksekusi bisnis harus melalui proses, biasanya dibutuhkan kekuatan dan waktu untuk menempu perjalanan proses. Bila fondasi budaya organisasi kuat, maka setiap orang di dalam perusahaan akan memiliki kekuatan untuk menempuh perjalanan penuh risiko dalam mewujudkan strategi menjadi eksekusi yang berkinerja tinggi.

Mempercepat eksekusi bisnis berarti di sini berbicara tentang hubungan antar manusia, hubungan yang diharapkan mengalir sempurna dalam kolaborasi kerja. Persoalannya, secara alami hubungan antar manusia itu tidak bisa absolut atau pasti, sangat banyak variable yang dapat menciptakan perbedaan persepsi, sehingga hubungan kolaborasi kerja bisa terganggu. Bila hubungan kolaborasi kerja terganggu akan berdampak pada melambatnya eksekusi. Perlu dipahami bahwa dalam hubungan antar manusia, orang melakukan apa yang mereka mau lakukan, bukan apa yang diharapkan mereka lakukan.

Mengelola hubungan antar manusia adalah persoalan realitas bukan konsep atau strategi. Sehebat apapun konsep dan strategi untuk menciptakan hubungan antar manusia yang andal dan hebat, itu semua masih di wilayah ilusi bukan wilayah nyata. Jadi, hubungan antar manusia harus diurus setiap detik, setiap menit dan setiap hari. Tidak bisa sebuah hubungan baik bersifat selamanya atau absolut. Hubungan manusia tidak abadi, sangat pragmatis dan ditentukan oleh berbagai kepentingan yang bersumber dari semua bidang kehidupan yang luas.

Ketika ilusi atau strategi Anda gagal untuk mengeksekusi sesuai harapan, maka itu berarti Anda melihat realitas. Berterima kasihlah dan belajarlah dari realitas tersebut. Jangan menyalahkan siapapun atau apapun. Menghukum orang lain tidak akan membuat Anda lebih cerdas dan kreatif. Menerima realitas akan membuat Anda mampu melakukan transformasi untuk hasil yang lebih baik.

Kreativitas dan inovasi adalah kecerdasan yang muncul karena ilusi kita gagal. Oleh karena itu, bila eksekusi bisnis Anda tidak menghasilkan pertumbuhan dan keuntungan seperti yang Anda harapkan, maka lihatlah peluang yang tersembunyi di dalamnya. Jangan berikan energi dan waktu untuk hal-hal yang menambah stres dan rasa kecewa, fokuskan semua energi dan waktu untuk menguatkan kreativitas dan inovasi agar Anda segera menemukan jalan atau cara yang tepat, untuk melakukan eksekusi yang menguntungkan.

Ingat! Rencana dan strategi masih berada dalam ilusi, dan belum merupakan dunia nyata. Hanya eksekusi yang tepat dapat menciptakan dunia nyata. Mempercepat hasil bisnis berarti setiap individu harus mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas ke level yang optimal. Semua orang harus bekerja dengan sadar di dunia nyata dengan membangun proses kerja yang efisien dan produktif.

Tidak boleh ada kesenjangan antara strategi dan eksekusi. Walau keduanya berbeda dunia, tetapi memiliki ikatan batin yang kuat. Oleh karena itu, strategi harus mengarah pada tindakan yang meningkatkan pertumbuhan, efisiensi, produktivitas, dan keuntungan. Eksekusi harus selalu berupaya menjadikan strategi sebagai kekuatan yang membantu mewujudkan hasil akhir terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TUGAS MANAJER ADALAH MENERJEMAHKAN VISI PEMIMPIN

DJAJENDRA“Visi membutuhkan logika untuk membuat pekerja berpikir secara benar, dan membutuhkan emosi positif untuk mendorong mereka bertindak menciptakan kinerja.”~Djajendra

Visi ditetapkan oleh pemimpin dan manajer yang menerjemahkan visi kepada pekerjanya. Manajer harus menemukan strategi yang tepat agar pekerja dapat bekerja secara optimal. Manajer harus menjaga motivasi pekerja dan mengkomunikasikan visi perusahaan secara jelas dan benar. Manajer tidak boleh menetapkan visi, sebab visi adalah urusan pemimpin. Tugas manajer hanyalah menerjemahkan visi dan mengarahkan pekerja supaya dapat bekerja sesuai visi, nilai-nilai, tujuan dan misi perusahaan.

Pemimpin fokus pada hal-hal besar dan umum, manajer fokus pada hal-hal kecil dan detail. Manajer harus cerdas mengkomunikasikan visi dilevel pekerja, dan memotivasi pekerja agar menjadi lebih produktif bersama visi yang dikerjakan. Nilai-nilai di dalam visi harus dirinci dan dijadikan etos kerja. Intinya, jangan pernah mengabaikan nilai-nilai dan energi yang terdapat di dalam visi. Manajer harus betul-betul memahami dengan hati tentang energi dan nilai yang terdapat di dalam visi.

Walau visi perusahaan itu satu, setiap fungsi dan peran di dalam perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Manajer yang andal biasanya mampu mengkomunikasikan visi perusahaan sesuai kebutuhan dan perbedaan yang ada. Tugas pemimpin menerjemahkan visi dalam satu bahasa yang sama, tetapi manajer bertanggung jawab untuk menerjemahkan visi yang sama itu ke dalam pesan yang berbeda sesuai kebutuhan dari fungsi dan peran yang dikelola. Dan juga, visi harus dikomunikasikan dengan penalaran logis yang tepat agar dapat melayani realitas dengan sebaik-baiknya.

Setiap mengkomunikasikan visi perusahaan; maka, para manajer harus mampu memetakan sudut pandang, kepentingan, kebutuhan, tindakan seperti apa dan manfaatnya, termasuk mampu mendengarkan realitas di lapangan dengan sepenuh hati. Realitas bisa memicu perubahan sikap dari waktu ke waktu. Bisnis itu sangat dinamis, perilaku orang-orang di dalam bisnis itu sangat dinamis sehingga apapun bisa terjadi. Oleh karena itu, menjadi pendengar yang baik akan memberikan lebih banyak informasi kepada manajer. Dengarkan kebutuhan pekerja, dengarkan kebutuhan pelanggan, dengarkan kebutuhan setiap pemangku kepentingan dengan keterbukaan sikap. Dan, cerdaskan logika agar mampu mengkomunikasikan visi untuk setiap kebutuhan tindakan individu dan tim.

Sudut pandang yang tepat dan selaras dengan visi akan mengubah visi ke dalam tindakan yang produktif. Setiap tindakan tidak harus langsung mengarah ke tujuan akhir, tetapi memiliki tolak ukur dan tenggat waktu yang tepat. Langkah-langkah tindakan harus fisik, waktunya jelas, dan terukur untuk pencapaian kinerja. Manajer harus mampu bekerja di tingkat individu, dan menghubungkan satu individu dengan individu yang lain di titik produktif. Visi harus digambarkan sesuai kebutuhan dari fungsi dan peran. Fokus individu harus melibatkan emosi positif dan bergerak untuk bertindak sesuai rencana. Manajer harus memotivasi individu agar mencerdaskan logika untuk membuat mereka berpikir secara cerdas, serta mendorong emosi positif untuk bertindak secara produktif dan berkinerja.

Setiap individu dengan kompetensi yang andal adalah kekuatan yang mampu mengkontribusikan nilai tambah. Manajer yang andal mampu membantu individu untuk merasa bangga dan bahagia dengan pekerjaannya. Manajer yang andal mampu menerjemahkan visi pemimpin kepada setiap individu dan tim. Dan, mampu membuat mereka menjadi lebih profesional di dalam setiap tindakan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMATUHI ATURAN, PERATURAN DAN MENGIKUTI PROSEDUR DENGAN PERILAKU KERJA YANG PROFESIONAL

DJAJENDRA 20 NOV 2013

“Aturan dan peraturan bukanlah kekuatan yang mencoba membatasi kebebasan ataupun kemerdekaan jiwa seseorang. Tetapi, merupakan kekuatan yang menegakkan kebebasan dan kemerdekaan bersama di dalam ketegasan, kepastian, dan tanggung jawab.”~ Djajendra     

Dalam sebuah organisasi sangat banyak kepentingan yang terlibat di dalamnya, sehingga semua orang harus disatukan ke dalam budaya kehidupan kerja yang fokus pada visi, misi, dan tujuan bersama.

Bila semua orang sudah merasa bersatupadu di dalam lingkungan kerja yang solid dan harmonis; maka hal ini akan menjadi energi yang meningkatkan moral, kepuasan kerja, kinerja, produktivitas, hubungan, dan semangat kontribusi yang terus-menerus menjadi lebih baik. Semua ini hanya bisa didapatkan dari penegakkan aturan dan peraturan yang lebih tegas, tepat, konsisten, serta jelas dan mudah untuk dipahami.

Organisasi yang unggul pasti dibangun dengan infrastruktur dan sistem yang baik, serta diperkuat dengan aturan dan prosedur yang jelas, tegas, mengikat, dan konsisten. Jadi, aturan, peraturan, dan prosedur dibuat untuk dipatuhi agar kehidupan kerja menjadi lebih konsisten di dalam kepastian dan ketegasan.

Semakin banyak jumlah orang di sebuah organisasi semakin beragam pola pikir, kepentingan, niat, kepercayaan, keyakinan, cara kerja, dan pola kerja mereka. Dan semua ini menjadi sangat penting untuk diatur dalam satu kepastian dan ketegasan, dengan maksud agar semua orang bisa memahami dan menegakkan irama kehidupan kerja di dalam aturan bersama.

Aturan dan peraturan bukanlah tanda ketidakpercayaan, tetapi merupakan tanda kepastian dan ketegasan, untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan nilai dan prinsip yang dimiliki organisasi. Jadi, di tempat kerja, tidaklah etis bila membenci aturan-aturan yang mendisiplinkan diri untuk patuh pada berbagai kebijakan dan strategi organisasi. Sebab, aturan dan peraturan bukanlah kekuatan yang mencoba membatasi kebebasan ataupun kemerdekaan jiwa seseorang. Tetapi, merupakan kekuatan yang menegakkan kebebasan dan kemerdekaan bersama di dalam ketegasan, kepastian, dan tanggung jawab.

Setiap orang di dalam organisasi wajib untuk mempercayai aturan dan peraturan, serta tidak berpikir bahwa dirinya tidak dipercaya sehingga harus diatur dengan peraturan. Gunakan akal sehat dan pahami konsekuensi bila semua orang menjadi tidak patuh pada aturan dan peraturan.

Pengawasan yang penuh disiplin dalam penegakkan aturan dan peraturan sangatlah diperlukan. Sebab, pada kenyataannya tidak semua orang memiliki tingkat akal sehat yang sama, atau kesadaran akan konsekuensi atas tidak patuhnya pada aturan, peraturan, dan juga pada prosedur organisasi.

Ketidakpatuhan pada aturan, peraturan, dan prosedur sangatlah berisiko untuk menciptakan penggelapan, penyalahgunaan, kesalahan, penyembunyian, dan perbuatan pelanggaran etika, yang pada akhirnya menjadi sesuatu yang merugikan semua pihak.

Penegakkan peraturan dan aturan yang tegas di tempat kerja akan menjadi kekuatan yang sempurna untuk menjalankan budaya integritas, kejujuran, loyalitas, keamanan kerja, kepedulian, tanggung jawab, keterbukaan, serta perjuangan untuk pencapaian kinerja organisasi dan pencapaian kesejahteraan dari para pemangku kepentingan.

Organisasi yang tertata rapi dengan aturan, peraturan, prosedur, sistem, dan nilai-nilai budaya kerja, serta dipatuhi dengan sepenuh hati dan totalitas dari jiwa-jiwa yang penuh integritas, akan menjadi tempat kerja yang menguntungkan dan melindungi semua pemangku kepentingan. Jadi, mematuhi aturan, peraturan, dan prosedur akan membantu diri sendiri untuk mendapatkan lingkungan kerja yang menjanjikan karir dan masa depan yang lebih menyenangkan.

Tempat kerja yang sehat dan produktif haruslah diciptakan dari semangat peningkatan moral kerja; dari ketekunan dan kehadiran; dari  produktivitas yang lebih baik; dan dari perilaku kerja yang patuh pada aturan, peraturan, dan prosedur. Dan jelas, semua cara ini adalah strategi yang paling praktis dan paling murah untuk digunakan dalam menciptakan lingkungan kerja berbudaya kinerja dan integritas.

Mematuhi aturan, peraturan dan mengikuti prosedur dengan profesional adalah langkah praktis untuk menciptakan iklim dan praktik organisasi dengan tata kelola yang baik. Dampak positifnya, setiap individu akan bekerja di dalam kepastian dan ketegasan, serta menjadi energi yang mempromosikan kesehatan organisasi melalui kesehatan mental, fisik, dan moral masing-masing.

Setiap orang yang patuh pada aturan dan peraturan akan menjadi energi positif, yang menciptakan lingkungan kerja menjadi lebih terawat, aman, nyaman, berkualitas, unggul, produktif, efektif, efisien. Dan lebih dari itu, mampu mempertahankan orang-orang terbaik untuk selamanya setia kepada organisasi, juga mampu meningkatkan kualitas dan kompetensi setiap orang untuk menjadi lebih berkualitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMINDAHKAN IDE KE DALAM TINDAKAN

“Terlalu banyak ide-ide hebat, terlalu banyak wacana atas ide-ide hebat tersebut, kadang membuat orang lupa untuk bertindak lebih cepat. Ide-ide hebat tanpa tindakan adalah sia-sia.”~ Djajendra

Hanya dalam tindakan semua ide-ide hebat itu akan diuji keberhasilannya oleh kompetensi, kualitas, sumber daya, integritas, dan realitas.

Bila semua orang yang terlibat itu mampu memanfaatkan sumber daya, kompetensi, kualitas, integritas, dan kerja keras; maka, ide-ide hebat itu akan berproses untuk mewujudkan hasil akhir yang luar biasa.

Setiap orang boleh bermimpi sangat tinggi bersama ide-ide luar biasanya. Tetapi, ide-ide luar biasa tersebut tetap akan menjadi ide, bila tidak ada tindakan untuk mengeksekusi ide tersebut ke dalam wujud fisik yang nyata.

Tidak semua orang yang punya ide-ide hebat itu, mengetahui cara untuk mengeksekusi ide-ide tersebut menjadi nyata. Sangat sedikit orang-orang yang terlatih untuk memindahkan ide-ide hebat mereka ke dalam tindakan nyata. Dan biasanya, yang sangat sedikit ini meraih sukses yang luar biasa di sepanjang kehidupan mereka.

Diperlukan kualitas dan kompetensi diri yang unggul. Lalu, kemampuan diri untuk menyalakan api semangat ke dalam diri, serta memotivasi diri untuk segera mewujudkan ide-ide hebat tersebut ke dalam realitas.

Ide-ide hebat itu harus dialirkan ke dalam diri yang terfokus pada produktivitas dan kinerja terbaik.  Dan hal ini, akan menjadi titik awal untuk mewujudkan hasil akhir yang gemilang.

Mewujudkan ide-ide hebat terletak pada konsistensi kualitas dan kompetensi, untuk dijadikan sebagai dasar dalam mewujudkan ide-ide tersebut. Termasuk, proses menciptakan sukses atas ide-ide tersebut, haruslah di dalam kesederhanaan pola pikir agar eksekusi menjadi lebih mudah.

Apapun ide-ide yang muncul dari kreativitas dapat diwujudkan menjadi produk atau jasa. Diperlukan keberanian, kemauan yang kuat, kekuatan untuk mewujudkan, dan keyakinan atas keajaiban yang dapat dihasilkan dari ide-ide tersebut.

Semakin yakin Anda untuk mewujudkan ide-ide ke dalam realitas kehidupan, semakin Anda mampu untuk membuat keputusan-keputusan yang membawa ide-ide Anda tersebut ke dalam proses mewujudkan.

Strategi dan taktik yang tepat akan menciptakan cara untuk melakukan tujuan dengan efektif. Bila sudah memasukkan ide-ide ke dalam rencana kerja yang terformulasi dengan strategi dan taktik yang tepat, maka mudah menguasai cara untuk membuat ide-ide tersebut bekerja sesuai tujuan. Dan juga, cara untuk melakukan semua tindakan yang efektif agar ide-ide tersebut mampu membawa tujuan ke arah yang selalu diimpikan.

Semua alasan yang menghambat transformasi ide-ide ke wujud benda dan jasa, akan menjadi kekuatan yang mengecilkan ide-ide tersebut, bahkan akan menjadi sesuatu yang mematikan ide-ide hebat itu, sebelum tumbuh menjadi hal-hal yang luar biasa.

Semua prestasi besar dimulai dengan sebuah langkah kecil. Langkah kecil yang bergulir dalam tindakan dan komitmen yang berani menantang risiko. Jika ada yang mentertawakan langkah-langkah kecil Anda, maka Anda tidak boleh berhenti atau balik mentertawakan yang mentertawakan Anda. Tetapi, Anda harus lebih meningkatkan kualitas dan kompetensi diri agar semua langkah Anda mampu menciptakan prestasi dan kinerja yang membanggakan.

Memiliki ide-ide hebat saja bukanlah jaminan untuk meraih sukses dan prestasi. Ide-ide hebat tersebut akan menjadi sesuatu yang luar biasa, saat diri menginvestasikan potensi dan sumber daya untuk mengelola ide-ide tersebut sesuai tujuan. Jadi, bila sudah mempunyai banyak ide-ide hebat, saatnya untuk memfokuskan semua energi, potensi, waktu, sumber daya, dan kompetensi untuk mewujudkan ide-ide tersebut sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Pastikan bahwa komitmen untuk mewujudkan ide-ide ke dalam tindakan, tidak diikuti dengan keraguan ataupun ketakutan. Sebab, keraguan dan ketakutan akan menarik kembali semua kesempatan yang sudah di depan mata.

Ketidaktahuan dan rendahnya pengetahuan yang dimiliki seseorang mengakibatkan jutaan ide-ide hilang sia-sia. Padahal, bila semua ide-ide yang tak terhitung jumlahnya itu dapat direncanakan dengan baik, maka ide-ide hebat itu akan menghasilkan berbagai kebaikan dan kemudahan untuk kehidupan semua orang.

Janganlah mengecilkan ide-ide yang sedang Anda miliki. Ide-ide baik itu adalah benih-benih yang akan mengantarkan Anda mencapai sukses dan prestasi. Siapkan diri dengan kualitas dan kompetensi, dan biarkan ide-ide tersebut setiap hari mengalir bersama peristiwa dan keputusan agar Anda dapat mewujudkannya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CORPORATE CORE VALUES SERING KALI MENJADI KATA-KATA MANIS YANG TIDAK DIJALANKAN DENGAN BENAR

“Nilai-nilai inti perusahaan yang dijalankan dengan sungguh-sungguh, akan menciptakan perilaku kerja dan moral kerja yang sesuai dengan misi dari nilai-nilai tersebut.”~ Djajendra

Setiap perusahaan dan organisasi selalu memiliki nilai-nilai (values) untuk dijadikan sebagai prinsip dalam berperilaku kerja. Biasanya, nilai-nilai inti perusahaan tersebut ditempatkan diberbagai sudut ruang kantor, lobi, pabrik, di depan lift, bahkan dijadikan buku saku untuk dimiliki setiap karyawan.

Kata-kata seperti integritas, kerja sama, pelayanan, komunikasi, profesional, dan lain sebagainya selalu terukir indah untuk mengekspresikan komitmen terhadap cara menjalankan perusahaan atau organisasi dengan baik.

Dari pengamatan penulis, sejak tahun 1990 an sampai dengan sekarang, sudah sangat banyak perusahaan besar yang pernah memiliki nilai-nilai inti perusahaan yang luar biasa kuat, ternyata jejak perusahaannya pun sekarang sudah tidak ada.

Khusus di Indonesia, sebagian dari perusahaan-perusahaan raksasa yang pernah berjaya dengan nilai-nilai inti perusahaan yang indah dan kuat, harus gagal oleh badai krisis pada tahun 1998. Jadi, walaupun mereka telah memiliki nilai-nilai dan tata kelola yang profesional, tetapi gagal oleh berbagai penyebab yang bersumber dari ketidakmampuan mereka untuk menemukan solusi atas krisis.

Semua orang dalam dunia bisnis pasti tidak akan pernah lupa tentang kegagalan raksasa bisnis berskala dunia, yaitu Enron Corporation. Apa yang kurang dari Enron? Semua hal-hal yang sempurna telah dimiliki Enron. Mulai dari tata kelola dengan konsep good corporate governance, nilai-nilai inti perusahaan yang terukir indah di atas marmer kantornya, sumber daya manusia pilihan dari berbagai universitas terbaik, dan reputasi yang membuat dunia hormat kepada Enron.

Semua kesempurnaan Enron Corporation harus berakhir oleh skandal bisnis dan tata kelola pada tahun 2001. Dampaknya, lebih dari dua puluh ribuan karyawan harus kehilangan pekerjaan, karena Enron bangkrut.

Kisah Enron menceritakan bahwa kata-kata indah yang dipancarkan oleh nilai-nilai inti perusahaan (corporeta core values), ternyata bukanlah sesuatu yang dijalankan dengan sepenuh hati dan totalitas melalui perilaku sehari-hari. Padahal, nilai-nilai inti perusahaan dibuat bukan sebagai alat pajangan, tetapi sebagai alat untuk pembentukan mindset sesuai dengan nilai-nilai tersebut, termasuk internalisasi nilai-nilai agar perilaku dan budaya kerja selaras dengan makna yang terkandung di dalam masing-masing nilai tersebut.

Integritas, komunikasi, respect, excellence adalah nilai-nilai inti Enron yang pernah terukir diberbagai sudut kantor Enron. Tetapi, setelah Enron terlibat dalam skandal pelanggaran etika, maka semua orang dapat belajar bahwa nilai-nilai inti Enron tidak lebih sebagai alat propaganda, untuk menunjukkan tentang tata kelola usaha yang profesional dan terukur risikonya.

Artinya, semua ekspresi dari core values nya Enron, tidak lebih sebagai kata-kata pemanis yang sama sekali tidak tercermin di dalam perilaku kerja sehari-hari. Dan jelas, apa yang pernah dipraktikkan di dalam Enron, sampai sekarang sesunggunya masih dipraktikkan oleh banyak perusahaan maupun organisasi.

Integritas selalu dicantumkan oleh semua perusahaan dan organisasi sebagai nilai terpenting dari nilai-nilai perusahaan yang lain. Tetapi, sangat sedikit yang mampu mempraktikkan integritas di dalam perilaku kerja dan perilaku bisnis sehari-hari. Padahal, bila menjalankan integritas dengan sepenuh hati, maka peristiwa yang pernah melanda Enron pasti dapat dihindari.         

Corporate core values haruslah menjadi fondasi karakter kerja, serta wajib diselaraskan ke dalam perilaku kerja setiap individu di dalam perusahaan. Menjadikan corporate core values sebatas pajangan indah di perusahaan, akan menjadi sumber penyebab kegagalan perusahaan.    

Kepemimpinan harus selalu tampil paling depan, untuk setiap proses internalisasi nilai-nilai inti perusahaan terhadap sumber daya manusia. Jadi, setiap nilai-nilai tersebut haruslah membantu setiap orang untuk memahami cara berperilaku dan bekerja di lapangan. Hal ini akan memberikan kepercayaan diri dan keberanian kepada karyawan, untuk berkontribusi dan melayani pekerjaannya tanpa takut akan risiko.

Bila nilai-nilai inti perusahaan masih sebatas kata-kata manis yang tidak dijalankan dengan benar, maka hal ini sama saja seperti perusahaan sedang menjalankan usahanya di atas risiko, yang siap memangsa semua kekayaan perusahaan.

Nilai-nilai inti perusahaan adalah penjaga batas wilayah. Baik batas wilayah pribadi, wilayah kerja, maupun wilayah bisnis yang sedang dijalankan. Oleh karena itu, bila setiap karyawan dan pimpinan bekerja sesuai batas wilayah masing-masing, maka setiap orang bisa lebih fokus untuk memberikan kinerja terbaik, serta dapat menghindarkan diri dari ruang risiko.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENCIPTAKAN STRUKTUR ORGANISASI YANG BEKERJA EFEKTIF

PROFILE DJAJENDRA“Struktur organisasi adalah mesin yang menggerakan organisasi dan manajemen. Dan, mesin tersebut harus selalu berada dalam kondisi prima agar dapat membawa organisasi dan manajemen dengan kecepatan tinggi.” ~ Djajendra

Sekarang ini, setiap organisasi bisnis berada dalam zaman yang perubahannya sangat cepat. Hanya organisasi-organisasi pembelajarlah yang akan sukses bersama realitas zaman. Kemampuan untuk menggunakan pengetahuan, ide-ide baru, dan penataan perjalanan menuju masa depan yang terencana, akan menjadikan organisasi unggul dan kuat.  

Manajemen wajib menyediakan alat-alat organisasi yang diperlukan agar organisasi tetap unggul dalam menghadapi inovasi yang cepat dari para pesaing. Kecepatan dan ketangkasan tim manajemen harus dalam soliditas yang memberikan energi positif untuk struktur organisasi. Walau struktur organisasi dirancang dengan berbagai fungsi dan peran yang saling membatasi wewenang, tetapi energi kolaborasi harus selalu diaktifkan dari kesadaran setiap pihak.

Setiap unit kerja di dalam struktur organisasi harus mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan konsisten dan stabil. Etos kerja yang diperkuat transparansi dan akuntabilitas haruslah mencair dan mengalir di dalam struktur organisasi. Kemampuan setiap fungsi dan peran untuk  berkoordinasi, berkontribusi, dan bekerjasama dalam tim kerja yang dinamis, dan bukan statis, akan menjadikan struktur organisasi bergerak dengan efektif.

Iklim ekonomi saat ini membutuhkan cara kerja yang solid dalam kolaborasi. Setiap individu harus bekerja dan berkembang bersama perubahan yang cepat. Cara kerja sama di dalam struktur organisasi membutuhkan pergerakan yang efektif dan produktif. Dan, konflik kepentingan haruslah dihindari agar gerak cepat organisasi tidak macet oleh konflik internal.

Setiap unit kerja harus fokus pada proses interpersonal dan dinamika kolaborasi. Kesadaran dan kemampuan untuk bekerja sama agar pekerjaan tidak tertunda dan bisa lebih produktif, akan menjadikan organisasi semakin unggul.

Solid dan kompak  merupakan kebutuhan dalam meningkatkan kecepatan organisasi. Setiap individu bukan saja menjadi bagian dari visi organisasi, tetapi juga harus menjadi energi yang membuat kemajuan atas cetak biru organisasi. Jadi, setiap individu di dalam struktur organisasi wajib membangun tim berkinerja tinggi untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab. Kemampuan untuk menjadi bagian dari struktur organisasi yang dinamis, serta kemampuan untuk menjadi bagian yang aktif dalam setiap eksekusi organisasi, akan menjadikan setiap individu sebagai bagian dari mesin organisasi yang unggul.

Setiap individu haruslah menjadi bagian dari strategi dan solusi organisasi, termasuk menjadi energi untuk menciptakan struktur organisasi yang bekerja efektif dan produktif. Jadi, setiap individu harus memiliki etos kerja yang mengerti visi besar organisasi, serta memahami aturan main untuk memecahkan setiap permasalahan besar di dalam organisasi agar dapat melayani struktur organisasi dengan efektif.

Efektivitas struktur organisasi sangat ditentukan oleh dinamika interpersonal yang menciptakan soliditas dalam kolaborasi. Semakin tulus dan ikhlas energi kolaborasi untuk melayani kepentingan organisasi, semakin unggul proses pekerjaan dalam semangat tim.  

Gerak lincah struktur organisasi diawali dari proses bekerja sama yang mengakui kontribusi setiap individu, serta ketulusan hati untuk bekerja dalam kekuatan saling ketergantungan dari peran dan fungsi masing-masing. Pengakuan dari hati yang tulus, dan kecerdasan untuk berkomunikasi secara konsisten, akan menciptakan budaya kerja yang saling terhubung, serta tidak terpisahkan oleh hal apapun.

Peran tim manajemen di dalam struktur organisasi, selain sebagai kepemimpinan yang mengarahkan setiap unit kerja, juga menjadi energi pendorong yang memiliki gaya kerja untuk membuat setiap orang termotivasi menghasilkan kinerja dan prestasi. Untuk itu, tim manajemen wajib menciptakan dan mengawasi gambaran besar organisasi melalui budaya kerja yang mampu mengeksplorasi semua bakat, keterampilan, potensi, pengetahuan, dan energi kerja positif.

Setiap hierarki di dalam struktur organisasi wajib memegang kuat prinsip-prinsip organisasi. Lalu, mampu menghadapi praktik-praktik organisasi yang terjadi secara mendadak oleh situasi, kondisi, perilaku subyektif, ataupun keyakinan yang mengambil solusi atas realitas. 

Peran tim manajemen sangat menentukan kualitas struktur organisasi. Bila tim manajemen menjadi bagian dari masalah yang tanpa menyadarinya, maka kekuasaan yang dimiliki tim manajemen akan menjadi energi perusak struktur organisasi. Oleh karena itu, setiap pimpinan yang berada dalam posisi kekuasaan haruslah secara sadar memperkuat organisasi, dan tidak boleh larut dalam konflik kepentingan.  

Struktur organisasi dibuat untuk mencapai kinerja lebih, dan bukan untuk gagal ataupun membuat kesalahan. Tetapi, realitas organisasi selalu akan berada dalam dunia yang dinamis, tidak terduga, penuh spekulasi, serta potensi risiko yang bisa menciptakan kegagalan di setiap waktu. Oleh karena itu, kesadaran untuk tetap bekerja dengan rendah hati, dan menjauhkan perilaku yang penuh spekulasi dalam tinggi hati, akan menciptakan disiplin untuk menjaga produktivitas dan efektivitas organisasi.

Menciptakan struktur organisasi yang bekerja efektif akan menjadikan setiap individu berkontribusi untuk kinerja dan prestasi. Setiap harapan dan target organisasi dapat dicapai dengan kinerja penuh, bila keberanian dan disiplin dari setiap individu mampu mengalahkan risiko dan ketidakpastian yang muncul dari pekerjaan yang mereka lakukan. 

Setiap individu di dalam struktur organisasi wajib mengatur iklim kerja, di mana akuntabilitas dan transparansi dijadikan sebagai etos dan perilaku kerja sehari-hari.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMECAHAN MASALAH ‘PROBLEM SOLVING’

“Pikiran kreatif akan selalu menemukan jalan untuk mengembalikan hal-hal yang Anda butuhkan dari gangguan masalah yang tak Anda inginkan.” ~ Djajendra

Masalah hadir untuk membuat diri menjadi lebih cerdas membuat keputusan buat masa depan. Jangan menakut-nakuti diri sendiri dengan memikirkan skenario terburuk dari masalah yang sedang Anda hadapi. Siapkan diri Anda dengan pengetahuan, keterampilan dan wawasan, untuk menemukan solusi hebat dari masalah yang Anda hadapi. Tempatkan pikiran positif  dalam masalah Anda, lalu bertindaklah dengan kreatif untuk memanfaatkan informasi dan fakta dengan akal sehat.

Ketika membuat kebijakan dan keputusan, diperlukan sebuah metodologi yang andal untuk pemecahan masalah secara kreatif. Sebab, apapun kebijakan dan keputusan yang dibuat, saat dijalankan, pasti akan menghadirkan tantangan dan risiko yang tak terlihat sebelumnya. Tata kelola yang baik adalah yang mampu mengembangkan metodologi untuk menemukan solusi kreatif atas masalah-masalah yang dihadapi.

Pemecahan masalah haruslah dalam bentuk metodologi yang terstruktur di dalam logika, data, fakta, penelitian, pengetahuan, informasi, dan bukan intuisi ataupun ramalan dari imajinasi. Bila semua informasi tentang sebuah masalah terkumpul dengan lengkap, maka proses kreatif dapat dijalankan untuk menemukan solusi terbaik.

Pola pemecahan masalah harus terfokus pada data dan fakta untuk menemukan solusi, serta bukan pada kreativitas spontan dan intuitif individu atau kelompok. Diperlukan analisis di dalam pengetahuan yang tepat, agar semua skenario atau prediksi atas calon solusi dapat mendekati kebenaran dari keputusan yang seharusnya.

Setiap masalah merupakan realitas yang memberitahukan bahwa ada yang salah dengan prinsip-prinsip kerja saat ini. Oleh sebab itu, saat ingin menemukan solusi yang kreatif, pastikan Anda telah mengevaluasi prinsip-prinsip kerja yang sedang Anda gunakan terhadap semua kebijakan dan keputusan. Jadilah lebih kreatif dalam kendali pikiran dan emosi positif untuk mengevaluasi prinsip-prinsip kerja. Dan kalau perlu, lakukan perubahan, agar dapat diselaraskan dengan solusi yang Anda butuhkan untuk masalah yang timbul.

Kejernihan mental dan kebijaksanaan dalam mengekspresikan sikap terhadap masalah yang hadir, akan menjadi modal yang baik untuk memulai sebuah proses kreatif dalam menemukan solusi terbaik dari masalah tersebut. Kemampuan untuk melakukan analisis, serta mendapatkan hasil akhir yang ideal, haruslah  dilakukan dengan menganalisis akar penyebab masalah. Termasuk, menemukan zona penyebab timbulnya masalah, dan kemudian melakukan pemodelan, agar zona penyebab timbulnya masalah dapat dinetralkan dan dijauhkan dari benih masalah.

Masalah sering sekali seperti matahari yang kadang-kadang harus melewati awan gelap, sehingga terang menjadi hilang dan digantikan gelap. Dan hal ini terjadi hanya karena matahari masih berada di balik awan gelap. Tapi, semua ini bukanlah permanen sifatnya, hanya sementara saja. Sebab, bumi pasti terus bergerak untuk menemukan terangnya sinar matahari. Demikian juga dengan masalah, setiap muncul masalah, solusi sedang tertutup awan gelap pikiran, dan pikiran kreatif pasti akan menemukan kecerdasannya untuk menemukan solusi yang tertutup awan gelap. Artinya, setiap masalah pasti ada solusinya, dan yang diperlukan adalah menerangkan pikiran gelap, agar solusi terbaik dapat dilihat dari pikiran terang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG-ORANG EFEKTIF SELALU MENDENGARKAN DENGAN PERHATIAN PENUH

DJAJENDRA 0003“Efektivitas adalah gaya dan kebiasaan untuk menghasilkan sesuatu yang langsung fokus pada target, tanpa ragu dan berputar-putar di luar zona target.” ~ Djajendra

Cara kerja yang efektif dihasilkan dari perilaku dan cara berpikir efektif. Seseorang yang terbiasa dengan pola hidup yang terkelola secara efektif, pasti akan mengetahui cara untuk melakukan pekerjaan dengan efektif. Efektivitas adalah kebiasaan atau gaya hidup yang dapat ditularkan untuk menghasilkan sesuatu dengan efektif. Efektivitas adalah keluarga terdekat dari efisiensi dan produktivitas, sehingga sesuatu yang efektif pastilah menjadi efisien dan produktif.

Efektif berarti melakukan sesuatu tepat pada targetnya, serta tidak membuang-buang waktu dan energi untuk berputar-putar di luar zona target.  Setiap pekerja yang efektif,  perhatiannya akan langsung terkonsentrasi dalam fokus yang tinggi terhadap apa yang harus dikerjakan. Jadi, dia tidak akan memperumit sebuah tujuan, tapi membuatnya menjadi sangat sederhana, agar dapat dikerjakan dengan waktu, energi, dan sumber daya yang seminimal mungkin.

Seseorang yang efektif adalah pribadi yang berpikir sederhana terhadap kompleksitas, sehingga dia bisa menguraikan sebuah tujuan melalui keterampilan teknis, manajemen, pikiran, dan emosional.

Efektif berarti cerdas mengelola sumber daya dan orang-orang untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas dengan biaya murah. Diperlukan kecerdaskan pikiran dan emosi positif untuk mendelegasikan, memotivasi, berkomunikasi, dan memahami dinamika kerja dari orang-orang yang dilibatkan. Diperlukan kesederhanaan pola pikir dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen, agar dapat menghasilkan pekerjaan yang terukur dalam kualitas dan kuantitas.  Kesabaran, ketenangan, ketegasan, perasaan mampu yang kuat dalam keseimbangan emosi dan pikiran positif, akan menjadi energi yang tepat untuk membantu menjadi pribadi yang efektif dalam tindakan.

Efektivitas adalah sesuatu yang harus dikerjakan melalui tata kelola, dengan bantuan dari berbagai keterampilan yang saling melengkapi. Kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi adalah energi pengikat dari masing-masing keterampilan untuk melengkapi setiap proses kerja yang efektif. Karakter kerja yang menghormati semua keterampilan dan kepribadian orang lain dengan empati dan toleransi, akan mengembangkan dan memelihara semua keterampilan dan kepribadian, untuk berkontribusi dalam menghasilkan sesuatu yang efektif, efisien, dan produktif.

Efektivitas harus dimulai dari visi yang tergambar secara jelas, lalu dituangkan ke dalam perencanaan yang mudah untuk dikerjakan. Kemudian, mengelola motivasi, komunikasi, disiplin, dan mampu berurusan dengan konflik, serta memiliki solusi dan keputusan yang tepat untuk setiap konflik dan perbedaan. Perencanaan yang dibuat haruslah memiliki ruang untuk menciptakan keputusan baru, pemecahaan masalah, dan perbaikan terhadap hal-hal yang gagal berfungsi. Dan salah satu hal penting adalah menghindari kesalahan administratif dari perencanaan dan tindakan.

Orang-orang efektif selalu mendengarkan dengan perhatian penuh. Mereka sadar bahwa setiap orang hadir untuk memberikan kontribusi. Jadi, mereka selalu menjadi pendengar yang tidak suka interupsi hanya untuk hal-hal tidak penting, apalagi berdebat di luar zona target. Mereka tidak pernah mengabaikan semua orang yang ada dalam tim kerja. Mereka selalu sadar bahwa setiap potensi, keterampilan, pengetahuan, energi, dan sumber daya harus dalam kolaborasi yang kuat, untuk bisa menghasilkan sesuatu yang efektif dari tujuan yang sedang dikerjakan.

Ketika staf berbicara menyampaikan proses pekerjaannya, maka pimpinan yang mendengar dengan mudah dapat memahami dan mengevaluasi kinerja stafnya. Jadi, pemimpin yang efektif selalu senang mendengarkan laporan dari para stafnya, tanpa berdebat dan menghabiskan waktu dalam rapat yang tidak terarah. Dalam ketenangan dan kesabaran mendengar dia mendapatkan pengetahuan yang jelas dari stafnya, sehingga  dia bisa mengukur kualitas kerja stafnya berdasarkan umpan balik yang dia dapatkan dari para stafnya tersebut.

Efektivitas merupakan produk dari keputusan yang tepat terhadap tujuan dari gambaran visi. Setiap kesalahan adalah kelalaian dalam menjalankan komitmen untuk tindakan yang efektif. Setiap orang yang ingin menjadikan dirinya efektif dalam melakukan tugas dan tanggung jawab, maka dirinya harus berkomitmen total untuk menjalankan tujuan dengan pikiran, emosi, sikap, karakter, dan kompetensi yang terfokus untuk efektif.

Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Previous post:

SOSIALISASI CORPORATE VALUES

PROFILE DJAJENDRA CORPORATE TRAINING 01

“Sosialisasi Nilai-Nilai Perusahaan Harus Memiliki Instruksi Moral, Instruksi Peran, Instruksi Kinerja, Dan Instruksi Untuk Berkehidupan Dalam Budaya Yang Kuat Dan Unggul.” ~ Djajendra

“Sosialisasi Nilai Adalah Proses Seumur Hidup Dan Sifatnya Berkelanjutan, Sekali Proses Sosialisasi Dihentikan Atau Dianggap Remeh Oleh Pihak Manajemen, Maka Orang-Orang Di Dalam Perusahaan Akan Melupakan Nilai-Nilai Perusahaan, Dan Mulai Bekerja Dengan Nilai Pribadi Masing-Masing. Dampaknya, Nilai-Nilai Dan Norma-Norma Budaya Perusahaan Akan Terus Melemah, Sehingga Budaya Yang Dimiliki Perusahaan Adalah Budaya Lemah Yang Mudah Terombang-Ambing Oleh Tantangan Kecil.” ~ Djajendra

Sosialisasi corporate values adalah proses dimana karyawan belajar menjadi warga perusahaan yang siap menjalankan nilai-nilai perusahaan di mana mereka bekerja. Nilai-nilai perusahaan harus dapat dipatuhi dalam wujud aturan, peraturan, prosedur, adat istiadat perusahaan, tata kelola, kebiasaan perilaku kerja, kode etik, dan kecerdasan untuk berperilaku atas dasar budaya perusahaan.

Sosialisasi berarti mengembangkan cara karyawan memanfaatkan nilai-nilai perusahaan; cara karyawan memahami satu persepsi dan satu bahasa dari cara mengucapkan dan menjalankan nilai-nilai perusahaan; mengembangkan cara karyawan berpikir, bertindak, bekerja, dan menghasilkan kinerja sesuai dengan semangat dari nilai-nilai perusahaan.

Corporate values atau nilai-nilai perusahaan adalah inti dari budaya perusahaan, yang akan mengelilingi setiap orang setiap saat, untuk semua atas apa yang harus dilakukan. Budaya perusahaan yang kuat akan membantu setiap orang di dalam perusahaan untuk memahami bagaimana nilai-nilai perusahaan itu dibuat, tertanam, dikembangkan, dimanfaatkan, dikelola dan diubah sesuai kemajuan jaman oleh perubahan. Nilai-nilai perusahaan adalah jantung dari budaya perusahaan, yang mendefinisikan semua perilaku karyawan dan kepemimpinan, dalam menjalankan fungsi dan peran sebagai warga korporasi yang berkualitas unggul.

Sosialisasi di tempat kerja adalah penting untuk membangun rasa percaya diri dan kebiasaan pola kerja dalam budaya kerja yang diharapkan. Sosialisasi juga akan mendorong setiap orang untuk selalu termotivasi dan memiliki tanggung jawab pribadi yang konsisten, untuk melakukan pekerjaan dengan berkualitas dan sepenuh hati.

Sosialisasi terhadap nilai-nilai perusahaan akan menciptakan proses asimilasi antara nilai-nilai pribadi dengan nilai-nilai perusahaan. Ketika proses asimilasi nilai pribadi dan perusahaan melebur dengan solid, maka hal itu merupakan awal untuk terjadinya proses pembentukan budaya kerja yang kuat, sehingga akan berkembang budaya organisasi yang kuat dari waktu ke waktu dengan efek sosialisasi berkelanjutan. Sosialisasi nilai-nilai yang detail akan membuat pekerjaan dan karyawan menjadi lebih efektif dalam perusahaan.

Sifat dari sosialisasi haruslah untuk memelihara nilai-nilai perusahaan di dalam fungsi dan peran masing-masing kepentingan dalam manajemen. Nilai-nilai yang tersosialisasi dengan baik akan menentukan perilaku individu, dan sifat kolaborasi dalam setiap kepentingan untuk menciptakan prestasi dan kinerja perusahaan.

Sosialisasi nilai adalah proses seumur hidup dan sifatnya berkelanjutan, sekali proses sosialisasi dihentikan atau dianggap remeh oleh pihak manajemen, maka orang-orang di dalam perusahaan akan melupakan nilai-nilai perusahaan, dan mulai bekerja dengan nilai pribadi masing-masing. Dampaknya, nilai-nilai dan norma-norma budaya perusahaan akan terus melemah, sehingga budaya yang dimiliki perusahaan adalah budaya lemah yang mudah terombang-ambing oleh tantangan kecil.

Karyawan dan pimpinan menghabiskan sebagian besar hidup mereka di perusahaan dengan berbagai nilai-nilai kehidupan kelompok dan individu, yang mempengaruhi mereka dengan berbagai cara. Oleh karena itu, sosialisasi nilai-nilai perusahaan haruslah menjadi pengalaman semua orang di dalam perusahaan, untuk membentuk identitas diri yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai inti perusahaan.

Setiap orang dalam perusahaan melalui sosialisasi nilai harus dapat melihat dan merasakan kenyamanan untuk berkarya bersama perusahaan. Bila setiap orang merasa percaya diri bersama nilai-nilai perusahaan, maka secara sukarela mereka akan memodifikasi nilai-nilai hidupnya, melalui interaksi dengan nilai-nilai perusahaan selama seumur hidup.

Sosialisasi corporate values haruslah merupakan bagian dari pengembangan kepribadian karyawan dan pimpinan, untuk mengembangkan rasa diri pada budaya perusahaan. Setiap orang harus sadar bahwa mereka belajar nilai-nilai perusahaan dengan tujuan memiliki satu bahasa dan satu persepsi tentang budaya perusahaan mereka.

Akuisisi nilai-nilai perusahaan ke dalam karakter diri sendiri, akan meningkatkan kemampuan diri, untuk menjalani hubungan kerja dengan orang lain di dalam dan di luar perusahaan. Artinya, karyawan yang mampu mengakuisisi nilai-nilai perusahaan ke dalam kepribadiannya, maka dia akan cerdas bekerja melayani stakeholder sesuai impian dan harapan perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com