BERIKAN DAN DAPATKAN UMPAN BALIK DENGAN CERDAS

BERIKAN DAN DAPATKAN UMPAN BALIK DENGAN CERDAS

DMU 006 2013

BERIKAN DAN DAPATKAN UMPAN BALIK DENGAN CERDAS

“Ketika Anda mampu memberikan lebih banyak kepada apapun yang sedang Anda kerjakan atau lakukan, maka hal-hal yang Anda kerjakan atau lakukan itu akan memberikan kembali kepada Anda lebih banyak dari yang Anda berikan untuknya. Hiduplah dengan memberikan lebih, dan yakinlah bahwa Anda pasti mendapatkan lebih dari perhitungan Anda.”~ Djajendra

Kehidupan memiliki energi umpan balik yang lebih besar dari yang Anda berikan. Bila Anda tekun dan memiliki disiplin yang tinggi, untuk berkontribusi dan melayani pekerjaan dan kehidupan; maka, semua kontribusi dan pelayanan Anda itu, akan mendapatkan umpan balik dalam wujud nilai tambah, yang perhitungannya bisa lebih dari yang Anda inginkan.

Setiap niat baik Anda akan mendapatkan umpan balik dalam jumlah yang lebih untuk kebaikan hidup Anda. Hidup Anda sangat ditentukan oleh apa yang sedang Anda lakukan, apa yang telah Anda lakukan, atau apa yang akan Anda lakukan. Semakin Anda melayani dan menangani semua hal-hal yang hadir ke dalam hidup Anda dengan niat baik, maka semakin hal-hal yang Anda layani dan tangani itu akan memberikan rasa nyaman untuk kehidupan Anda.

Ketika Anda menjadi sangat enggan untuk memberikan umpan balik atau kontribusi kepada rekan-rekan kerja Anda di tempat kerja, maka setiap orang akan bekerja tanpa memahami untuk menjadi lebih baik. Umpan balik seharusnya menjadi sebuah budaya kerja, walaupun umpan balik itu menciptakan penilaian negatif, tapi bila ditanggapi dengan pikiran positif, maka umpan balik itu dapat menjadi awal untuk melakukan perbaikan.

Berikan lebih banyak umpan balik dan dapatkan lebih banyak lagi umpan balik untuk kemajuan dan keberhasilan bersama. Umpan balik tidak boleh dipikirkan sebagai sebuah ancaman yang merugikan, tapi sebuah masukkan untuk perbaikan ataupun peningkatan kualitas menjadi lebih baik. Umpan balik sangat diperlukan, agar orang-orang tidak merasa nyaman dalam zona kenyamanan. Bila orang-orang sudah merasa sangat nyaman, maka setiap umpan balik akan dikira hadir untuk merusak rasa nyaman mereka. Umpan balik tidak hanya terhenti sebatas kata-kata, tapi harus bergerak menjadi tindakan atau eksekusi yang membawa hasil lebih.

Umpan balik yang Anda berikan tidak boleh mengasumsikan yang terburuk dalam diri orang lain. Tetapi, melihat potensi dan hal yang lebih baik, yang dapat dilakukan orang lain, dengan menjadikan dirinya lebih berkualitas dalam memberikan pelayanan dan kontribusi.

Dalam diri setiap orang ada perasaan atau emosional yang tak terkalahkan. Emosional atau perasaan ini sangat anti atau kebal dengan ancaman. Jadi, bila Anda memberikan umpan balik yang memojokkan dirinya, maka dia akan menanggapinya untuk membelah diri, dan bukan berterima kasih, lalu memperbaiki kekurangan menjadi lebih baik, ataupun berterima kasih lalu meningkatkan kualitas yang sudah baik menjadi lebih baik. Dan bila Anda terlalu memaksa untuk menunjukkan kekurangan ataupun kesalahan dirinya, maka hal itu berpotensi merusak hubungan Anda dengannya, dan bisa juga menjadi dendam selamanya.

Banyak organisasi penuh dengan orang-orang yang saling memberikan umpan balik yang relevan. Namun, perasaan atau emosional yang tak terkalahkan juga akan ada di dalam semua proses umpan balik tersebut. Jadi, setiap pihak di dalam organisasi harus sadar bahwa sikap saling ngotot dengan persepsi masing-masing, untuk membenarkan umpan balik yang diberikan, sangatlah berpotensi menjadi konflik, yang merusak hubungan baik kolegial di tempat kerja. Dan, bila hubungan kolegial rusak oleh konflik, maka semua orang akan terlibat dalam proses melemahkan organisasi dengan ide-ide yang saling menyalahkan.

Tujuan umpan balik adalah untuk perbaikan dan perubahan, bukan sebagai alat dalam menjalankan politik kantor. Umpan balik tidak boleh dijadikan sebagai bagian dari persaingan untuk saling menjatuhkan di dalam organisasi. Budaya organisasi harus menjamin bahwa umpan balik digunakan untuk kebaikan setiap orang dan organisasi, bukan untuk mengancam eksistensi siapapun. Oleh karena itu, keberadaan budaya umpan balik bukan untuk meminimalkan kekuatan siapapun, tapi untuk memaksimalkan kontribusi dan pelayanan dari setiap individu ataupun unit kerja kepada organisasi dan stakeholders.

Umpan balik merupakan bagian dari interaksi untuk saling meyakinkan atau saling mengingatkan tentang arah tujuan dan tanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukan. Setiap orang pasti memiliki kekuatannya masing-masing untuk memberikan kontribusi kepada organisasi. Dan, kekuatan yang dimiliki akan semakin unggul saat semua orang dengan rendah hati dan jiwa besar mau menerima umpan balik, walaupun umpan balik itu menceritakan kekurangan cara kerja. Bila Anda tahu kekurangan cara kerja Anda, maka Anda dengan mudah dapat memperbaikinya untuk mendapatkan cara kerja yang lebih baik.

Setiap umpan balik bukanlah untuk dilihat sebagai interaksi negatif ataupun interaksi positif. Tetapi, merupakan alat untuk penguatan kualitas diri dan peningkatan kualitas cara kerja diri, termasuk untuk peningkatan rasa percaya diri dalam menghadapi dinamika kerja individu ataupun kelompok. Biasanya, para pembelajar di dalam organisasi selalu menempatkan umpan balik dalam posisi yang tinggi. Mereka selalu menghargai umpan balik, dan dijadikan sebagai alat untuk mencerdaskan dirinya secara berkelanjutan.

Lingkungan kerja yang unggul selalu bekerja bersama budaya kerja yang kaya dengan umpan balik. Setiap orang terbiasa untuk menerima dan memberikan umpan balik. Setiap orang secara naluriah memiliki sikap adaptif terhadap umpan balik, dan cerdas memanfaatkan umpan balik untuk kemajuan pribadi dan organisasi. Setiap orang tidak akan tenggelam dalam perasaan negatif saat menerima umpan balik yang kurang menguntungkan dirinya, tapi merasa beruntung mendapatkan umpan balik tersebut, lalu mendorong dirinya untuk menjadi lebih kolaboratif, dan menciptakan cara kerja seperti yang dibutuhkan organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com