KEKUATAN PUJIAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN KINERJA

KEKUATAN PUJIAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN KINERJA

SG004KEKUATAN PUJIAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN KINERJA

“ Pujian Tulus Bila Tidak Diikuti Dengan Kompensasi Ekonomi, Maka Semua Pujian Itu Tidak Akan Bertahan Lama. Sebab, Kebutuhan Hidup Bisa Mengalahkan Semua Pujian Dan Niat Baik.” ~ Djajendra

Pujian adalah bagian terpenting dalam menjaga karyawan untuk tetap termotivasi, dan terlibat dalam pekerjaan mereka. Karyawan yang selalu diberikan semangat dan kepercayaan diri melalu pujian yang tulus, akan menjadi orang-orang yang produktif bersama pekerjaan mereka.

Manajer yang cerdas pasti akan menggunakan kekuatan pujian untuk membangun hubungan kerja yang baik dengan karyawan. Bila manajer tulus memberikan pujian dan selalu menghargai hasil kerja karyawan, maka karyawan akan selalu patuh dan taat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan efektif.

Pujian yang tulus akan menunjukkan penghargaan. Bila manajer selalu tulus memberikan penghargaan atas kinerja baik karyawan, maka hal itu sudah merupakan sebuah pujian, yang akan membangkitkan semangat, dan merawat motivasi karyawan untuk kemajuan perusahaan.

Dari hasil pengamatan kami terhadap beberapa perusahaan, kami menemukan sangat banyak manajer menjadi sulit untuk memberikan pujian kepada karyawan. Mereka berpikir sudah membayar karyawan dan sudah memberikan job diskripsi, berarti karyawan harus mandiri, dan tidak perlu lagi diberikan pujian.

Para manajer sering lupa bahwa selain dia sebagai manajer, dia juga seorang pemimpin yang seharusnya cerdas memimpin, dan tidak hanya cerdas mengelola fungsinya. Cerdas memimpin berarti cerdas berinteraksi melalui sisi kemanusiaan, untuk membangkitkan rasa percaya diri dari orang-orang yang dia pimpin. Termasuk, selalu menjaga yang dipimpin, agar termotivasi dengan tugas dan tanggung jawab mereka. Hal ini membutuhkan penghargaan dan pengakuan tulus dari pemimpin kepada orang-orang yang dipimpin.

Bila manajer secara teratur memberikan pujian atas prestasi, kinerja, kecepatan, sikap baik, etika, integritas, dan daya tahan karyawan; maka karyawan akan merasa dihargai dan dihormati. Dan selanjutnya, hal ini akan membuat karyawan lebih termotivasi untuk mengerjakan berbagai tantangan, untuk kemajuan dan kesuksesan perusahaan.

Pujian yang tulus juga harus diikuti dengan perhatian terhadap gaji, bonus, atau kompensasi yang sesuai dengan prestasi dan kinerja. Bila pujian tulus tidak diikuti dengan kompensasi ekonomi, maka semua pujian itu tidak akan bertahan lama. Sebab, kebutuhan hidup bisa mengalahkan semua pujian dan niat baik. Bila kebutuhan hidup terus meningkat, dan penghasilan tidak meningkat, maka karyawan pasti hidup dalam tekanan ekonomi. Dan saat mereka hidup dalam tekanan ekonomi, fokus dan perhatian mereka akan lebih condong kepada hal-hal yang sifatnya pragmatis, contohnya fokus kepada cara untuk mendapatkan uang dengan mudah.

Pujian tulus dengan diikuti kompensasi dan penghargaan yang adil, akan meningkatkan perasaan positif, seperti kegembiraan, kebanggaan, kepuasan, dan kesejahteraan.

Ketika manajer memuji karyawan dengan tulus dan jujur, maka karyawan akan merasa berguna dan bermanfaat bersama perusahaan, dan hal ini akan membuat mereka ingin berkontribusi secara terus-menerus untuk prestasi dan kinerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com