UPAH WARGA NEGARA

UPAH WARGA NEGARA

018UPAH WARGA NEGARA

“Mengorbankan warga negara dengan upah murah untuk mengundang minat investasi dari mancanegara adalah perbuatan yang paling merugikan bangsa di masa depan. Negara yang bermasadepan baik adalah negara yang cerdas menjual pertumbuhan, stabilitas, keamanan, kepastian, tata kelola yang beretika, kompetensi, kualitas, dan infrastruktur yang berkualitas, untuk dijadikan daya tarik minat investasi mancanegara.” ~ Djajendra

Dunia bisnis membutuhkan kehidupan yang merasa saling percaya di antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah. Rasa saling percaya dengan semua stakeholders terkait akan menjadikan lingkungan bisnis lebih produktif dan efektif. Bila rasa percaya tidak ada, maka jangan pernah berharap terjadinya hubungan kerja yang hormonis di antara pihak-pihak terkait dalam sebuah proses bisnis.

Setiap tanggal 1 Mei adalah hari buruh se dunia. Di mana, para pekerja merayakan hari tersebut dengan berbagai harapan untuk kehidupan kerja yang lebih baik dan lebih manusiawi. Saat rasa percaya di tempat kerja hilang, maka perasaan dicurangi akan menjadikan hubungan kerja tidak produktif.

Upah yang wajar untuk pekerja merupakan salah satu faktor yang menentukan produktivitas kerja. Termasuk, motivasi kerja yang tinggi dipengaruhi dengan upah yang layak. Jadi, pasti para pengusaha yang cerdas akan memberikan upah yang wajar kepada pekerjanya.

Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang baik di sebuah negara akan menciptakan pasar yang menguntungkan buat pengusaha. Apalagi bila di negara tersebut upah pekerjanya masih relatif murah, maka pengusaha-pengusaha dari mancanegara yang memiliki pasar di negara berupah murah tersebut, akan menanamkan investasi untuk proses produksi dengan memanfaatkan upah murah, dan sekaligus memanfaatkan pasar yang tumbuh untuk menjual produk-produknya.

Pada umumnya, investor selalu berpegang teguh pada prinsip bahwa dengan pengeluaran sekecil-kecilnya harus menghasilkan nilai tambah sebesar-besarnya. Prinsip ini tidaklah boleh diterapkan dalam hal upah. Sebab, upah adalah penghasilan seseorang untuk membiayai hidupnya. Bila upahnya sangat kecil dan tidak mencukupi realitas minimal biaya hidup rutin, maka sisi kemanusiaan orang tersebut pasti dalam ketidakadilan. Dibutuhkan hati dan empati untuk tidak mempermainkan upah seseorang buat keuntungan yang lebih besar buat orang lain.

Proses bisnis yang baik membutuhkan orang-orang yang bekerja dengan sepenuh hati dalam totalitas pelayanan dan kontribusi. Saat ada pihak-pihak yang merasa dicurangi dalam sebuah proses bisnis, maka hasil akhir dari proses bisnis tersebut akan menghasilkan produktivitas dan kualitas yang lebih rendah, dan tidak seperti yang diharapkan.

Kesadaran pemerintah dan pengusaha di sebuah negara untuk tidak menjadikan upah murah sebagai daya tarik investasi adalah sesuatu yang baik. Kebijakan upah murah dari sebuah negara untuk menarik minat investor hanya akan merugikan masa depan negara tersebut. Sebab, warga negaranya dibayar dengan murah atau biasa disebut upah minimum. Hal ini berpotensi menciptakan masa depan warga negara dengan upah murah ini, menjadi warga miskin yang membebani bangsa dan negara.

Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang stabil dan baik haruslah dimanfaatkan untuk meningkatkan standar upah, agar upah yang wajar dari warga negara dapat diinvestasikan untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.Hal ini akan memberikan manfaat besar buat pertumbuhan ekonomi domestik, dan juga berpotensi memperkuat daya tahan ekonomi bangsa dan negara.

Perekonomian sebuah negara yang bermasadepan baik adalah yang cerdas menjual pertumbuhan, stabilitas, keamanan, kepastian, tata kelola yang beretika, kompetensi, kualitas, dan infrastruktur yang berkualitas, untuk dijadikan daya tarik minat investasi mancanegara.

Membayarkan upah maksimal warga negara akan menguntungkan negara. Sebab, upah maksimal bukan minimum, akan menjadi salah satu faktor investasi buat kesejahteraan bangsa dan negara yang lebih baik di masa depan.

Selamat Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2013

Djajendra

Previous post: