BERDAMAI DENGAN MUSUH-MUSUH DI DALAM DIRI

BERDAMAI DENGAN MUSUH-MUSUH DI DALAM DIRI

“Akal sehat bisa digunakan oleh energi negatif untuk merusak keindahan dan kedamaian hidup. Tingkatkan kualitas energi positif di dalam diri agar akal sehat hanya digunakan untuk keindahan dan kedamaian hidup.”~Djajendra

Musuh-musuh kita sangat banyak, mereka tidak berada di luar diri kita, tetapi bersembunyi di dalam diri kita, dan kita pun sulit mengenali mereka sebagai musuh yang berbahaya bagi hidup kita. Kita harus memahami dan mengerti bahwa hidup kita itu indah dan tidak layak dihabiskan dalam realitas yang membuat kita tidak bahagia. Kita juga harus mengerti bahwa keberadaan kita untuk berbuat baik dan menyebarkan kebaikan, tanpa mengecilkan peran orang lain dalam kehidupan yang aneka ragam ini. Semua orang penting dalam menciptakan keindahan dan kebaikan. Siapa pun diri kita jika membawa energi kebaikan dalam kehidupan, maka kita telah berbuat baik bagi setiap orang. Siapa pun diri kita jika membawa energi kebencian dalam hidup, maka kita telah menanam benih permusuhan untuk membuat hidup ini tidak damai.

Musuh-musuh kita itu hidup di dalam diri kita dalam sifat marah, kebencian, dendam, egois, serakah, anti toleransi, merasa paling benar, merasa paling tahu, permusuhan, menghasut orang lain, gosip, iri hati, malas, bosan, dan cemburu. Jika kita tidak berdamai dan mengajak musuh-musuh kita itu ke jalan yang benar, maka orang-orang yang berniat buruk akan memanfaatkan musuh-musuh kita itu untuk keuntungan mereka. Ketika orang-orang tidak baik menggunakan musuh-musuh kita untuk keuntungan mereka, maka akal sehat kita pun dimanipulasi sedemikian rupa agar merasa benar dengan sifat-sifat buruk yang sesungguhnya membuat hidup kita lebih menderita. Jadi berhentilah bertengkar dan bermusuhan dengan siapa pun. Semua orang di luar diri kita biarlah menjadi dirinya masing-masing, kita tidak perlu memusuhi atau membenci sifat  dan pemikiran mereka yang tidak sesuai dengan kita.

Setiap hari berlatihlah untuk menguatkan energi positif di dalam diri agar kita bisa menjaga kedamaian dengan mengabaikan perbedaan. Tidak ada seorang pun yang bisa memberikan kebahagiaan dan kedamaian bagi kita kecuali diri kita sendiri. Kuatkan nilai-nilai positif dan pemikiran-pemikiran yang baik untuk merasakan kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup. Tidak perlu berdebat tentang setuju atau tidak setuju. Tidak perlu berdebat tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Teruslah belajar hal-hal baik dan selalu berpikiran terbuka dalam wawasan yang luas. Jangan pernah merasa sebagai kelompok yang paling benar dan paling hebat. Jangan pernah berharap kedamaian dan kebahagiaan diberikan oleh orang lain. Kedamaian dan kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri yang sudah cerdas melemahkan musuh-musuh yang tersembunyi di dalam diri. Harus diingat selalu bahwa musuh-musuh di dalam diri itu sangat banyak, sehingga kita tidak memiliki pengetahuan untuk mendefinisikan mereka semua. Kita hanya memiliki kemampuan untuk mendefinisikan sedikit dari musuh-musuh kita di dalam diri. Karena itu, kita harus memiliki kesadaran dan keyakinan untuk tidak kehilangan kedamaian dan kebahagiaan. Jika kita merasa sedang tidak damai dan tidak bahagia, itu artinya musuh-musuh yang tidak kita kenal sedang menggerogoti kita dari dalam. Dampaknya; dalam jangka panjang kita kemungkinan kehilangan kesehatan fisik, mental, dan jiwa.  

Mulai hari ini berhentilah untuk membenci dan bergosip tentang siapa pun dan apa pun. Gunakan waktu hidup kita dengan sebaik-baiknya untuk melayani kehidupan dari hati yang kaya cinta, kaya kebaikan, kaya toleransi, kaya empati, kaya kata-kata positif, kaya pelayanan berkualitas, ikhlas, sabar, tenang, damai, gembira, dan selalu melihat orang lain dari sisi positif mereka. Jangan pernah lagi terlibat dalam rumor negatif. Jangan pernah lagi berpikir atau berniat mengendalikan orang lain. Jangan pernah lagi merespons orang lain dengan kebencian. Jadilah energi kehidupan yang baik dan membawa kedamaian bagi semua orang. Ketika merasa terperangkap dalam energi negatif dan sulit keluar dari musuh-musuh di dalam diri, mundur sejenak dari realitas untuk menenangkan diri, kemudian luaskan sudut pandang dari rasa cinta terhadap segala sesuatu dalam hidup yang sedang Anda alami. Kendalikan marah, kendalikan keyakinan yang menciptakan kebencian, kendalikan perasaan tertekan, kendalikan rasa kesal. Kemudian, kuatkan perasaan belas kasih dan pengampunan kepada siapa pun yang tidak sejalan dengan Anda. Tumbuhkan kepercayaan diri dan kuatkan semua perasaan positif di dalam diri. Biasakan agar perasaan positif yang berkuasa atas diri Anda.

Ketika ada orang-orang mencoba merobohkan Anda dengan kebencian dan fitnah, maka jangan jadi rapuh dan marah. Kendalikan diri, atur emosi agar selalu damai dan positif, atur pikiran agar selalu tenang dan positif. Dekati para pembenci dengan halus, tenang, tidak konfrontatif, sabar, mendengarkan, percaya diri, dan berbicaralah dengan integritas yang tinggi. Dan, apa pun yang mereka berbicara untuk Anda, dengarkan saja dengan sabar, biarkan saja mereka mengeluarkan apa yang mereka suka. Berhentilah untuk mencari kesalahan dan kelemahan mereka, berikan perhatian untuk kebaikan yang dapat Anda berikan. Benci dan fitnah tidak harus dilawan dengan benci dan fitnah, tetapi harus dilayani dengan integritas dan kepedulian untuk memberikan kebaikan. Jangan pernah membuang waktu dan energi pada upaya untuk membenci, membalas, memfitnah, marah, dan dendam. Hidup kita sangat singkat, kita tidak pernah tahu sampai umur berapa kita hidup, jadi jangan menyia-nyiakan waktu yang singkat ini untuk hal-hal yang merusak kedamaian dan kebahagiaan hidup.

Kuatkan mental dan jiwa agar mampu berdamai dan menaklukkan semua musuh-musuh di dalam diri sendiri. Jangan lagi membiarkan musuh-musuh kita bertengkar dengan orang-orang yang tidak pernah pintar memahami makna hidup. Sifat dari orang-orang yang tidak pintar memahami makna hidup adalah suka menyalahkan orang lain bahkan untuk kesalahan yang mereka buat sendiri. Mereka selalu berpikir dan merasa bahwa merekalah yang paling benar, sehingga walaupun dirinya salah, tetapi tidak pernah merasa bersalah. Sifat mereka mudah tersinggung, mudah marah, merasa paling tinggi, mudah bereaksi terhadap konflik dan pencipta konflik sejati,  tersenggol sedikit meledak kemarahannya dan sangat agresi, serta tidak pernah memiliki empati dan toleransi terhadap orang lain. Selain itu, mereka juga sangat suka mengabaikan kebutuhan dan perasaan orang lain karena egoisme diri yang sangat tinggi. Mereka selalu merasa mereka lebih baik daripada orang lain. Mereka betul-betul menghayati semua energi negatif sebagai jati diri mereka, sehingga dalam akal sehat mereka energi negatif yang mereka kontribusikan pada kehidupan adalah sebuah kebenaran sejati. Jadi, daripada Anda bertengkar atau mengurusi orang-orang seperti itu, lebih baik fokus untuk memperbaiki diri sendiri. Dan, abaikan saja mereka yang memang sudah merasa benar hidupnya di dalam kekuatan energi negatif.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com