MELAYANI KEPEMIMPINAN DENGAN EFEKTIF

MELAYANI KEPEMIMPINAN DENGAN EFEKTIF

PROFILE 5“Sebelum bertindak pahami dengan baik hal yang akan dilakukan. Jangan sekedar bertindak tanpa tahu arah dan hasil yang akan dicapai. Diperlukan komunikasi dua arah atas setiap tindakan terhadap tujuan dan prioritas.”~ Djajendra

Pemimpin adalah orang yang memiliki kekuasaan dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan. Bersama-sama dengan orang-orang yang dipimpin, pemimpin akan bertindak secara terorganisir, untuk mewujudkan visi dengan rencana yang detail.

Pemimpin pasti menginginkan kontribusi yang berkualitas dari kompetensi orang-orang terbaik yang membantunya, untuk melayani kepemimpinan yang dia pimpin dengan berkualitas dan berkinerja tinggi. Hubungan kepemimpinan yang saling membantu dalam kepercayaan yang saling membangun, akan menjadi kekuatan kolaboratif, yang membawa kepemimpinan tersebut selalu sukses bersama tindakan.

Setiap orang yang terhimpun dan terorganisir dalam sebuah kepemimpinan, wajib menjadi energi yang berharga, untuk membangun hubungan yang saling percaya dari kekuatan integritas pribadi yang solid. Pemimpin adalah pribadi yang akan meraih semua visi kepemimpinannya dengan baik, bila dirinya dibantu dan didukung dengan sepenuh hati oleh semua orang yang berada di dalam kepemimpinan tersebut. Bila orang-orang di dalam kepemimpinan tersebut masing-masing berpikir dan bertindak untuk kepentingan masing-masing, dan meninggalkan pemimpinnya sendirian dalam ketidakmampuan, maka kepemimpinan tersebut pasti tidak akan berhasil.

Pemimpin yang cerdas pasti akan menjelaskan setiap sisi kepemimpinannya dengan sangat detail kepada orang-orang yang dia pimpin. Dia akan memberikan gambaran besar yang umum, dan menunjukkan dampak yang spesifik dari setiap tindakan dari gambaran besar itu, untuk mewujudkan visi melalui tujuan yang dikerjakan secara kolaboratif. Dia juga akan mengidentifikasi solusi terhadap setiap tantangan. Lalu, menjelaskan kepada orang-orang yang dipimpin, tentang cara untuk memecahkan tantangan tersebut, dengan solusi dan pilihan tindakan yang tepat dan menguntungkan.

Pemimpin yang berkualitas selalu berdiskusi atau mengadakan pertemuan dengan orang-orang yang dipimpin, untuk menemukan ide-ide terbaik buat keberhasilan kepemimpinannya, juga memberikan keputusan dan contoh-contoh konkret tentang cara menjalankan ide-ide terbaik tersebut. Sebagai pemimpin, dia akan menjadi pusat dari arus informasi di dalam organisasinya, serta mampu menginspirasi dengan berbagai gaya dan cara unik dirinya, untuk menanamkan kepercayaan dan keberanian kepada orang-orang yang dipimpin, agar mereka mampu bertindak sesuai dengan tugas mereka, dalam skala tanggung jawab yang ada di masing-masing fungsi dan peran mereka.

Setiap orang yang menerima tanggung jawab dari pemimpin dan organisasi, wajib menunjukkan komitmen untuk memastikan keberhasilan atas semua pekerjaan yang dilakukan. Sebagai pribadi yang melayani kepemimpinan, pemimpin, dan organisasi, haruslah mampu bekerja sama dengan setiap orang di dalam organisasi, serta menjadi pribadi yang cerdas untuk mengembangkan rencana aksi dalam mewujudkan hasil akhir terbaik.

Membangun dan menanamkan kepercayaan pada setiap orang, untuk selalu bersikap dan bekerja dengan kolaboratif, haruslah menjadi energi yang disalurkan pemimpin ke dalam organisasi. Kepemimpinan akan sukses, bila semua fungsi dan peran di dalamnya, dapat bekerja dalam sebuah keharmonisan yang solid. Setiap proses kerja haruslah terhubung dalam sikap saling percaya, dan semuanya dilakukan dari energi integritas pribadi masing-masing, untuk dikontribusikan ke dalam energi integritas organisasi dan kepemimpinan yang unggul dan solid.

Pemimpin haruslah menjadi energi yang merekatkan dan membantu untuk mengenalkan satu sama lain. Lalu, menanamkan budaya kolaborasi dalam sinergi dan komunikasi yang efektif. Bila setiap orang di dalam organisasi sudah mampu memiliki antusiasme, terutama untuk saling berkontribusi dengan kepedulian dan kecintaan mereka kepada organisasi dan kepemimpinan, maka hal itu akan menjadi pendorong terbentuknya hubungan pribadi yang baik dan profesional di dalam kepemimpinan tersebut.

Kekuasaan dan tanggung jawab yang melekat pada seorang pemimpin, haruslah dijadikan modal untuk memperkuat kualitas kepemimpinan yang tegas dan pasti, serta menjadi energi yang membawa manfaat buat organisasi dan stakeholders. Pemimpin tidak boleh membiarkan dirinya terjebak dalam struktur kekuasaan, dan menciptakan berbagai birokrasi yang menjauhkan dirinya dengan orang-orang yang dipimpin. Pemimpin yang efektif pasti tahu bahwa dia memiliki hak, untuk bergerak ke setiap arah dan dimensi organisasi, agar memahami akar persoalan yang sebenarnya, serta berani bertindak atau mengambil alih atas pekerjaan-pekerjaan, yang gagal dikerjakan oleh orang-orang yang dipercaya.

Pemimpin harus memastikan bahwa setiap orang yang dipimpin, mampu menerima nilai-nilai kepemimpinannya dengan bahagia dan sepenuh hati. Setiap orang yang dipimpin itu harus peduli dan membantu kepemimpinan. Jika ada orang-orang yang tidak sepenuh hati membantu dan melayani kepemimpinan, maka mereka berpotensi menjadi energi negatif, untuk mengkontribusikan hal-hal yang tidak diinginkan dalam setiap proses kerja menuju visi dan tujuan. Pemimpin harus mencegah kepemimpinannya dari dominasi orang-orang, yang tidak total dan sepenuh hati membantunya. Untuk itu, pemimpin secara rutin harus menafsirkan tujuan dan nilai-nilai kepemimpinannya kepada setia orang yang dipimpin. Dan, menciptakan budaya kerja untuk membantu kepemimpinan, agar  kepemimpinannya mampu fokus pada visi dan tujuan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com